
Saat Kenzi dan Kenza sedang berbicara dengan seru. Kenzi terkejut melihat Kenza menyeret gadis cantik masuk ke dalam rumahnya.
"Lepaskan!" teriak gadis itu tak suka. Kenzo hanya menutup telinganya sambil tersenyum mengejek melihat raut wajah gadis itu.
Mulut Kenza membuka lebar, seakan terpesona oleh kecantikan gadis yang Kenzo bawa. "Siapa gadis itu Kenz! jangan kasar padanya!!" Kenza beruha menepis cengkraman tangan Kenzo pada gadis itu.
Kenzo menatap tajam sang kakak. "Perkenalkan Namamu!!" ucap Kenzo meninggi.
Neng Gilsa Gustof
"Namaku Gilsa" ucap Gilsa angkuh. dia berusaha melepas tangan Kenzo yang semakin erat mencengkram tangannya. "Sakit!!" Gilsa mengigit tangan Kenzo sampai membekas. Kenzo langsung melepas cengkramannya.
"Dia!" ucap Kenzo menunjuk Gilsa. "Akan menjadi adik ipar kalian" Kenzo merasa bangga bisa memaksa Nona Muda Angkuh ini untuk menikah dengannya. meski Gilsa mau menikah karena dalam ancaman Kenzo.
"Aku tidak mau! mana sudi aku dengannya!" ucap Gilsa meninggi.
Gadis Angkuh. Kenzi langsung menimang Baby Reyki, mungkin saja suara Gilsa bisa saja membuat polusi suara.
"Duduklah cantik! hatimu harus di percantik dulu sebelum menjadi adik iparku" ucap Kenzi melambaikan tangannya, agar Gilsa duduk di sebelahnya.
Gilsa seakan menurut pada Kenzi, mungkin aura Kenzi meneduhkan bagi Gilsa. Aura keibuan Kenzi seakan terpancar. "Aku tidak mau menikah dengannya.. hiks hiks" Benar saja Gilsa menangis membenamkan wajahnya ke pundak Kenzi.
"Lalu kemana bocah tengil itu ingin menikahimu? pasti ada sebabnya bukan" ucap Kenzi mengelus puncak kepala Gilsa. Gadis itu semakin terisak karena tidak mau menikah dengan Kenzo.
__ADS_1
Setelah 15 Menit menangis, akhirnya Gilsa membuka suara. "Aku di perk*sa Kenzo hiks! aku kotor!!!!" ucap Gilsa menangis lagi.
Kenza semakin geram melihat wajah tak berdosa Kenzo. Lihat wajah angkuhnya! sama seperti Ayah.
"Bi.." ucap Kenzi memanggil Baby sitter Baby Reyki.
"Ya Nona"
"Bawa Baby Reyki ke kamar" ucap Kenzi. Baby sitter itu langsung menerima Baby Reyki lalu pergi bergegas menuju ke kamar sang Baby.
"Kau keterlaluan! bagaimana kau bisa melecehkan dia! sedangkan kau tau kakak perempuan mu saja di lecehkan hampir enam bulan sampai hamil! apa kau tidak merasa sedih saat itu terjadi padaku? jawab aku!!!" suara Kenzi semakin meninggi. Kenza terdiam mendengar suara Kenzi, karena memang apa yang di lakukan Kenzo salah.
Kenzo menatap Kenzi, mata Kenzi berkaca kaca menatapnya. "Ya tuhan Kak! aku sangat bersedih ketika kau berada di posisi Gilsa" ucap Kenzo frustasi
"Dengarkan aku kak! aku memang tidak memiliki rasa cinta pada Gilsa---
ucapan Kenzo terpotong oleh Kenzi
"Maksudmu hanya karena nafsu belaka??" ucap Kenzi meninggi.
"Bukan! jangan potong dulu! aku juga ingin berbicara!" Kenzo menghela nafasnya dengan kasar. "Aku di jebak oleh Claris dan Erick saat sedang di club malam. jus jeruk yang aku minum ternyata mengandung obat perangsang dengan dosis yang cukup tinggi. aku bisa saja merendahkan sebentar efeknya dengan air dingin, tetapi pada saat itu aku di kejar oleh Erick sampai ke jalanan yang terlihat sepi dan jarang di lewati. untungnya aku berhasil kabur! Claris ingin tidur denganku. sampai aku melakukan mobilku dengan kecepatan tinggi untuk mengelabuhi Erick. disitu aku menabrak portal dan tidak sadarkan diri. Setelah beberapa saat Mobilku bergoncang seperti di tabrak dari belakang, aku samar samar melihat gadis cantik.aku dan Gilsa sama sama mabuk waktu itu. tetapi karena aku sudah tidak ingat apapun... dan terjadilah ... itu sebabnya aku ingin menikahinya! karena dia yang pertama untukku, dan aku juga yang pertama untuknya" ucap Kenzo panjang lebar, kalau tidak di jelaskan bisa terjadi alamat palsu seperti lagunya ATT.
Gilsa langsung terdiam mencerna apa yang Kenzo ucapkan. "Kau berkata jujur?" tanya Gilsa dengan serius, jika tidak sengaja mungkin Gilsa tidak akan meminta tanggung jawab Kenzo. karena di neraganya banyak yang sudah tidak gadis lagi.
"Tidak usah! aku penganut wanita bebas!" ucap Gilsa dengan datar. "Mungkin aku masih gadis saat kau menyentuhku! namun di negara ku tidak apa apa jika wanita sudah melakukan itu"
__ADS_1
"Baiklah! aku pergi dulu" ucap Gilsa dengan santainya ingin pergi keluar dari Rumah Kenzi.
"Tidak bisa!" teriak Kenzo dengan keras.
"Kalau kau tidak menuruti perintah ku! akan ku buat kau hamil anak ku! lalu menikahiku! aku pastikan kau tidak akan bisa lari dari ku Gilsa Gustof" teriak Kenzo semakin meninggi.
"Bagaimana kau tau namaku?" Gilsa langsung mengambil ancang ancang untuk kabur. Kenzo langsung menggendong Gilsa seperti karung beras. Kenzo membawa Gilsa ke Paviliun belakang rumah Kenzi.
Kenzo langsung masuk dan mengunci dirinya dan Gilsa dari dalam. Kenza langsung mengetok pintunya dengan kasar. "Kenzo! buka! dia bisa trauma!!" teriak Kenzo kencang.
Kenzi tak bisa berbuat banyak. karena rumah itu sangat susah untuk di bobol. "Biarkan mereka menyelesaikan permasalahan mereka sendiri" ucap Kenzi
Kenza menghela nafas frustasi. "Kau benar benar seperti Ayah!" ucap Kenza meninggi. entahlah apa Kenzo mendengar ucapannya. karena menurut Kenzi Paviliun ini adalah tempatnya di sekap oleh Rey. dan suara apapun tidak bisa di dengar dari dalam ketika pintu sudah tertutup. bahkan kacanya pun sudah gelap.
"Aku jadi mengingat sebelum kejadian itu terjadi. aku sempat di tawan di sini dulu"
Abang Kenzo Arga Soedarjo
**Terimakasih banyak sudah mau datang dan membaca
Jangan lupa selalu dukung author dengan Vote, like, dan coment😘
Selamat membaca**
__ADS_1