Ceo Pemaksa (Revisi)

Ceo Pemaksa (Revisi)
Lahiran


__ADS_3

Harap memperhatikan umur pembaca🙏 🔞


Sekarang Nata sedang memasak bareng Angela dan Nenek Asih.


Nata masih keras kepala ikut memasak bersama Angela dan Nenek Asih


"Kak Nat.. udah.. sana istirahat di kamar" ucap Angela berkacak pinggang dengan muka muka yang ia buat garang


"Gak mau.. udah deh.. kita masak bareng aja, nanti kalo cape aku duduk kok" Nata mulai berbicara leluasa kembali bersama Angela dan Nenek Asih


Semua berkat konseling yang rutin Nata lakukan, rasa syok nya mulai hilang perlahan. Tuan Yuda pun selalu mengantar Nata konseling di ruang istana yang Tuan Yuda buat khusus


Ada udang di balik batu. Tuan Yuda takut Gadis Nakal nya tidak bisa berhubungan suami istri karna ulah nya yang tak sabaran.


Sekarang konseling nya berhasil, Nata mulai bisa di sentuh Tuan Yuda. awalnya Nata menjerit takut mengingat kejadian malam itu, tapi sekarang ia harus terbiasa karna ingin kelahiran kedua buah hatinya berjalan dengan normal


"Nata.. Nata.." Nenek Asih menggeleng gelengkan kepalanya karna melihat betapa keras kepalanya cucu menantunya ini


Nata hanya tersenyum kembali memotongi sayuran dengan lihai


Angela mencuci ikan dan udang, tak lupa cumi cumi kesukaan bumil pun ada.


Mereka memasak dengan para pelayan.


Istana pun semakin ramai dengan canda tawa mereka


Tak lupa si gembul dan saudara saudaranya meramaikan taman Istana


Setelah makanan sudah siap. para pelayan menyiapkan nya di meja makan


Nata duduk merasa kakinya sangat pegal dan membengkak kembali, perutnya sangat besar karna hamil tua dan berisi dua bayi


Terdengar suara mobil Tuan Yuda pulang dari kantor, Nata sudah kepalang pegal kakinya hanya menyapa di meja makan


"Sudah makan" Tuan Yuda datang duduk di samping Nata


"Belum.. aku menunggu Tuan" ucap Nata tersipu malu


"Makanlah.. buka mulut mu.." Tuan Yuda dengan telaten menyuapi Nata bergantian dengan dirinya sampai habis


"Mau tambah lagi??"Tanya Tuan Yuda tersenyum


Nata mengangguk lalu mengisi piringnya dengan cumi balado. lalu menyodorkan piring nya ke Tuan Yuda "Suapi.."


Tuan Yuda selalu menyuapi dengan senang hati, ia merasa senang karna kehidupan suami istri dengan Nata sudah lumayan normal


"Masih lapar?" Tuan Yuda mengusap bekas Makanan di bibir Nata dengan tangan nya


Nata tersipu malu, karna Nenek Asih dan Angela melongo melihat Nata yang sudah banyak kemajuan


"Banyak.. orang" gunam Nata pelan


"Ya sudah.. ayo kita lanjutkan di kamar" ucap Tuan Yuda keras.. sengaja menggoda Gadis Nakalnya


Angela langsung terbatuk batuk uhuk.. uhuk


Nenek Asih dengan cekatan memberikan Angela minum "Hei... adik kecil.. rupanya kau sangat mesum" Tuan Yuda tertawa melihat adik kecilnya tersedak makanan


"Yuda.. sudahlah.. bawa Nata ke kamar.. lalu mandi sanah.. " ucap Nenek Asih


"Baiklah Nenek ku yang cerewet.. aku pergi dulu" Nata dan Tuan Yuda kembali menuju kamar mereka


Lift sudah sampai di lantai atas ting


Nata merebahkan diri di ranjang, sementara Tuan Yuda mengganti bajunya lalu masuk ke dalam kamar mandi


30 menit kemudian Tuan Yuda keluar dengan rambut basah dan handuk melilit di pinggangnya. Nata tak berkedip melihat badan Tuan Yuda, perutnya ada roti sobek nya. Nata selalu menghitung berapa roti sobek Tuan Yuda


"Sudah puas lihatnya" Tuan Yuda mengganggu Nata yang sedang mengagumi perut suaminya sendiri


"Ayok.. mandi.." Tuan Yuda menggendong Nata ke kamar mandi

__ADS_1


Tuan Yuda mulai melepas satu persatu pakaian yang Nata kenakan, hanya tersisa dalaman yang Nata kenakan untuk menutupi gunung kembarnya dan intinya


Nata mulai berendam di bath up bersama Tuan Yuda, air hangat yang bersatu dengan busa aroma strowbery yang segar


Tangan Tuan Yuda mulai nakal menjelajahi Perut Nata yang membesar lalu kebagian bawah perut. Nata sudah kepalang nikmat, tangan Tuan Yuda meremas bola empuk nan kenyal lalu menggosok nya dengan sabun aroma strowbery


Tuan Yuda segera menyelesaikan mandinya dengan Nata. Nata membasuh tubuhnya dengan lalu memakai handuk kimono nya, sedangkan Tuan Yuda sedang menenangkan adiknya yang kembali tegang


Entah berapa sabun yang ia habiskan. Nata sedang hamil besar, tak mungkin ia minta hak nya


Nata mengganti bajunya dengan baju tidur ibu hamil. tapi bahan baju tidurnya sangat tipis, piyama yang biasa Nata gunakan sudah tak cukup muat menampung perutnya


Tuan Yuda sudah keluar dari kamar mandi, ia menelan ludahnya dengan kasar. adiknya sudah kepalang bangkit lagi


Dengan langkah pelan Tuan Yuda mendekati Nata, beberapa bagian tubuh Nata membesar karna kehamilan nya


Nata merasa aneh dengan Tuan Yuda.


"Tuan.. a..ku.. aku sedang hamil besar" Nata gugup melihat Tuan Yuda yang sudah berada di atas tubuhnya dengan menguncinya


Tuan Yuda menyikap baju tidur Nata sampai ke perut, lalu dengan hati hati Tuan Yuda langsung memberikan kenikmatan pada Nata


Nata melenguh panjang merasakan sesak nya bagian dalam nya. dengan pelan pelan Tuan Yuda mulai menguasai Nata.


Hingga puncak panas mereka, Nata merasakan keram yang teramat sakit, Tuan Yuda sudah menyemburkan kenikmatan, merebahkan diri di samping Nata sambil memeluknya


"Arghhhhhhh.." Nata meringis menahan sakit pada perutnya yang mulai mengencang, air ketuban nya pecah mengalir di sela sela paha nya


Tuan Yuda langsung bangun menyadari Nata yang sudah meringis menahan sakit


"Aduhh... Tuan..sakit" Tuan Yuda langsung mengenakan pakaian nya dengan cepat. baju Nata langsung di pakaikan kembali dengan benar


"Hiks hiks sakit..." Nata memegang perutnya sambil mengelus elus perutnya dengan hati hati


Tuan Yuda langsung menggendong Nata menuju ke lantai bawah. "Tenang lah.. tarik nafas.."


ting


Angela dan Nenek Asih langsung mendekat pada Nata. "Nek.. bawa baju baju bayi yang di perlukan.. kami berangkat dulu ke rumah sakit" Tuan Yuda langsung memasukan Nata kedalam mobil


Jimy langsung menyetir mobilnya ke rumah sakit terdekat


"Tarik Nafas.. ayok tarik nafas sayang" ucap Tuan Yuda mengelus elus perut Nata


"Maafkan aku" gunam Tuan Yuda kecil di telinga Nata


Nata hampir menutup matanya. Tuan Yuda dengan telaten mengajak bicara Nata bahkan mengecup bibirnya terus menerus agar Nata terus terbangun


Para Dokter langsung menyambut Tuan Yuda. "Selamatkan istriku.." Para Dokter mengangguk sebagai balasan nya.


"Maaf.. Tuan.. anda tidak bisa masuk" ucap Suster dengan ketakutan, karna Tuan Yuda yang ia hadapi sekarang


"Bilang pada manajer rumah sakit ini, aku banyak menanam saham di sini, ijinkan aku masuk" dengan kalut suster tersebut langsung mengijinkan Tuan Yuda mendampingi Nata pada saat persalinan


Ketika masuk.. ia melihat Nata yang sedang berjuang melahirkan kedua anaknya


Para Dokter menunggu Nata pembukaan ke terakhir. "Nona.. anda harus kuat.. jika tidak adan harus di oprasi" ucap Dokter


Nata hanya mengangguk terus menahan rasa sakitnya


Tuan Yuda mulai masuk memegang tangan Nata dengan erat "Kuatlah.. kita harus melihat anak kita tumbuh Nata"


Kata kata Tuan Yuda yang memanggil nya Nata, membuat Nata menangis


"Akhhh....sakit... Tuan...."


"Tenang Nata... tenang" Tuan Yuda menenangkan Nata"


"Dokter... tolong istri saya" ucap Tuan Yuda kalang kabut melihat Nata kesakitan


"Tuan.. tenanglah.. bantu persalinan dengan doa Tuan.

__ADS_1


Nata meremas tangan Tuan Yuda dengan sangat kuat, Tuan Yuda meringis ngilu melihat Nata


"Peralatan nya sudah di siapkan?? tanya Dokter Tya pada suster yang membantu persalinan


"Sudah dok.. Nona Nata sudah pembukaan kesembilan, ketuban nya sudah pecah dok" jawab suster dengan penjelasan nya


"Baik.. kita lakukan sekarang.." Dokter Tya telah memasang sarung tangan siap melakukan tindakan


"Aduh.. dok.. sakit..." keluh Nata, keringat membasahi seleruh tubuh Nata


"Nona Nata... dengarkan aba aba saya" aba aba dokter Tya


"Ibu.. ayo atur nafasnya" Nata mulai mengikuti aba aba Dokter Tya


"Ibu.. jangan panik.. tarik nafas dalam dalam lalu buang, tarik nafas perlahan lahan lalu buang perlahan dan dorong" instruksi Dokter Tya memberi arahan pada Nata


Aaaakkkkkkkkkhhhhhhhhhh


"Ayok.. sebentar lagi ibu..!!! bayinya sudah terlihat.. dorong lagi... bu... dorong!!!" perintah Dokter Tya


Suara tangisan bayi pun menggelegar di ruang persalinan.


"Syukurlah.." ucap Tuan Yuda dan para dokter.


Nata sudah terlihat lemas tersenyum melihat Tuan Yuda


"Suster tolong jaga Nona Nata, mungkin bayi satunya lagi sebentar lagi keluar, saya akan membersihkan bayi laki laki ini lalu menimbang dan mengukur bayinya terlebih dahulu" ucap Dokter Tya


Selang 5 menit Nata merasakan sakit perutnya kembali.


Dokter Tya sudah mempersiapkan aba aba untuk Nata.


Tangis bayi perempuan itu langsung membangkitkan Tuan Yuda dari duduknya di samping Nata


"Sebentar Tuan.. saya cek.. apakah bayi anda meminum air ketuban atau tidak" ucap Dokter Tya


Tuan Yuda kembali mengecup kening Nata dengan hangat


Nata mulai di pindahkan ke ruang rawat setelah di pastikan tidak terjadi apa apa pada Nata


Nenek Asih dan Angela masuk ke ruang rawat Nata "Alhamdulillah kamu tidak apa apa Nak.. anak anak mu sehat.. tetapi harus perlu di Inkubator" Nenek Asih membelai pucuk kepala Nata


"Apakah rasanya sakit kak??" tanya Angela penasaran


"Awalnya sangat sakit.. tapi.. rasa sakit itu berganti rasa bahagia melihat anak anak ku" ucap Nata tersenyum lemas


"Sudah.. Nak.. kamu istirahat saja.. Angela dan Nenek akan menunggu disini" Angela mengangguk kan kepalanya mendengar ucapan Nenek Asih


Nata menutup matanya.


Sementara Tuan Yuda tengah asik memandangi putri kecilnya yang berada di inkubator "Anak ku perempuan.." ucap Tuan Yuda senang.


Berulang kali Tuan Yuda berdoa dalam sujudnya kepada sang kuasa agar Nata dan dirinya di hadiahi putri kecil sebagai pelengkap.


Tuan Yuda mulai beribadah sholat bersama Nata. ia tau sangat jauh dari sang pencipta


Akhirnya doa doanya terkabul. Tuan Yuda sangat senang memikirkan pakaian bayi perempuan yang ia beli di mall


Tak lupa Tuan Yuda menjenguk jagoan kecilnya.


Nenek Asih tersenyum senang melihat Tuan Yuda yang sangat bahagia melihat kedua buah hatinya


Tak di sangka, pembuahan satu kali jadi. Tuan Yuda terkikik pelan melihat bayi nya yang terganggu dengan tawa nya


Sementara suster hanya geleng gelang kepala melihat aksi langka Tuan Yuda


Bersambung


Terimakasih sudah membaca➡ Jangan lupa Yah Like dan Vote


Salam author🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2