Ceo Pemaksa (Revisi)

Ceo Pemaksa (Revisi)
Pemaksa


__ADS_3

Hati Nata kembali gundah melihat Tuan Yuda yang sekarang memeluknya erat, semakin Nata memberontak semakin erat pula Tuan Yuda memeluknya.


Saat Nata mencoba melepaskan pelukan hangat Tuan Yuda waktu di balai desa, Tuan Yuda malah semakin erat memeluknya sampai di rumah sederhana Nata


Tuan Yuda memandangngi rumah yang di tempati oleh Nata selama kurang lebih satu bulan


"Jelek sekali" satu kata yang menerangi kecamggungan di antara Nata dan Tuan Yuda


"Pergi saja jika tidak nyaman" Nata melepaskan pelukan Tuan Yuda dengan kasar, meninggalkan Tuan Yuda menuju ke kamarnya


"Hei kau gila! ini rumah Nenek ku!" Tuan Yuda mengikuti Nata menuju ke kamar, saat Tuan Yuda ingin masuk


Brakkkkk


Pintu kamar ditutup dengan kasar oleh Nata.


Sialan. umpat Tuan Yuda kesal


Tuan Yuda tak kehilangan akal melihat pintu yang mulai rapuh, sekali tendang


Brukkkk


Pintu itu sudah terjatuh menempel dengan kramik putih


Nata yang kaget langsung tersikap bangun dari ranjangnya


"Tuan.. aku tau ini rumah Nenek Asih, besok aku akan pindah dari sini.. apa Tuan hendak menyuruh saya pergi secepatnya?" tanya Nata heran. Nata segera membereskan baju bajunya kedalam Tas


Tuan Yuda semakin geram melihat Nata yang sedang mengemasi barang barangnya


"Siapa yang menyuruhmu pergi?" tanya Tuan Yuda mencengkram tangan Nata dengan erat


Nata meringis menahan sakit, akibat cengkraman Tuan Yuda. "Bukannya___


"Aku tidak pernah menyuruh mu pergi! bahkan dari sejengkal Istana" Tuan Yuda membawa Nata duduk di ranjang


"Jangan pergi" bisik Tuan Yuda di telinga Nata. Nata mulai merasakan hembusan nafas panas menyapu telinga nya


Tuan Yuda mulai membaringkan Nata di ranjang dengan lembut.


Kecupan hangat saling menyahut satu sama lain membuat gelora kedua insan itu melambung atas kenikmatan yang mereka raih


Air mata Nata mulai turun menetes tanpa pamit. Apakah Tuan Yuda sudah berubah?


gunam Nata dalam hati

__ADS_1


Seusai puas dengan kenikmatan yang membara. Tuan Yuda berbaring disini Nata dengan memeluknya erat


Nata sesenggukan mengusap air matanya yang ia tahan sedari tadi


Aku tidak ingin kembali ke Istana. gunam Nata dalam hati.


Tapi.. anakku Kenza dan Kenzi...


Nata mulai menangis sesenggukan menahan suara tangisnya


Kenza... Kenzi.. ibu rindu..


Nata mengusap air manta nya


Hari sudah semakin malam, Nata tertidur karna lelah meladeni keinginan Tuan Yuda


🎈🎈🎈🎈


Keesokan paginya Nata terbangun. matanya menangkap sosok Tuan Yuda yang meneluknya erat, dengan cepat Nata langsung melepaskan pelukan Tuan Yuda


Nata memilih mandi membersihkan bekas malamnya bersama Tuan Yuda, aroma tubuh Tuan Yuda menempel pada badan Nata


Arrgghhhh..


Rasanya Nata ingin menjerit, perasaan aneh yang Nata alami ini seperti bukan dirinya. Nata sangat benci aroma tubuh Tuan Yuda, bahkan di dekat Tuan Yuda pun Nata sangat benci! benar benar benci


Aku benci aroma tubuhnya...


Nata menjerit kesal di dalam kamar mandi, ia menggosok tubuhnya dengan kasar


Tuan Yuda terbangun mendengar suara jerit dan tangis kencang Nata. Apa yang dilakukan Nata???


Dengan cepat Tuan Yuda menuju ke kamar mandi. Astaga... pintunya di kunci


Brak...


Tuan Yuda langsung mendobrak pintu kamar mandi dengan mudah. tubuh Nata terbaring lemas di lantai kamar mandi


"Nataaa....."


Tubuh Nata semakin dingin di pangkuan Tuan Yuda. Tuan Yuda langsung menggendong Nata menuju ke kamar, Tuan Yuda langsung menyelimuti Nata dengan kain tapi seadanya


"Jim..." teriak Tuan Yuda keras di depan kamar yang tertutup


"Panggil Dokter atau bidan.. Istriku pingsan! cepat!"

__ADS_1


"Baik Tuan" Jimy langsung mencari dokter setempat


Tuan Yuda langsung mencari minyak kayu putih lalu mengoleskan nya di badan Nata dan hidung Nata


"Ayo bangunlah.. jangan buat aku khawatir" Tuan Yuda langsung memakaikan pakaian Nata


"Mengapa Jimy lama sekali" Tuan Yuda menggeram kesal


15 menit kemudian Jimy datang bersama bidan desa


"Permisi Tuan.. saya akan periksa Istri anda" ucap Bidan langsung memeriksa kondisi Nata


Tuan Yuda langsung menyingkir agar bidan bisa memeriksa Nata dengan leluasa


"Tuan.. Istri anda sedang hamil.. tapi saya sarankan periksa ke dokter kandungan.. dan jangan buat istri anda stres.. seperti istri anda banyak pikiran" ucap Bidan meresepkan obat


Tuan Yuda kaget mendengar ucapan sang Bidan. "Apa benar Istri saya hami??"


"Ya Tuan.. saya sarankan periksakan kondisi Istri anda pada dokter kandungan.. sepertinya istri anda baru beberapa bulan melahirkan" ucap sang bidan menyerahkan resep obatnya


"Saya permisi dulu" ucap Bidan berlalu pergi


"Jimy.. kita segera berangkat ke kota! siapkan Helikopter agar cepat! beri mereka pekerjaan mereka yang menolong istri ku di perkebunan ku!" perintah Tuan Yuda


"Baik Tuan" ucap Jimy tersenyum


Semoga anda selalu berbahagia dengan Gadis Silva Nata. Jimy langsung mengerjakan tugasnya


Selang 30 menit Helikopter datang bersama para bodyguard Tuan Yuda


Tuan Yuda langsung menyelimuti Nata dengan selimut tebal yang Jimy bawa. Nata dibawa menuju Helikopter, lalu membaringkan Nata


Para warga desa terkesima melihat Helikopter Tuan Yuda


Tuan Yuda mendekat pada Bu Ratini dan Pak Rusdi. "Bu Ratini dan Pak Rusdi.. Terimakasih banyak sudah menjaga istriku selama disini.. saya harap anda mau bekerja mengurus perkebunan saya"


"Dengan senang hati Tuan.. Terimakasih sudah mempercayakan pada kami" ucap Pak Rusdi


"Terimakasih Tuan.. Terimakasih" ucap Bu Ratini


"Saya permisi dulu pak.. bu.." pamit Tuan Yuda


Pak Rusdi dan Bu Ratini hanya mengangguk


Helikopter itupun langsung berangkat menuju kota

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2