
1 tahun kemudian
Nata menjalani hari harinya dengan tangis air mata selama berhari hari. setelah itu Nata sadar, bahwa tidak semua rumah tangga berjalan mulus jika sudah tidak jodoh mau bagaimana lagi!
Kebahagiaan Nata hanya untuk ke tiga anaknya Kenza, Kenzi dan Kenzo. mereka selalu menghibur Nata di saat Nata sedih.
"Ibuu.." Kenzi memeluk Nata yang sedang merenung di tepi kolam renang. Nata langsung tersenyum melihat kehadiran putri kecilnya, walaupun Kenzi sudah punya suami dan anak tetapi bagi Nata, Kenzi tetaplah putri kecilnya yang manis.
"Zi.. dimana Baby Reyki Zi.. dia sudah pandai berjalan! jangan sampai nanti keluar rumah!" Nata berusaha mengingatkan sang anak tentang Baby Reyki yang saat ini sudah lincah berjalan kesana kemari mencari perhatian semua orang yang berada di dekatnya
"Tenang bu.. Baby Reyki bersama Ayahnya" Kenzi memeluk Nata dengan erat. Nata mengelus puncak kepala Kenzi dengan lembut.
Kenza dan Kenzo berjalan menghampiri mereka berdua. "Ibu.." Saut Kenza tersenyum lebar.
"Kalian datang juga?? kapan kalian datang Nak? apa ibu membuat waktu kalian terbuang sia sia karena kemari menengok ibu. Jangan khawatir ibu sudah baik baik saja sayang" ucap Nata cemberut. sementara Kenza dan Kenzo langsung memandang wajah sang ibu dengan jengah. begitulah ibunya! selalu saja menutupi kesedihannya. tetapi tetap saja mereka tau ibu mereka masih merasa kecewa dan sedih.
"ibu! ibu mengusir kami! demi tuhan.. jahat sekali" ucap Kenzo
"Bukan maksud ibu.. Zo"
Kenzo berpura pura mengambek memeluk Kenzi. yah Kenzi yang sadar betul ulah Kenzo langsung menjitak adiknya.
"Aww.. kakak! jahat sekali!" Nata tertawa melihat Kenzo yang kesakitan mengelus ngelus keningnya yang mulai memerah.
Kenza tersenyum cerah melihat tawa ibunya yang mulai kembali. Kenza memang kecewa dengan kelakuan Ayahnya, entah apa yang di pikirkan Ayahnya saat itu, tetapi kali ini Kenza, Kenzi dan Kenzo berjanji akan membahagiakan ibunya, ada atau tanpa adanya ayahnya.
Sudah cukup ibu mereka menderita bersama sang Ayah. walaupun perlakuan sang Ayah yang mulai lembut karena kehadiran anak anaknya. tetapi ibu mereka tersiksa seiring waktu. ke posesifan sang Ayah membuat ibu terbelenggu.
Kenza sadar ibunya butuh kebebasan. saat berada di Istana Kenza merasa sedih melihat ibunya terkurung di dalam istana. Demi anak anaknya ibunya bertahan disana, meski tak di pungkiri sanga ibu juga mencintai sang Ayah.
__ADS_1
"Kak! jangan ngelamun! entar kesambet loh!!" Kenzo menggoda sang kakak yang terlihat termenung memikirkan sesuatu. "Zo! kau ada ada saja! mana mungkin hantu menghampiri ku! kau tau? aku sangat membosankan untuk hantu sekelas luar negri" Kenzi tertawa mendengar ucapan sang kakak. bagaimana tidak, diantara Kenza, Kenzi dan Kenzo. Kenza lah yang paling garing dan membosankan.
"Kakak.. ada ada saja!!" Kenzi terkekeh.
Tiba tiba terdengar suara tangis kencang Baby Reyki. semua orang yang berada di ruang keluarga langsung berpencar mencari tangis keras sumber suara Baby Reyki.
Kenzi langsung berlari kedalam kamar. saat kedalam kamar betapa terkejut nya Kenzi melihat kejadian itu. "Kakak! demi apa! bangun kak!!!" Kenzi menggoyangkan bahu suaminya agar terbangun dari tidurnya.
"Begini nih! kalau anak di tinggalin sama suami walaupun sebentar!!!" Kenzi langsung mengambil baby Reyki dari lantai. melihat wajah suaminya yang lucu karena belepotan lipstik, Kenzi langsung mengambil Foto suaminya yang belepotan
Ternyata muka baby Reyki sudah belepotan lipstik Kenzi, sementara Rey wajahnya tak berbentuk karena lipstik hasil gambar tangan Baby Reyki. "Sayang! apa yang terjadi" Rey terbangun kaget melihat lipstik Kenzi yang berserakan
"Kak! sudah ku bilang jangan main di kamar! banyak alat alat yang membahayakan untuk mainan Baby Reyki" ucap Kenzi sambil mendegus kesal. sementara Baby Reyki yang menangis kembali tertawa melihat wajah ayahnya yang menurut balita ini sangat lucu
"Maaf Ji.. kakak mengantuk.. ayo kita mandi sayang" ucap Rey dengan santai mengambil Baby Reyki dari gendongan Kenzi.
"Arrghhhh wajah tampan ku!" suara keras itu berasal dari kamar mandi. Terdengar suara gelak tawa Baby Reyki.
"Bahahahah" Kenzi membereskan kamarnya bersama kakak pelayan agar kembali seperti sebelumnya.
"Terimakasih" ucap Kenzi tersenyum
"Sama sama Nyonya"
Tak selang beberapa lama Baby Reyki keluar dari kamar mandi dengan berbalut handuk. "Sayang.. hati hati" Baby Reyki langsung memeluk Momynya dengan erat.
"Harum" Kenzi langsung memakaikan minyak telon bedak bayi dan pakaian Baby Reyki. "Ayok sayang.. kita ke Nenek atau grandma"
Baby Reyki tertawa kencang dalam gendongan Kenzi. "Waw.. cucu grandma sudah mandi.. gak bau acem" Baby Reyki langsung memberontak meminta di turunkan dari gendongan Kenzi.
__ADS_1
"Baby Reyki.. sini sama Uncle Kenzo" ucap Kenzo dengan percaya diri, ia merentangkan tangannya. tetapi Baby Reyki berlari mendekati Nata untuk meminta di gendong.
"Jahaha.. bocah kecil pun tau kamu itu babar. bisa bisa Baby Reyki sakit badan di gendong kamu! Gilsa juga kabur tuh" ucap Kenza tertawa keras
Baby Reyki tampak mengoceh dengan bahasa bayinya, dia seperti mengadu tentang kejadian tadi. "Cucu grandma kacihan.. iyah" bocah kecil itu terus mengoceh
Rey pun datang dengan wajah masam. "Baby Reyki" panggil Rey pada anaknya.
Baby Reyki langsung menyembunyikan kepalanya menyelusup ke grandma. "Sayang.. panggil Dady Nak" Baby Reyki tampak menggeleng
"Sudah lah Kak.." Kenzi mengelus dada suaminya. pandangan Rey kembali melembut karena Kenzi.
"Ada apa!?" tanya Nata langsung mendekat ke arah Kenzi dan Rey. tetapi Baby Reyki semakin memeluk erat sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"Baby Reyki membuat wajah tampan ku seperti badut bu" ucap Rey mengambek.
Semua tertawa melihat ulah Rey. "Namanya juga anak kecil! sudah di bilangin saja! tidak usah di bentak yah" Baby Reyki mengecup pipi Nata, baby Reyki benar benar anak yang lucu dan menggemaskan.
"Glandmaaa" semua orang terkejut mendengar suara Baby Reyki. banyak anak anak balita yang mengucapkan kata pertamanya seperti "Mama" atau "Ayah" tetapi baby Reyki menyebut kata pertamanya dengan "Grandma"
"Baby.. seharusnya Momy" ucap Kenzi mengecup pipi gembul anaknya dengan gemas.
"Dady... Ayah..." ucap Rey memberengut. Baby Reyki tertawa mengecup pipi Nata lagi. semua tertawa senang melihat tingkah Baby Reyki. bayi bin ajaib milik kesayangan mereka
"Mari kita berselfie merayakan ucapan pertama baby Reyki" ucap Kenza bersiap dengan kamera depan hpnya.
"Ayok bersiap" mereka mulai bersiap siap mengambil gaya foto yang menurut mereka bagus. " 1... 2... 3.."
END.....
__ADS_1