
Dari kosan menuju kampus, bisa di tempuh dengan cara berjalan kaki sekita 15 menit, tapi tidak dengan mahasiswa yang lain yang memilih menggunakan angkutan umum dari pada berjalan kaki di terik yang panas.
"Selamat pagi buk Tati" sapa Nata tersenyum ramah.
"Pagi juga Nata.. jangan lupa pulang tepat waktu yah, kalo mau kerja part time bisa hubungi kafe di depan kampus, kamu kan cantik, pasti gampanglah masuk tuh kafe" ujar buk Tati
"Ya buk Terimakasih infonya" jawab Nata
"Kamu jalan kaki atau naik angkot Nat, sudah sarapan.. tadi ibuk masak Nasi goreng di dapur anak kos, kamu tenang aja.. disini kos dan makan gratis" tanya buk Tati
"Jalan kaki saja buk, deket kok.. hitung hitung olahraga buk"
"Ya sudah hati hati.. kalo ada apa apa kabari ibuk"
"Ya buk Terimakasih, saya pamit berangkat dulu" Nata salim pada buk Tati
Masih ada yah.. anak muda yang punya sopan santun mau salaman sama yang lebih tua, semoga Nata disini betah dan bisa menggapai cita citanya Aamiin. Buk Tati
Lalala hari ini Nata seneng banget bisa lihat lihat pemandangan kota sambil jalan ke kampus. Nata
15 menit kemudian.
di depan gerbang kampus.
Nata berjalan menyusuri kampus Graha yang terlihat sangat mewah, dari mulai fasilitas nya sampai gedung nya.
Bruk..
"Heh.. kalo jalan liat liat dong!" bentak Aryan
"Maaf aku gak sengaja" ucap Nata menunduk
Aryan mengangkat dagu Nata. seketika mata mereka bersitatap
Deg.
Nata langsung menepis tangan Aryan.
"Gak sopan!" jawab Nata ketus
Tiba tiba cewek cewek geng mak lampir datang. entah dari mana.
"Aryan.. sayang.. kamu gakpapa kan?" tanya Fanya. "Heh gadis kampong.. mau apa si.. ke kampus kita.." tunjuk Fanya pada Nata.
Cantik cantik ngemis cinta, cih. cowoknya saja sebel liat muka temboknya. kalau di kampong pasti dikira jablay. wkakaka. Nata
"Udah deh Fan, gua gakpapa, lebay." Aryan memang benci dengan kelakuan Fanya dan geng nya yang suka menindas. tapi bukan nya dia juga begitu yah? atau pengecualian untuk gadis kampong bernama Nata.
"Kita Cabut.. " ujar Aryan pada teman teman nya.
"Dah.. cantik" tersenyum genit pada Nata. Dion, Dion.. sadar Nakk.. playboy kelas teri saja banyak gaya.
Nata hanya tersenyum ramah menanggapi Dion. Ada ada aja.. baru juga masuk kampus udah ketemu macam macam aneka ragam geng mak lampir. Nata
"Heh gadis kampong.. awas yah.. kamu!" ucap Fanya. "Kita Cabut susulin my prince Aryan"
"Huh dasar gadis kampong" Ketus Rani mendorong Nata sampai jatuh.
__ADS_1
Apes Nata.. sudahlah lebih baik diam dulu saja. Nenek sudah bilang.. kehidupan di kota memang keras. Nata
Nata sampai keruangan Dekan, setelah bertanya tanya pada beberapa mahasiswa.
tok
tok
tok
"Masuk!"
"Assalamualaikum pak"
"Waalaikumsalam"
"Ada keperluan apa kamu disini" ucap Dekan.
"Permisi pak, saya kesini dapat beasiswa dari kampus Graha, ini suratnya pak, permisi" Nata menyerahkan surat beasiswa dari kampus Graha.
"Wah.. kamu yang bernama Gadis Silva Nata" Tanya Dekan sambil membenarkan kacamata yang melorod dari hidung besarnya, memastikan bawa Nata adalah gadis kampong yang menerima beasiswa.
"Ya pak" Jawab Nata singkat.
"Kamu bisa masuk ke kelas mulai hari ini" ucap pak Dekan. "Saya yang akan mengantarkan kamu ke kelas jurusan kamu!"
"Baik pak, Terimakasih."
"Sama sama"
Pak Dekan dan Nata menyusuri kampus menuju ke kelas jurusan Nata.
"Heh.. brisik! masuk sana ke kelas kalian!" ketus Pak Dekan.
Para Laki laki membubarkan diri menggerutu kesal.
Sampai di depan kelas.
"Selamat pagi anak anak, maaf mengganggu kelas pagi kalian, permisi bu Dosen." Sapa Dekan ketika memasuki kelas. Nata mengikuti Dekan masuk ke kelas.
Bu Dosen hanya mengangguk memberikan izin.
"Selamat pagi pak Dekan" ucap para Mahasiswa serentak.
"Perkenalkan.. dia mahasiswi baru di kampus Graha. perkenalkan nama kamu" ucap pak Dekan
"Perkenalkan Nama saya Gadis Silva Nata, biasa di panggil Nata" Perkenalan Nata membuat isi kelas gaduh.
"Oh.. Namanya Nata.." bisik bisik para lelaki.
"Paling gadis kampong" ucap para mahasiswi yang iri dengan Nata.
"Ya sudah.. Nata.. kamu bisa duduk di meja yang masih kosong. ucap bu Dosen
"Sini Nat duduk sama abang, kosong nih sebelah abang" ujar Mahasiswa laki laki "Sana luh.. pindah.. biar Nata disini sama gua" ujarnya.. agar teman di sampingnya pergi.
"Gak usah.. Nata duduk di belakang saja" Nata tersenyum ramah, berjalan melewati mahasiswa laki laki itu.
__ADS_1
Yah. desah kecewa lelaki tersebut
"Gadis kampong" ledek mahasiswi yang iri pada Nata. Nata hanya diam tak mau cari masalah, toh benar apa yang mahasiswi itu ucapkan. dia berasal dari kampung yang mengadu nasib di kota.
"Diam! sekali lagi ada suara gaduh. kalian keluar dari kelas saya" Bu Dosen sudah marah.
"Mengerti tidak!"
"Mengerti bu"
Suasana kelas kembali seperti normal.
Nata terlihat akrab dengan gadis kota bernama Angela.
"Nat.. yuk ke kantin" ajak Angela.
"Aku bawa bekal Angel" ucap Nata. menyodorkan bekal yang dia bawa dari kosan
"Aku traktir deh yah" ucap nya memakai mata imutnya.
"Yaya, tapi ini mubazir Angel, tenang nanti kita saling icip makanan" usul Angela
"Iya Yuk" Nata bersemangat berjalan beriringan denga Angela.
Sejauh mata memandang. Aryan yang bersama Fanya, memandang Nata dari kejauhan.
"Liat apa sih my prince sampai serius gitu" tanya Fanya yang penasaran, setau Fanya.. Aryan dingin pada semua orang, kecuali orang tuanya.
"Berhenti panggil gua my prince, jijik tau gak" ketus Aryan.
Fanya hanya tersenyum miris mendengar ucapan Aryan ketus dan menyakitkan.
Sementara Angela dan Nata asik makan di kantin kampus.
mereka terlihat asik asik saja, padahal banyak para mahasiswa laki.laki yang menatap mereka dengan memuja.
Hanya Nata dan Angela terlalu cuek masalah laki laki. mungkin saja belom ada laki laki yang membuat hati mereka dag dig dug.
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G
__ADS_1
Jangan lupa VOTE DAN LIKE nya🌸🌸
biar Author tambah semangat updetnya.🌸🌸