
Author persingkat saja waktunya. biar para readers gak bosen bacanya.
Selamat membaca๐๐
Semenjak itu, kehamilan Nata sudah di ketahui seluruh istana. karna perutnya semakin hari semakin membesar. Nenek Asih dan Angela tersenyum senang mendengar kehamilan Nata, namun ada sedikit gurat kecewa, karna Nata sama sekali tidak menceritakan tentang kehamilan nya pada Angela dan Nenek Asih.
Tuan Yuda semakin posesif pada Nata. sementara Nata terlihat tidak menggubris perintah Tuan Yuda
Nata masih nyaman pulang pergi kuliah dari istana ke kampus. karna kehamilan Nata tidak seperti wanita hamil yang pada umum nya pagi pagi muntah muntah dan ngidam segala macem. tapi Alhamdulillah nya Nata seperti biasa sebelum mengandung
Berbanding terbalik dengan Tuan Yuda. dengan segala macam cara ia terus mengusik Nata, entah apa yang merasuki tuan Yuda sampai sampai dia terus mengikuti Nata
Tuan Yuda sering muntah muntah kalo nyium bau parfum yang menyengat jiwa, anehnya lagi dia jarang makan. lebih suka makan di samping Nata. udah tau dong yang ngidam tuan Yuda
"Gadis nakal... sini..."Tuan Yuda memanggil Nata dengan sebutan Gadis
Cek. apa lagi sih, perasaan yang hamil aku.. kok jadi tuan Yuda yang ngidam.. mana mintanya yang aneh aneh lagi. Nata mulai mendekat pada Tuan Yuda
Tuan Yuda menepuk nepuk sofa di kosong di sebelahnya. "Aku ingin membelai anak ku"
Nata menurut saja duduk di samping Tuan Yuda, tangan besar nya mulai mengelus elus perut Nata yang semakin membesar. "Jangan membantah ku lagi, di dalam perut mu ada anak ku. jika tidak kamu sudah ku seret untuk melayani ku" Nata menelan ludahnya mendengar ucapan Tuan Yuda
"Gadis nakal... kamu mau lahiran oprasi atau normal??" tanya Tuan Yuda memandang Nata dengan mata tajam nya
"Aku.. aku.. mau normal saja.."Nata mulai gugup di pandang sangat intens oleh tuan Yuda
"Baiklah terserah kamu saja.. tapi apakah kamu tau gadis nakal.. kalo mau lahiran normal harus sering berhubungngan suami istri loh.." bisik Tuan Yuda tepat di telinga Nata
"Iya kah??" Nata pura pura tidak mengerti
"Iya.. lebih baik sekarang, kau harus tidur di kamar ku! tidak ada bantahan!!!" ucap Tuan Yuda. tangan nya masih tetap asik mengusap usap perut Nata, Terkadang ia selalu mengusel seperti anak kecil
"Tapi.. tapi.. aku tidak bisa berbagi tempat tidur tuan" Nata mulai mencari sejuta alasan. dia masih takut berhubungngan suami istri karna kejadian waktu itu
Tuan Yuda mendengus kesal, ia langsung menelpon seseorang untuk membeli ranjang yang sangat besar
"Halo.. belikan aku ranjang yang sangat besar dan empuk" ucap Tuan Yuda
"................"
"Aku ingin yang lebih besar dari punyaku, harus ada alat pemijat, pendingin dan panas nya" ucap Tuan Yuda tersenyum senang melirik Nata
Sementara Nata tercengang melihat Tuan Yuda yang tersenyum penuh kemenengan
"Hahah.." Tuan Yuda tertawa melihat muka masam Nata
"Sudah lah... ini juga karna aku mengidam.. nanti anak ku ileran" Tuan Yuda langsung membawa Nata ke kamarnya
Setelah masuk, Nata kaget melihat kamar Tuan Yuda berwarna pink dan biru
"Tuan... apa mata anda tidak sakit melihat dua warna sekaligus di cat di kamar anda" Nata bergidik melihat Tuan Yuda yang tersenyum aneh
__ADS_1
"Tidak.. ini kemauan anak kita" Tuan Yuda langsung memakan camilan buah mangga yang sangat asam
Nata ingin keluar, namun Tuan Yuda memegang erat tangan Nata "Jangan pergi!"
"Di sini sangat panas Tuan..." Nata mulai mengibas ngibaskan tangan nya
"Maaf... tapi aku kedinginan kalau AC nya menyala" mata Tuan Yuda mulai berkaca kaca
"Tuan.. berarti kita tidak bisa sekamar, karna aku tidak kuat panas" Dengan berat hati Tuan Yuda melepas tangan Nata
Nata sudah keluar dari kandang singa pun tersenyum senang. tapi untuk urusan tidak tahan panas, itu memang kenyataan
Tuan Yuda langsung menangis keras seperti anak kecil yang tidak di beri es krim, seluruh istana langsung kaget mendengar tangisan Tuan Yuda
Nenek Asih dan Angela langsung pergi menuju ke kamar Tuan Yuda bersama Felix dan Kajol
Nata yang sedang rebahan dengan kamar mode kedap suara langsung tertidur
"Yuda.... sadarlah...." Nenek Asih berusaha menenangkan Tuan Yuda
Angela panik langsung pergi ke kamar Nata, niat hati ingin membangunkan Nata, namun sudah hampir 10 menit Angela mengetok ketok kamar Nata sambil berteriak memanggilnya
"Ini nih.. kalo kamar ada mode kedap suara, kalo di panggil panggil gak akan dengar" Angela menghela nafas
Angela langsung kembali ke kamar Tuan Yuda.
Nenek Asih masih menenangkan Tuan Yuda yang berguling guling kesana kemari sambil menangis kencang
"Mau Gadis Nakal........... mau Gadis Nakal... mau tidur dengan Gadis.... Nakal......" Tuan Yuda menangis keras.
Para pelayan yang berada di bawah sangat penasaran apa yang terjadi, namun sayang di lantai atas hanya beberapa pelayan pilihan yang boleh menginjakan kaki di lantai atas istana
Nenek Asih sudah paham apa yang di inginkan Tuan Yuda, Nenek Asih melirik Angela. Angela hanya menggeleng gelengkan kepalanya
"Mau.. buat anak... mau buat anak...." ucap Tuan Yuda berguling guling..
Felix dan Kajol menahan tawa dengan susah payah, Angela sudah tertawa terbahak bahak mendengar ucapan Kakaknya
"Kajol.. telpon ponsel Nata" Nenek Asih memberikan ponsel nya pada Kajol
"Halo Nona... "
"Siapa..." Nata baru terbangun dari tidurnya karna suara ponsel nya
"Saya Kajol Nona.. Nona.. saya harap Nona segera keluar dari kamar... Tuan Yuda mengamuk Nona" Kajol langsung menjelaskan situasi nya dengan singkat
"Baiklah aku kesana.. berikan ponselnya pada Tuan Yuda" Nata menarik nafas panjang agar bisa bersabar menghadapi suaminya yang aneh
"Tuan... Nona Nata.. ingin berbicara pada anda" ucap Kajol menyerahkan Ponsel Nenek Asih pada Tuan Yuda
Seketika tangis Tuan Yuda langsung berhenti, ia meraih ponsel nya dengan tersenyum senang
__ADS_1
"Gadis Nakal.. ingin tidur dengan ku??" tanya Tuan Yuda mengusap ingusnya dengan baju Nenek Asih
Nenek Asih langsung mengeplak kening Tuan Yuda
Sementara Angela, Kajol dan Felix tertawa melihat reaksi Nenek Asih yang bergidik jijik
"Iya.." Nata langsung menutup telpon nya ketika sudah menjawab
Awalnya Tuan Yuda senang mendengar jawaban Nata, namun lama kelamaan ia menangis terisak merangkul lututnya sendri
"Ada apa lagi Kak" Angela mulai jengah dengan tingkah kakak nya.
"Hiks hiks hiks... dia mematikan telpon nya" Tuan Yuda mulai merangkul lututnya dengan erat
Nenek Asih menggeleng gelengkan kepalanya, ia tak percaya Yuda nya yang terkenal kejam berubah sekejap mata
Nata langsung masuk menghampiri Tuan Yuda "Tuan..." Nata berdiri tepat di samping tuan Yuda, sekarang Nata susah berjongkok untuk menenangkan Tuan Yuda
Nenek Asih memberi kode agar semua keluar.
Ajaib Tuan Yuda langsung tidak menangis lagi melihat Nata berdiri di sampingnya
"Bangun... aku tidak bisa berjongkok" ucap Nata tersenyum.
Tanpa aba aba Tuan Yuda langsung bangun mengagetkan Nata
"Gadis Nakal.." Tuan Yuda langsung menggiring Nata duduk di samping Tuan Yuda
Mata Tuan Yuda sembab. Nata berdiri lalu menyuruh Tuan Yuda membasuh mukanya
Tuan Yuda menurut saja apa yang di perintahkan Nata
"Sudah.. " Tuan Yuda langsung menyuruh Nata duduk di tengah ranjang barunya, lalu ia langsung duduk di paha empuk Nata.
Tuan Yuda mengelus perut Nata dengan kasih sayang, dia terus menghujani ciuman pada perut Nata
Nata menggeliat kegelian tak biasa menerima sentuhan tuan Yuda
"Gadis.. Nakal.. tidur disini yah.. " Tuan Yuda mulai berkaca kaca melihat mata indah Nata
"Iya... nyalakan AC nya" Nata mulai gerah kembali
Tuan Yuda mulai menyalakan AC nya
Bersambung
Kak author izin gak update dulu๐
Karna author ada kesibukan di dunia nyata, nanti author usahakan. update tapi tidak setiap hari๐๐โคโค
Salam author gebleg๐๐โคโค๐๐
__ADS_1