Ceo Pemaksa (Revisi)

Ceo Pemaksa (Revisi)
Siapa pelakunya?


__ADS_3

Dor


"Astagfirullah.. suara apa itu??" tanya Nenek Asih histeris


"Nek.. suaranya berasal dari lantai atas" ucap Angela lari menuju ke atas tanpa rasa takut


Deg


Mendengar ucapan Angela. Tuan Yuda langsung lari ke lantai atas dengan cepat


Nenek Asih yang penasaran apa yang terjadi di atas terpaksa harus tetap di kamar tamu, karna khawatir dengan keselamatan Kenza dan Kenzi


Flashback on


"Astaga" ucap Jimy pelan


Jimy langsung beriap siap menembakan peluru dalam pistolnya


Dor


Nata yang kaget langsung terbangun menendang pelaku yang kakinya sudah bersimbah darah.


Brug


Pelaku itu meringis kesakitan.


Kajol pun tergeletak pingsan dibekap obat bius oleh pelaku sebelum masuk kedalam kamar dengan berhati hati dan pelan. Jimy sempat melihat Kajol di bekap menggunakan obat bius


Setelah Kajol pingsan, dengan cepat pelaku itu mendekati cairan infus Nata. dari dalam saku, pelaku hendak menyuntikan sesuatu kedalam infus Nata


Jimy menghela nafas lega karna kejadian itu di cegah oleh dirinya dengan cepat.


Dengan cepat Jimy langsung mengamankan pelaku, lalu mengikatnya dengan sangat erat.


Flashback off


"Apa yang terjadi" teriak Tuan Yuda keras. Tuan Yuda kaget melihat darah dalam kamarnya

__ADS_1


Tuan Yuda langsung menghampiri Nata, lalu memeluk Nata dengan erat. "Sayang.. kamu tidak apa apakan"


Nata mengangguk. "Aku tidak apa apa tuan" ucap Nata


Deg


Hati Tuan Yuda sakit mendengar ucapan Nata. entah mengapa Tuan Yuda merasakan sakit dalam hatinya


"Jimy.. interogasi dia di ruang bawa tanah! siksa dia kalau tidak mau mengaku" ucap Tuan Yuda meninggi


"Baik Tuan" Jimy langsung menyeret pelaku tanpa ampun menuju ke ruang bawah tanah rahasia


Tuan Yuda langsung memeluk erat Nata yang terlihat ketakutan karna ucapan Tuan Yuda dan Jimy. "Tenang saja sayang.. aku tidak akan menyakiti mu! ayo kita tidur lagi.. tapi jangan di kamar ini" ucap Tuan Yuda menggendong Nata. tangan Nata memegang infus. tak di pungkiri hatinya berdebar debar berdekatan dengan Tuan Yuda


Felix langsung menggendong Kajol yang sedang pingsan menuju ke rumah belakang khusus pelayan.


Nata langsung tertidur dalam gendongan Tuan Yuda, ada rasa nyaman yang hinggap pada Nata


"Tidurlah sayang.. jangan lupa mimpi aku" Tuan Yuda mengecup kening Nata lama, lalu bergegas menuju ke kamar mandi untuk berendam


Nata membuka matanya sedikit, merasakan kecupan hangat di keningnya. Semoga Tuan bisa berubah. Nata kembali menutup matanya tertidur pulas


"Selamat tidur istriku yang manis, bahenol" ucap Tuan Yuda terkekeh.


Nata langsung menyikut keras perut Tuan Yuda. "Mesum" ucap Nata


"Rupanya kau belum tertidur?? hmm" bisik Tuan Yuda tepat di telinga Nata, membuat Nata merasakan geli


"Aku sudah tidur Tuan. tapi kata kata anda mengusik pendengaran saya" ucap Nata ketus. Nata memilih tidur membelakangi Tuan Yuda


Tuan Yuda langsung mengusap perut ramping sang Nata dengan lembut, agar buah hatinya merasakan kehangatan tangan sang ayah.


"Tidurlah.. aku tau kau belum tidur sayang. jangan buat dia berdiri.. aku tidak tahan" suara Tuan Yuda semakin memberat menahan hasrat yang bergejolak


"Mesum.." Nata memilih tidur dari pada meladeni Tuan Yuda yang mulai omes


Tuan Yuda memilih tidur memeluk Nata dari belakang sambil mengelus elus lembut perut Nata. Nata tertidur pulas karna Tuan Yuda mengelus perutnya dengan lembut

__ADS_1


Kram yang Nata alami dari tadi mereda, karna kejadian tadi.


😜😜😜😜😜


Harap tidak di dilakukan! apa lagi di praktek kan!!!!!!!


Sementara di ruang bawah tanah Jimy sedang menyiksa pelaku kejahatan dengan cambuk.


Cetar cetar cetar


"Ampun.. sakit.." sang pelaku merintih kesakitan karna perih hasil cambukan Jimy


"Masih tidak mau mengaku??"


Cetar cetar cetar


"Ampunnnn heeeesssssssss"


"Ampuni aku Tuan!!" teriaknya keras


"Hah.. hanya ampun ampun saja.. tapi tidak mau mengaku!!!!!!!" Jimy semakin geram langsung meminta besi yang sudah di panaskan memakai panas bara api terlebih dahulu pada bodyguard


Mata pelaku itu langsung membelalak melihat besi panas itu.


"Masih tidak mengaku hmmm" Jimy mengarahkan besi panas itu ke punggung pelaku


"Baik baik Tuan.. aku akan berbicara.. tolong singkirkan besi panas itu dari tubuh saya" ucapnya bergetar


Prang.. prang..


Jimy menjauhkan besi panas itu.


"Yang menyuruh saya..."


Bersambung


Jangan lupa yah... Kita saling dukung🙏

__ADS_1


Like, comen dan Vote biar authornya tambah semangat lanjut Update nya😘


Mari saling dukung🙏😍☺


__ADS_2