
Dor
"Astagfirullah.. suara apa itu??" tanya Nenek Asih histeris
"Nek.. suaranya berasal dari lantai atas" ucap Angela lari menuju ke atas tanpa rasa takut
Deg
Mendengar ucapan Angela. Tuan Yuda langsung lari ke lantai atas dengan cepat
Nenek Asih yang penasaran apa yang terjadi di atas terpaksa harus tetap di kamar tamu, karna khawatir dengan keselamatan Kenza dan Kenzi
Flashback on
"Astaga" ucap Jimy pelan
Jimy langsung beriap siap menembakan peluru dalam pistolnya
Dor
Nata yang kaget langsung terbangun menendang pelaku yang kakinya sudah bersimbah darah.
Brug
Pelaku itu meringis kesakitan.
Kajol pun tergeletak pingsan dibekap obat bius oleh pelaku sebelum masuk kedalam kamar dengan berhati hati dan pelan. Jimy sempat melihat Kajol di bekap menggunakan obat bius
Setelah Kajol pingsan, dengan cepat pelaku itu mendekati cairan infus Nata. dari dalam saku, pelaku hendak menyuntikan sesuatu kedalam infus Nata
Jimy menghela nafas lega karna kejadian itu di cegah oleh dirinya dengan cepat.
Dengan cepat Jimy langsung mengamankan pelaku, lalu mengikatnya dengan sangat erat.
Flashback off
"Apa yang terjadi" teriak Tuan Yuda keras. Tuan Yuda kaget melihat darah dalam kamarnya
__ADS_1
Tuan Yuda langsung menghampiri Nata, lalu memeluk Nata dengan erat. "Sayang.. kamu tidak apa apakan"
Nata mengangguk. "Aku tidak apa apa tuan" ucap Nata
Deg
Hati Tuan Yuda sakit mendengar ucapan Nata. entah mengapa Tuan Yuda merasakan sakit dalam hatinya
"Jimy.. interogasi dia di ruang bawa tanah! siksa dia kalau tidak mau mengaku" ucap Tuan Yuda meninggi
"Baik Tuan" Jimy langsung menyeret pelaku tanpa ampun menuju ke ruang bawah tanah rahasia
Tuan Yuda langsung memeluk erat Nata yang terlihat ketakutan karna ucapan Tuan Yuda dan Jimy. "Tenang saja sayang.. aku tidak akan menyakiti mu! ayo kita tidur lagi.. tapi jangan di kamar ini" ucap Tuan Yuda menggendong Nata. tangan Nata memegang infus. tak di pungkiri hatinya berdebar debar berdekatan dengan Tuan Yuda
Felix langsung menggendong Kajol yang sedang pingsan menuju ke rumah belakang khusus pelayan.
Nata langsung tertidur dalam gendongan Tuan Yuda, ada rasa nyaman yang hinggap pada Nata
"Tidurlah sayang.. jangan lupa mimpi aku" Tuan Yuda mengecup kening Nata lama, lalu bergegas menuju ke kamar mandi untuk berendam
Nata membuka matanya sedikit, merasakan kecupan hangat di keningnya. Semoga Tuan bisa berubah. Nata kembali menutup matanya tertidur pulas
"Selamat tidur istriku yang manis, bahenol" ucap Tuan Yuda terkekeh.
Nata langsung menyikut keras perut Tuan Yuda. "Mesum" ucap Nata
"Rupanya kau belum tertidur?? hmm" bisik Tuan Yuda tepat di telinga Nata, membuat Nata merasakan geli
"Aku sudah tidur Tuan. tapi kata kata anda mengusik pendengaran saya" ucap Nata ketus. Nata memilih tidur membelakangi Tuan Yuda
Tuan Yuda langsung mengusap perut ramping sang Nata dengan lembut, agar buah hatinya merasakan kehangatan tangan sang ayah.
"Tidurlah.. aku tau kau belum tidur sayang. jangan buat dia berdiri.. aku tidak tahan" suara Tuan Yuda semakin memberat menahan hasrat yang bergejolak
"Mesum.." Nata memilih tidur dari pada meladeni Tuan Yuda yang mulai omes
Tuan Yuda memilih tidur memeluk Nata dari belakang sambil mengelus elus lembut perut Nata. Nata tertidur pulas karna Tuan Yuda mengelus perutnya dengan lembut
__ADS_1
Kram yang Nata alami dari tadi mereda, karna kejadian tadi.
😜😜😜😜😜
Harap tidak di dilakukan! apa lagi di praktek kan!!!!!!!
Sementara di ruang bawah tanah Jimy sedang menyiksa pelaku kejahatan dengan cambuk.
Cetar cetar cetar
"Ampun.. sakit.." sang pelaku merintih kesakitan karna perih hasil cambukan Jimy
"Masih tidak mau mengaku??"
Cetar cetar cetar
"Ampunnnn heeeesssssssss"
"Ampuni aku Tuan!!" teriaknya keras
"Hah.. hanya ampun ampun saja.. tapi tidak mau mengaku!!!!!!!" Jimy semakin geram langsung meminta besi yang sudah di panaskan memakai panas bara api terlebih dahulu pada bodyguard
Mata pelaku itu langsung membelalak melihat besi panas itu.
"Masih tidak mengaku hmmm" Jimy mengarahkan besi panas itu ke punggung pelaku
"Baik baik Tuan.. aku akan berbicara.. tolong singkirkan besi panas itu dari tubuh saya" ucapnya bergetar
Prang.. prang..
Jimy menjauhkan besi panas itu.
"Yang menyuruh saya..."
Bersambung
Jangan lupa yah... Kita saling dukung🙏
__ADS_1
Like, comen dan Vote biar authornya tambah semangat lanjut Update nya😘
Mari saling dukung🙏😍☺