Ceo Pemaksa (Revisi)

Ceo Pemaksa (Revisi)
R & K


__ADS_3

Sesosok laki laki keluar dari mobil mewahnya. "Selamat siang Tuan"


Tuan Yuda menatap tajam laki laki itu. Kenzo langsung berjalan mendekat, Kenzo bersitatap tajam dengan laki laki itu. "Halo adik ipar" Reyan tersenyum licik melihat Kenzo.


"Kau!" Kenzo semakin geram melihat tingkah arogan Reyan. Reyan semakin tersenyum licik melihat sahabatnya ini.


Tuan Yuda menyuruh Kenzo dan Reyan masuk ke dalam Istana. Mungkin Tuan Yuda mengerti kenapa Kenzi berbicara bahwa sang Ayah tidak akan bisa melindunginya. "Masuklah!"


"Dasar manusia licik!" Kenzo menatap tajam Reyan. Reyan adalah sahabat Kenzo di sekolah, namun setelah 6 bulan Reyan pergi dari sekolahnya tanpa kabar.


"Reyan Danuarga? Pengusaha muda yang mulai mendunia" Tuan Yuda tersenyum smirk melihat Reyan. Jika ini karna ulah Reyan, Tuan Yuda tidak cukup kekuasaan untuk menyeret Reyan menuju meja hukum, walaupun ini daerah kekuasan Tuan Yuda.


"Langsung saja, aku kemari untuk menikahi Kenzi. dimana dia?" ucap Reyan.


Kenzo berdecih. "Kau Reyan Danuarga? sudah ku duga kau bukan orang biasa. Mana mungkin anak SMA bisa sejenius dirimu orang biasa. Kau menguntit kakak ku! dari dia kecil bukan! dasar pedofil" ucap Kenzo berteriak keras. "Aku hanya kecolongan satu kali! dan kau!!!" Kenzo ingin sekali menghajar wajah Reyan yang terus menerus menatapnya dengan senyum khas kelicikannya.


"Kenzo. saya sudah kehabisan kata kata. mungkin ini seperti suatu balasan, karna menyakiti istriku dulu" Tuan Yuda memandang Reyan dengan tatapan sendu.


"Saya hanya punya anak perempuan satu, dan itu selalu saya jaga dengan baik, saya tidak tau apa yang tuhan atur pada nasib Kenzi. Jika kamu mencintai nya dengan tulus! kamu tidak akan melakukan hal seperti itu! Kenzi sampai trauma ketika di sentuh laki laki, termasuk saya dan anak anak saya. Apakah kamu tau? di dalam lubuk hati saya yabg terdalam, Kenzi adalah bintang hati saya. bocah kecil perempuan itu telah tumbuh menjadi remaja. Remaja yang kau hancurkan hidupnya. Saya benar benar sangat menyayangi Kenzi. meskipun kasih sayang saya berbeda dengan ayah ayah yang lainnya. Kau bisa saja meminta Kenzi dengan baik baik, aku menunggu bocah laki laki yang dulu selalu bermain bersama Kenzi" Tuan Yuda menatap Reyan. Bocah laki laki itu adalah Reyan. Pada saat itu Tuan Yuda sangat senang melihat Kenzi mempunyai teman.

__ADS_1


Pikiran Reyan menjadi kacau karena ucapan Tuan Yuda. "Jangan sampai anak dalam kandungan Kenzi memilik nasib seperti Kenzi dan istriku"


"Baiklah Tuan, lalu dimana Kenzi?" Reyan menatap heran seluruh penghuni istana. Reyan mencari cari Kenzi, melalui tatapannya.


Kenza berjalan mendekat pada Reyan. "Kenzi memilih pergi dari pada meminta tanggung jawab mu" ucap Kenza. Kenza terlihat puas melihat mata penderitaan Reyan. Reyan langsung bangkit lalu pergi meninggalkan Istana tanpa pamit. "Sialan!!" Umpat Reyan


Flashback on


Kenzi kecil sangat senang bermain main di taman hiburan. Ayah Kenzi sudah mengijinkan Kenzi untuk bermain main bersama Kajol dan Felix. Kenzi kecil berjalan jalan terlalu jauh. sampai tak terlihat lagi oleh Kajol dan Felix


"Akakkk jangan menangisss" Kenzi ikut menangis di samping bocah laki laki itu. hati Kenzi selembut kapas, sama seperti sang ibu.


"Hei jangan menangis, kakak punya permen untukmu" bocah laki laki itu menyerahkan permenya pada Kenzi kecil.


"Reyan" bocah laki laki itu berkenalan dengan Kenzi Kecil. mata bulat Kenzi tersenyum senang melihat Reyan. "Akak Leyyaannn" Reyan terkekeh gemas mendengar ucapan Kenzi kecil yang memanggilnya. suara cadelnya membuat hati Reyan nyaman.


"Siapa nama kamu?" tanya Reyan dengan senyuman yang merekah. "Kenjjiii namaakuu Kenjiii" Kenzi langsung memeluk tangan Reyan. Reyan langsung tersenyum melihat Kenzi kecil. "Rupanya kamu tersesat" Kenzi menganggukan kepalanya. matanya mulai berkaca kaca melihat Reyan


"Jangan menangis, kakak akan selalu menjaga kamu, Kenjiii" Kenzi semakin memeluk erat lengan Reyan. mata bulat dan pipi gembul Kenzi yang memerah terlihat sangat manis di mata Reyan. sejak itulah Reyan selalu bermain bersama dengan Kenzi kecil. setiap saat mereka akan berjanji bertemu di taman.

__ADS_1


Sampai pada suatu saat Kenzi kecil menunggu Reyan, tetapi Reyan tak kunjung datang menemui Kenzi kecil. siang menjadi sore, rintik rintik hujan membasahi pipi Kenzi. "Akakak Leyyaann jahaddd" Kenzi kecil memeluk lututnya sambil menangis kencang. "Huwaaa"


Felix dan Kajol langsung membawa Kenzi pulang menuju ke Istana.


Saat mobil Kenzi sudah pergi dari taman Istana. Reyan datang dengan menggunakan sepedanya. Reyan menatap taman yang sudah kosong. rintik hujan membasahi air matanya. Reyan terduduk di bangku taman. "Kennjjiii dan Leyyann" gantungan kunci yang Reyan pegang. Kenzi membuatnya dengan sepenuh hati, pada saat Kenzi kecil mulai belajar menulis.


Kenzi kecil dan Reyan tidak bertemu lagi sejak saat itu. terakhir kali Reyan memahat pohon dengan tulisan R & K.


Pada saat itu, Reyan ingin pamit pada Kenzi kecil untuk belajar di luar negri karena tuntutan kedua orang tuanya.


Flashback off


Reyan menggenggam erat gantungan kunci yang bertuliskan "Kennjiii dan Leyyann" matanya menutup sejenak. mengenang awal pertemanannya dengan Kenzi kecil. bocah kecil itu selalu mengikat hatinya. Ayah Reyan selalu bersikeras menjodohkannya, tetapi Reyan selalu menolak.


"Maafkan akak Leyyann Kennjiii" Reyan meneteskan air matanya. Queen langsung menatap sang kakak dengan tatapan sendu.


Jangan lupa. Queen itu sahabat Kenzi yang culun pas sekolah SMA. dia juga nyamar menjadi sahabat Kenzi. agar mendapat informasi untuk kakaknya yang tak lain adalah Reyan.


"Kita pasti akan menemukan Kenzi. aku yakin kita bisa menemukan Kenzi kak, ada anakmu dalam perutnya" Queen langsung menenangkan sang kakak.

__ADS_1


__ADS_2