Ceo Pemaksa (Revisi)

Ceo Pemaksa (Revisi)
Halusinasi


__ADS_3

Kandungan Kenzi semakin membesar. Hari ini ramai sekali pengunjung datang ke toko roti Kenzi, banyaknya pelanggan dari toko roti membuat Kenzi semakin kewalahan. perut Kenzi yang semakin hari semakin membesar, membuat Kenzi sulit untuk beraktifitas seperti biasa. Kini kehamilan Kenzi menginjak 9 bulan.


"Aku harus tutup toko" Kenzi duduk di kursi. kakinya semakin membengkak karena beraktifitas berlebihan. Ingat Nak.. kita harus berjuang satu sama lain, untuk melahirkan kamu. ibu perlu banyak biaya.. jadi bersabarlah sebentar lagi. Kenzi mengelus perutnya yang semakin besar, mungkin dalam hitungan hari, Kenzi akan melahirkan anaknya.


Kenzi memang sengaja tidak melihat jenis kelamin sang jabang bayi, bagi Kenzi apapun jenis kelaminnya, Kenzi akan selalu menyayangi anaknya dengan sepenuh hati. Ibu sangat sayang kamu Nak.


"Livia.." Kenzi manggil Livia, pegawai baru yang ia terima saat usia kandungan Kenzi lima bulan. "Ya Kenz" Livia mendekati Kenzi yang sedang duduk memijat kakinya dengan susah payah. "Mari aku bantu Kenz. kenapa kamu memanggil ku" Livia berbicara sambil memijat kaki Kenzi dengan minyak hangat.


Kenzi mulai menatap Livia. gadis yang ia tolong dari para penagih hutang. "Liv, sebentar lagi aku akan melahirkan. aku berencana menutup toko" Mata Livia seolah berkaca kaca melihat mata Kenzi. tidak mungkin bagi Livia untuk mencari kerja dan tempat tinggal baru lagi. karena Livia benar benar sebatang kara.


"Jika kamu tidak keberatan, kamu bisa mengurus sendiri toko kue ku. karena jujur aku sudah tidak sanggup lagi" Kenzi menatap Livia, dengan tatapan sendu.


Mata Livia berbinar setelah mendengar apa yang Kenzi ucapkan. "Baiklah. aku berjanji akan bisa mengurus toko kue sendiri. lagi pula dari dulu aku sudah bilang, kau harus beristirahat Kenzi" Livia mengelus perut Kenzi yang semakin membesar. kadang bayi dalam perut Kenzi menendang nendang seperti sangat antusias ingin melihat indahnya dunia, dengan mata bulat dan kecilnya nanti.


"Semua aku serahkan padamu! jagalah kepercayaan ku" Kenzi menepuk pundak Livia. Livia tersenyum melihat Kenzi, baginya Kenzi adalah tempat bernaungnya saat ini.


"Baiklah.. sekarang istirahatlah" Livia menggandeng Kenzi masuk ke dalam rumahnya.


Berkat kesuksesan toko kue Kenzi. sekarang Kenzi memiliki rumah dari hasil jualan kuenya. Kenzi sengaja membuat toko kuenya di depan halaman rumahnya, dan saat ini Kenzi memiliki Livia untuk menjaga tokonya. sebenarnya toko Kue Kenzi hanyalah toko kue pesan antar. lalu lambat laun Kenzi mulai membuka toko kue ala cafe. "Aku sangat cape Liv. semoga lahiranku lancar" Livia menangguk ketika mendengar ucapan Kenzi.

__ADS_1


Livia membaringkan Kenzi di ranjangnya. "Tidurlah.." Livia menyalakan pendingin ruangan. Kenzi tidak bisa tertidur jika tidak menyalakan AC. mungkin juga itu bawaan sang jabang bayi.


"Hmmmm" Kenzi menggeliat. lalu tertidur pulas di ranjangnya. Livia tersenyum melihat Kenzi yang langsung tertidur pulas ketika merasakan hawa dingin dari pendingin ruangan.


Kenzi meringkuk dalam selimut.


😊😊😊😊😊😊


Reyan menatap puluhan bahkan ratusan foto Kenzi yang terpampang nyata di dinding kamar rahasia Reyan. Di dinding itu terdapat foto candid Kenzi yang sedang membuat kue bersama Livia.


Livia adalah gadis yang ia suruh untuk menjaga Kenzi dari dekat. bahkan Kenzi mempercayai bahwa Reyan tidak dapat menemukannya di luar negeri. "Aku akan menjemput mu" Reyan menatap foto yang Livia kirim hari ini. Kenzi yang tertidur meringkuk. Livia sempat bercerita tentang Kenzi yang akan cepat tertidur ketika Kenzi merasakan hawa dingin pendingin ruangan.


Queen tersenyum senang melihat kondisi kakaknya yang mulai membaik. "Queen kapan Kenzi melahirkan anakku??" Tanya Reyan pada sang adik. "Tinggal beberapa hari lagi. kita tunggu saja. Kenzi tidak akan curiga kak. Kakak harus cepat segera sembuh! kalau tidak, aku tidak akan mengizinkan kakak untuk bertemu dengan anak kakak"


Reyan terkekeh geli melihat wajah cemberut adik kesayangannya. "Lihat saja! aku pasti bisa menggendong anakku" Reyan membayangkan wajah bayinya. mungkin akan terlihat gagah jika mirip dengan Reyan. apalagi jika perempuan, pasti terlihat cantik seperti sang Momy, Kenzi.


"Kau terlalu percaya diri kak" Queen menatap seolah mengejek pada sang kakak.


"Terserah! tapi aku yakin bisa menemani Kenzi pada saat persalinan! lihat saja" Reyan menatap sengit sang adik.

__ADS_1


"Baiklah" Queen merasa bahagia melihat semangat sang kakak.


🤗🤗🤗🤗🤗


"Ya Allah... " Kenzi memekik kaget melihat cairan bening yang mengucur dari baju hamilnya.


"Arrgghhhhh"


"Kenzi!"


"Kamu pasti kuat!!!"


"Aku sedang berhalusinasi"


😘😘😘😘


Yuklah.. bagi Vote, Rate dan Likenya...


jangan lupa comen yang membangun semangat Yana yah😘

__ADS_1


Jangan medit sama thor yah😅😍😍😘


__ADS_2