
Kehadiran Kenza dan Kenzi mengubah suasana Istana
Setiap hari para pelayan melihat tumbuh kembang Kenza dan Kenzi
Nata sedang memasak bersama Nenek Asih, mereka hidup damai bersama sama
Tuan Yuda masih saja iseng mengganggu kedua anaknya di tambah si kecil imut Mirae
Kenza menangis keras karna Tuan Yuda mencium seluruh wajahnya dengan gemas.
Huaaaaa....
Nata langsung mematikan kompor lalu berlari menuju ruang tamu keluarga
"Gadis... lihat.." ucap Tuan Yuda mengecupi seluruh wajah Kenza
Dengan gerak cepat Nata mengambil Kenzi dari gendongan Tuan Yuda.
"Sayang ku... anak ibu... cup cup cup" Nata menenangkan Kenzi dengan lembut
Tuan Yuda mendengus kesal menggendong Kenza, dengan cepat ia mengecupi seluruh wajah Kenza. reaksi Kenza malah tertawa kegelian
Kenzi mulai meronta di gendongan Nata. tangan kecilnya mulai mengarah pada Tuan Yuda. agaknya Kenzi cemburu dengan Kenza
"Tuan.." Nata mulai membereskan barang barang yang berserakan
"Suamiku!!! sayang!!!! honey!!!! baby!!!!" ucap Tuan Yuda ngegas
"Baiklah.. suamiku... aku memasak lagi.. jangan membuat Kenzi menangis"
Nata pergi ke dapur, sedangkan Tuan Yuda tersenyum senang Nata memanggil nya suamiku
Nenek Asih menyelesaikan masaknya, tinggal para pelayan membantu.
"Udah.. suruh Yuda makan dulu" ucap Nenek Asih
"Baik Nek.." Nata pergi menuju keruang keluarga
"Tuan.. eh.. suamiku.. ayo kita makan, Kenza dan Kenzi biar aku yang menjaga mereka" Nata masih canggung mengucapkan kata itu
"Baiklah.. ayo anak ayah... kita makan" Tuan Yuda menggendong si cantik Kenzi, sedangkan Nata menggendong Kenza tak lupa menggandeng si manis imut Mirae
Setelah makan makan selesai, Nata mulai menuju ke kamar nya untuk mengganti pakaian. "Suamiku.."
"Hmm"
"Aku izin sebentar.. untuk ke rumah sakit" ucap Nata gugup. sejak lama ia terkurung di dalam istana
Tuan Yuda bangkit dari duduknya mendekati Nata. "Mau apa??"
"Kepalaku sering pusing"
"Aku antar!"
"Aku sendiri saja! suamiku.. sedang sibuk kam?"
__ADS_1
"Baiklah hati hati"
Nata segera pergi dari kamar bergegas ke teras depan lalu masuk ke dalam mobil
"Jalan.. pak Hendro.. kita ke rumah sakit"
"Baik Nona"
Setelah 1 jam berlalu, Nata sampai di rumah sakit, ia langsung masuk kedalam ruangan Dokter Tya
"Nona Nata.. apakah anda sudah.. berbicara pada suami anda??" tanya Dokter Tya
"Sudah.. ayo lakukan sekarang" ucap Nata berjalan menuju brankar rumah sakit
"Baiklah Nona.. ini akan sedikit tidak nyaman" Dokter Tya memasang KB spiral untuk Nata
Setelah selesai Nata pamit pada Dokter Tya.
sesaat kemudian Tuan Yuda menelpon Dokter Tya
📞" Ya ada yang bisa saya bantu Tuan??" tanya Dokter Tya heran
📞"Apa yang di lakukan Gadis di rumah sakit??"
📞"Tuan.. bukannya Tuan... sudah tau tentang rencana Nona Nata memasang KB??"
Brak
Tuan Yuda langsung membanting ponselnya nya yang berlogo apel tergigit, membentur tembok langsung hancur
"Sudah ku bilang hanya menurut saja pada perintah ku! tapi mesti dilanggar olehnya!!! mungkin dia pikir aku bukan Ceo Pemaksa lagi!!! lihat saja kalau pulang"
📞"Dokter Tya... datang kerumah ku"
📞"Baik Tuan.." Dokter Tya langsung menuju ke Istana membawa beberapa alat dokter nya yang ia butuhkan
sambungan terputus
🎈🎈🎈🎈
Saat ini Tuan Yuda sedang menunggu Nata dengan rahang yang mengeras dan mata yang memerah menahan amarah yang sebentar lagi akan tumpah
Para pelayan merasa takut langsung menggendong Kenza dan Kenzi ke kamar bersama Mirea
Mirea yang ketakutan pun langsung memeluk Angela dengan erat
Apa lagi yang membuat Yuda semarah ini, semoga kemarahanan nya bisa di redam, semoga semua masalah bisa di atasi dengan kepala dingin. Nenek Asih masih mengawasi gerak gerik Tuan Yuda
"Dokter Tya sudah sampai di istana. dimana gadis nakal itu??" gunam Tuan Yuda
"Masuk lah ke kamar Tamu.. aku menunggu gadis itu" ucap Tuan Yuda, menyuruh Dokter Tya bersiap siap
Nona.. anda dalam masalah besar. batin Dokter Tya
Dokter Tya memasuki kamar Tamu yang di tunjukan Tuan Yuda, betapa terkejutnya Dokter Tya melihat kamar Tamu
__ADS_1
Dengan langkah gontai ia masuk ke kamar Tamu.
Nata sudah sampai di Istana, ia sedikit terkejut karna tak melihat para pelayan berkeliaran di dalam Istana seperti biasanya
"Gadisss!!!!" Teriak Tuan Yuda
Nata langsung mendekat ke arah Tuan Yuda duduk. Tuan Yuda langsung berdiri, ia menyeret Nata dengan kasar menuju kamar Tamu dimana Dokter Tya berada
"Sakit.. suamiku.." rintih Nata kesakitan
"Yuda.. apa yang kamu lakukan!!! lepaskan!!" teriak Nenek Asih
"Kali ini Nenek tidak usah ikut campur!!" Tuan Yuda langsung menggendong Nata seperti karung beras, Nata mencoba berontak dengan keras
"Diam!!!!!!!!! atau ku patahkan kakimu" ancam Tuan Yuda
Nata menangis sesenggukan, ia tau kesalahan nya, bukan kah bodoh mencari lubang kuburnya sendiri
Tuan Yuda membanting Nata ke atas ranjang dengan keras
Brug..
Dengan sigap Kajol dan Felix menali kedua tangan Nata dengan ranjang, tak lupa kakinya pun di tali
Nata seperti huruf X jika di tali seperti di ranjang. Kajol dan Felix keluar setelah Tuan Yuda mengibaskan tangannya
Dengan sigap Dokter Tya langsung melepaskan alat KB spiral Nata
Hesssssss
Nata meringis saat proses melepaskan Kb nya.
Setelah selesai, Dokter Tya pun langsung pergi dari kamar Tamu
"Dokter Tya??" Nenek Asih menghalangi jalan Dokter Tya
"Ya Nyonya... ada yang bisa saya bantu??" tanya Dokter Tya ramah
"Apa yang di lakukan Nata sehingga Yuda marah sekali padanya?" Tanya Nenek Asih penasaran
Dokter Tya memberitahu dengan cara membisikan nya pada Nenek Asih
"Astagfirullah... pantas saja Yuda marah" ucap Nenek Asih kaget, pasalnya Nata sekarang selalu bertindak sendiri tak peduli ucapan Tuan Yuda
"Saya pamit Nyonya" ucap Dokter Tya
"Baiklah.. Dokter Tya.." Dokter Tya pun pergi dari Istana
Jeritan histeris Nata terdengar sampai luar kamar, entah apa yang Tuan Yuda lakukan pada Nata.
Bersambung
Saksikan Ceo Pemaksa terus ya guys..
karna Tuan Yuda mungkin tak akan sungkan lagi untuk menghukum Nata.
__ADS_1
Author persingkat singkat saja.. jika terlalu bertele tele seperti nya membuat para pembaca bosan
Jangan lupa like dan Vote yah😍