
"Apa - apaan sih, nggak - nggak. " Ucap Yogi.
"Kamu jangan bantah, Yogi. " Bentak Ibu Siti.
"Lebih baik, saya tidak di akui anak. Dari pada menikah tanpa cinta dan terpaksa. " Ucap Yogi.
"Kamu pikir, Ibu akan merestui kamu sama Hanin. Ibu lebih setuju, kamu menikah bukan sama Hanin, kalau itu kamu punya pilihan sendiri. Dia sudah menyakiti hati ibu, datang jauh - jauh, dia tolak lamaran kamu. "
"Bu, yang di sakiti itu saya, bukan Ibu. Seharusnya, saya yang sakit hati. Tapi sakit hati saya, mengalahkan cinta saya yang besar sama Hanin. "
"Yogi, kalau kamu tetap menikah sama Hanin. Kami semua, tidak merestui nya. Walau kamu, punya anak dari dia, sampai Ibu kamu meninggal, tidak akan pernah dianggap keturunan dari keluarga kita. " Bentak Paman Yogi.
"Lebih baik, saya pergi. Dan nggak mau, menginjak kan kaki saya kesini lagi, kalau kalian tidak merestui hubungan kami. "
Plaaaakkk
"Lelaki bodoh, sudah disakiti malah kamu masih pertahankan dia. "
"Iya saya bodoh, bodoh karena cinta.Tapi bukan cinta, yang di paksa seperti ini. Tolong, jangan paksa, saya untuk mengikuti apa yang Ibu minta. Dan kalian, tidak tahu apa - apa, hanya meminta saya suruh mengerti perasaan Ibu. Tapi bagaimana, dengan perasaan Yogi bu. "
"Kamu sudah Ibu didik, Ibu besarkan sampai kamu menjadi Tentara. Hanya karena wanita itu, kamu tega melawan Ibu. "
"Saya lebih baik tidak menikah seumur hidup, kalau saya harus menuruti apa kata ibu."
"Jaga ucapan kamu Yogi . " Bentak Fajar, suami Silviana.
"Saya terima, kalian itu menyudutkan saya. Saya terima , Ibu membenci saya. Tapi ingat bu, dan kalian semua. Walau kalian, membuang saya sekarang, doa saya untuk ibu dan semua nya tidak akan pernah putus. Dan dari pada saya menikah, lebih baik saya melajang seumur hidup. "
*****
"Hi.. "
"Dicky, kamu kok tumben datang lagi ke kantor? ada apa? "
"Saya, kesini habis keluar ada perlu. Sekalian mampir, bawa ini nih. " Ucap Dicky sambil membawakan es kelapa.
"ini sih, seger tahu, makasih ya. "
"Sama - sama. "
"Terus, habis dari sini kemana? "
"Ya balik lagi, masih ada kerjaan. "
"Oh."
"Kenapa? masih kangen ya? "
"Ih.. norak banget sih, nggak lah. "
"Hahahaha... kangen juga nggak apa - apa. "
"Nggak tahu, nggak kangen. "
"Kamu makin cantik saja sih. "
"Ih... Dicky, jangan buat pipi saya merah. " Ucap Hanin memegang kedua pipi nya.
"Hahahaha... tuh merah kan. " Ledek Dicky.
"Tuh ya kan. " Ucap Hanin menutup wajah nya.
__ADS_1
Kedua nya pun tertawa, hingga akhir nya Dicky pamit untuk kembali ke Koramil. Dan Hanin, mengantarkan Dicky sampai pintu ruang nya.
"Makasih lagi, hati - hati. "
"Iya, lagian kantor nya deket tinggal nyebrang."
"Hihihi... iya juga. " Ucap Hanin terkekeh.
Dicky bertemu Yogi di depan kantor Hanin, Yogi dan Dicky hanya saling tersenyum, dan pergi ke arah kaki mereka masing - masing melangkah.
Hanin melihat Yogi datang, dengan wajah nya sedikit serius, Yogi masuk kedalam ruangan Hanin.
"Ini dua cowok, kenapa pada kesini sih? " Celetuk Hanin.
"Dicky habis ngapain tadi? " Tanya Yogi.
"Biasa, dia nganterin es kelapa. " Jawab Hanin.
"Oh, perhatian ya. "
"Orang sayang sama saya. "
"Kamu sayang sama dia? "
"Kan sudah di bahas kemarin. "
"Iya, saya lupa. "
"Abang ada apa? "
"Ibu, memaksa saya lamar Astri. "
"Terus? "
"Kenapa? "
"Tanpa di bicara kan lagi, ibu dengan keluarga besar lain nya. Sudah mempersiapkan, lamaran nya, bahkan seserahan nya. "
"Kok gitu? "
"Abang tidak mau, hanya untuk mengerti perasaan ibu saja. Tapi ibu tidak mau mengerti perasaan saya, bahkan yang lain nya juga. Mereka tidak pernah , ingin tahu bagaimana perasaan saya. Dan kamu harus tahu, saya pergi meninggalkan mereka, demi memilih kamu. Salah nya kamu, tidak membuat Abang benci, malah Abang selalu ingat sama kamu. Abang hanya, cinta sama kamu. "
"Tapi Bang, saya sudah bilang. Jangan sampai, saya ini menjadi jurang pemisah Abang sama Ibu. Bagaimana juga, dia Ibu yang melahirkan Abang. "
"Tapi, bagaimana dengan hati Abang, perasaan Abang. Cinta itu bukan paksaan tapi keseriusan nya. paksaan, kalau tidak serius, dan buat apa serius, kalau di paksakan. " Ucap Yogi.
"Saya seperti tidak pantas. "
Yogi memegang tangan Hanin, dan mencium punggung tangan nya, Hanin hanya bisa diam, tanpa menolak saat Yogi mencium sangat lama kedua punggung tangan nya.
"Mau kan, kita menikah? "
Hanin melepas kan tangan nya, dan memalingkan wajah nya. Yogi hanya diam, sambil menatap ke arah Hanin.
"Kalau kamu tidak mau menikah, Abang akan melajang seumur hidup. "
"Jangan suka, katakan hal seperti itu. Sama saka, menjanjikan untuk diri sendiri. "
"Tapi memang kenyataan nya begitu, coba jalan sama Astri tidak cocok. Coba jalan sama Karina, malah begitu. Hanya sama kamu, hati Abang jadi tenang dan bahagia. "
"Entah Bang, saya masih belum ingin berumah tangga. "
__ADS_1
"Apa karena Ibu? kita menikah tanpa restu ibu. Cukup dari keluarga kamu, saya sudah tenang. "
"Bang, bagaimana juga dia itu orang tua Abang. Ibu yang melahirkan Abang, saya tidak mau Bang, kalau kita menikah tanpa restu nya. "
*****
"Bang Yogi kemarin ada apa? " Tanya Dicky.
"Ngajakin nikah. " Jawab Hanin.
"Terus kamu mau? "
"Nggak." Ucap Hanin dan Dicky tersenyum.
"Kamu jangan Bahagia begitu, nggak sopan." Sindir Hanin.
"Kan saya termasuk cowok yang suka sama kamu. "
"Entah, kenapa? cinta kamu saya tolak, tapi curhat nya sama kamu. Saya anggap, kamu itu asik aja buat di ajak ngobrol serius, walau kamu itu lebih muda dari saya, tapi kamu itu kadang ada serius nya, nggak hanya buat ilfel."
"Kamu nggak coba sama saya? "
"Nggak, ngapain coba sama kamu."
"Hahahaha.. saya kan masih perjaka. "
"Maksud kamu? Bang Yogi juga perjaka kali."
"Tapi kan bukan mantan. "
"Sudah akh, tambah ngelantur ngobrol sama kamu. "
"Nih, lolipop buat kamu. " Ucap Dicky menyerah kan permen Lolipop pada Hanin.
"Kamu pikir, saya ini suka permen? "
"Nggak suka ya? "
"Nggak...!!! "
****
"Dia ajak saya menikah Bang. " Ucap Hanin pada Nugi.
"Abang juga mengajak kamu menikah. " ucap Nugi dari seberang.
"Dicky juga sama. " Ucap Hanin.
"Jadi, kamu pilih siapa? Abang, Yogi atau Dicky? "
"Nggak semua nya. "
"kenapa? "
"Saya nggak mau sama Abang, terlalu sakit. Dengan Bang Yogi terhalang restu, Ibu nya. Sama Dicky, saya itu tidak memiliki rasa, hanya dekat sebatas saudara. "
"Berati disini, hati kamu memang untuk Yogi. Kalau pun, Ibu nya berubah dan memberikan lampu hijau, kamu pasti menikah dengan Yogi. "
"Saya rindu Camelia Bang, di kalau seperti ini, dulu ada Camelia bisa bercanda, sekarang hanya bisa curhat sana sini, sama pria yang sama mencintai saya. Tapi mereka, tidak menunjukkan rasa cemburu nya. Mungkin hanya, ingin menjaga hati nya saja. "
.
__ADS_1
.
.