
Tambahan bonus part
Pov Yuda
Yudana Arga Soedarjo. Nama itu selalu melekat dalam ingatan gadis yang aku nikahi secara paksa karena obsesi ku yang mulai menarik paksa dirinya padaku.
"Tuan.." ucap Jimy mengganggu lamunan ku tentang gadis yang teramat membuat pikiranku mulai sangat kacau.
"Hmm" geram ku tak tahan
"Gadis yang anda cari akan datang ke kota untuk memulai beasiswa di Kampus Graha Tuan" ucap Jimy padaku, Ternyata gadis itu masuk ke kandang singa tanpa umpan atau pancingan. "Jim biarkan dia berangkat ke kota dan jangan ganggu dia beberapa waktu, biarkan aku yang akan menyusun rencana"
"Baik Tuan" Jimy mengangguk patuh mendengar setiap ucapanku.
Mendengar informasi dari Jimy, aku langsung menyusun rencana yang ku buat agar gadis nakal itu mau menikah denganku, tepatnya menjadi ibu dari anak anakku.
Rasanya aku harus menyusun rencana yang ku buat sendiri, dan ternyata gadis itu bersahabat baik dengan Angela, adik ku.
Rencana yang ku rencanakan mulus tanpa gagal, tetapi ada rasa sesak di dada ketika aku melihat Sandra ku, aku mencari sosok Sandra dalam diri Nata. Aku senang sekali bertemu dengan Sandra, tetapi rasa senang ku hilang karena mengetahui Sandra bagaikan piala bergilir saat melihat video yang Jimy kirimkan.
Saat itu juga aku langsung meninggalkan Sandra dan mencari Nata yang kabur entah kemana, yang ku tau pasti ada campur tangan dari Nenek Asih.
__ADS_1
Begitu aku dapatkan keberadaan Nata aku langsung menyusup dan mengambil hak ku sebagai suami.
"Tuan" Jimy mendekat ke arahku dan mengatakan hal yang membuatku sungguh terkejut.
"Kau gila! tidak mungkin Nata seperti itu" Dengan amarah yang memuncak aku langsung menghukum Nata tanpa ampun. Ku gagahi dia setiap hari selama 6 bulan lebih, buah cinta kami pun hadir. hal itu adalah hal yang paling terindah yang pernah aku rasakan.
Alat KB Nata sudah di lepas oleh dokter Tya saat kami berhubungan suami istri dengan paksaanku.
"Tuan.. Nona Nata mengahuncarkan semua CCTV yang anda pasang dalam kamar Nona" Ucap Jimy dengan muka khawatir.
Aku langsung membanting semua yang ada di sekitarku, benda benda bernilai ratusan juta langsung hancur luluh lantah di lantai.
Setelah Nata melahirkan kedua anak kembarku. Nenek Asih mengungsikan Nata jauh di desa terpencil tempat Nenek Asih di besarkan, ini semua karena ulahku yang kasar.
Jujur aku tak tega mengurung Nata dalam istana, tetapi aku benar benar takut Sandra membunuh Nata.
Mantan sialanku itu adalah anak Mafia yang terkenal, dia bisa berbuat seenaknya pada siapapun, bahkan hukum bisa ia beli di Negara ini. Ada pepatah Hukum tumpul ke atas tajam ke bawah
"Sandra! hentikan semua ini! atau akan ku hancurkan karirmu!!" teriak ku tak terima, mereka hampir saja mencelakakann Kenzi, untung saja bocah kecil itu selalu menjaga Kenzi dengan kuasanya.
"Aku tidak akan mau sebelum kau menjadi milikku lagi seutuhnya!!!" teriak Sandra padaku
__ADS_1
"Kau gila" aku langsung pergi meninggalkan Sandra yang masih menangis mencengkram erat tangan ku.
"Aku berjanji akan memilikimu!" teriak Sandra kencang
"Wanita gila!"
Sejak saat itu aku selalu saja posesif pada Nata dan anak anakku tetapi anak anakku lebih tangguh dari apa yang ku kira, jadi mereka bebas tanpa pengawalan dari ku, sementara aku menjaga Nata dengan ketat dalam istana ku.
Tepat saat di mana Nata berpisah denganku. Aku terpukul melihat Nata menandatangani surat perceraian itu.
Kenzo datang ingin menghajarku. sulit bagiku menjelaskan apa yang terjadi pada anak yang sama kerasnya dengan ku. "Kau menghancurkan misi ayah Kenzo!!"
"Bebaskan ibuku!!" Jimy berusaha menghalangi Kenzo yang mau menghajarku.
Sandra terlihat tersenyum senang melihat aku dan anakku bertengkar hebat. "Pergi dari sini! Jalanggggg!!
Aku rasanya ingin menjambak Sandra keluar dari istana, tetapi semua kepemilikan istana dan perusahaan dalam satu malah pindah tangan pada Sandra.
"Maafkan aku Nata! kamu harus terus terlindungi.. lebih baik kau bersama Reyan agar dapat perlindungan" aku menatap nanar Kenzo yang keluar dari istana.
"Di sisa umurku ini aku menjadi budak Sandra" tetapi aku sangat berharap tuhan menolongku..
__ADS_1
"Maaf kan Mas Yuda Nata" gunamku lirih bersama angin yang melambai.
Surat terselip Mas Yuda