Ceo Pemaksa (Revisi)

Ceo Pemaksa (Revisi)
Kakak cantik


__ADS_3

Nata gelisah karna kasihan pada Kenzi. Anak perempuan tersayangnya sering terkena masalah di setiap sekolah. Dari mulai sekolah biasa hingga terfavorit.


"Dek Permisi, dimana ruang BK?"


Salah satu siswa menengok. "Eh.. kakak cantik banget, tapi kayak mirip siapa yah??" gunam pelan siswa perempuan itu


"Mari saya antar Kak" ucap siswa perempuan


Nata tersenyum melihat siswa perempuan itu. "Bisa bisanya aku di panggil kakak, saat anak anak ku saja ada tiga, dan itu seusia dengan murid perempuan yang memanggilku dengan sebutan kakak" pikir Nata. Nata menggeleng gelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat gadis perempuan yang terlihat mirip dengan Kenzi


Semoga saja kamu jadi calon mantuku. Entah apa yang di benak Nata. Nata terlihat sangat senang dengan siswa perempuan yang ramah itu.


"Ini ruangannya Kak" lagi lagi siswa perempuan itu memanggil Nata dengan sebutan Kakak. siswa perempuan itu membetulkan kaca matanya


Nata tersenyum simpul melihat siswa perempuan itu. "Terimakasih"


"Sama sama" siswa perempuan itu berlalu pergi meninggalkan Nata di depan ruangan bimbingan konseling/BK


Tok tok tok


Pintu ruanganpun terbuka "Silahkan masuk" ucap guru perempuan itu, dengan senyum ramahnya. Nata masuk kedalam ruangan BK

__ADS_1


"Silahkan duduk, mohon maaf anda kakak dari siswa bernama Kenzi??" tanya guru perempuan itu. guru perempuan itu melihat Nata dari atas sampai ke bawah. "Maaf bu, saya ibu dari Kenzi'


Mata guru perempuan itu membulat sempurna. "Bener? muda sekali" Nata tersenyum malu mendengar ucapan guru BK itu.


"Ya Allah, pantas saja anak ibu cantik sekali. saya kira ibu kakaknya loh" Guru BK sekolah Kenzi masih tak percaya dengan ucapan Nata. "Tapi bu. Kenapa anak ibu menyembunyikan wajah cantiknya?" tanya guru BK dengan tatapan menyelidik


Nata tersenyum mendengar perkataan guru Kenzi. "Saya juga awalnya tidak tau. tapi kadang wajah yang cantik terlalu mencolok untuk Kenzi. Dia tidak suka terlalu dipuji puji karena cantik ataupun status sosial kedua orang tuanya, yang Kenzi inginkan adalah sekolah dengan tenang seperti murid biasa. saya sebagai orang tua awalnya tidak mendukung niat Kenzi. tapi dengan kejadian ini saya paham, niat anak saya yang sebenarnya. kedatangan saya kesini, saya ingin meminta surat keterangan pindah sekolah untuk Kenzi" sang Guru BK mengangguk paham atas penjelasan Nata, ibu Kenzi.


"Nanti saya urus bu....


"Ibu Nata.." Nata tersenyum melihat Guru Kenzi. "Terimakasih atas bantuan nya. saya permisi bu" Nata menyalami Guru Kenzi. lalu bergegas pulang ke Istana. Nata pergi tanpa memberitahu sang suami. Tuan Yuda tidak akan mengizinkan Nata keluar dari sangkar emasnya. Entahlah, Tuan Yuda masih sangat Pemaksa dan otoriter.


Kenzi sedang berjalan dengan Queen menuju ke kantin sekolah. sepanjang jalan, para laki laki menatap Kenzi dengan tatapan kagum. "Zi.. aku risih jalan sama kamu" Queen melirik laki laki yang mengikuti langkah kaki Queen dan Kenzi


"Kakak!" Queen bergegas mendekat.


"Hai anak manis"


Senyum Kenzi mendadak luntur melihat Queen bersama seorang perempuan. "What? ibu?" pekik Kenzi keras.


Nata tersenyum mengelus puncak kepala Queen. Queen sangat senang melihat Nata, keluarganya selalu sibuk sampai sampai tak pernah mengelus kepala Queen seperti yang Nata lakukan. "Ibu?? ibu sama siapa kesini?"

__ADS_1


Tanya Kenzi dengan tatapan menyelidik


"Hah ibu??" Queen kaget mendengar apa yang Kenzi ucapkan.


Kenzi menatap Queen. "Ini ibuku" Kenzi memeluk ibunya dengan erat, seolah olah tak mau sang ibu terlalu perhatian kepada Queen.


Mata Queen berkaca kaca melihat adegan itu. "Nak, kemarilah.. Kenzi hanya bercanda" Nata merentangkan tangannya menyambut pelukan Queen. Queen memeluk hangat Nata bersama dengan Kenzi.


"Aku kira kakaknya Kenzi. ternyata ibunya toh, walah.. berarti aku ketemu calon mertua" para laki laki mulai berhalu melihat kecantikan ibu dan anak itu. Kenza terkaget kaget melihat kedatangan sang ibu. namun Kenza memilih untuk melihat dari kejauhan.


"Sudah yah sayang, ibu harus pulang. Ibu tidak meminta izin ayah. dan untuk Queen, main mainlah kerumah Kenzi. nanti ibu buatkan puding sayang sangat enak" Nata mengelus puncak Kepala Kenzi dan Queen dengan hangat. "Sudah dulu yah, semangat sekolahnya" Nata berjalan menjauh pergi menuju parkiran sekolah.


🤔🤔🤔🤔🤔


Bel pulang sekolah telah berbunyi.


"Kenzi" Kenzi menengok ke belakang, melihat siapa yang memanggilnya.


Greepppp


"Tolong!!!" Teriak Kenzi

__ADS_1


Say? ada apa dengan Kenzi yah? siapa yang memanggilnya? apa yang terjadi dengan Kenzi???


__ADS_2