Ceo Pemaksa (Revisi)

Ceo Pemaksa (Revisi)
Derita Nata


__ADS_3

Sudah beberapa hari Nata terbaring di ranjang kamar tamu. kaki dan tangan nya di ikat seperti huruf X


Tubuh Nata sangat mengenaskan, kemarahan Tuan Yuda yang semakin menjadi jadi membuat Nata pingsan setiap hari, tubuhnya di penuhi tanda kepemilikan dengan jumlah yang banyak, kulit putihnya seakan berubah warna menjadi merah keunguan


Sudah beberapa hari pula Kenza dan Kenzi tidak mendapatkan Asi dari Nata. semakin hari Nata semakin tersiksa dengan kekasaran Tuan Yuda


Andai dia tidak membantah Tuan Yuda


Bekas cambukan pada punggung putih mulusnya menjadi saksi bisu teriakan kesakitan histeris Nata


Dengan badan yang penuh luka, Tuan Yuda tetap tidak melepaskan Nata sama sekali


Kenza dan Kenzi menangis keras jika mendengar suara teriakan sang ibu


Air mata Nenek Asih dan Angela terus mengucur, para pelayan tidak berani mendekat ke kamar tamu


Hari berganti menjadi bulan. sudah 6 bulan Nata terkurung di Ruang Tamu


Penyiksaan tidak pernah berhenti, bahkan Tuan Yuda selalu berada di kamar Tamu menyiksa Nata dengan sedemikian rupa


Jimy pun kewalahan mengurus perusahaan Soedarjo


Pernah kejadian Tuan Yuda keluar karna panggilan penting dari perusahaan, namun di diam Nata kabur. dengan gerak cepat Tuan Yuda menangkap Nata kembali


Dengan cepat Nata keluar dari kamar tamu setelah melepaskan ikatan talinya. dengan tertatih tatih ia mulai pergi dari Istana melalui pintu belakang


Sudah setengah hari Nata berjalan. mobil Tuan Yuda berhenti di samping Nata


Ya Allah Selamat kan aku. Nata berlari secepat mungkin, dengan gerak cepat Tuan Yuda menangkap Nata


"Tuan.. aku mohon.. lepaskan.. aku" Nata pingsan saat Tuan Yuda menyeret paksa Nata


Jimy prihatin melihat kondisi Nata yang seperti gembel di jalanan


🎈🎈🎈🎈


Di Istana


Nenek Asih, Angela dan para pelayan bernafas lega Nata bisa pergi dari Istana


Namun setelah itu nafas mereka seolah tercekat melihat Nata di dalam gendongan Tuan Yuda


Tuan Yuda memasukan Nata kedalam kamar tidur mereka.


Tuan Yuda menekan remot.


"Kajol.. kemari dan bersihkan Tubuh gadis ini!" perintah Tuan Yuda


"Baik Tuan.." ucap Kajol

__ADS_1


"Ada apa Kajol??" tanya Nenek Asih yang sedang berada di samping Kajol


"Tuan Yuda menyuruh saya membersihkan Tubuh Nona Nata, Nyonya" ucap Kajol. ia langsung bergegas menuju ke kamar Tuan Yuda, dengan membawa peralatan di ikuti dua pelayan perempuan


"Semoga Kak Nata baik baik saja Nek, aku tau kak Nata salah mengambil keputusan sendiri, tapi bukan kah ini tidak manusiawi" ucap Angela terisak. Angela kaget melihat tubuh Nata saat keluar dari kamar tamu


"Iya.. Nenek yakin.. jika Yuda sangat kecewa pada Nata.. tapi apa dia mencintai Nata.. hingga dia sebegitu kecewanya" ucap Nenek Asih


"Mungkin begitu, tapi kakak benci orang yang membantah perkataan nya apalagi mengambil keputusan sendiri Nek" ucap Angela


Sementara di kamar, Kajol membersihkan Tubuh Nata hingga wangi. bekas lukanya masih membekas, tubuh molek nan cantik Nata masih bisa di selamatkan


"Pergi!" ucap Tuan Yuda


Kajol bersama dua pelayan itu pergi dari kamar sang Tuan.


Pada saat Nata pingsan pun Tuan Yuda tidak menahan gejolak gairah nya, selama 6 bulan berturut turut, Tuan Yuda berhubungan suami istri bersama Nata dengan kasar, tidak ada kelembutan sama sekali


Bahkan Nata sering pingsan jika Tuan Yuda memacu dirinya dengan hentakan keras


Seusai memenuhi kebutuhan birahinya. Tuan Yuda langsung pergi dari kamarnya, bahkan saat pingsan pun ia tak segan melakukan itu


Nata meneteskan air matanya. Tubuhnya sudah sangat lelah dan lemas, ia hanya makan jika Tuan Yuda memberinya makan


Bekas cambukan pun masih terasa sangat perih di tubuh nya


"Selamatkan aku" rintih Nata dalam pingsan


"Selamatkan aku" rintih Nata


"Selamatkan aku"


"Itu hanyalah mimpi! kau tidak bisa lari dari ku!" ucap Tuan Yuda mencengram pipi Nata


"Sepanjang hidupku.. tidak ada yang berani membantah ku.. !! ingat!! kau hanya budak ku" ucap Tuan Yuda meninggi


🎈🎈🎈🎈🎈


Sudah 6 bulan, pertumbuhan Kenza dan Kenzi terlewati oleh Nata


Keadaan Nata sangat buruk, siksaan masih terus di jalan kan Tuan Yuda


Kenza dan Kenzi sekarang sudah bisa membalikan tubuhnya hingga terlentang dan tengkurap, merangkak dan juga duduk


Tuan Tuda selalu menyempat kan diri bermain dengan Kenzi si bayi perempuan imut dan gembul


Hati Tuan Yuda merasa teriris melihat wajah Kenzi yang mirip Nata, Terkadang ia berpikir ingin melepaskan penyiksaan nya pada Nata, namun mata hatinya seolah tertutup dengan egonya


Nenek Asih mendekati Tuan Yuda.

__ADS_1


"Yuda.. lepaskan Nata.. Nenek akan bilang padanya agar dia tidak membantah mu lagi"


"Jika yang Nenek bicarakan hanya itu, lebih baik Nenek kedapur saja memasak" ucap Tuan Yuda ketus.


Nenek Asih menghela nafas kasar


Sabar.


Kenzi pun seolah tau ibunya di siksa, bayi gembul perempuan itu langsung memukuli wajah Tuan Yuda dengan tangan kecilnya saat Tuan Yuda mencium gemas pipi gembul nya


Kenza Selalu menggigit gigiti pipi Tuan Yuda, bayi laki laki itu seakan geram melihat wajah Tuan Yuda


"Kenza.. mengapa kau menggigit wajah ayahmu" bayi itu terus mengoceh tidak jelas, seakan akan ia sangat marah sekali pada sang ayah


Tuan Yuda membawa Kenza dan Kenzi dalam gendongan nya, ia membawa kedua anaknya menuju ke kamarnya


Nata sedang menangis dan merintih di dalam kamar. ikatan talinya masih belum terlepas sama sekali


Ceklek


Nata kaget melihat Tuan Yuda membawa anak anaknya kedalam kamar


Kenza dan Kenzi meronta ronta dalam gendongan Tuan Yuda, saat melihat Nata yang terbaring di ranjang, air matanya tidak berhenti mengalir melihat kedua anaknya


Tuan Yuda menaruh Kenzi dan Kenza bersama di ranjang tidur nya


Bayi bayi gembul itu merangkak mendekati Nata, mereka mengelus elus tubuh Nata yang membiru, seolah mengerti ibu mereka sangat kesakitan


Sekian lama Nata tersenyum melihat dua bayinya yang sudah bisa merangkak


Kenza mencium pipi Nata, Kenzi pun seolah tak kalah dengan sang kakak, ia menciumi pipi Nata


Nata tertawa keras menahan geli saat anak anaknya mulai menciumi pipinya. Nata tertawa lepas tak peduli Tuan Yuda ada didalam kamar.


Sehari hari Nata seperti mayat hidup, hanya menangis dengan pandangan mata kosong, ia hanya merintih berbicara "Selamatkan aku" pada saat tertidur karna kelelahan


Tuan Yuda melepas ikatan kedua tali tangan Nata. Nata langsung bangun memeluk anak anaknya


Dengan cepat ia menyusui Kenza dan Kenzi secara bergantian. melihat itu Tuan Yuda langsung menelan ludahnya kasar


bola semangka putih nan kenyal itu membuat sesuatu dalam celananya bangkit


Setelah menyusui kedua buah hatinya. Nata tertidur bersama anak anaknya di ranjang dengan senyum yang mengembang


"Maafkan ibu" ucap Nata mengecup kening anak anaknya


Bersambung


Jangan lupa like dan Vote, beri dukungan sebanyak banyaknya agar Novel ini terus update dan berjalan😘

__ADS_1


Terimakasih atas dukungan nyaπŸ™πŸ™


Mari saling dukung dan berjuangπŸ™


__ADS_2