
Mood tuan Yuda sedang tidak baik, semenjak Jimy mengundurkan diri, tuan Yuda semakin hari semakin sibuk dengan perusahaan nya.
Tepatnya ini sudah 2 bulan, semenjak kejadian pemaksaan bersama Nata. Sekarang Nata mulai berkuliah kembali di kampus Graha, tapi dengan catatan ia selalu harus pulang ke Istana Soedarjo
Tanpa di duga, Tuan Yuda selalu menjaga Nata lewat pengawal yang menyamar menjadi orang biasa
Aku sudah memberikan dia waktu.. aku juga laki laki normal yang butuh kehangatan. Tuan Yuda kesal dengan gadis nakalnya. Walaupun dia kabur sampai ke ujung dunia pun, aku pasti tetap menemukan mu, gadis nakal
Tengah malam tuan Yuda pulang ke Istana Soedarjo, hanya para pelayan yang menyambut kedatangan Tuan Yuda. Tuan Yuda berlalu menuju ke kamar nya, sesekali Tuan Yuda berjalan menuju ke kamar Nata, ia hanya sampai di depan pintu kamar Nata, lalu kembali ke kamar nya.
Flashback on
Berulang kali Nata membuat surat perceraian yang ia berikan pada Tuan Yuda lewat Nenek Asih. tapi hasilnya Tuan Yuda selalu membakar dan merobek kertasnya
Nata pernah mengancam foto kekerasan pada tubuhnya saat di paksa tuan Yuda pada saat itu. Nata sempat di pukuli sampai badan nya babak belur sebelum di sentuh karna memberontak dan kabur
"Tuan.. saya mohon lepaskan saya..!!" ucap Nata, menghela nafas kasar
"Tidak bisa ! kamu milik ku !" ucap Tuan Yuda meninggi "Milik Tuan Yuda !!!" Tuan Yuda berkata dengan lantang di depan Nata, Tuan Yuda mendekatkan wajahnya ke wajah Nata. dengan gugup Nata langsung mundur dan menjauh
" Ingat hutang ayah mu padaku" ucap Tuan Yuda tersenyum senang, namun Nata juga tersenyum sekilas. membuat hati Tuan Yuda nyut nyutan Dag Dig Dug
Sial.. adik kecil ku bangun melihat senyum kilatnya. batin Tuan Yuda tersiksa
"Tuan.. saya sudah transfer 1M pada tuan!" Nata menatap Tuan Yuda tajam
Sayang sekali Tuan Yuda, saya bukan Nata yang polos dan selugu pertama anda mengenal saya. Nata menarik bibirnya ke atas sekilas
"Heh.." tuan Yuda mendesah kesal. "Itu masih bunga nya, belum hutang pokok nya"
Terserah apa katamu Tuan. tapi maaf.. akan ku siksa kau terus menerus dengan pakaian ketat ku iniπ€£ kau pasti terangsang lalu mencari pecun untuk melampiaskan nya. batin Nata bersorak riang
"Ya sudah Tuan Yuda yang terhormat, jika tidak mau ya sudah, saya permisi" Nata keluar dari ruang kerja Tuan Yuda dengan melenggok kan badannya yang berisi dan semakin seksi
Tuan Yuda terkesima melihat tubuh Nata yang mulai berisi
Semoga saya junior ku tumbuh di sanaπ, heheh aku puas waktu aku membuat dia terkulai lemas sampai subuh waktu hahahπ€£
batin Tuan Yuda, pikiran mesumnya mulai terbayang lagi
Berapa kali aku menyempot nya yah, aku sampai tidak ingat sama sekali. Tuan Yuda tersenyum mesum di ruang kerjanya
" Aku harus memikirkan cara agar si gadis nakal lari dari ku lagi, seperti nya dia tambah nakal terang terangan melenggokan badan nya, awas saja kamu" Tuan Yuda menyusun rencana membuat perhitungan pada Nata, karna Nata berani menggodanya terang terangan, senyum mesumnya mulai membayang.
Hanya dia tuas pengaman ku yang sesungguhnya. batin Tuan Yuda tersenyum smirk
πππππ
Sementara Nenek Asih sedang sibuk dengan Rumah makan nya bersama Nata
Nenek Asih mulai membuka rumah makan khusus sayur lawuk pauk model rumah makan Nenek Asih menggunakan prasmanan. Nata juga sering membantu Nenek Asih, karna semua makanan yang tersaji di Rumah Makan Nenek Asih adalah resep rumahan dari Nata
Pelanggan nya selalu penuh setiap hari, awal mula Rumah Makan ini hanya rumah makan kecil tapi lama kelamaan Rumah Makan Nenek Asih semakin ramai di kunjungi hingga tidak muat untuk para pelanggannya.
Sekarang Rumah Makan Nenek Asih sudah di perbesar, luas dan nyaman di tempati segala usia. Renovasi Rumah Makan Nenek Asih membuahkan Hasil
Rumah Makan Nenek Asih. disana juga tersedia bilik VVIP yang di usulkan oleh Nata. karna banyak pengusaha memilih meeting perusahaan denga klien di Rumah Makan Nenek Asih. Nata dan Nenek Asih turun langsung untuk menjamu pelanggan biasa maupun VVIP
Nata langsung menampung komplen para pelanggan nya
"Halo mbak Mas, ada yang bisa kami bantu" Sapa Nata tersenyum ramah pada pelanggan di kasir
"Gini mbak.. saya mau pesan tetapi mejanya penuh" ucap pelanggan komplen
"Ouh iya mbak.. di lantai atas mungkin masih ada yang kosong, mari saya antar sambil menikmati pemandangan" ucap Nata ramah
"Maaf mbak.. saya ngidam pengin makan di pinggir jendela tapi penuh" Mata Wanita hamil itu berkaca kaca
"Baiklah mbak, saya ambilkan meja baru khusus mbak" Nata mulai mengambil meja di bantu oleh beberapa pelayan laki laki di dekat Jendela yang wanita hamil itu inginkan
"Terimakasih banyak mbak. eh.. namanya mbak sapa??" tanya pelanggan wanita hamil
"Panggil saja Nata mbak" ucap Nata tersenyum
"Eh iya mbak Nat lagi hamil yah, kayaknya lagi isi nih" ibu hamil itu cekikikan
"Saya belom isi mbak.."
"Mbak Nova.. inget ya mbak Nata jangan terlalu kecapean... siapa tau hamil kebo atau badak gak kerasa mbak" ucap Mbak Nova menasehati
"Iya mbak.. nanti saya cek okeh" Nata mencoba tersenyum menghadapi pelanggan nya yang sedang hamil
"Maafkan istri saya yang bawel ya mbak" ucap suami mbak Nova meminta maaf
"Tidak apa apa Mas, saya permisi dulu, nanti para pelayan membawakan pesanan mbak Nova sama Mas nya" ucap Nata tersenyum ramah
"Ya mbak Nat.. Selamat bekerja" seru mbak Nova
"Mah... kayaknya aku pernah lihat mbak Nata deh mah" ucap suami Nova sambil berfikir "Apa dia istri Tuan Yuda mah" ucap suami mbak Nova
"Wah.. gawat.. tadi mamah bawel lagi sama mbak nya" mereka mulai gusar. "Semoga saja dia baik hati dan tidak melaporkan ini pada tuan Yuda" Doa mereka panjatkan dengan sungguh sungguh
__ADS_1
Setelah makanan datang, mereka mulai makan dengan perasaan senang, karna bisa menikmati lauk pauk khas rumahan yang mereka rindukan saat jauh dari rumah
Mereka membayar di kasir. Nata langsung tersenyum ramah melihat kedua pasangan tersebut
"Mbak Nata.. maaf kan perkataan cerewet saya" ucap wanita hamil itu menunduk takut.
"Tidak apa apa mbak Nova.. jangan sedih dong.. kasihan baby nya.. aku gratiskan saja yah biar gak sedih" Nata tersenyum melihat ibu hamil itu sumringah kembali
"Terimakasih mbak.. terimakasih...
maaf yah.. jangan laporkan pada Tuan Yuda... kami takut" ucap suami mbak Nova
"Tenang saja, saya juga gak ambil hati, maklum lagi ngisi" Setelah itu pasangan suami istri itu pergi dari Rumah Makan Nenek Asih dengan senyum yang mengembang.
ππππ
Sepulang dari Rumah Makan Nenek Asih. Nata langsung menuju ke apotik untuk membeli tespek
"Mbak.. saya.." ucap Nata gugup. "Saya beli 5 tespek yang terbaik mbak" ucap Nata lantang
"Oh iya mbak" Pegawai apotik mulai mengambil tespek terbaik.
"Ini mbak.. lima buat tespack, semua nya jadi 500ribu" ucap pegawai apotik menyerahkan plastik beris tespek pada Nata
"Terimakasih mbak" ucap pegawai apotik
"Sama sama" Nata berlalu pergi memasuki mobil yang ia kendarakan sendiri tanpa sopir. menuju ke Istana, setelah 30 menit berlalu, Nata sampai di istana Soedarjo, tak lupa ia langsung memasukan plastik yang berisi tespek ke dalam tas nya
Para pelayan menyambut Nata
"Selamat sore Nona muda" ucap para pelayan istana menyambut
"Sudah ku bilang panggil aku Nata.. sebentar lagi aku bukan Nona kalian lagi" Nata langsung melengang pergi menuju kamarnya tanpa menghiraukan tuan Yuda yang sedang berada di ruang tamu
Sementara para pelayan bergunam kecil
"Apa maksud Nona Nata?"
Felix mengerti apa maksud Nona mudanya hanya diam lalu langsung mengerjakan beberapa tugas nya.
Sementara di kamar, Nata langsung mengambil tongkat baseball lalu mengarahkan pada CCTV. awalnya ia hanya melepas kabel suara CCTV dan Nata kira CCTV sudah mati total, dan ternyata Tuan Yuda masih tau kegiatannya di dalam kamar
Nata mengambil ancang ancang merusak CCTV dengan tongkat baseball
Brak
Satu CCTV mahal itu langsung rusak
Brak
Brak
Yang ketiga langsung terhempas cantik
Brak..
Sudah empat kali Nata merusak CCTV, ia mulai memanjat kalsibot di atas atap kamarnya dengan modal nekat. ia langsung menghancurkan lagi CCTV tersembunyi itu
Brak ... Brakk.. Brak..
Sampai beberapa Jam dan alat alat elektronik yang Nata duga sebagai CCTV tersembunyi langsung ia hancurkan tanpa ampun
Kamar Nata sudah seperti kapal pecah akibat sampah bekas CCTV yang sudah remuk hancur sehancur hacurnya hati authorπ€£π
Di kamar mandi pun tak luput ia cek, tapi Nata tak menemukan CCTV sama sekali di kamar mandi
Nata memencet bel memanggil pelayan untuk membersihkan kekacauan yang ia buat
"Kajol... cepat tolong aku bersihkan kamar ku, aku ingin kau sendiri yang membersihkan nya bersama Felix" Nata langsung membuang remot ke arah kasurnya
5 Menit kemudian Felix dan Kajol datang membersihkan kamar Nata yang benar benar seperti kamar pecah menurut kedua nya
"Tolong bereskan kamar ku, aku lelah" Ucap Nata duduk di tepian ranjang empuknya
Felix dan Kajol mengangguk patuh lalu langsung membersihkan kamar Nata sampai seperti semula
Setelah itu, Kajol keluar dari kamar Nata, tepatnya Kajol di kamar sebelah seperti ruang Tamu sebelum memasuki kamar utama
"Felix.. cepat katakan padaku.. ada dimana lagi sisa CCTV nya!!!" Ucap Nata meninggi
Felix langsung terkejoed melihat Nata yang marah bercampur geram.
Aku benar benar baru melihat Nona Muda marah, aku takut sekali.
Felix sedikit takut melihat perubahan Nata, biasanya Nata ramah dan sangat sabar menghadapi apapun namun kali ini wajah cantik Nata menakutkan baginya
"Su.. sudah.. di hancurkan.. se..semua oleh Nona Muda" jawab Felix terbata bata
"Baiklah aku percaya.. jika kau berbohong aku akan bunuh diri" Nata memegang pisau buah yang dia simpan secara diam diam
"Jangan Nona Jangan... saya mengaku.. ada di bawah kolong tidur itu penyadap suara, di balkon juga' ucap Felix takut semakin gemetar Nata memegang pisau itu pada pergelangan tangan Nata
__ADS_1
"Ambil penyadap nya.." Perintah Nata mutlak.
"Baik Nona baik.." Felix langsung mengambil penyadap yang amat kecil seperti labkan hitam
Nata langsung menginjak nya sampai hancur. langsung saja ia ke arah balkon langsung mengambil tongkat baseball
Brak
5 CCTV balkon hancur
Nata menyuruh Felix dan Kajol keluar.
Seusai menghancurkan CCTV, Nata langsung menuju ke kamar Mandi lalu melepaskan satu persatu pakaian nya, masuk ke dalam bathup merendam dirinya dengan air hangat
Setelah 30menit Nata langsung mengganti bajunya di kamar mandi, ada banyak beberapa baju di lemari handuk Nata
Nata mulai mencoba Tespack yang ia beli. setelah beberapa menit Nata mengambil tespack dan hasilnya begitu mengejutkan
Deg
"Ya Allah.." Nata mulai bingung harus bereaksi seperti apa karna rahim nya sudah terisi buah hatinya dan Tuan Yuda
Nata masih tak percaya masih mencoba nya lagi dan lagi sampai lima kali percobaan.
"Ya Allah aku hamil.. " Nata mulai menangis haru mengelus perutnya yang masih rata
"Tumbuh.. dengan baik anak Buna.." Nata langsung membuang tespack kedalam tong sampah
Waktu menunjukan sholat magrib, Nata mulai gundah gulana, dia berpikir tentang bayi nya
Ya.. bayi ini tidak bersalah. Nata mengelus perutnya sambil berdoa mengadu pada sang pencipta
πππππ
Sementara Tuan Yuda membanting apapun yang berada di ruang kerjanya.
Felix menceritakan segalanya mengapa tuan Yuda tidak bisa melihat CCTV di kamar Nata, bahkan suaranya pun sudah tidak terdengar, alat penyadap nya pun di rusak
Tuan Yuda kehilangan kendali mulai memasukan kode kamar Nata, namun hasilnya nihil. Nata sudah mengganti kode kamarnya dengan sidik jari ya
"Aaahhhhhhhhhhh...." teriak Tuan Yuda membanting apapun di depan kamar Nata.
Prangggg prang pranggg....
Nata mendengar suara gaduh di depan kamarnya, langsung melihat monitor, ia melihat Tuan Yuda mengamuk. Nata mengambil remot kamarnya, ia langsung mengubah menjadi kedap suara.
Nata memilih menonton TV tentang kehamilan. di kamar Nata terdapat dapur mini buatan nya sendiri. dia keluar saat ia benar benar ingin keluar saja
Di tambah lagi si jabang bayi yang hidup di rahim nya, ia harus ekstra hati hati, walaupun kehamilan nya hamil kebo atau badak
"Hah.. biarkan saja... aku takut anak ku melihat kelakuan ayahnya sendiri, nanti dia marah lagi, aku terdorong lalu terhempas perutku berdarah" Nata menggeleng gelengkan kepalanya. "Tidak... tidak.."
Demi kebaikan jabang bayinya, ia tak menenangkan kemarahan tuan Yuda yang terlanjur kalap
"Maaf tuan.. maafkan aku tidak bisa menjadi tuas pengan mu aku takut jabang bayi ku terkena dorongan mu" ucap Nata mengelus elus perutnya
ππππ
Nenek Asih menenangkan Tuan Yuda yang sedang marah besar
"Yuda.. hei.. kenapa??" Nenek Asih membawa Tuan Yuda duduk di ruang tamu
"Gadis nakal itu Nek" Nenek Asih mengeryitkan alisnya, tidak mengerti apa yang Tuan Yuda maksud
"Maksud mu apa Yuda" tanya Nenek Asih penasaran
"Nek.. aku memasang CCTV di kamar Nata, dia menghancurkan semuanya Nek" sudah kepalang tanggung, tuan Yuda mengaku pada Nenek Asih
"Astagfirullah... pantesan.. Nata menghancurkan nya sekarang??" Nenek Asih menghela nafas kasar. "Dia seperti nya menunggu mu untuk melepaskan semua CCTV di kamarnya, tapi kau masih saja mengeyel, pantas saja dia jengkel dan menghancurkan nya, sudah Nenek bilang, hilangkan egomu lalu meminta maaflah pada Nata istrimu"
Tuan Yuda hanya diam, benar kata kata Nenek Asih. kesabaran manusia juga bisa saja meledak suatu saat.
Nenek Asih langsung pergi meninggal kan Tuan Yuda yang merenungi kesalahan nya
Bersambung
Nih author kasih yang panjang...
Aduh.. ayok ayok Like nya jangan lupa
Kurang baik apa nih author ngetik tengah malemπ€£π€£
Yok lah sama sama saling dukung mendukungππ
Maap yah kalo ada typo, ngantuk bener, di pagi hari di kehidupan nyata author cuci piring, cuci baju, beres beres rumah.
maklum anak prawan dari lahir jebrot kagak pernah mencicipi yang namanya pacaran jarang Malming ueyπ€£π€£π€£
Jangan lupa yeh say Like dan Vote Daratkan. biar author bisa update terus karna ada penyemangatπ€£π€£ππππππ
__ADS_1
salam author gebleg..π€£π