Cinta Di Ujung Janji

Cinta Di Ujung Janji
Yang Terpilih


__ADS_3

"Jadi kamu mau kembali lagi ke Pulau Kiara? " Tanya Yogi.


"Pernikahan kita kan Bang, dua bulan lagi, baru saja kemarin kita mengumpulkan berkas - berkas nya. " Jawab Hanin.


"Baru minggu kemarin loh kita tunangan, mengurus ini itu, masa kamu langsung pergi lagi. "


"Bang, saya kan punya usaha disana. Sayang dong, dan Abang waktu itu bilang , boleh disana asal ada karyawan. Nah sekarang kan, saya belum punya karyawan Bang. Sayang omset nya, ini sudah satu minggu tutup, sehari saja saya minimal ada pemasukan satu juta. "


"Kamu butuh berapa, Abang transfer kamu sekarang. "


"Ccckkk, sombongnya. "


"Eh serius tahu, mana nomer rekening kamu. Abang ganti kerugian nya, mana sini. "


"Nih, cari sendiri di ponsel saya. "ucap Hanin sambil menyerah kan ponsel nya pada Yogi.


" Dimana Yank? "


"Cari di menu pengingat. "


Yogi lalu mengetik, nomer rekening Hanin, dan notifikasi Banking pun masuk. Hanin dengan segera mengambil ponsel nya, dan tersenyum mengembang pada sangat calon suami.


"Makasih."


"Sama - sama, itu Abang lebihkan 5 juta. "


"Ini nih,calon suami idaman. "


"Giliran di kasih duit,calon suami idaman. Giliran nggak di kasih duit, pelit. "


"Ih.. abang. "


"Awas kalau, tahu kamu kesana pulang tanpa Abang. "


"Terus cari karyawan nya gimana? "


"Habis nikah, sekalian bukan madu."


"Masa bulan madu nya, sambil jualan. "


"Ya nggak apa - apa, masalah. "


****


Terdengar suara dering ponsel Hanin,dan terlihat nama Nugi memanggil, karena Hanin membuka blokiran nomer yang di blokir oleh Hanin.Dan Hanin langsung, mengangkat panggilan dari Nugi.


"Hallo Bang. "


"Hanin, maksud nya apa ini? kamu posting dua tangan? satu sedang masukan cincin ke jari manis kamu. "


"Bang, saya sudah tunangan sama Bang Yogi. Dua bulan lagi, saya mau nikah sama dia. "


"Abang tahu, kamu buka kembali yang kamu blokir. Jadi selama kamu menghilang, kamu itu sedang sama Yogi. "


"Nggak Bang, Bang Yogi juga saya blokir. Dia juga nggak tahu apa - apa, mungkin kita memang berjodoh sama dia. "


"Padahal, Abang berharap kita bisa rujuk lagi."


"Kalau pun tidak dengan Bang Yogi, saya tidak mau rujuk sama Abang. Saya akan memilih menikah, sama pria lain. "


"Padahal Abang cinta sama kamu. "


"Saya mungkin bisa memaafkan Abang, tapi keluarga Abang, saya tidak sanggup Bang. "


"Maafkan untuk itu. "


"Abang saya doakan, semoga menemukan pengganti, yang lebih dari saya. "


"Amin."


*****


"Hanim, ada tamu. " Ucap Pak Brata.


"Siapa Yah? "


"Dicky."


Hanin langsung keluar dari kamar nya, terlihat Dicky yang masih mengenakan seragam Tentara nya, sedang duduk di kursi teras.

__ADS_1


"Dicky."


"Hi.. apa kabar? "


"Baik, dari Koramil langsung kesini? "


"Iya, saya baru tahu dari mba Winda kamu tunangan. "


"Bukan nya, kalian satu rumah, baru tahu sekarang? "


"Nggak sih, kemarin sudah tahu. Tapi saya baru, sempat kesini sekarang. "


"Oh."


"Selamat ya. "


"Makasih."


"Kamu, sekarang sudah punya pacar atau masih jomblo? "


"Ada."


"Syukur deh, kapan nyusul? "


"Nanti lah, karena dia sedang menunggu wisuda. "


"Oh masih kuliah? "


"Iya."


"Maafkan saya ya, kemarin kamu saya blokir. Sekarang, sudah saya buka semua. "


"Kamu jahat Hanin. "


"Hahahaha.. kan saya sudah minta maaf."


"Iya, saya maafkan kok. "


"Hmm.. nanti kamu datang ya. "


"Pasti lah datang, masa nggak datang. "


"Makasih."


"Ehm... mantan kamu gimana? "


"Kemarin telepon, dia nya sih kaget. Padahal ingin rujuk sama saya, tapi saya tidak mau rujuk. "


"Kenapa? karena balikan sama Bang Yogi?


" Ya nggak juga sih, tapi kan walau nggak ada Bang Yogi saya tidak bisa kembali sama dia. Kamu kan tahu, saya tidak ingin masalah yang timbul dari keluarga nya, merusak rumah tangga kami. Dan sampai kapanpun, harus akan terus seperti itu, makan ny saya tidak mau. Kalau tidak sadar dengan sendirinya, kalau seperti ibu nya Bang Yogi. Dia kan mengerti, bagaimana perasaan anak nya. Sedangkan orang tua, bahkan kedua adik Bang Nugi tidak bisa mengerti perasaan saya atau Bang Nugi. "


"Iya sih, kalau model nya begini. "


"Makan nya, saya sering tolak dia. "


"Oh, padahal sering minta rujuk ya? "


"Ya nggak satu atau dua kali, malah sering tapi kita masih komunikasi kok. "


"Semoga sama yang sekarang, jodoh selama nya. "


"Amin...!!! "


*****


"Abang makan dulu. "


"Ayah mana Yank? "


"Biasa masih di bengkel. "


"Malam ya pulang nya? "


"Iya, malam. "


Hanin menuangkan nasi dan lauk ke piring, untuk Yogi makan. Sedang kan dirinya hanya makan buah, yang tersaji di atas meja makan.


"Yank, sudah di catat berapa orang, yang mau kamu undang? "

__ADS_1


"Sudah Bang, ada sekitar 200 orang. "


"Nanti kirim saja nama - nama nya, biar orang percetakan yang buat. "


"Untuk souvenir gimana? " Tanya Hanin.


"Sudah beres, WO juga sudah Abang lunasin. Tinggal hari H nya saja. "


"Bang, kemarin Bang Nugi telepon. "


"Bilang apa dia? "Tanya Yogi sambil memasukan sendok berisi nasi kedalam mulut nya.


" Dia kaget, kalau saya akhirnya sama Abang."


"Kok kaget? "


"Kan dia sering minta sama saya rujuk. "


"Terus? " ucap Nugi.


"Ya nggak mau, sampai kapan pun juga nggak mau. "


"Alasan nya yang jelas dong. "


"Keluarga nya. "


"Kalau tidak dengan keluarga nya, kamu masih mau? "


"Ih.. kok pertanyaan nya gitu sih? "


"Kan Abang tanya, kamu mau kalau , keluarga nya tidak seperti itu. "


"Ya tergantung Bang. "


"Tergantung apa? "


"Ih... Abang, sudah ah. " Ucap Hanin kesal.


Yogi tersenyum dan meminta tambah pada Hanin. Sedangkan Hanin, menyilangkan kedua tangan nya di dada.


"Nambah Yank. "


Hanin mengambil piring dari tangan Yogi , dengan wajah cemberut Hanin menuangkan nasi dan lauk nya lagi.


"Kalau cemberut begini, jadi tambah cantik. "


Hanin langsung tersenyum, dan menaruh piring di depan Yogi, yang sudah berisi nasi dan lauk.


"Tuh kan, kalau begini cantik. " puji Yogi.


"Ih... Abang, bikin saya terbang. "


"Ya kamu mah, harus di begitu kan baru cemberut nya hilang. "


"Sudah ah, habis kan makan nya. "


*****


"Mba, ini kebaya nya tolong payet nya ada yang rusak. " tunjuk Hanin.


"Oh iya, nanti saya betulkan. untung tidak robek, seperti nya tadi mba Hanin pas keluar dari ruang ganti kena pintu nya, kecantol." ucap designer yang membuat kebaya pengantin.


"Oh iya ya, tapi nggak apa - apa kan mba? "


"Nggak apa - apa, ini mudah bagi saya. Sering ini terjadi, satu minggu ya saya betulkan lagi."


"Ya mba, yang penting saat hari H sudah siap."


Yogi yang sedang menunggu Hanin, langsung mendekat saat sedang mencoba gaun pengantin, untuk resepsi pernikahan.


"Bang, kebaya pengantin yang untuk akad nikah, di betulin lagi. Tadi saya nggak sengaja, merusak payet nya. "


"Terus gimana? "


"Bisa di betulkan lagi. "


"Berapa hari? "


"Satu minggu. "

__ADS_1


.


.


__ADS_2