Ceo Pemaksa (Revisi)

Ceo Pemaksa (Revisi)
Fitnah!


__ADS_3

Nata menuju ke pinggiran kota bersama Ujang untuk menjual bawang mentah yang telah di kupas di desa. Ujang adalah pemuda yang pernah memboncengkan Naik sepeda Nata ke rumah bu Ratini.


"Jang.. hati hati bawa mobilnya.. kamu kesana sama Nata saja" ucap Mba Lili


"Ya mba Lili.. kami berangkat dulu, hari sudah semakin sore" ucap Ujang


"Cepatlah berangkat, hati hati"ucap Mba Lili tersenyum


Ujang dan Nata segera masuk mobil bak terbuka menuju ke kota, selama perjalanan Nata memilih bercakap cakap dengan Ujang, agar Ujang tidak mengantuk saat mengendarai mobil menuju ke pinggiran kota.


"Jang.. udah biasa Nyupir??" tanya Nata


"Udah biasa mba.. malahan saya biasa di jadi supir pribadi mba Lili"


"Kok bisa??"


"Ya bisalah Mba.. Mba Lili itu mantan istri Juragan Baron. Mba Lili berasal dari Kota.. mungkin Mba Lili juga ketipu sama Juragan Baron, padahal Mba Lili lebih kaya dari Juragan Baron" jelas Ujang


"Mba kok baru tau yah.. Juragan juga sempat ngasih barang barang ke Mba... tapi Mba tolak, Mba kan sudah punya suami" ucap Nata


"Lah.. lah.. lah.. gagal sudah..." ucap Ujang dengan raut muka kecewa


"Ada apa Jang??" tanya Nata kaget


"Janur kuning nya sudah melengkung ternyata.. Ujang gak punya kesempatan dong buat jadi suami mba Nata" Ucap Ujang kecewa


"Ya ampun Ujang" Nata terkekeh geli. "Masih banyak gadis gadis belum nikah di desa.. masa pengin nya sama Mba Nata yang sudah punya anak dua lagi" ucap Nata tersenyum


"Aku gak percaya Mba Nata punya anak dua" Ujang tak percaya Nata beranak dua, karna tubuh Nata masih seperti gadis bukan seperti ibu ibu di desa yang sudah punya anak


"Ini asli Ujang.. suami Mba di Kota.. sama anak anak Mba.." Nata melihat arah Jendela mobil mengalihkan pandangan nya. air matanya menetes tanpa pamit


Yang selama ini Nata pikirkan adalah buah hatinya. walaupun disini Nata terlihat tegar, seorang ibu pasti tidak jauh jauh dari anak anaknya.


Ujang sekilas melirik Nata.


"Sudah Mba.. jangan nangis.. nanti anak anak Mba Nata juga ikut sedih, mereka juga punya ikatan batin dengan Mba Nata" ucap Ujang


"Ya Jang.. Mba.. kangen sekali dengan anak anak Mba" ucap Nata menghapus air matanya


"Ujang percaya Mba.. suatu saat Mba bakal ketemu sama anak anak Mba Nata" Ujang tersenyum melihat Nata


"Aamiin Jang" Mata Nata terlihat sembab


Perjalanan dari desa menunju ke kota membutuhkan waktu 4 jam


Nata tertidur denga mata yang sembab, Ujang yang merasa kasihan pun tidak membangunkan Nata pada saat sampai ke kota.


"Mba Nata lagi tidur.. " ucap Ujang.


Ujang langsung menjual hasil kupasan bawang kepada pabrik, setelah menerima hasil uang penjualan bawang kupasnya. Ujang memutuskan untuk pulang ke desa


Beberapa menit kemudian Nata mengucek matanya sambil mengerjapkan matanya.


"Ujang???"


"Ya Mba..."


"Sudah sampai kota???"


"Ini perjalanan pulang Mba.." Ujang fokus menyetir mobilnya


"Maaf Ujang.. Mba ketiduran" Nata merasa bersalah melihat Ujang


"Ndak papa Mba.. mungkin mba kecapean.. jadi saya gak bangun kan mba Nata"


"Jang.. kamu ngantuk??"


"Gak Mba.. kenapa??"


"Kalo ngantuk gantian Mba yang nyetir" ucap Nata, matanya berbinar melihat setir mobil


"Mba Nata bisa Nyetir mobil?? kalo gak bisa Ujang saja Mba" Ujang mulai komat kamit


"Udah tenang aja.. ada yang aneh disini" Ucap Nata. Ujang langsung bertukar posisi dengan Nata tanpa keluar dari mobil

__ADS_1


"Pakai sabuk pengaman Jang" perintah Nata


"Mba.. jangan gila Mba.. saya takut.. saya belum Nikah ini" Ujang mulai komat kamit tidak karuan, memang dari tadi motor anak buah Juragan Baron mengikuti mereka saat sampai di pintu masuk desa


"Tenang saja Jang.. serahkan pada Mba Nata" ucap Nata tersenyum aneh


Brumm....


Nata langsung melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi, Ujang pun masih komat kamit menutup matanya.


Ya Allah Selamat kan aku.. aku belum kawin ini. Ujang semakin Syok saat membuka matanya, Mobilnya serasa melayang di udara. benar saja mobilnya melayang


Brug


Mobil itu kembali lagi menapak Tanah.


"Astagfirullah Mba.. inget Nyebut Mba" Ujang berpegangan pada pegangan mobil dengan erat


"Astagfirullah"


Mobil Nata dan Ujang sudah sampai ke desa dengan selamat dan sehat tanpa lecet, Ujang langsung keluar mobil dengan lemas terjatuh ke tanah lapak


"Alhamdulillah Ujang Selamat Mak..." Ujang langsung sujud syukur


Nata hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat reaksi Ujang


Mba Lili menghampiri Ujang dan Nata.


"Kamu kenapa sih Jang??" tanya Mba Lili penasaran


"Tadi mobilnya melayang loh Mba.." ucap Ujang menggigil


"Kok bisa..?? itu mobilnya juga masih mulus kok, gak lecet sama sekali" ucap Mba Lili bingung


"Tanya saja sama Mba Nata, Mba.." ucap Ujang ngos ngosan


"Ada apa sih Nat??" tanya Mba Lili


"Tadi loh Mba.. perasaan dari balik ke desa itu aneh kaya ada yang mengikuti mobil kita, saya tukeran aja sama Ujang, jadi saya yang nyetir mobil" ucap Nata santai


"Wong edan itu kalo gak buat masalah hebat" ucap Mba Lili sewot


"Kamu pasti sudah taukan dari Ujang bahwa saya mantan istri Baron" ucap Mba Lili dengan tatapan menyelidik


Ujang menelan ludahnya dengan susah payah. "Ampun Mba.."


"Gakpapa Jang.. lebih baik Nata tau sekarang. saya ini mantan istri Baron.. saya ketemu Baron di kota. semua hal yang dimiliki Baron itu milik saya semua, saya terlalu bodoh mendengar bujuk rayu laki laki tukang kawin itu" Ucap Mba Lili menjelaskan


"Pas sidang perceraian dia minta harta gono goni. saya sampai sekarang masih belum ikhlas sama sekali" Mba Lili terlihat marah bercampur kecewa


"Benar benar lelaki tidak tau diri" ucap Ujang marah.


"Untung saja.. saya tidak memberikan hal yang paling berharga bagi wanita untuk Baron sebelum menikah, bisa di bilang saja janda kembang, cuma status saya yang janda" ucap Mba Lili tersenyum


Tiba tiba warga desa datang beramai ramai bersama Yati dan Istri istri Juragan Baron


Para ibu ibu menyeret Nata dengan paksa menuju ke balai desa.


"Apa salah saya!!!" teriak Nata jengkel


"Salah kamu karna telah menggoda suami suami kami"


Plak..


Nata di tampar oleh Istri Juragan Baron.


"Ini Fitnah!!! saya tidak pernah menggoda Juragan Baron" teriak Nata tak terima


"Saya yang jadi saksinya" ucap Yati maju melenggak lenggokan badannya


"Fitnah!!" Teriak Ujang


"Dari tadi Mba Nata bersama saya menuju ke Kota untuk menjual bawang kupas" ucap Ujang lantang


"Saya juga bisa jadi saksi" ucap Mba Lili

__ADS_1


"Baik.. kalau begitu.. kita bawa Nata ke balai desa" ucap Pak kepala desa. "Tapi tidak dengan cara menyeret paksa.. karna ini bisa jadi fitnah kalau sampai hal itu tidak terjadi"


Para ibu ibu melepaskan cengkraman tangan nya pada lengan Nata


Mereka sepakat langsung, menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di balai desa. masa hanya di luar di dampingi beberapa saksi


"Mari duduk semua" ucap Kepala desa


Juragan Baron terlihat tersenyum penuh kemenangan melihat Nata yang berwajah masam.


"Apa betul kemarin malam, kalian bertem?" tanya Kepala desa pada Nata dan Juragan Baron


"Benar Pak" ucap Juragan Baron.


para saksi langsung mencibir Nata pelakor.


"Benar Pak" Ucap Nata


"Maka sudah Jelas Pak kepala... nikah kan mereka berdua" terika para saksi


"Diam!!" teriak Kepala desa. "Disini mereka belum menjelaskan alasan mereka"


"Alasan apapun tapi ini sudah salah" ucap Yati memanas manasi para penduduk


"Ya.. benar itu" teriak saksi


Brakkkkkk...


Pintu di dobrak Paksa oleh seseorang


"Tidak bisa!!!" Teriak seseorang itu


"Tuan Yuda" gunam Nata kaget saat melihat kebelakang


"Dia istri ku!!!" teriak Tuan Yuda tidak terima. Tuan Yuda langsung berjalan mendekati Nata lalu menarik Nata dalam pelukannya


Semua saksi termasuk para Istri Juragan Baron dan Yati pun terkaget melihat ucapan lelaki tampan yang memeluk Nata dengan erat


"Saya bisa jadi saksi Neng Nata" ucap Bu Ratini lantang bersama Pak Rusdi


"Juragan Baron malam malam bertamu ke rumah Neng Nata.. lalu masuk dengan tidak sopan nya ke rumah Neng Nata.. dengan cepat Neng Nata keluar rumah menghindari fitnah dengan membuka pintu Rumah lebar lebar agar Juragan Baron segera keluar.. setelah Juragan Baron keluar.. Neng Nata bicara dengan Juragan Baron.. Neng Nata sempat tidak suka dengan kehadiran Juragan Baron karna memberi Neng Nata pakaian dan kalung emas. dengan cepat Neng Nata menolak dan langsung pemberian Juragan Baron" ucap Bu Ratini


"Juragan Baron juga sempat memgancam kami agar kami tidak membantu Nata di desa ini" ucap Pak Rusdi


"Pak kepala desa.. saya juga punya Video persekongkolan antara Istri Istri Baron, Yati dan Baron tentang penyeretan Nata di balai desa"


Flashback on


Juragan Baron terlihat kesal melihat Nata yang menolaknya mentah mentah. dengan cepat ia langsung ke rumah Bu Ratini dengan mengancam agar Bu Ratini tidak membantu Nata lagi.


Yati pun ikut dalam persekongkolan ini


Brakkk... Bugh... Brakkk


Barang barang di rumah Juragan Baron rusak di banting Juragan Baron dengan keras. Para istri Juragan Baron langsung keluar dari kamar mendengar suara pecahan kaca


"Buat diri kalian berguna!! kalian harus jadi saksi untuk menyenret Nata ke balai desa agar menikah dengan ku, harus terjadi dengan cara apapun! termasuk kamu Yati! saya akan nikahi kamu kalau rencana inj berhasil" ucap Juragan Baron


"Untuk kalian aku belikan motor satu satu" ucap Juragan Baron


Para Istri Juragan Baron pun menyetujui rencana Juragan Baron.


Flashback off


"Parah.. tukang kawin gitu.. cara apapun di lakukan" ucap Mba Lili tersenyum sinis


"Parah ih.." Ujang pun langsung menyoraki Juragan Baron dan istri nya


Para penduduk desa berbalik mencemooh Juragan Baron


"Huuuuuuuuuuuuuuu"


Bersambung


Mari kita saling bantuπŸ™ jangan lupa LIKE DAN VOTE kakπŸ‘πŸ‘πŸ˜πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2