
Kenza telah sampai di sekolah. hampir saja Kenza telat karna mengelabuhi sang adik, Kenzo.
"Alhamdulillah sampai tepat waktu" ucap Kenza berlari menuju ke dalam kelas, semua siswa tersenyum mengejek melihat Kenza. culun dan hitam dekil
Kenza tak memperdulikan ucapan pedas para siswa itu. Kenza cuek dan tak memperdulikan itu.
Mengapa tindakan bullying yang mereka lakukan terhadap seseorang yang di mata mereka jelek dan merusak mata. padahal tuhan menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangan nya masing masing.
Kenza memasuki kelas 12A.
Di kelas itu banyak sekali anak anak konglomerat dari berbagai kerajaan bisnis. mereka selalu mencibir tampilan Kenza dan Kenzi, mereka bahkan menjodohkan Kenza dan Kenzi. mereka tidak tau saja, bahwa Kenza dan Kenzi saudara kembar.
"Woy! buatin gua PR" teriak Trion sambil menggebrak meja Kenzi dengan keras.
Kenzi hanya melirik kesal Trion. dia memberi buku pelajaran Trion yang kemarin malam ia kerjakan.
Trion langsung pergi setelah mengambil buku pelajaran nya.
Kenza menghampiri Kenzi di tempat duduknya "Zie.. kenapa sih kamu kerjakan.. biar aja dia di hukum" ucap Kenza kesal memandang adiknya
Kenzi melirik kakaknya. "Udah deh Za, aku gakpapa kok" ucap Kenzi mengeluarkan buku mapel yang ia akan pelajari
"Cie.. sesama culun lagi apel" ucap Geng Nenek gayung mampir, body boleh bagus tapi hati jelek seperti buah kesemek mah apa atuh.
Kenza hanya melihat tak suka, ia pergi dari hadapan geng Nenek gayung menuju bangkunya. "eh.. lo.. gua belum selesai ngomong!!" teriak Lexa pada Kenza
"Boleh gak! kamu gak usah teriak teriak kayak kembaran kamu di kebun binatang" ucap Kenza ketus
Semua siswa di dalam kelas terbaik bahak mendengar ucapan Kenza. Lexa langsung pergi karna malu di tertawakan oleh seluruh kelas. "Bahahaha Lexa kalah sama si culun" ucap salah satu siswa
Kenzi hanya menggelengkan kepalanya melihat raut wajah dingin Kenza. "Ada ada aja"
__ADS_1
Guru mapel telah masuk, saatnya mereka belajar dengan giat.
Teng nong Teng nong, saatnya para siswa istirhat.. mohon bapak dan ibu guru keluar dari kelas, Terimakasih.
Suara bel berbunyi. pertanda para siswa harus segera beristirahat. "Za.. aku ke kantin dulu" ucap Kenzi. Kenzi berjalan ke kantin bersama teman sebelah mejanya. sama sama culun karna tidak ada teman
"Kamu mau pesen apa Queen" ucap Kenzi hendak memilih menu yang dia pesan. "Aku samakan saja kaya kamu" ucap Queen tersenyum.
Trion datang duduk di samping Kenzi. "Bagi makan dong, laper banget nih" ucap Trion memelas pada Kenzi
"Zi.." panggil Kenza duduk di samping Queen.
Trion melirik tak suka pada Kenza. "Eh.. ngapain lo ke sini! di sini bukan perkumpulan bocah culun" Ucap Trion dengan pedas, Kenzi melirik tajam Trion
"Apa jangan jangan kalian pacaran" ucap Trion menatap Kenza dan Kenzi. "Muka lo mirip.. apa jangan jangan, bener kata orang, kalo orang jodoh itu mirip mukanya" ucap Trion memandang Kenza dan Kenzi dengan serius
"Gak mungkinlah! orang kita kaka adik" gunam Kenza dan Kenzi bersamaan
Kenza dan Kenzi diam tak menjawab semua pertanyaan yang di ajukan oleh Trion. entah mengapa Trion semakin kepo saja. semuanya harus Trion tau, dasar remaja labil
Kenzi hendak pergi memesan makanan, tetapi tangan Kenzi di pegang erat oleh Trion. "Lo mau kemana! lo belum jawab pertanyaan gua!" ucap Trion dengan nada tinggi
Kenza melirik Trion dengan tatapan mengintimidasi. "Trion.. aku mau pesen makanan" ucap Kenzi berusaha melepaskan tangan Trion dari tangan nya
Trion melepaskan tangan Kenzi. Queen ingin mengikuti Kenzi, tapi tangan Queen di pegang oleh Kenza, tanda agar Queen agar tetap di sini. Kenza merasa tak enak karna Lexa memandang tajam Queen
Makanan telah sampai. Mereka makan dengan canggung, karna ke hadiran Trion di meja makan kantin mereka. "Trion.. kamu gak pesen kan! lebih baik kamu pergi aja" ucap Kenzi melirik Trion tak suka
"Lo kenapa sih, sinis amat sama gua" Trion masih memandang Kenzi.
"Entahlah! ada yang aneh sama kamu! please aku gak mau lihat Lexa mandang aku kaya mangsanya! aku mau hidup tenang!! kamu bisa ngerti gak!!" Kenzi tak habis pikir melihat tingkah aneh Trion
__ADS_1
Trion mendengus kesal, memandang Kenzi dengan tatapan yang tak bisa di artikan, lalu ia beranjak pergi meninggalkan kantin
"Zi.. kasihan Trion" Queen memandang Kepergian Trion
"Queen, kamu tau sendiri kan, aku gak mau ada masalah lagi dengan Lexa dan gengnya" ucap Kenzi memakan makananannya dengan pelan. Queen mengangguk paham.
Mereka makan dengan tenang di kantin. setelah selesai makan, mereka memutuskan untuk ke perpustakaan. "Zi.. ini loh, buku matematika yang aku cari, yang kata aku lengkap banget rumusnya"
"Ya udah ayok kita baca" ucap Kenzi mengambil posisi duduk di sampai Kenza, di barengi dengan Queen yang duduk di sebelah Kenzi
Kenza memutuskan untuk meminjam buku untuk di bawa ke rumah, Kenzi masih fokus membaca, sampai sampai tak terasa jam pulang sekolah telah tiba. "Zi.. oy.. Kenzie" panggil Trion keras
Kenzi langsung tersadar. dia memandang Trion tak suka. Kenzi langsung beranjak mengembalikan buku yang ia baca pada rak buku.
"Lo kenapa sih Kenzi" Trion mengikuti Kenzi terus menerus. "Bisa gak! kamu gak ngikutin aku terus! aku gak mau berurusan sama kamu lagi!" teriak Kenzi tak suka.
"Harap tenang" ucap Guru perpustakaan
Kenzi langsung pergi tanpa menghiraukan Trion yang terus mengejarnya. "Aneh"
Hari yang aneh karna tidak ada yang meledek atau sekedar ingin menghadang Kenzi saat pulang.
Arrrggghhhhhhhhhhhhhh
Kenzi merasa kenal dengan suara Teriakan itu. "Trionnnnnn" dengan cepat Kenzi menghampiri Trion yang sedang di kroyok oleh beberapa anak SMA yang sering menghadang Kenzi
"Lepas! aku yang kalian cari" ucap Kenzi memandang mereka.
๐๐๐๐๐
Yuk yuk bagi Like dan vote yah๐ author update nih.. mayanlah.. nanti kalau author ada waktu update banyakan๐
__ADS_1
Jangan suka curang yah, Yana mampir kesana bawa like juga gak sekedar bla bla bla, mari saling dukung๐