Ceo Pemaksa (Revisi)

Ceo Pemaksa (Revisi)
Kejanggalan


__ADS_3

Nata menatap sendu ke arah istana. "Mari kita pergi Nyonya" ucap Bodyguard itu dengan sopan. Nata menatap balkon kamarnya sekilas. "Selamat tinggal"gunam Nata pelan.


"Silahkan Nyonya" ucap Bodyguard itu membukakan pintu mobil untuk Nata


"Terimakasih"


"Sama sama Nyonya"


"Nyonya tidur saja.. karena perjalanan menuju bandara memakan waktu lama"


"Tidak apa apa.. aku tidak mengantuk sama sekali" ucap Nata menyandarkan kepalanya sambil melihat pemandangan dari arah jendela mobil. "Apa semua laki laki seperti itu?" gunam Nata dengan gusar.


"Semuanya hanya sandiwara.. ketika anak anak sudah besar dan pergi meninggalkan aku.. sifatnya benar benar berubah" Air mata Nata menetes tak terbendung lagi.


"Apa yang kau harapkan Nata! kau hanya gadis kampong yang menjadi cinderela dalam beberapa tahun saja! kau bukan ratu di hatinya" Nata menangis sesenggukan mengingat kenangan indah yang ia buat bersama Tuan Yuda. kenangan dari Nata hamil hingga membesarkan anak anak bersama.


"Arrgghhh" Nata menggeram kesal. ingatannya akan kenangan itu membuat dirinya hancur. semuanya hanya kepalsuan dan sandiwara belaka.


"Hiks hiks! kenapa jadi begini" Nata menangis sesenggukan. Bodyguard itu mengambilkan kotak tisu lalu menaruh kotak tisu itu ke jok belakang.


"Terimakasih"


"Sama sama Nyonya"

__ADS_1


*******


Di kediaman Kenzi.


"Kak.." ucap Kenzi menyambut kedatangan suaminya dengan senyuman. lalu senyuman Kenzi seketika hilang mengingat keadaan ibunya.


"Ada apa? kenapa muka kamu sedih gitu?" tanya Rey dengan heran. Kenzi langsung memeluk Rey dengan erat. Kenzi terisak dalam pelukan hangat Rey


"Ibu berpisah dengan Ayah hiks hiks"


"Apa yang sebenarnya terjadi Ji?" Aryan menatap manik mata Kenzi


"Ayah membuang ibu. Ka? apa kakak akan membuang Kenzi seperti Ayah membuang ibu?" Kenzi terisak memeluk erat Rey.


"Kakak tidak berbohong?"


"Ya tuhan! apa perjuanganku mendapatkan mu itu hanya lelucon lucu! mana mungkin kakak susah payah mendapatkan mu, lalu melepaskan mu dengan mudah Ji! kalau sampai kamu meninggalkan kakak dan Reyki! lihat apa yang terjadi! kakak akan rantai kamu" Rey terlihat kesal mendengar ucapan Kenzi tadi.


Kenzi tersenyum kecut mendengar ucapan suaminya. "Tidak romantis sama sekali. kakak membuatku takut" Kenzi cemberut memanyunkan bibirnya.


"Jangan pasang wajah itu.. kakak gak tahan" ucap Rey dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Udah gak romantis mesum lagi!" ucap Kenzi ketus. Kenzi bejalan masuk ke dalam rumah tanpa menghiraukan panggilan Rey, suaminya.

__ADS_1


"Ji!!!"


"Ogah!"


•••••••♪•♪••••••••••


Nata terlelap dalam pesawat.


"Ayo Nyonya.. kita sudah sampai"


"Baiklah.. ayo" Nata berjalan keluar dari bandara bersama bodyguard yang selalu menemaninya. Nata pergi tanpa membawa baju maupun perhiasan.


"Mm.. Nyonya.. apa anda ingin makan siang dulu? sebelum melanjutkan perjalanan?"


"Tidak usah.. kita lanjut saja ke rumah Kenzi" ucap Nata dengan nada lesu. matanya terlihat sembab karena terus menangis.


"Baik Nyonya"


Aku yakin Mas Yuda tidak mungkin berbicara seperti itu. aku harap Mas Yuda hanya bersadiwara tentang ucapannya itu. aku harap itu. Nata terduduk di kursi mobil belakang. matanya terus memandang, pemandangan dari Jendela mobil.


Setelah 2 jam perjalan. Nata sampai di rumah Kenzi dan Rey.


"Ibu..." sambut Kenzi dengan memeluk sang ibu dengan erat

__ADS_1


__ADS_2