
Hari demi hari berlalu. Reyan terus mencari Kenzi di seluruh penjuru Negeri, sasaranya kali ini adalah bandara, stasiun dan terminal bus.
Kenzi selalu berpindah pindah dari satu kota ke kota yang lainya. Kekuasaan Rey membuat Rey dengan cepat dapat menemukan tempat persembunyian Kenzi. "Bu, Terimakasih sudah mau terima saya di kota ini. saya permisi dulu"
Suami istri yang menolong Kenzi itu hanya mengangguk mendengar perkataan Kenzi. "Hati hati Nak" ucap mereka. mereka tidak tau Kenzi sedang hamil muda, karena Kenzi memakai baju yang longgar.
Kenzi mengelus perutnya. "Bertahanlah" Kenzi berjalan mencari terminal bis terdekat. Dia sangat pandai sekali make up agar wajahnya tak di kenali meskipun tertangkap kamera CCTV.
Sampai pada tujuan Kenzi. Bandara sudah lengah dari pengawasan Reyan, dengan cepat Kenzi langsung memesan tiket paling cepat. "Saatnya berangkat" Kenzi mengelus perutnya. membawa koper dan beberapa identitas barunya.
🙂🙂🙂🙂🙂
Reyan sampai di kota terakhir yang Kenzi singgahi. Terlihat sepasang suami istri yang sedang berjualan sarapan ponggol. "Permisi Pak, bu" Reyan menatap sepang suami istri itu. "Apa ada gadis muda yang tinggal di sini? dia sedang hamil" Reyan menunjukan foto Kenzi.
__ADS_1
Sang ibu menjawab. "Sempat ada gadis muda yang kemari. tapi dia tidak hami, dan wajahnya berbeda dengan yang di foto anda tunjukan" Sang ibu mulai mengernyit heran melihat tampilan Reyan.
Reyan menjambak rambutnya frustasi. "Lalu dimana gadis itu pergi??"
Suami istri itu menggeleng, karena memang mereka tidak tau tujuan Kenzi kemana. "Kami tidak tau"
Queen menghampiri sang kakak. "Ayo kak, kita cari lagi. tapi jika Kenzi tidak mau kembali dengan kakak. Queen mohon lepaskan Kenzi kak, biar bagaimana pun Kenzi sahabat Queen" Queen menatap sendu mata sang kakak
Reyan semakin frustasi mendengar ucapan sang adik. "Akan ku pikirkan, aku percaya Kenzi mau menerima ku" Reyan menggenggam erat gantungan kunci itu.
Kenzi berada di luar Negeri. Saat ini Kenzi lebih memilih rumah sewa di pinggiran kota. Entah mengapa Kenzi sangat menikmati waktunya sendiri. di umur 19 tahun dia mengandung anak Reyan, masa remajanya hancur karena ulah Reyan. Jujur saja, Kenzi sangat membenci Reyan.
"Untung saja ibu mu ini memilik tabungan" Kenzi mengelus perutnya yang membuncit. saat ini pikiran Kenzi benar benar kacau, untung saja sang ibu menasehatinya sebelum ia pergi.
__ADS_1
Ibu.. Kenzi berjanji akan membesarkan anak Kenzi. walaupun sebesar apapun Kenzi membenci Ayahnya. benar kata ibu, anak dalam kandungan Kenzi tidak bersalah, dia bayi murni tanpa dosa yang ingin melihat dunia dengan mata kecilnya. Ucap Kenzi dalam hati. Kenzi selalu menatap perutnya, pikiran Kenzi semakin kalut jika mengingat pelecehan yang Reyan lakukan pada Kenzi hingga hamil.
Seperti hari ini Kenzi memilih membuka toko Kue dan mencari psikolog untuk dirinya. karena Kenzi masih sangat takut ketika bersentuhan dengan lawan jenis, dan ketika gelap.
Toko kue Kenzi mulai rame di datangi pengunjung. karena resep kue yang di pelajari oleh Kenzi berasal dari sang ibu. "Aku ingin kue Coklat dan Vanila" Kenzi membungkuskan kue itu.
"Terimakasih"
"Sama sama"
Hari sudah semakin malam. Kenzi memilih menutup toko kuenya. hari ini Kue yang Kenzi jual sudah habis. "Semangat semangat Kenzi" Kenzi tak lupa mengelus sang jabang bayi. "Kita pasti bisa Nak.. kuat kuat di dalam perut ibu"
🤗🤗🤗🤗
__ADS_1
Sedikit yah..