Ceo Pemaksa (Revisi)

Ceo Pemaksa (Revisi)
Kepanikan Nenek Asih


__ADS_3

Istana Soedarjo



Setelah melalui perjalanan yang memakan waktu cukup lama. Nenek Asih bersama Angela sudah sampai di Istana Soedarjo


Nenek Asih segera masuk kedalam istana tanpa menghiraukan sambutan para pelayan.


Felix kaget melihat kedatangan Nenek Asih pun, langsung mengikuti Nenek Asih ke dalam lift untuk menuju ke lantai atas


"Nyonya.." gunam Felix pelan, Felix mungkin tau akan terjadi perang dunia II. Nenek Asih masih mengabaikan Felix yang terus memanggilnya dengan pelan


ting, lift sampai dilantai atas


Nenek Asih langsung menggedor gedor kamar tuan Yuda dengan kasar. Felix masih terus mengikuti Nenek Asih karna takut tuan Yuda akan keras kepala pada sang Nenek


Andai Sekretaris Jimy masih bekerja. batin Felix merana


Ceklek


Tuan Yuda membuka pintu kamar, Nenek Asih langsung masuk membanting pintu langsung menutup


Brak..


Felix yang ingin masuk langsung terkejoed..


Hampir saja.. hidung mancung kedalam akan menjadi almarhum. batin Felix


Sementara Felix berjaga di depan kamar.


Tuan Yuda langsung mengambil remot agar kamarnya menjadi kedap suara


Di dalam kamar, Nenek Asih langsung melihat keadaan Nata. "Kamu apakan cucuku" Nenek Asih mulai geram melihat tanda kepemilikan di sekujur tubuh Nata. mata Nata sembab dan terus melamun akibat syok pasca pemaksaan tuan Yuda


"Nek, aku hanya meminta hak ku sebagai seseorang istri dia seharusnya patuh!!" Tuan Yuda masih tak mau mengaku bersalah


"Cucu Kurang ajaran... dia masih perawan.. tunggu dia sampai siap.. kenapa kau memaksakan kehendak" Nenek Asih mencoba membangunkan lamunan Nata sedari tadi namun tidak berhasil. "Awas saja kau.. jika Nata masih seperti ini, lebih baik kau lepaskan saja Yuda.. tak ku sangka Soedarjo membesarkan cucu seperti mu"


"Panggil Pelayan Wanita yang biasa mengurus ku! suruh dia bawakan air hangat dan handuk kecil!!!" ucap Nenek Asih


Tuan Yuda langsung keluar kamar memencet remot agar pelayan ke atas. Ia langsung duduk di depan kamar yang masih sebelah ruang kamar


tok tok tok

__ADS_1


"Masuk"


"Permisi tuan ada yang bisa saya bantu" Ucap Pelayan Wanita yang selalu bersama Nenek Asih bernama Kajol


"Cepat bawakan air hangat dan handuk kecil untuk mengelap badan!!" ucap Tuan Yuda memijit pelipisnya


"Baik tuan muda.. saya permisi" ucap Kajol


5 menit kemudian. Kajol datang membawa air hangat dalam baskom dan handuk kecil kedalam kamar. Tuan Yuda langsung mengambil itu dari Kajol, namun Nenek Asih sudah mendelik kesal.


"Kajol.. cepat bantu aku mengelap Nata" ucap Nenek Asih. Kajol mematung melihat Nata yang mengenaskan menurutnya. Nona mudanya seperti habis di perkosa brutal


"Jangan diam saja!!" Nenek Asih mulai melepaskan baju Nata


Sementara Kajol mengelap badan Nata. dia bergidik melihat tubuh Nata "Nyonya.. apa Nona muda sudah di periksa Dokter?"


"Yuda sudah memeriksakan Nata, mungkin dia syok" Nenek Asih memakaikan baju longgar semacam daster pada Nata. kaki jenjangnya pun sampai di pakaikan celana panjang oleh Nenek Asih, agar tuan Yuda tidak bernafsu melihat tubuh Nata yang tertutup


"Kajol.. ingat.. kamu kepercayaan saya disini, jika sampai berita ini menyebar. kamu tanggung akibat nya sendiri, bukan aku yang akan menghukum mu! tapi Yuda sendiri" ucap Nenek Asih memperingatkan pelayan nya


Kajol tak gentar sekalipun, baginya rahasia Nenek Asih sama dengan nyawanya "Baik Nyonya"


"Kamu boleh pergi!" ucap Tuan Yuda


"Saya permisi" ucap Kajol undur diri


"Tidak bisa Nek.. dia istriku" ucap Tuan Yuda


"Kamu baru sadar? apakah Sandra sudah tidak murni hingga kamu mencari Nata kembali!!" ucap Nenek Asih geram


Plak


"Sudah cukup arogan mu itu" Nenek Asih langsung menelpon beberapa pelayan wanita agar membawa Nata ke kamar Kosong di samping kamar Nenek Asih


Tuan Yuda terdiam mendengar Nenek Asih memindahkan Nata dari kamarnya


"Nek.. jangan pindahkan dia" Tuan Yuda mulai berbicara melunak.


"Tidak bisa!! lihat sendiri dia masih syok dan tidak mau berbicara sama sekali, biarkan dia menenangkan dirinya" ucap Nenek Asih semakin geram


tok tok tok


Nenek Asih langsung membuka pintu kamar. para pelayan wanita mulai memapah Nata duduk di kursi roda

__ADS_1


Sementara Angela mendelik kesal melihat kakanya yang egois itu


Kamar Nata yang baru sudah di tata rapih, bahkan kamarnya sudah menggunakan kunci fingerprint agar tuan Yuda tidak bisa masuk seenak nya


Nata mulai di baringkan di ranjang barunya. tak lupa Kajol memberi peringatan pada pelayan agar masalah ini tidak bocor kemana mana, para pelayan mengangguk patuh.


Angela membuka bungkus obat, Nenek Asih langsung memberikan Nata obat agar cepat pulih.


Sebelum Nata di pindahkan, Felix ternyata memasang kamera CCTV atas perintah Tuan Yuda. ia takut Nata bunuh diri


Kamar yang di persiapkan Nenek Asih sudah sangat rapih, Angela mulai menyelimuti Nata, agar Nata bisa tertidur, dari tadi yang Angela lihat, hanya mata Nata yang membuka namun dia seolah bisu dan tuli


Nenek Asih memberi isyarat pada Angela untuk pergi dari kamar Nata.


Setelah kamar sepi dan hening, Nata mulai menangis tanpa suara, ia tau di kamarnya terdapat CCTV. Nata masih lemas, tubuhnya terasa remuk semua, apalagi bagian bawahnya sangat perih ketika Nata bergerak pelan sekalipun


"Sakit.." gunam Nata pelan membelakangi CCTV


Sementara Tuan Yuda masih terus memantau CCTV. Tidak ada pergerakan dari Nata, membuat Tuan Yuda frustasi melihat CCTV


Angela dan Nenek Asih ke dapur bersih di lantai atas, memasak makanan kesukaan Nata dan membawa beberapa Buah kesukaan Nata


"Ayo Angela.. sudah selesai memotong buah nya???" tanya Nenek Asih penasaran


"Sudah Nek.." ucap Angela membawa piring berisi buah potong


"Sudah bisa memotong buah rupanya" Nenek Asih tersenyum mengusap usap pucuk kepala Angela


"Sudah bisa lah Nek.. kan Kak Nat yang ngajarin" ucap Angela bangga. maklum Angela terbiasa hidup enak, jadi sedikit demi sedikit ia mulai belajar dari Nata


"Ayo.. kita bawa ke kamar Nata" Nenek Asih membawa makanan ke kamar Nata


Setelah memencet beberapa sandi yang di tutupi oleh Angela. mereka langsung masuk ke dalam kamar Nata


"Ternyata Ka Nat sudah tidur Nek.. ayok kita keluar" ucap Angela membawa Nenek Asih keluar


Nenek Asih dan Angela keluar dari kamar Nata. Nata yang perutnya keroncongan langsung memakan makan yang Nenek Asih buat


Tuan Yuda senang melihat Nata mulai makan di kamarnya. CCTV yang ia gunakan ternyata berguna juga untuk meminta gadis nakalnya itu


Bersambung


Jangan lupa say LIKE NYA(>y<)

__ADS_1


Sudah turun drastis ini LIKE nya


Kuy lah ajak ajak temen buat baca(≧∇≦)/


__ADS_2