
"Bu, ini laporan nya. "
"Oh iya terima masih Vera. " Ucap Hanin langsung memeriksa laporan di perusahaan baru.
"Bu, maaf. Nanti ibu apakah akan stay disini atau bagaimana? "
"Sementara saya akan bolak balik, karena tidak mungkin saya stay disini. Karena disana belum ada Manager baru, yang menggantikan saya. "
"Oh begitu ya bu. "
"Saya akan kesini satu minggu sekali, tapi saya minta sama kamu. Tolong per dua hari kamu kirim laporan nya, lewat surel. "
"Siap Bu. "
"Kalau begitu, saya mau keliling dulu. "
"Baik bu, silahkan. "
Hanin memeriksa sebuah kain yang nanti nya, akan di olah menjadi sebuah pakaian untuk di ekspor. Dominan dengan batik, perusahaan Hanin bekerja menerima berbagai macam kain batik berbagai motif dari setiap daerah.
"Supervisor nya mana? " Tanya Hanin.
"Saya bu, kenalkan nama saya Ikbal. " Jawab nya sambil mengulurkan tangan nya pada Hanin, untuk bersalaman.
"Saya Hanin, Manager di sini. "
"Ini semua kain, akan di proses bu menjadi pakaian pesta. "
"Coba lihat desain nya. "
Ikbal memberikan sebuah gambar desain pakaian yang akan di buat, sebuah pakaian pesta, berupa gaun.
"Siapa desainer disini? "
"Mba Nikita. "
"Saya mau bertemu sama dia. "
"Saya disini bu. "
Hanin membalikkan tubuh nya, dan melihat seorang wanita cantik dan elegan, langsung berjabat tangan dengan Hanin.
"Saya desainer disini, saya juga yang membuat semua nya menggantikan Pak Yanuar desainer lama, yang memutuskan untuk bekerja sendiri. "
"Saya suka dengan buatan nya, pantas kantor pusat memilih kamu. "
"Terima kasih bu. "
"Tapi nanti kadang - kadang di rolling loh, kadang kamu nanti di kantor pusat kadang dari sana ke cabang. "
"Nggak apa - apa bu nggak masalah. "
****
Hanin sampai, di depan kontrakan nya. Dan saat akan membuka pintu, tetangga kontrakan nya memanggilnya.
"Bu maaf ini, ada paket COD. "
Hanin melihat ada 5 paket COD yang ada di tetangga nya, Hanin melihat atas nama suami nya semua.
"Maaf Bu, tadi Bapak bilang kalau ada Paket COD suruh saya bayarin dulu, karena Bapak sedang ke rumah orang tua nya. "
"Berapa total nya? "
"Dua juta. "
Hanin pun memberikan uang sejumlah yang di bilang oleh tetangga nya, Hanin pun langsung membawa masuk paket tersebut.
"Kamu masih di rumah orang tua kamu Bang?" Tanya Hanin langsung menghubungi suami nya.
__ADS_1
"Iya, hari ini adik saya ulang tahun. "
"Ada paket, sudah saya bayar. "
"Oh iya, itu pesanan adik sama punya Ayah dan Ibu. "
" Ya sudah. "
Hanin langsung menutup ponselnya, dan bergegas untuk mengganti pakaian nya. Hanin membuka isi kulkas yang tidak ada apa - apa, dan langsung keluar mencari makanan.
*****
Buuuuummmmm
Buuuuuummmmm
Yogi berlari sambil memegang senjata nya, begitu juga Pramudya dengan anggota lain nya, yang sedang berjaga mendapatkan serangan mendadak.
Dor
Dor
Dor
Yogi terus menembak, orang yang melemparkan bom molotov, sedangkan Pramudya dengan tiga teman nya berarti ke arah kanan.
"Berhenti kamu. " Teriak Yogi.
Dor
Dor
Dor
Aaaawwwww
Yogi terjatuh, saat anak panah mengenai salah satu kaki nya, namun Yogi terus berlari hingga terus mengarahkan tembakkan nya.
Awwww
Anak panah, mengenai lengan nya, Yogi merasakan pusing dan mata langsung berkunang - kunang. Dengan samar Yogi melihat satu orang berdiri dimana, dengan mengarahkan anak panah nya tepat di jantung.
Dor
Dor
******
Awwww
Hanin tak sengaja menggigit lidah nya, saat makan. Dan langsung berkaca, terlihat lidah nya berdarah.
Pintu terbuka, terlihat Nugi yang baru saja pulang, langsung menaruh satu kantong kresek berisi makanan.
"Kamu belanja Yank? " saat Nugi melihat isi kulkas yang penuh.
"Bang, saya baru pulang dari luar kota, saya lapar nggak ada apa - apa. Kalau ngandelin kamu saja, saya makan apa. "
"Ini Abang bawakan dari rumah, kamu lagi nggak hargai suami. "
"Bang, kenapa sih? saat sudah menikah kamu malah pelit sama istri, malah perhitungan. Nggak seperti dulu waktu pacaran. "
"Kamu nyesel pilih saya, kalau nyesel sana balikan sama Yogi, kalau mau dianya. "
"Bang, bukan saya menyesal. Saya sudah memilih, tapi Bang tolong rubah lah. Masa setiap paket yang kamu pesan buat keluarga kamu, saya terus yang bayar. Sedangkan jatah bulanan dari kamu, satu minggu saja sudah habis Bang. "
"Abang kan bilang, masih ada dua tanggungan, dan orang tua Abang juga masih butuh materi. Makan nya, saya minta kamu jangan dulu hamil. "
"Usaha rumah makan, mana hasilnya? nggak mungkin tidak menghasilkan, jangan - jangan bangkrut. "
__ADS_1
"Itu dulu, setelah Abang jadi Tentara, mereka tidak membuka usaha nya kembali. Karena saat nya, Abang yang harus cari uang. "
"Kenapa Abang tidak cerita, kalau Abang cerita dari awal saya nggak begini Bang. "
"Maaf kan Abang, dan Abang tidak mau selalu wanita yang mengeluarkan semua kebutuhan rumah tangga. Dan maaf untuk masalah paket COD, jujur gaji Abang sudah habis. "
"Bang, kenapa nggak jujur. Seharusnya jujur Bang. "
"Maafkan Abang. "
*****
"Ini uang buat pegangan Abang, gaji saya bagi dua sama Abang. "
"Maaf Yank, kalau Abang menyusahkan kamu."
"Nggak apa - apa Bang, kita kan berumah tangga, harus terbuka ya. "
"Abang janji, kalau ada rejeki Abang kasih buat kamu. "
"Iya Bang. "
Nugi mendengar bunyi notifikasi pesan group masuk, dan melihat sebuah photo dimana sahabat nya kini terbaring di rumah sakit.
"Ada apa Bang? " Tanya Hanin.
"Nggak ada apa - apa. " Jawab Nugi langsung mematikan ponsel nya.
*****
Yogi membuka mata nya, wajahnya masih terlihat sangat pucat, Pramudya langsung mendekati Yogi.
"Saya dimana? "
"kamu di rumah sakit, kamu terkena anak panah dengan racun ular cobra. Untung kami datang tepat waktu. "
"Siapa yang memanah saya. ? "
"Suku pedalaman, mereka mengira kalau kita ini adalah salah satu dari musuh mereka. "
Awwww
Yogi merasakan sakit di lengan dan kaki nya, rasa sakit, hingga tak mampu untuk bangun.
"Kamu jangan banyak gerak dulu, badan kamu masih sakit dan lemas. "
"Makasih ya, sudah menolong saya. "
"Iya, sekarang istirahat lagi. "
*****
"Loh ponsel nya mati. " Hanin langsung menyalakan ponsel milik suami nya, dan banyak chat group masuk. Yang menarik bagi Hanin, Chat group dari Cakrawala hingga 1000 pesan.
Hanin membuka dan membaca satu persatu, Hanin langsung kaget saat melihat photo Yogi yang sedang terbaring di rumah sakit, bahkan ada photo anak panah dengan sisa bekas darah Yogi.
"Astagfirullah, Bang Yogi. "
Nugi langsung mengambil ponsel nya dari tangan Hanin, dan langsung masukan kedalam tas nya.
"Nggak sopan banget kamu, baca group. "
"Bang, Bang Yogi kenapa bisa ke panah begitu? "
"Kalau Abang jawab, kamu mau langsung temui Yogi kesana? "
"Kok Abang bicara nya gitu sih. "
.
__ADS_1
.
.