
Kenzi merasa tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Kenza.
"Kau berbohong!" Kenzi memukul Kenza dengan keras. Kenza meringis kesakitan karena pukulan keras Kenzi.
"Stop! akan ku ceritakan!" Kenza memengang tangan Kenzi dengan erat, agar tangan Kenzi tidak memukulinya lagi.
Kenzi menatap mata Kenza. ia tau cara bagaimana mengetahui apakah Kenza berbohong apa tidak. "Aku tidak bohong!"
"Ayah. Rey sempat datang mencari kamu berulang kali Zi, demi apapun aku gak bohong sama kamu. Kakak tidak tau siapa pemuda yang terus menatap Istana dari luar pagar Istana, yang kakak tau Ayah selalu mengusirnya, dia selalu memaki Rey, Zi! Karena pada saat itu Rey masih seperti pemuda yang belum sukses seperti sekarang. mungkin dia frustasi untuk menggapai cinta kamu. Saat dia sukses dia kembali Zi.. dia benar benar mencintai mu" Kenza menatap Kenzi. mata Kenzi berkaca kaca mendengar apa yang Kenzi ucapkan. Kenzi tau bahwa Kenza tidak berbohong padanya.
"Hiks hiks.." Kenzi menangis memeluk Kenza dengan erat. ia benar bebar sangat menyesali apa yang telah terjadi, kenapa ayahnya selalu menolak Rey. jika tidak maka Rey juga tidak akan melakukan hal itu pada Kenzi.
Kenza mengusap pelan puncak kepala Kenzi. sementara Kenzi tak henti hentinya menangis, siapa yang bersalah dalam hal ini. Kenzi benar benar marah pada sang ayah. tetapi Nasi sudah menjadi bubur. "Kenapa kau baru cerita!"
"Aku baru tau saat melihat wajahnya dengan jelas! saat kamu memilih pergi ke Negara ini" Kenzi mengusap ingusnya yang menempel di kemeja hitam Kenza.
Kenzi tersenyum mengelap ingusnya menggunakan kemeja Kenza. sementara Kenza hanya menggeleng gelengkan kepalanya, tak ada raut wajah dan kesan jijik karena ulah Kenzi.
"Kebiasaan"
__ADS_1
"Maaf" Kenzi memegang kedua telingannya sambil meminta maaf.
"Tidak apa apa" Kenza tersenyum menghapus air mata Kenzi. saat ini hati Kenza benar benar merasa teriris ketika melihat Kenzi menangis. jika saat ini Kenza tidak keceplosan maka Kenza lebih baik diam dari pada menyakiti hati Kenzi dan membuat Kenzi dan terisak seperti ini.
"Terimakasih sudah berbicara jujur" ucap Kenzi sesenggukan menahan suara tangisan kerasnya. Kenzi takut Beby Reyki juga ikut menangis karena mendegar tangannya, karena Baby Reyki sangat peka dengan suara keras.
"Kenzi menangislah.. jika sudah tenang dan sudah puas menangis, tolong jangan ingat lagi hal hal yang begitu menyakitkan untuk Kenzi! ingat saja hal manis yang Rey lakukan padamu, seperti tak pantang menyerah mendapatkan kamu,Zi. Coba cintai suami mu Rey" Kenzi mengangguk mendengarkan ucapan sang Kakak. Kenza mengelus kepalanya sang adik dengan tulus.
"Zi" ucap Kenza memandang Baby Reyki yang melihat ke arah Momy nya dan dirinya.
"Apa??"
"Dia selalu saja menjulurkan lidahnya. Hahaha tenang saja Uncle.. aku rasa Baby Reyki yang gembul ini sedang menghibur Momy yang sedih" Kenzi memeluk hangat Baby Reyki. wangi khas bayi Baby Reyki membuat siapapun gemas melihatnya, di tambah lagi dengan badan dan pipi gembulnya.
"Cuci muka mu" ucap Kenza. "Aku akan menjaga Baby Reyki" Kenza langsung mengambil alis Baby Reyki dari gendongan Kenzi. "Baik kakak" Kenzi langsung tersenyum melangkah menuju kamar mandi.
"Lucu sekali" Kenza mencubit pipi gembul Baby Reyki dengan gemas. sementara Baby Reyki terlihat merengek tidak suka melihat ulah sang Uncle yang semakin gemas padanya.
__ADS_1
Kenza tertawa riang melihat perubahan wajah Baby Reyki. Pipinya menggembung dan memerah. "Rasanya aku ingin juga memiliki anak" gunam Kenza tersenyum.
"Aku harus sukses dulu!"
"Apanya yang sukses??" tanya Kenzi tersenyum melihat wajah serius sang kakak.
"Ya aku harus sukses dulu seperti Rey! baru aku punya istri dan anak yang lucu seperti Baby Reyki kuπ" Kenza mencium setiap bagian wajah gembul baby Reyki. sedangkan Baby Reyki tertawa karena menahan geli karena ulah sang uncle yang merasa gemas.
"Baguslah! masa depan mu masih panjang!" ucap Kenzi tersenyum.
πππ
Terimakasih banyak sudah datang dan Vote kakak kakakπ
-Kirei Ardillaπ€
Dan semuanya yang sudah datang dan support Terimakasih banyakππππππ
Gaess.. main juga yups ke Novel
__ADS_1
Nona Muda Angkuh