
Sudah beberapa hari Nata terbaring di ranjang kamar tamu. kaki dan tangan nya di ikat seperti huruf X
Tubuh Nata sangat mengenaskan, kemarahan Tuan Yuda yang semakin menjadi jadi membuat Nata pingsan setiap hari, tubuhnya di penuhi tanda kepemilikan dengan jumlah yang banyak, kulit putihnya seakan berubah warna menjadi merah keunguan
Sudah beberapa hari pula Kenza dan Kenzi tidak mendapatkan Asi dari Nata. semakin hari Nata semakin tersiksa dengan kekasaran Tuan Yuda
Andai dia tidak membantah Tuan Yuda
Bekas cambukan pada punggung putih mulusnya menjadi saksi bisu teriakan kesakitan histeris Nata
Dengan badan yang penuh luka, Tuan Yuda tetap tidak melepaskan Nata sama sekali
Kenza dan Kenzi menangis keras jika mendengar suara teriakan sang ibu
Air mata Nenek Asih dan Angela terus mengucur, para pelayan tidak berani mendekat ke kamar tamu
Hari berganti menjadi bulan. sudah 6 bulan Nata terkurung di Ruang Tamu
Penyiksaan tidak pernah berhenti, bahkan Tuan Yuda selalu berada di kamar Tamu menyiksa Nata dengan sedemikian rupa
Jimy pun kewalahan mengurus perusahaan Soedarjo
Pernah kejadian Tuan Yuda keluar karna panggilan penting dari perusahaan, namun di diam Nata kabur. dengan gerak cepat Tuan Yuda menangkap Nata kembali
Dengan cepat Nata keluar dari kamar tamu setelah melepaskan ikatan talinya. dengan tertatih tatih ia mulai pergi dari Istana melalui pintu belakang
Sudah setengah hari Nata berjalan. mobil Tuan Yuda berhenti di samping Nata
Ya Allah Selamat kan aku. Nata berlari secepat mungkin, dengan gerak cepat Tuan Yuda menangkap Nata
"Tuan.. aku mohon.. lepaskan.. aku" Nata pingsan saat Tuan Yuda menyeret paksa Nata
Jimy prihatin melihat kondisi Nata yang seperti gembel di jalanan
ππππ
Di Istana
Nenek Asih, Angela dan para pelayan bernafas lega Nata bisa pergi dari Istana
Namun setelah itu nafas mereka seolah tercekat melihat Nata di dalam gendongan Tuan Yuda
Tuan Yuda memasukan Nata kedalam kamar tidur mereka.
Tuan Yuda menekan remot.
"Kajol.. kemari dan bersihkan Tubuh gadis ini!" perintah Tuan Yuda
"Baik Tuan.." ucap Kajol
__ADS_1
"Ada apa Kajol??" tanya Nenek Asih yang sedang berada di samping Kajol
"Tuan Yuda menyuruh saya membersihkan Tubuh Nona Nata, Nyonya" ucap Kajol. ia langsung bergegas menuju ke kamar Tuan Yuda, dengan membawa peralatan di ikuti dua pelayan perempuan
"Semoga Kak Nata baik baik saja Nek, aku tau kak Nata salah mengambil keputusan sendiri, tapi bukan kah ini tidak manusiawi" ucap Angela terisak. Angela kaget melihat tubuh Nata saat keluar dari kamar tamu
"Iya.. Nenek yakin.. jika Yuda sangat kecewa pada Nata.. tapi apa dia mencintai Nata.. hingga dia sebegitu kecewanya" ucap Nenek Asih
"Mungkin begitu, tapi kakak benci orang yang membantah perkataan nya apalagi mengambil keputusan sendiri Nek" ucap Angela
Sementara di kamar, Kajol membersihkan Tubuh Nata hingga wangi. bekas lukanya masih membekas, tubuh molek nan cantik Nata masih bisa di selamatkan
"Pergi!" ucap Tuan Yuda
Kajol bersama dua pelayan itu pergi dari kamar sang Tuan.
Pada saat Nata pingsan pun Tuan Yuda tidak menahan gejolak gairah nya, selama 6 bulan berturut turut, Tuan Yuda berhubungan suami istri bersama Nata dengan kasar, tidak ada kelembutan sama sekali
Bahkan Nata sering pingsan jika Tuan Yuda memacu dirinya dengan hentakan keras
Seusai memenuhi kebutuhan birahinya. Tuan Yuda langsung pergi dari kamarnya, bahkan saat pingsan pun ia tak segan melakukan itu
Nata meneteskan air matanya. Tubuhnya sudah sangat lelah dan lemas, ia hanya makan jika Tuan Yuda memberinya makan
Bekas cambukan pun masih terasa sangat perih di tubuh nya
"Selamatkan aku" rintih Nata dalam pingsan
"Selamatkan aku" rintih Nata
"Selamatkan aku"
"Itu hanyalah mimpi! kau tidak bisa lari dari ku!" ucap Tuan Yuda mencengram pipi Nata
"Sepanjang hidupku.. tidak ada yang berani membantah ku.. !! ingat!! kau hanya budak ku" ucap Tuan Yuda meninggi
πππππ
Sudah 6 bulan, pertumbuhan Kenza dan Kenzi terlewati oleh Nata
Keadaan Nata sangat buruk, siksaan masih terus di jalan kan Tuan Yuda
Kenza dan Kenzi sekarang sudah bisa membalikan tubuhnya hingga terlentang dan tengkurap, merangkak dan juga duduk
Tuan Tuda selalu menyempat kan diri bermain dengan Kenzi si bayi perempuan imut dan gembul
Hati Tuan Yuda merasa teriris melihat wajah Kenzi yang mirip Nata, Terkadang ia berpikir ingin melepaskan penyiksaan nya pada Nata, namun mata hatinya seolah tertutup dengan egonya
Nenek Asih mendekati Tuan Yuda.
__ADS_1
"Yuda.. lepaskan Nata.. Nenek akan bilang padanya agar dia tidak membantah mu lagi"
"Jika yang Nenek bicarakan hanya itu, lebih baik Nenek kedapur saja memasak" ucap Tuan Yuda ketus.
Nenek Asih menghela nafas kasar
Sabar.
Kenzi pun seolah tau ibunya di siksa, bayi gembul perempuan itu langsung memukuli wajah Tuan Yuda dengan tangan kecilnya saat Tuan Yuda mencium gemas pipi gembul nya
Kenza Selalu menggigit gigiti pipi Tuan Yuda, bayi laki laki itu seakan geram melihat wajah Tuan Yuda
"Kenza.. mengapa kau menggigit wajah ayahmu" bayi itu terus mengoceh tidak jelas, seakan akan ia sangat marah sekali pada sang ayah
Tuan Yuda membawa Kenza dan Kenzi dalam gendongan nya, ia membawa kedua anaknya menuju ke kamarnya
Nata sedang menangis dan merintih di dalam kamar. ikatan talinya masih belum terlepas sama sekali
Ceklek
Nata kaget melihat Tuan Yuda membawa anak anaknya kedalam kamar
Kenza dan Kenzi meronta ronta dalam gendongan Tuan Yuda, saat melihat Nata yang terbaring di ranjang, air matanya tidak berhenti mengalir melihat kedua anaknya
Tuan Yuda menaruh Kenzi dan Kenza bersama di ranjang tidur nya
Bayi bayi gembul itu merangkak mendekati Nata, mereka mengelus elus tubuh Nata yang membiru, seolah mengerti ibu mereka sangat kesakitan
Sekian lama Nata tersenyum melihat dua bayinya yang sudah bisa merangkak
Kenza mencium pipi Nata, Kenzi pun seolah tak kalah dengan sang kakak, ia menciumi pipi Nata
Nata tertawa keras menahan geli saat anak anaknya mulai menciumi pipinya. Nata tertawa lepas tak peduli Tuan Yuda ada didalam kamar.
Sehari hari Nata seperti mayat hidup, hanya menangis dengan pandangan mata kosong, ia hanya merintih berbicara "Selamatkan aku" pada saat tertidur karna kelelahan
Tuan Yuda melepas ikatan kedua tali tangan Nata. Nata langsung bangun memeluk anak anaknya
Dengan cepat ia menyusui Kenza dan Kenzi secara bergantian. melihat itu Tuan Yuda langsung menelan ludahnya kasar
bola semangka putih nan kenyal itu membuat sesuatu dalam celananya bangkit
Setelah menyusui kedua buah hatinya. Nata tertidur bersama anak anaknya di ranjang dengan senyum yang mengembang
"Maafkan ibu" ucap Nata mengecup kening anak anaknya
Bersambung
Jangan lupa like dan Vote, beri dukungan sebanyak banyaknya agar Novel ini terus update dan berjalanπ
__ADS_1
Terimakasih atas dukungan nyaππ
Mari saling dukung dan berjuangπ