Cinta Di Ujung Janji

Cinta Di Ujung Janji
Keputusan Tepat


__ADS_3

"Mba Hanin serius mau jual ke saya? " tanya Pak Jefry pemilik resort di pulau Kiara.


"Serius Pak, hanya toko. Kalau rumah, itu untuk saya sama suami, kalau liburan kesini. "


"Mau minta berapa? "


"Saya ingin harga tinggi, karena bersama isi nya. "


"Iya mau berapa, kalau saya langsung bayar dan menyebutkan nominalnya segitu, takut kamu nggak cocok. Langsung harga jadi saja."


"Saya rinci semuanya itu sekitar 200 juta." ucap Hanin.


"Ok saya bayar cash, 200 juta. "


"Serius Pak. "


"Serius, saya tidak pernah bohong. Dan minta rekening nya, saya bayar sekarang. "


"Oh iya Pak, ini nomer rekening nya. " tunjuk Hanin memperlihat kan nomer rekening ny.


"Sekali lagi, terima kasih. "


****


"Alhamdulillah, sudah laku. Hanya toko rumah nya tidak. "


"Ya sudah nggak apa - apa, kapan kamu pulang yank? "


"Besok Bang, nanti jemputnya. "


"Iya, penerbangan jam berapa? "


"Dari sini, ambil penerbangan sore, sekitar jam 5. Soalnya mau beres - beres rumah dulu."


"Nanti kabari saja ya. "


" Iya Abang sayang."


Hanin mematikan ponsel nya, dan memasukan barang - barang ke dalam sebuah kardus.

__ADS_1


"Rumah ini, saya tinggal dulu. Untuk menemani suami,kemana dia akan bertugas."


Hanin pun kembali memasukan nya, ke dalam kardus, barang - barang yang ada di dalam rumah nya.


Hingga waktu, tak terasa begitu cepat. Hanin mengunci rumah nya, dan meninggal kan rumah impian ya. "


****


"Mau kemana? " sapa Ibu Tyo.


"Ini bu, mau jemput istri di bandara. " ucap Yogi.


"Oh,pantesan, dari kemarin nggak kelihatan."


"Iya bu, habis dari luar kota. Kalau begitu saya pamit Bu, mau ke Bandara. "


"Hati - hati. "


Yogi dengan mobil nya, mengarahkan ke arah Bandara. Dengan kecepatan sedang, Yogi akhirnya sampai di Bandara, dan tepat sampai Hanin baru turun dari pesawat.


"Pas banget. " ucap Yogi langsung membawakan koper milik Hanin.


"Buru - buru ya? "


"Kalau sampai lupa, saya pakai taksi dong."


"Iya." ucap Yogi tersenyum.


Dalam perjalanan, Hanin sedang makan, yang dirinya beli di jalanan. Yogi pun menikmati makanan yang di pesan Hanin.


"Gimana, sudah beres? " tanya Yogi.


"Alhamdulillah sudah Bang, hanya rumah yang masih. Itu buat sewaktu-waktu, untuk kita saling berkumpul dengan keluarga kecil kita. " jawab Hanin.


"Benar Yank, siapa tahu kita itu butuh liburan , kita kesana untuk cari suasana baru. "


"Iya Bang, betul banget. Apa kita tidak bulan masuk kedua? "


"Haduh Yank, lagi sibuk. Nanti kalau, nggak sibuk kita bagi waktu. "

__ADS_1


*****


"Bang, saya kan dapat uang jual toko di Pulau Kiara, gimana kalau buat usaha lagi? "


"Usaha apa? Abang sih dukung terus."


"Saya mau jualan online saja ya, kan bisa di bawa kemana - mana. Saya ingin jual, open PO gitu, biar enak sekalian jalan nya. "


"Abang dukung saja, kapan mulai? "


"Besok mau belanja. "


"Perlu Abang? biar nanti Abang kesana kalau ada apa - apa."


"Ya Bang, untuk saat ini tidak aja.


****


"Kenapa Yank? "


"Nggak tahu Bang, rasa makanan nya kok jadi aneh gini. "


"Aneh gimana? "


"Kenapa, jadi enek gini? "


"Coba makan buah jeruk, biar rasa enek nya hilang. "


Hanin membuka kulit jeruk nya, dan memakan nya. Namun baru beberapa, Hanin memuntahkan nya, dan langsung berlari ke arah kamar mandi.


"Kamu nggak apa - apa? "


Hoek. .. hoek..


"Nggak tahu Bang, enek banget nih. "


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2