Ceo Pemaksa (Revisi)

Ceo Pemaksa (Revisi)
Jangan tinggalkan aku


__ADS_3

Adik adik jangan baca dulu yah, say😋


harap perhatikan umur😘 🙏🙏🙏


Angela dan Aryan masuk ke kamar pengantin. tepatnya Kamar Angela yang di sulap menjadi kamar pengantin dengan hiasan bunga berbentuk love berserta lilin aroma daan taburan balon di seluruh ruangan.



Angela terperangah melihat itu. "Astaga! Aryan!! lo apa apaan sih! gua gak suka!!" teriak Angela kesal. Angela berusaha menghancurkan seluruh hiasan di kamarnya.


"Angela! hei! lihat mata saya!" Aryan mencengkram erat tangan Angela. dengan cepat Aryan langsung membalik badan Angela menghadap dirinya


Aryan menatap Angela dengan dalam. "Ini bukan saya yang buat! mungkin Nata yang buat hiasan ini! tolong kamu hargain dia" Aryan melepas pelukannya pada Angela, lalu beranjak menuju ranjang Angela. melepas jas dan celana panjang yang Aryan pakai


Mata Angela melotot melihat roti sobek Aryan. "Woy! gak tau malu!!" ucap Angela kesal. Angela langsung berjalan menjauhi Aryan menuju kamar mandi


"Eh.. kamu mau kemana! saya duluan!" ucap Aryan memegang pintu kamar mandi agar tidak tertutup. "Yang ada.. gua duluan!! ini kemben udah basah keringet" Angela menunjuk kebayanya. belahan dada Angela terlihat menantang di mata Aryan


"Mandi barang aja!!" ucap Aryan, hendak memasuki kamar mandi.


"O.G.A.H" Angela langsung membanting pintu kamar mandi dengan keras


Brakkk


"Dasar bidadari bar bar" teriak Aryan terkekeh.


°°°°°°°°°°°


Di kamar Tuan Yuda dan Nata sedang berbaring di ranjang bersama tiga bocil kesayangan mereka. tidak ada aksi sempit sempitan dalam ranjang Tuan Yuda, karna ranjang kamar Tuan Yuda sangat besar dan luas. "Kenza, Kenzi, Kenzo! ya ampunnnn.. kalian kenapa di sini!! sana sama babysitter kalian!!"


Ke tiga bocil menatap sang Ayah dengan tatapan tak suka. sudah di pastikan akan terjadi perang mulut antara tiga bocil dan Tuan Yuda.


"Ayah yang pellgi!" ucap Kenzo menatap tajam sang Ayah. " Ya kan kak?"


"Betull betull betull" ucap Kenza dan Kenzi.


"Yah.. udalah.. kasihan mereka. mereka juga pengin sama aku juga" Nata mengelus bahu Tuan Yuda dengan hangat

__ADS_1


"Kali ini aku denger ucapan kamu sayang" ucap Tuan Yuda mengecup kening Nata dengan hangat


"Cooccweettt" ucap Kenzi dengan heboh. sementara kedua saudaranya menatap Kenzi dengan tatapan jengah


"Nah.. hari ini kita akan tidur berlima okeh" Nata memeluk ketiga buah hatinya. bayi merah yang ia lahirkan kini semakin tumbuh menjadi bocah bocah gembul yang lucu dan imut.


Para tiga bocil bersorak riang. "Yeyyyyy assyikkkk" Tuan Yuda tersenyum melihat kelakuan ketiga anaknya, tawa mereka selalu menyinari Istana Soedarjo


"Tapi kalian harus mandi dan ganti piyama tidur dulu okay. Ibu juga mau beres beres dulu sama mau mandi" ucap Nata lembut mengelus kepala mereka


"Siap ibu" ke tiga bocil langsung pergi dari kamar, menuju kamar mereka masing masing.


Tuan Yuda langsung memeluk Nata dari belakang. "Lepas dulu mas. aku mau mandi" Nata mencoba melepas pelukan Tuan Yuda yang semakin erat. "Mas!!"


"Kita mandi bareng yah" ucap Tuan Yuda menggendong Nata menuju kamar mandi.


"Mas!! ya ampun!!" Nata memeluk erat leher Tuan Yuda


°°°°°°°°°°°


Angela keluar dari kamar mandi memakai handuk. "Sana lu mandi!"


"Lo! pergi sana!" Angela mendorong keras Aryan sampai terjungkal.


Brukk


"Angela! gila! sakit tau" Aryan mendengus kesal, lalu berjalan ke kamar mandi. nafsunya hilang seketika


15 menit kemudian. Aryan keluar dari kamar mandi tanpa memakai handuk


Lihat! kamu bakal takluk dengan saya Angela. Aryan mulai mendekati ranjang Angela perlahan lahan.


Gimana nih! Kak Nata! Astaga! kenapa dia mesti ganti baju gua dengan baju transparan tanpa Bra gini!!! Angela memeluk selimut dengan erat agar menutupi tubuhnya. Warnanya merah gini.


Angela merasakan pergerakan kasurnya. Mati gua! Angela menahan nafasnya dalam dalam


Aryan langsung menghempas selimut yang menutupi tubuh gitar spanyol Angela. "Waaaww.. kamu mau godain saya" Aryan mendekati Angela. "Kamu berhasil!"

__ADS_1


"Ogah! gak mau! pergi!" Teriak Angela hendak melepaskan diri dari Aryan. namun cengkraman sangat erat.


Dan terjadilah apa yang harusnya. penolakan Angela sangat terasa bagi Aryan.


Setelah malam yang panjang. Aryan menyelimuti Angela. "Tidurlah"


Angela menggigit bibirnya menahan suara tangisannya. "Kamu pasti kecewa" Angela menggigit bibir bawahnya dengan kencang


"Ya! saya kecewa" ucap Aryan datar, menatap punggung Angela. "Saya.. akan keluar negri untuk urusan bisnis. saya harap kamu menjaga kesehatan kamu" Aryan langsung pergi menuju kamar mandi, untuk membersihkan diri


Angela berjalan tertatih memungut handuk kimono nya, ia mencoba mengemasi barang barang Aryan yang akan di bawa keluar Negri. Angela menangis sesenggukan menahan suara tangisan nya dengan menggigit bibir bawah nya.


Pintu kamar mandi terbuka. Aryan langsung melihat ke arah Angela yang mengemasi barang barangnya. "Kamu! kenapa mengemasi barang barang saya?" tanya Aryan dengan tajam


Angela tertegun mendengar suara berat Aryan. "Aryan" ucap Angela. ia berusaha berjalan tertatih mendekati Aryan. "Jangan tinggalkan aku" Angela langsung pingsan. dengan sigap Aryan langsung menggendong Angela menuju ranjang


"Angela.. bangun.." Aryan mencoba menyadarkan Angela dengan minyak kayu putih


"Jangan tinggalkan aku hiks hiksss" Angela menatap dalam Aryan. air mata Angela sudah mengalir tak terbendung lagi


"Saya tidak janji Angel! siapa yang pertama bagi kamu" ucap Aryan menatap dalam Angela


"Kamu!" Angela menatap dalam Aryan. mencoba melihat ekspresi Aryan yang terkejut. tetapi ekspresi Aryan tersenyum hangat memandang Angelanya


"Kamu ingat! kenapa tidak minta tanggung jawab saya Angela" Aryan mengelus elus puncak kepala Angela


"Jadi kamu tahu.. hiks hiks hiks" Angel memukul mukul dada bidang Aryan dengan kesal


"Saya tau dari dulu" Aryan menatap Angela dengan dalam. "Mangkanya saya mendekati Nata, agar saya bisa dekat dengan kamu"


"Kamu trauma karna saya" Aryan langsung mengecup kening Angela. "Saya sudah berjanji akan bertanggung jawab Angela, namun saya harus sukses dulu karna harus menghadapi kakak mu itu" ucap Aryan memeluk Angela dengan erat.


Angela menutup matanya. ia tertidur pulas dalam pelukan hangat Aryan. "Jangan tinggal kan aku lagi" gunam Angela dalam tidurnya


°°°°°°°°°°°°°°


Hai guyssss jangan lupa dah, LIKE DAN VOTE buat author tersayang yah😍

__ADS_1


Terimakasih sudah datang dan berkunjung. jangan lupa tinggalkan jejak, mari saling dukung kakak😘


__ADS_2