
Akhirnya Kenzi siuman, sudah beberapa jam Kenzi terdiam melihat perutnya yang mulai membuncit dengan tatapan kosong. Masa masa remajanya telah hancur karena ulah Rey. Entah salah apa Kenzi, sampai sampai harus menanggung beban ini dimasa mudanya. "Ibu hiks hiksss" Kenzi memeluk ibunya dengan erat.
Nata meneteskan air matanya, ketika melihat putri kesayangannya menderita. "Dengarkan ibu Zi.." Nata menatap mata Kenzi dengan dalam. "Siapa yang melakukan ini! ibu berjanji akan seret dia ke penjara"
Kenzi menatap ibunya dengan tatapan sendu. Janin yang Kenzi kandung di dalam perutnya tidak salah. tapi dengan jelas Kenzi sangat membenci ayah dari janin bayi yang ia kandung, Rey. "Ibu.. aku ingin pergi, disini tidak aman hiks hiks. Kenzi akan pergi dan membesarkan anak Kenzi"
Tuan Yuda memeluk Kenzi supaya Kenzi tenang. Tetapi Kenzi menepis tangan sang ayah, Kenzi ketakutan ketika bersentuhan dengan lawan jenis. "Bilang pada Ayah! siapa pelakunya!!"
Kenzi tersenyum kecut mendengar suara sang Ayah yang mulai meninggi. "Percuma saja! izinkan aku pergi! aku tidak mau hidup dengan orang bejad seperti dia!!" Kenzi Berteriak histeris, Kenza dan Kenzo memegang kedua tangan Kenzi.
Apapun yang terjadi, aku akan tetap mempertahankan anakku. aku tidak ingin melihat Kak Rey lagi! cukup aku yang menjadi ayah dan sebagai ibu untuk anakku sendiri nanti.
"Aku ingin pergi! aku tidak mau ikut dengannya lagi! Ayah tidak bisa melindungiku" Kenzi menangis sambil meraung keras. "Ayah dengarkan aku!!!" Kenzi berteriak kencang saat kedua tangan dan kakinya di ikat.
__ADS_1
Nata memeluk Kenzi. "Jangan pergi Zi, bagaimana dengan ibu. kita besarkan janin dalam kandungan Kenzi. Kenzi anak ibu yang paling baik, ibu tau Kenzi tidak akan membunuh bayi yang tak berdosa"
Tangisan Kenzi mulai mereda. Ibu.. apa salahku sampai sampai mereka jahat padaku?. Kenzi mulai tertidur kembali karena kelelahan sehabis menangis keras. tengah malam Kenzi terbangun. Kenzi melihat wajah sang ibu yang mulai sayu dan sendu, Kenzi mengerti sang ibu sangat menderita ketika mencari cari dirinya. Ibu.. maafkan Kenzi. Kenzi akan membesarkan anak Kenzi tanpa bayang bayang Kak Rey. Kenzi mengusap lembut wajah sang ibu.
Dengan berat hati Kenzi melepaskan genggaman tangan sang ibu. "Maafkan Kenzi bu" Kenzi mulai mengambil pisau buah, lalu memotong tali ikatan pada kedua tangan dan kakinya.
πππππ
Keesokan paginya.
Nata terkejut mendengar suara teriakan Tuan Yuda. "Kenzi!!!" Nata langsung panik mencari Kenzi kesana kemari, menelusuri setiap sudut kamar Kenzi.
"Mas! Kenzi hilang mas!!" Nata menangis, menyesali apa yang terjadi. andai saja ia tidak tertidur semalam saja, Kenzi pasti tidak akan pergi lagi dari pelukan Nata. Tuan Yuda memeluk Nata dengan erat. "Kita akan cari Kenzi kembali. jangan menangis! berdoalah!" Tuan Yuda mendukukan Nata di ranjang Kenzi.
__ADS_1
Nata masih menangis menatap sendu kedua anaknya. "Ibu tenang saja, Kak Kenzi pasti akan pulang. Kak Kenzi bukan perempuan bodoh! bisa saja kak Kenzi menghindar dari pelakunya. dia pikir kita tidak akan bisa melindunginya. dan aku rasa itu memang benar" Kenzo menatap sang ayah dengan tatapan meremaehkan.
"Ibu.. yakinlah pada Kenzi, mungkin pelakunya sudah tau seluk beluk keluarga kita" Kenza memeluk sang ibu dengan erat. "Kenzi perempuan pintar! bu. tenanglah"
Tuan Yuda menatap tajam Kenzo. "Tenang! Mas cek sebentar di bawah" Tuan Yuda langsung pergi mengecek kagaduhan yang terjadi di istananya. "Ada apa!!"
Para bodyguard itu langsung menunduk memberi hormat. "Tuan.. Para Bodyguard itu mau masuk ke dalam istana tanpa seijin Tuan"
Tuan Yuda semakin geram ketika melihat para bodyguard yang jumlahnya melebihi jumlah bodyguard yang berada dalam istana Soedarjo. "Dia bukan orang biasa" gunam Tuan Yuda pelan.
Sesosok laki laki keluar dari mobil mewahnya. "Selamat siang Tuan"
πππ
__ADS_1
Pikiran author sedang kacau sekali. habis demo badan pegel semua.
Maaf sekali kalau cuma sedikit bangetπ€