
Peringatan untuk dibawah umur!
Di mohon perhatian umur kakak kakak dan adik adik sekalian ketika membaca!!
☹☹☹☹☹☹
Nata semakin kurus dan sakit sakitan terus menerus karna selalu memikirkan nasib Kenzi yang sampai saat ini tidak ada kabar. Tuan Yuda bahkan sampai menyewa detektif swasta terkenal untuk mencari keberadaan Kenzi. Sudah hampir 6 bulan Kenzi menghilang tak kunjung pulang ke Istana.
Nata terbaring lemas di atas ranjang sejak Kenzi menghilang. Cairan infus selalu menempel pada tangan Nata. Kenza dan Kenzo selalu bergantian menjaga sang ibu.
Ruang Kerja
Para Detektif Swasta angkat tangan pada kasus Kenzi. Penyelidikan sudah berjalan 6 bulan yang lalu tanpa membuahkan hasil. semua jejak maupun CCTV hilang seperti di telan bumi. "Tuan, mohon maaf kami tidak bisa membantu menemukan putri anda"
Mata Tuan Yuda berkaca kaca. "Tidak apa apa, Terimakasih atas dukungan anda dalam mencari putri saya" Para Detektif swasta keluar dari Ruang Kerja Tuan Yuda. Air mata Tuan Yuda menetes deras, Kenzi putri kesayangannya hilang tanpa jejak, seperti di telan bumi.
Pintu Ruang Kerja Tuan Yuda terbuka sedikit. Nata berjalan mencari Tuan Yuda. Karena hari ini Kajol bilang bahwa besok pagi Detektif Swasta yang mencari Kenzi akan datang ke Istana untuk memberi laporan pada Tuan Yuda. "Ya Allah..." Nata menangis tanpa suara mendengar ucapan Detektif Swasta dan suaminya.
Nata memilih pergi supaya tak ketahuan menguping pembicaraan Tuan Yuda. "Apa dosa ku? sampai sampai Kenzi tak kunjung pulang! aku yakin Kenzi tak mungkin kabur dari rumah! aku akan mencarinya sendiri bila perlu" Nata bergegas masuk kedalam kamar untuk membersihkan diri. Saatnya seorang ibu bergerak untuk mencari anaknya. rasa keterpurukannya tidak akan membuat Kenzi pulang.
"Kajol! tolong ambilkan aku sarapan" Para pelayan langsung kaget mendengar suara Nata.
"Baik Nyonya" Para pelayan tersenyum gembira melihat Nata makan dengan lahap. termasuk Kajol dan Felix yang terus menerus harus membujuk Nata makan.
Tuan Yuda langsung turun ke bawah ketika melihat Nata sarapan di meja makan. "Sayang? Mas kira kamu di kamar" Mata sembab Tuan Yuda tak luput dari perhatian Nata. "Aku bosen di kamar terus. Mas boleh gak kalo aku jalan jalan keluar Istana? aku bosen"
Alis Tuan Yuda mengernyit heran. namun kali ini Tuan Yuda tak bisa menolak apa yang Nata inginkan. "Boleh, tapi dengan Kajol" Tuan Yuda mengelus pipi Nata dengan lembut. lalu mencium kedua pipi Nata yang mulai kempes
"Mas berangkat kerja dulu! kamu jangan khawatir, Mas pasti bisa menemukan Kenzi" Nata mengangguk mendengar ucapan sang suami.
__ADS_1
"Hati hati Mas" Nata tersenyum sayu melihat punggung Tuan Yuda yang mulai menjauh.
"Ibu!!" Kenzo panik melihat sang ibu sarapan di meja makan. "Kenapa gak tungguin Kenzo bawa sarapan ibu keatas? Kenzo gak mau ibu kecapean. Ayok bu, kita ke kamar" Cerocos Kenzo yang mulai menggandeng Nata agar mau beristirahat.
"Ibu gakpapa Kenz. Ayok antarkan ibu mencari Kenzi" Nata tersenyum semangat ketika mengatakan akan mencari Kenzi.
"Tapi ibu udah izinkan sama Ayah?" Kenzo kaget mendengar ucapan sang ibu yang akan mencari Kenzi dengannya. nampaknya tidak mungkin sang Ayah mengizinkan sang ibu pergi, mengingat betapa posesifnya sang Ayah.
"Udah kok, ayah setuju" Nata mulai murung melihat reaksi Kenzo yang tak percaya dengan perkataannya.
"Baiklah, ayo kita cari Kenzi sampai ketemu" ucap Kenzo bersemangat. Kenzo tidak mau melihat wajah murung sang ibu.
☹☹☹☹☹☹☹☹
Kamar
Tubuh Kenzi di ikat X di ranjang oleh Rey. semua kaca di rumah tak bisa di hancurkan sama sekali. Kenzi mendengus kesal karna terpenjara di penjara kacanya. "Lepaskan aku kak! aku janji tidak akan meminta pertanggung jawaban kakak! kakak sudah selesai membalaskan dendam padaku kan? aku mohon! buka penutup mataku!! mengapa kakak menyiksa ku? aku salah apa dengan kakak?" ucap Kenzi berteriak. Mahkotanya sudah hilang karna Rey, bahkan saat ini Kenzi merasakan bentuk tubuhnya yang mulai berubah.
Rey semakin marah ketika mendengarkan ucapan Kenzi yang tak ingin dirinya bertanggung jawab. "Sekali saya menangkap mangsa! tidak akan saya lepaskan sekali pun!!" Rey mulai melakukannya lagi pada Kenzi. Kenzi hanya menangis, Kenzi menggigit bibir bawahnya sendiri, menahan suara gejolak dalam dirinya. Kenzi benar benar benci pada Rey, benci sebenci bencinya.
Setelah Rey puas dengan Kenzi. Rey akan keluar dari kamar Kenzi, tetapi anehnya kali ini Rey melepaskan ikatan tangan dan Kaki Kenzi. Kenzi langsung melepas penutup matanya. "Ya Tuhan..." Kenzi kaget melihat perutnya yang mulai membuncit.
Kenzi memegang perutnya. "Tidak!!! tidak!! tidak mungkin!!!" Kenzi langsung pingsan karna syok melihat perutnya.
Rey langsung memanggil Queen. agar Queen memeriksa keadaan Kenzi. "Bagaimana keadaan Kenzi?" Rey menatap datar Kenzi yang terbaring lemas di ranjang
Queen menggeleng gelengkan kepalanya. "Sudah ku bilang! tahan! jangan sampai kakak berhubungan dulu!!" Queen mendelik kesal melihat sang kakak.
"Aku tak tahan!" Rey langsung keluar dari kamar Kenzi. Queen melihat Kenzi dengan tatapan kasihan. "Harusnya aku tidak membantu kakak saat Kenzi akan di perlakukan seperti ini" Queen berjalan keluar dari kamar.
__ADS_1
Kenzi menangis tersedu sedu mendengar ucapan Queen. "Sahabat penghianat!" Kenzi mengutuk Queen habis habisan.
Dengan cepat Kenzi langsung memakai kemeja putih Rey yang tergeletak di lantai. Kenzi berjalan tertatih tatih menggapai pintu kamarnya, entah mungkin Queen yang sengaja tidak mengunci pintu kamar Kenzi. "Aww.. sss" Kenzi memegang perutnya. Aku harus bisa keluar bagaimanapun caranya.
Kenzi berjalan mengendap endap keluar dari Vila Rey yang sangat besar. "Aku ditengah pulau!" gunam pelan Kenzi pelan
☹☹☹☹☹☹☹☹☹
Di Istana.
Kenza berjalan dengan lesu memasuki Istana. Sudah seharian Kenza mencari keberadaan Kenzi. namun Kenza kaget mendengar suara gaduh di luar gerbang istana.
"Ada apa!!" Kenza bertanya pada penjaga gerbang Istana.
"Nona Kenzi Tuan!!"
"Kenzi!!" Kenza langsung memeluk Kenzi yang terhuyung.
Kenza langsung tersadar. Kenzi hamil
Kenza langsung membawa Kenzi yang pingsan masuk ke dalam istana. "Ibu!!" Teriak Kenza membawa Kenzi ke kamarnya.
"Kenzi!!" mereka kaget melihat kepulangan Kenzi. namun pakaiannya begitu lusuh seperti tak pernah ganti pakaian selama beberapa bulan. mereka lebih kaget setelah membersihkan tubuh Kenzi.
Nata menangis melihat perut Kenzi yang membuncit. "Siapa yang melakukan ini padamu nak" Nata memeluk Kenzi dengan erat.
☹☹☹☹☹☹☹
author slow update aja😄 see you🤗
__ADS_1