
Perhatikan Umur!
Kenzi menatap punggung Rey yang sedang berenang. Kenzi menggendong Baby Boy bersamanya. Kali ini Kenzi lebih memilih hidup bersama suaminya Rey. Kenzi memaafkan Rey saat Kenzi tau bahwa Rey lah teman masa kecilnya.
Sementara Nata tersenyum melihat Kenzi yang bahagia. "Zi.." Kenzi menengok kebelakang melihat sang ibu yang sedang membawakan susu untuk Baby boy nya.
"Hari ini ibu akan pulang Ke Indonesia. ibu harap Kenzi bisa menerima Reyan dengan sepenuh hati, Jika merasa kesal ataupun marah pada Reyan, coba lihatlah buah hatimu Zi. ibu berharap pernikahan mu dengan Reyan berjalan sampai maut memisahkan. Meskipun awal pertemuan Kenzi dan Rey seperti itu" Nata mengelus puncak kepala Kenzi dengan lembut penuh kasih sayang.
"Ibu.. Kenapa secepat ini?" Kenzi menaruh anaknya di ranjang dengan hati hati. "Menginaplah disini sebulan atau dua bulan lagi" Mata Kenzi seolah berkaca kaca ingin menangis. Nata langsung memeluk Kenzi dengan erat.
"Ayah dan ibu selalu mengawasimu sejak Kenzi datang kemari. Ibu harus segera pulang. Kenzi bisa berkunjung Ke Istana"
"Baiklah bu.." Kenzi semakin erat memeluk sang ibu. Sudah dua bulan lebih sang ibu berada di Mansion Reyan. Karena hubungan Kenzi dan Rey masih terkesan tegang, apalagi Kenzi yang selalu mengingat kejadian itu.
__ADS_1
Rey langsung mengambil handuk dan baju yang di siapkan oleh Kenzi, Istrinya. "Ji.." Suara berat Reyan memanggil Kenzi. Rey selalu memanggil Kenzi dengan sebutan Kennjiii, nama kecil Kenzi saat bertemu Rey.
Kenzi melepaskan pelukan sang ibu. "Pergilah! suamimu sudah memanggil" Nata langsung menepuk nepuk Rey agar tertidur lagi, bayi kecil itu sedikit terganggu mendengar suara sang Ayah yang memanggil ibunya.
"Reyki Oma gembul cekalih.. ngatuk yah.." Nata menepuk nepuk Reyki agar kembali terlelap dengan tenang. Saat ini Nata benar benar melihat duplikat Kenzi saat Kecil. Wajahnya menurun pada Rey dan badannya gembul seperti Kenzi pada saat bayi.
Nata memotret sang cucu dengan kameranya. "Ibu.." Kenzo merengek pada sang ibu dengan senyum mautnya. Nata menepis tangan jail Kenzo yang mulai menganggu tidur Reyki, anak Kenzi dan Rey. "Kenz.." Tatapan maut sang ibu menghentikan aksi nakalnya pada sang ponakan kecilnya.
"Aku hanya gemas sekali ibu.. Rasanya aku ingin punya---" Nata langsung mendelik tajam ketika mendengar ucapan Kenzo. "Bocah tengik! Kuliah dulu yang benar!" Nata langsung menjewer telinga Kenzo sampai memerah.
"Ampun bu! sakit" Kenzo memekik kesakitan memegang telinganya, yang sedang di jewer oleh sang ibu dengan ganas.
"Diam!" Nata melepas jeweran telinga Kenzo. "Lihat! oh.. Reyki" Nata menepuk nepuk Reyki agar segera tertidur kembali. Reyki sangat peka terhadap suara. Kamar Reyki di fasilitasi dengan teknologi kedap suara, namun saat ini Kenzi sedang mematikan kedap suara kamar Reyki.
"Lihat bu.. tangannya kecil sekali.. Kenzo sangat suka melihat bocah bayi" Kenzo ingin sekali menggigit pipi Reyki yang gembul seperti bakpao. Kenzo semakin gemas melihat Pipi Reyki yang memerah seperti merona.
__ADS_1
"Diamlah.. Reyki sangat peka sama suara" Nata hendak menepuk punggung tangan Kenzo dengan keras. namun Kenzo langsung menarik tangannya sebelum sang ibu melancarkan aksinya. "Aku pergi dulu bu.. ibu semakin ganas saja" Kenzo langsung menyalimi sang ibu lalu beranjak pergi meninggalkan kamar Baby Reyki
"Ji" Teriakan Rey menggema di seluruh Mansion. Kenzi langsung mengaktifkan kedap suara di kamar Baby Reyki.
"Kak.." Kenzi tertegun melihat Rey memakai handuk sebatas pinggangnya. Kenzi langsung membalik tubuhnya, Kenzi merasa malu melihat tubuh atletis Rey yang sangat menggoda iman. Kenzi berbalik hendak pergi dari kamar mereka. "Mau kemana" Tangan Kenzi sudah di cekal oleh Rey. Kenzi langsung terjatuh di pangkuan Rey
"Kak.." Muka Kenzi bersemu merah karena malu dan canggung. tubuh Kenzi juga bergetar karena sekarang Rey sudah memeluk Kenzi dari belakang dengan sangat erat.
"Ada yang berdiri tegak! tapi bukan keadilan!" Kenzi memekik kaget ketika merasakan sesuatu milik Rey yang menggenjal. Rey tersenyum menyeringai menatap wajah Kenzi yang terlihat malu.
"Ji.. Mmm" Rey melenguh ketika Kenzi bergerak gelisah tak sengaja menyentuh yang berdiri tegak tapi bukan keadilan. Kenzi berusaha melepas pelukan hangat Rey. bayangan bayangan Rey yang mengambil paksa kesucianya, sangat kerasa di benak Kenzi.
Reyan merebahkan Kenzi di ranjangnya empuknya. "Aku dan kamu satu" Kenzi mengerang penuh kenikmatan merasakan di atas awan awan yang mengawang, desahan Kenzi dan Reyan bersahutan bersamaan di dalam kamar mereka.
Kenzi terkulai lemas di dalam selimut tebalnya bersama Reyan. Reyan mengecup kening Kenzi dengan hangat. "Terimakasih" Rey memeluk hangat Kenzi yang sudah terlelap dengan pelukan hangat Reyan.
__ADS_1
Kakak kakak:) Maaf sekali update nya lama. Yana masih kelon/ kuliah online guys, dan tugasnya numpuk sangat dan bikin kepala Yana setres. Aku pasti bales feedback kakak author. tapi gak cepet langsung bales 😫 Semoga kakak kakak mengerti yah🤧
Salam Yana