Cinta Di Ujung Janji

Cinta Di Ujung Janji
Perasaan Itu


__ADS_3

Hanin terdiam duduk sendiri, di depan teras rumah nya, sambil menatap lalu lalang kendaraan yang lewat.


Terlihat Dicky datang, dengan senyuman lesung di pipi nya, sambil membawakan sebuah cokelat.


"For you. " Ucap Dicky.


"Makasih ya. " Ucap Hanin.


"Sama - sama. "


"Kamu dari mana? "


"Sengaja kesini, udah makan belum? "


"Sudahlah, masa belum. "


"Kita jalan yuk. " Ajak Dicky.


"Nggak akh, saya lagi malas keluar."


"Kenapa? "


"Ya malas aja, dirumah aja lah. Kalau kamu mau pergi ya pergi aja. "


"Niat nya ngajak kamu kok. "


"Boleh curhat? "


"Buat Ayank, apa sih yang kagak. "


"Begini, mantan suami saya ngajak balikan."


"Hah..!!! terus? "


"Ya saya tolak. "


"Alhamdulillah."


"Tapi."


"Tapi apa? "


"Mantan pacar sata juga, ngajak balikan."


"Terus? "


"Saya bilang, lebih baik saya yang mundur. Karena dari pada saya jadi pemisah antara Bang Yogi dan Ibu nya. "


"Terus? "


"Disisi lain, sama Bang Yogi masih ada rasa."


"Lantas, dengan hati saya bagaimana? "Tanya Dicky menatap serius ke arah Hanin.


" Saya belum bisa jawab. "


"Apa kamu tidak bisa membuka hati untuk saya, walau secuil. "


"Dicky, kamu tahu kan. Setelah saya cerai dengan Bang Nugi, terus gagal nikah sama Bang Yogi. Saya tuh masih, belum bisa membuka hati. "


"Apa kamu tidak mencintai saya? "


"Maaf."


Dicky terdiam dan menarik nafas nya dalam - dalam, lalu memegang tangan Hanin, dengan menatap nya lekat.


"Saya akan tunggu, kamu sampai membuka hati kamu. "

__ADS_1


"Tapi maaf. "


"Saya akan tunggu, sampai kamu benar - benar menerima saya. Sampai kapan pun, saya akan menunggu kamu. "


"Maaf ya, sekali lagi saya minta maaf."


"Nggak apa - apa, hati tidak bisa di paksa, tapi saya akan menunggu nya. "


*****


"Yah, mogok deh mobil nya. Udah mau hujan lagi, gimana nih. " Hanin lalu turun, dan membuka kap mobil nya, memeriksa mesin yang mati.


Hujan pun turun, dan Hanin lalu segera masuk kedalam mobil nya, saat hujan deras, di ketuk nya kaca mobil, terlihat Yogi mengenakan jas hujan nya, dan Hanin segera menurunkan kaca mobil nya.


"Kenapa? "


"Mogok Bang. "


"Abang periksa. "


Saat Hanin akan membuka pintu mobil nya, oleh Yogi di tutup pelan, sehingga Hanin tidak jadi keluar.


"Kamu di dalam saja, biar Abang yang betulkan mesin nya, kamu di dalam saja. Hujan deras.


Hujan begitu sangat deras, Yogi terlihat basah kuyup dan memberikan kode, untuk Hanin menyalakan mesin nya. Dan saat mesin di nyalakan, mobil pun kembali hidup.


" Abang, mobil nya jalan lagi."


"Alhamdulillah, sekarang kamu jalan. Hujan nya semakin deras, kalau sampai rumah kan aman. "


"Abang kehujanan, saya tunggu Abang ya. "


"Abang mau lanjut jalan. "


"Jangan Bang, kalau begitu Abang masuk."


"Nggak Bang, jangan. Abang masuk ya, Abang sudah bantu saya, dan saya hanya bisa balas Abang, untuk berteduh sebentar. "


"Baiklah, tapi maaf kalau basah. "


"Iya, masuk. "


Yogi pun masuk kedalam mobil, terlihat dirinya sedikit basah. Wajah nya yang basah dan rambut nya pun basah, Hanin langsung memberikan tissue pada Yogi.


"Di lap dulu Bang. "


"Iya makasih ya. " Ucap Yogi sambil menerima tissue dari Hanin, lalu mengelap nya.


"Bang sekali lagi makasih. "


"Iya sama - sama." Ucap Yogi.


Kedua nya terdiam, hujan tak kunjung reda, bahkan hujan semakin lebat. Yogi tampak menggigil, dah Hanin menoleh ke arah jok belakang ada hodie milik nya, dan langsung di ambil nya.


"Abang buka saja, seragam nya ganti pakai punya saya. "


"Nggak apa - apa kok. "


"Pakai saja Bang, Abang bisa lepas disini. Saya nggak akan lihat kok."


"Nggak terima kasih. "


"Nggak apa - apa Bang, saya akan memalingkan wajah nya Abang. "


"Abang ganti."


Yogi mencopot seragam nya, hingga kaos tanpa lengan nya pun, dan kini Yogi bertelanjang dada. Hanin yang memalingkan, tampak dari cermin, Yogi kini bertelanjang dada. Yogi menoleh, dan tersenyum saat mengambil Hodie milik Hanin.

__ADS_1


Yogi lalu menarik, tangan Hanin, hingga kini mereka sangat dekat, punggung tangan Hanin, yang tangan sedang di pegang Yogi, menempel pada dada nya yang terasa sangat dingin.


Kedua nya saling bertatap mata, sangat dekat, hingga kini wajah mereka begitu sangat dekat.


"Katakan, kamu masih sayang sama Abang?"


"Saya tidak mau. " Ucap Hanin berusaha menjauh tapi di tarik kembali hingga hidung Hanin dan Yogi saling menempel.


"Katakan, kamu itu terpaksa tapi hati masih pada Abang. "


"Katakan juga, kalau memang Abang itu, sebenarnya juga masih cinta? "


"Katakan, kalau kamu itu, sebenarnya tidak pacaran sama Dicky, dan hati kamu sebenarnya tidak mencintai Dicky, tapi hanya memanfaatkan nya. "


"Katakan juga, kalau Abang sama Mahasiswi tersebut, hanya buat pelarian saja. "


"Jadi? "


"Jadi apa Bang? "


"Apa kamu, sebenarnya tidak pacaran sama Dicky? "


"Abang juga katakan, apa pacaran sama dia? "


"Iya Abang pacaran. " Ucap Yogi dan Hanin langsung melepaskan genggaman tangan Yogi dan menjauhkan tubuh nya dari Yogi.


"Jadi dia, pengganti saya. Cantik ya, nggak seperti saya. "


"Dia cantik, sangat cantik. "


"Selamat Bang, semoga lancar sampai hari Ha, dan semoga Ibu cocok sama dia. "


"Jelas cocok, Ibu sama siapa saja pasti cocok. " Ucap Yogi memakai Hodie milik Hanin, dan wangi perfume nya, kini menyatu dengan kulit Yogi.


"Hujan nya sudah reda, Abang bisa melanjutkan perjalanan. "Ucap Yogi.


" Hati - hati Bang. " Ucap Hanin dengan senyuman terpaksa.


"Kamu hati - hati ya. " Ucap Yogi.


Yogi pun turun, dan Yogi naik ke atas motor nya, sedangkan Hanin hanya diam duduk di balik kemudi nya. Hingga motor Yogi, melaju tapi Hanin masih tetap diam dan tidak melanjutkan perjalanan nya.


Kepala Hanin, di tundukkan dan menyandarkan kepala nya di balik kemudi nya, kedua matanya berkaca - kaca, dan terasa sangat sesak.


Dalam perjalanan, Yogi sengaja pelan. Tapi Yogi, belum melihat mobil milik Hanin , yang satu arah.


Yogi lalu berbalik arah, dan untuk memastikan kalau Hanin masih berada disana, dan takut kalau mobil yang di kendaraan Hanin kembali mogok.


"Jujur, kalau sedang begini, saya itu khawatir sama kamu.Takut terjadi kenapa - napa sama kamu. " Ucap Yogi panik.


Hujan semakin deras, terlihat pintu mobil terbuka, Yogi begitu sangat panik, tidak melihat Hanin di dalam nya.


"Hanin... kamu dimana? " Teriak Yogi, begitu terlihat wajah nya yang sangat panik.


"Hanin...!!! "


Jedaaar...


Suara petir menggelegar, dan angin bertiup sangat kencang, Yogi mencari kesana kemari. Bahkan ponsel milik Hanin, pun tertinggal di dalam mobil, dan tas nya pun masih ada.


"Ya Allah kamu kemana? jangan sampai kamu terjadi sesuatu. Hanin.. kamu dimana? "


Yogi mencari Hanin, disekitar tak jauh dari mobil nya.


.


.

__ADS_1


__ADS_2