
Dengan mengenakan seragam loreng nya, Yogi menghadiri proses akad nikah Hanin dan Nugi. Dirinya yang sejak awal tidak mau, untuk hadir namun teman - teman nya mengajak untuk tetap hadir.
SAH
Kata sah, membuat hati Yogi sakit, terlihat Hanin mencium punggung tangan Nugi, dan Nugi lalu mencium kening nya.
"Sabar ya " Ucap Candra menghibur Yogi.
"Iya Bang. " Ucap Yogi.
Saat kini giliran para tamu undangan memberikan selamat, pada pengantin. Yogi ikut mengantri hingga akhir nya giliran dirinya memberi selamat pada Nugi dan Anisah.
Yogi hanya diam, tidak mengatakan sepatah kata pun. Jabatan tangan, lalu turun dari panggung pelaminan, menuju keluar gedung.
Hanin hanya diam, setelah melihat Yogi pergi. Hanin tiba - tiba lemas, dan tak sadarkan diri. Dari jauh Yogi menoleh, melihat orang - orang berlari ke arah panggung pelaminan, melihat Hanin yang di gendong oleh Nugi.
*****
Hanin pun bangun, kepala nya yang semakin pusing. Nugi terus berada di samping nya, dan melihat dirinya ada di dalam kamar hotel.
"Bang, saya pingsan udah lama ya? "
"Kamu dua jam pingsan, tadi Abang pergi menemui para tamu, sekarang balik lagi kesini lihat kamu. "
"Kita ke sana lagi. "
"Kamu istirahat saja, bukan nya kamar ini kamar malam pertama kita disini, besok baru kita pulang ke rumah. "
"Iya Bang, kamar di rumah juga di hias, sama disini juga. "
"Sekarang istirahat, Abang mau ke depan lagi."
*****
Yogi memejamkan kedua mata nya, mengabaikan beberapa panggilan untuk nya. Yogi pun langsung bangun, dan memblokir panggilan tersebut, dan kembali tidur.
Sedangkan Hanin meletakkan ponsel nya, setelah beberapa kali menghubungi Yogi akhirnya nomer nya pun di blokir.
"Kamu pantas begini sama saya Bang, maafkan saya. " Ucap Hanin dalam hati nya.
Nugi masuk kedalam kamar, dan langsung memeluk tubuh istri nya. Di cium nya tengkuk leher Hanin, hingga Hanin merasakan seperti tersengat listrik.
Kedua nya saling berciuman, dan saling membantu melepaskan semua yang melekat di tubuh mereka.
Hanin berada di atas Nugi, tangan nya bermain lincah, pada milik Nugi .Nugi merasakan gejolak, bagai tersengat listrik ribuan volt, saat lidah bermain dan Hanin bak makan lolipop.
Nugi langsung membalikkan posisi nya, kini Hanin berada di bawah nya, dengan posisi kepala Nugi berada di depan area milik Hanin.
Hanin pun mulai ter*****ang saat lidah nya menyapu dan mengorek milik nya, begitu juga Hanin semakin semakin seperti sedang memakan lolipop.
__ADS_1
Nugi langsung memasukan milik nya yang , hingga Hanin merasakan hentakan demi hentakan yang semakin enak, untuk di rasakan.
*****
Yogi kini sudah berada di dalam pesawat yang akan membawa nya, duduk di samping Pramudya. Yogi kini tidak seperti kemarin, dirinya sudah bisa tertawa bahkan bercanda.
Pesawat pun mulai bergerak, Yogi dan Pramudya diam hingga kini pesawat sudah terbang dengan sempurna.
"Harapan kamu apa Pram? " Tanya Yogi.
"Harapan saya, bertemu wanita pengganti Citra. " Jawab Pramudya sambil tersenyum.
"Harapan yang sama. " Jawab Yogi.
*****
"Bang Sarapan dulu. " Ucap Hanin saat akan siap - siap ke kantor.
"Iya, makasih ya sudah masakin. " Ucap Nugi mengecup kening Hanin.
"Kalian nggak pergi bulan madu? " Tanya Pak Brata.
"Seperti nya nggak Yah, Bang Nugi sibuk ada latihan gabungan, dia satu minggu nggak pulang. Dan saya juga harus pergi ke luar kota beberapa hari ini, karena harus mengecek kantor cabang yang baru. "
"Berarti kamu sama Nugi akan, menjalani hubungan jarak jauh? "
"Apa kamu tidak berhenti kerja saya Yank? Kamu fokus mengurus rumah tangga. " Ucap Nugi.
"Benar kata suami kamu, apa tidak sebaiknya kamu fokus jadi seorang istri. " Ucap Pak Brata.
"Seperti nya, saya masih mikir lagi Bang, karier saya sedang bagus. "
"Yaudah, Abang tidak bisa paksa kamu. "
"Ini, Ayah kasih hadiah buat kalian. " Pak Brata memberikan sebuah kunci.
"Kunci apa Yah? " Tanya Hanin.
"Ayah sudah berjanji, kalau anak - anak Ayah menikah nanti, Ayah akan kasih hadiah sebuah rumah, untuk tempat tinggal kalian." Jawab Pak Brata.
"Ya Allah Ayah, terima kasih. " Ucap Hanin.
Nugi diam, dan meletakkan sendok nya di atas piring, dan kunci yang ada di atas meja makan, Nugi geser ke dekat Ayah mertua nya.
"Saya menolak Yah. "
Pak Brata dan Hanin menatap Nugi, rasa kecewa pada Pak Brata pun terlihat, dengan penolakan menantu nya.
"Maaf Yah, saya tidak mau menerima nya. Karena saya hanya ingin kami tinggal di rumah hasil keringat sendiri. "
__ADS_1
"Oh gitu ya, tapi kalian belum punya rumah. Apa salah nya Ayah kasih hadiah ini. "
"Maaf, ini merendahkan saya sebagai seorang suami. "
*****
Yogi dan Pramudya berjaga di perbatasan dengan daerah yang sedang terjadi peperangan, dengan senjata di pegang nya, berjaga di sebuah hutan yang menjadi titik perbatasan tersebut.
"Selama kita disini, mereka tidak lagi melakukan peperangan, hanya bekas anak panah yang banyak menancap. " Ucap Pramudya.
"Iya, mereka yang perang itu suku pedalaman, katanya mereka dulu rukun, bahkan hanya di jaga oleh dua suku. Karena konflik yang memakan banyak jiwa, sampai di kerahkan Tentara dan Polisi untuk berjaga. " Ucap Yogi.
"Ngeri juga sih, bagaimana cara mati nya. "
"Dengar - dengar, mereka di berikan senjata oleh kelompok yang tinggal di dalam hutan. Mereka salah satu kelompok , yang ingin memisahkan diri dari negara kita. " Ucap Farhan.
"Mereka bukan nya, sudah hilang selama bertahun-tahun, kini muncul lagi? " Ucap Yogi.
"Iya, ini semacam politik mereka, untuk beradu domba. " Ucap Pramudya.
*****
"Oh gitu Yah, ya sudah Ayah hargai lah. Berarti pemikiran dia itu, nggak mau hidup dari hasil jerih payah orang tua. Tapi ingin dari keringat sendiri. " Ucap Pramudya yang sedang menerima telepon dari Ayah nya.
"Padahal, itu janji Ayah nak. "
"Ayah hargai ya, dari pada nanti timbul nya pertengkaran. "
Yogi mendengar percakapan Pramudya dan Ayah nya, Pramudya hanya bisa menghela nafas panjang.
"Nugi menolak hadiah rumah dari Ayah. "
"Kenapa kamu kasih tahu saya. "
"Ayah, sebenarnya menabung buat kita berdua. Kata nya pernah bilang dulu, kalau kalian menikah, Ayah kasih hadiah rumah. Ayah ingin kedua anak nya nyaman. Ayah pasti kecewa, tapi ya mau gimana lagi. "
Yogi hanya diam, menatap langit yang terang, dengan bulan yang sempurna bulat. Dalam hati Yogi, ada sebuah doa untuk mantan kekasih nya. Agar bisa bahagia selama nya, dan juga untuk dirinya.
*****
"Loh, Ibu Ayah kok nggak bilang - bilang kalau mau kesini? " Tanya Hanin saat melihat kedua mertua nya datang.
"Nak, maaf kami kemari mau ambil uang jatah bulanan kami. "
.
.
.
__ADS_1