
Apapun yang terjadi aku harus pergi! aku ingin menjadi diriku sendiri tanpa mendengar perkataan orang lain.
batin Nata
Selepas melihat tuan Yuda. Nata pergi menuju toilet untuk membasuh mukanya yang sembab.
Angela masih menelpon Nenek Asih, dia tidak sadar bahwa Nata sudah tidak ada berada di samping nya
Nata melenggang pergi tanpa sepengetahuan Angela. Nata sudah di depan kampus menunggu angkot lewat menuju terminal bus
Nata melambai kan tangan saat angkot lewat.
"Pak.. lewat terminal bus"
"Ya Neng.. nanti Mamang beritahu kalo sudah sampai" angkot mulai jalan menuju tempat tujuan
30 menit berselang. Nata mulai membeli karcis bus menuju ke kampung halaman nya
"Pak.. permisi saya mau beli karcis ke kampung xx"
"Ini neng 120ribu"
"Terimakasih pak"
"Sama sama neng"
Nata mulai masuk ke bus tujuan kampung nya. Selamat tinggal Nenek Asih, Angela.
Bus berangkat menuju ke kampung halaman Nata. Nata tertidur karna perjalanan dari kampung puncak ke kampung nya memakan waktu yang cukup lama
Bus sampai di kampung. Nata langsung menuju ke rumah menggunakan angkot, sekitar 30menit Nata sampai di depan rumahnya. tanpa basa basi Nata langsung menghidupkan lampu, menuju ke kamar mandi lalu mandi menyegarkan diri.
Tak terasa waktu menunjukan pukul 06.00 sore. Nata bergegas ke rumah sakit tempat ibunya di rawat menggunakan sepeda butut nya
Setelah mengayuh sepeda bututnya lebih dari 2 jam, Nata langsung memarkirkan sepedanya. masuk kedalam rumah sakit tempat ibunya di rawat
Dengan senyum mengembang, Nata masuk kedalam ruang perawatan ibunya
"Dimana ibu???" Nata keluar dari ruangan perawatan sang ibu. dia pergi menemui dokter Kevin
"Dokter... Dokter... Dokter Kevin..." teriak Nata memanggil Dokter Kevin
"Nata...." Dokter Kevin tersenyum senang melihat Nata. tapi... Dokter Kevin ingat akan status Nata sekarang membuat hatinya sakit
"Dokter.. Dokter Kevin.. dimana ibuku???" tanya Nata
"Loh... bukan nya ibumu dibawa ke kota untuk perawatan lebih baik oleh suami mu" Dokter Kevin terlihat heran mendengar pertanyaan Nata
Nata mulai menitikan air matanya.
Ya Allah, bagaimana caraku menemukan ibuku. batin Nata
__ADS_1
Dokter Kevin mulai panik melihat Nata menangis, Dokter Kevin membawa Nata ke taman rumah sakit
"Sudah yah.. jangan menangis.." ucap Dokter Kevin memeluk Nata sambil mengusap air mata Nata, di bangku taman
Hatiku sakit Nata... melihat mu menangis seperti ini
batin Dokter Kevin
"Mengapa jadi begini.. hiks.. hiks.." Nata masih bersandar di dada Dokter Kevin
"Ada apa..?? ceritakan padaku Nat" Dokter Kevin mulai penasaran apa yang sebenarnya terjadi
Nata mulai bercerita mulai dari dirinya yang di jadikan penebus hutang oleh bapanya, sampai di kejar kesana kemari, lalu tertangkap oleh tuan Yuda, sampai Nata mulai sedikit mencintai tuan Yuda dan akhirnya menikah dengan tuan Yuda. sampai di saat malam pertama Nata di tinggal kan tuan Yuda yang sedang memadu kasih dengan pacarnya yang hilang
"Berapa hutang bapamu pada tuan Yuda??" tanya Dokter Kevin
"Banyak Dokter.."
"Banyak nya berapa???"
"1M, Dokter"
"Hei.. jangan menangis.. bukanya dulu kamu gadis yang tegar.." ucap Dokter Kevin. "Menikahlah dengan ku lalu kulunasi hutang bapamu"
Nata mendogak melihat wajah Dokter Kevin "Dokter dapat uang dari mana sebanyak itu??"
"Mau tidak...???" tanya Dokter Kevin mengalihkan pernyataan Nata.
Dokter Kevin mengehela nafas kasar.
"Nasi sudah menjadi bubur.." gunam Dokter Kevin pelan
Nata melihat gurat kecewa dari Dokter Kevin.
Sementara tuan Yuda mengepalkan tangan nya, tuan Yuda mulai mendekat ke arah Nata dan Dokter Kevin
"Sudah puas bermesraan dengan lelaki lain" suara tuan Yuda mengagetkan Nata dan Dokter Kevin
Tuan Yuda tanpa basa basi langsung mencengkram tangan Nata dengan kuat. menyeretnya sepanjang rumah sakit, banyak para keluarga pasien melihat kejadian itu mencoba melerai tetapi Tuan Yuda tidak mendengarkan. sementara Dokter Kevin mengikuti Nata dan Tuan Yuda dengan Panik.
"Tuan... jika anda masih punya hati, lepaskan Nata" ucap Dokter Kevin
Dikasih hati minta jantung. batin Tuan Yuda sewot
Tuan Yuda memasukan Nata kedalam mobil. dia langsung menjalankan mobil nya dengan kecepatan tinggi
Ponsel Nata berdering
"Angkat!!!!" bentak tuan Yuda.
Nata langsung mengangkat telpon nya.
__ADS_1
Gawat.. Dokter Kevin..
Nata mulai mengangkat telpon Dokter Kevin
"Nata... jika terjadi sesuatu segera hubungi aku" ucap Dokter Kevin khawatir
"Baik Dok.."
tut tut tut
"Beraninya kamu berselingkuh di depan mataku!!! apa aku kurang tampan atau kurang kaya!!!! jawab!!!" bentak Tuan Yuda
"Tuan.. dengarkan aku dulu..." Nata berusaha menenangkan tuan Yuda. mobil sudah memasuki gerbang tol. tuan Yuda semakin leluasa melajukan mobil dengan kecepatan tinggi
Berbicara pun salah. sudahlah.. aku diam saja
batin Nata
Selama perjalan menuju istana, tuan Yuda selalu membentak Nata sambil terus mengoceh tentang kesalahan yang di perbuat Nata
Sampai di istana, Nata tertidur dengan pulas
" Gadis nakal... kurang ajar sekali... dari tadi aku mengoceh.. sampai mulutku berbusa.. dia hanya tidur" ucap tuan Yuda
"Hei.. bawa koper di bagasi taruh di kamar si gadis nakal" perintah tuan Yuda
"Baik tuan" para pelayan mulai mengambil koper
"Tuan..biar ku bantu" ucap Felix ingin membantu tuan Yuda
"Hei.. hei.. hei... dia milik ku... pergi sana.. hus" tuan Yuda menggendong Nata menuju lift untuk ke kamar atas
Felix langsung mundur beberapa langkah
Aneh.. Gunam Felix
"Gadis nakal..." Tuan Yuda mengecup lama leher Nata. membuat tanda kepemilikan disana
Jika dia bangun pasti akan seru, besok kau harus di hukum.. sampai selamanya jika perlu
batin tuan Yuda
Tuan Yuda mulai melucuti pakaian Nata sampai tubuh indahnya terpampang jelas oleh tuan Yuda. Tuan Yuda langsung menutup tubuh Nata yang polos dengan selimut
Tongkat ku bangun.
Tuan Yuda langsung membuka semua pakaian nya tanpa tersisa. memberi tanda pada beberapa tubuh sensitif Nata.
Reaksi Nata hanya menggeliat sesekali mendesah dalam tidurnya. sementara tuan Yuda asik mengerjai tubuh Nata
Bersambung.
__ADS_1
Like nya masih naik turun😐☹☹☹☹