Cinta Di Ujung Janji

Cinta Di Ujung Janji
Bicara Masalah Hati


__ADS_3

"Bu ada yang mau bertemu sama Ibu. "


"Siapa Nur? " Tanya Hanin yang baru saja datang, Nuke resepsionis perusahan dimana Hanin bekerja memberi tahu.


"Seorang wanita bu, dia duduk disana. " Tunjuk Nuke, dan di ikuti arah penglihatan Hanin ke arah yang di maksud Nuke.


Hanin berjalan mendekat, Adela yang masih tampak pucat sambil memegang perut nya tersenyum ke arah Hanin.


"Kamu masih bisa tersenyum, walau hati kamu rapuh. " Ucap Hanin.


"Saya akan berusaha untuk tetap tersenyum, agar tidak terlihat terjadi apa - apa. "


"Saya turut berdukacita. "


"Terima kasih, kamu masih mau menemui saya. Walau saya ini, bagi kamu adalah perusak. "


"Apa yang buat kamu kesini? "


"Bang Nugi, ceraikan saya. Dan dia selalu membandingkan saya sama mba. "


"Saya tetap bulat, akan meminta cerai begitu anak ini lahir. "


"Jujur, saya masih mencintai pria yang berkali-kali menyakiti saya. Sampai saat ini juga, dan saya berusaha untuk memperbaiki nya. Saya memang salah, tapi saya juga tidak ingin kesalahan itu datang. "


"Kamu itu bodoh,atau terlalu polos, sampai kamu masih saja ingin kembali sama laki - laki, seperti dia. Sudahlah, jangan kamu harapkan pria seperti dia. Kamu sudah banyak tersakiti, menjauh lah itu Saran saya."


*****


Hanin sudah merasakan tidak nyaman, terasa sesak dengan celana nya, hingga membuka pengait celana panjang nya. Sesekali Hanin, memakan cemilan yang selalu ada di samping nya.


"Hei Nikita, kamu datang kapan? " Ucap Hanin sambil berjabat tangan dengan Nikita.


"Tadi malam, oh iya Manager yang tadi nya harus di sini, kan sekarang disana ganti kan Ibu. Ampun dah, kaku banget. "


"Kaku kenapa? "


"Dia cowok bu, kaku. Saya bingung mau bicara juga, orang nya lagi - lagi terserah saya, kadang kasih keputusan tidak menyakinkan. Enak ibu, tegas mau kesana kesini bertemu klien juga enak. Mungkin cowok kali ya bu, jadi begini. "


"Awas naksir. "


"Hihihihi... bisa aja. "


"Jangan - jangan... "


*****


Hanin makan di sebuah rumah makan, duduk sendiri sambil memegang tab nya. Hanin mengangkat kepala nya, saat seorang pria duduk di depan nya. Hanin merasakan kesal, saat Zaenal dengan senyuman termanis nya, memandang wajah Hanin.


"Kok sendiri? "


"Kan kamu sudah temanin saya. "


"Makan nya, saya temani kamu. Sering makan disini ya? "


"Nggak juga, sedang lewat saja. "


"Oh, makan nya banyak ya. "

__ADS_1


"Banyak lah, yang makan bukan satu tapi dua."


"Kalau sudah melahirkan, jaga tubuh kamu. Biar ideal jangan sampai habis nikah, malah ke samping. "


"Eh, saya nya juga paham. Kamu nggak kasih tahu juga, sudah mengerti. Tapi kalau misal berubah, urusan kamu apa sama saya. "


"Kamu kan calon istri saya. "


"Ih.. pede banget. "


Saat itu bagai, sebuah malaikat penolong, satu mobil turun anggota Tentara. Hanin mencari sosok di kenal nya, dan tepat saat itu Yogi melirik ke arah Hanin. Hanin tersenyum, dan melambaikan tangan nya, namun Yogi malah memalingkan wajah nya. Sehingga membuat Hanin kecewa, dan melanjutkan makan nya.


"Kamu tadi, manggil siapa? "


"Calon suami. "


"Hah.. siapa? calon ny kan saya. "


"Tuh, lagi ngantri ambil piring. "


Zaenal menoleh ke arah Tentara yang sedang mengantri mengambil piring. Karena rumah makan yang di datangi, oleh Hanin adalah rumah makan prasmanan.


"Kamu ngayal ya punya cowok Tentara? "


"Ih... enak saja menghayal, kamu belum tahu saja fakta nya. "


"Bukti nya mana, noh kagak ada Tentara yang datang menghampiri kamu. " Ucap Zaenal tersenyum dan Hanin membuat muka masam.


Zaenal terus menggoda nya, namun Hanin tetap diam. Dan bagai angin segar, Yogi duduk di samping nya.


"Kamu dari tadi sayang? " Tanya Yogi sambil merapikan anak rambut Hanin.


"Suami kamu? " Tanya Zaenal.


"Bukan, tapi calon papah nya anak saya. " jawab Hanin.


"Nggak salah, cerai saja belum sudah punya calon. "


"Beda nya apa, sama kamu mengejar istri orang. " Celetuk Yogi.


"Saya kan, emang sudah di jodohkan sama Ayah nya. Jelas dia setelah cerai, nikah nya sama saya. " Ucap Zaenal yang tidak mau kalah.


"Kayak nya janda di perebutkan deh. " Ucap Hanin sambil tersenyum.


Terlihat Nugi dari jauh sambil menatap nya tajam, Hanin sadar akan suami nya yang sedang marah.


"Sudah ya, mending saya pamit. " Ucap Hanin langsung berdiri.


"Permisi."


"Yank, tunggu. " Ucap Yogi berdiri dan mengecup kening Hanin.


Hingga membuat Nugi merasakan hati yang panas, dan Zaenal hanya bisa menatap tidak percaya.


"Bye... sayang. " Hanin berjalan dan menatap sinis ke arah Nugi.


*****

__ADS_1


"Apa - apaan tadi kamu di rumah makan..!!! " Nugi mendorong Yogi.


"Apanya gimana? saya hanya menyelamatkan Hanin dari pria yang di depan nya. "


"Jangan banyak alasan kamu, ingat Hanin masih istri saya. "


"Oh, masih istri kamu. Setelah kamu tinggal kan Adela, jadi kamu baru ingat istri saat sudah pisah sama Adela. Bagus, bagus kamu Nugi. Kamu pria hebat, yang sukses memporak - porandakan hati seorang wanita."


Buuuuggghh


Nugi meninju, wajah Yogi hingga memerah, dan Yogi membalas meninju wajah Nugi.


Buuugghhh


"Pria seperti kamu itu, pantas di habisi. "


Buuugghhh


Buuugghhh


Buugghhhh


Semua anggota berlari dan langsung memisahkan Yogi dan Nugi. Hingga perkelahian mereka terdengar sampai di telinga komandan nya.


"Memalukan, kalian seperti anak kecil. "


"Siap salah, Komandan. " Ucap kedua nya.


"Lari keliling lapangan, 20 kali putaran, setelah itu babat habis rumput di belakang gudang senjata. "


****


"Dek, kamu sedang apa sih? panas - panasin Nugi sama Yogi. Kamu tahu, akibatnya mereka berantem dan kena hukuman."Ucap Pramudya.


" Bang, ini semua gara - gara Zaenal. Saya tuh ilfil sama dia, kebetulan ada rombongan Tentara makan di rumah makan dimana, saya sama Zaenal makan disana. Awal nya saya lambaikan tangan ke Bang Yogi, dia nggak respon. Eh ternyata dia, datang duduk di samping saya. Saya jujur nggak tahu kalau ada Bang Nugi, ternyata lihatin dia. "


"Dimana ada Nugi, disitu ada Yogi. "


"Ya mana saya tahu, mereka selalu sama - sama. "


"Saran Abang, kamu masih status istri nya Nugi. Jaga sikap, dan kamu kalau nanti sudah jadi janda jaga sikap juga. Walau kamu kesal sama pria, jangan seperti ini lah. Kamu paham kan, ingat kamu sedang hamil. "


"Iya Bang, saya paham. '


****


" Yank, kamu kemari. " Ucap Nugi yang masih tinggal di kontrakan saat bersama Adela.


"Istri Abang mana? "


"Abang pulang kan dia, ke orang tua nya. "


"Saya hanya mau bilang, Abang sedang apa pukul Bang Yogi. Dia nggak tahu apa - apa, saya yang minta. "


"Apa kamu masih punya rasa sama Yogi?"


.

__ADS_1


.


__ADS_2