Cinta Di Ujung Janji

Cinta Di Ujung Janji
Hati Berbicara


__ADS_3

Nugi mendapatkan sanksi, dirinya di pecat dari Militer. Berganti seragam dengan pakaian batik, di depan para Anggota lain nya, di saat selesai upacara.


Di tengah - tengah lapangan, dengan mengenakan pakaian yang telah berganti dengan pakaian batik. Nugi resmi menjadi warga sipil, segala resiko dia pun kini menerima nya.


Pramudya dan Yogi menatap nya, terlihat ada wajah penyesalan pada dirinya. Senyum terpaksa, saat Nugi bersalaman dengan para anggota lain nya.


Hingga tepat di depan Yogi dan Pramudya, Nugi mengulurkan tangan nya.Yogi menerima jabatan tangan Nugi, tidak dengan Pramudya.


"Semoga, setelah ini kamu sadar. " Ucap Pramudya.


"Tolong, jangan pisah kan saya dan anak saya. " Ucap Nugi memohon.


"Kami tidak memisahkan nya, tapi kamu yang memisahkan antara Ayah dan anak. " Ucap Pramudya langsung pergi meninggalkan Nugi dan Yogi.


"Kamu masih membawa saya, dalam masalah kamu? seharusnya saya juga menghajar kamu. Tapi saya ini bukanlah anak kecil, jadi saya tidak akan hajar kamu dengan fisik, tapi menghajar kamu dengan menjauhi kamu. " Ucap Yogi meninggalkan Nugi.


*****


"Jadi kamu di pecat? " Ucap Ibu Nuri.


"Iya bu. " Ucap Nugi.


"Bodoh banget kamu, kenapa sampai di pecat hah.. orang tua masukin pendidikan Tentara, biar kamu jadi orang, mengangkat derajat keluarga, dan tulang punggung, tapi sekarang apa hah.. apa. Bagaimana nasib kedua adik kamu, dan bagaimana Ayah dan Ibu. Kita makan apa hah, kalau begini. "


"Bu, saya masih bisa cari kerjaan lain. "


"Kerjaan apa Nugi, kamu mau jadi kuli. Mana cukup, kalau Ayah kamu pulang kamu bisa habis di hajar dia. "


"Nugi salah, kalau mau hajar, hajar saja. "


"Gara - gara apa hah..? "


"KDRT."


"Kamu sakiti Hanin atau Adela? "


"Hanin."


"Nugi...!!! dari awal kamu jangan ceraikan Hanin, kamu malah ngotot mempertahankan Adela. Hanin itu sarang duit, coba kalau kamu masih sama Hanin, kamu di pecat kita juga nggak kelabakan begini. "


"Sudahlah Bu, kita pasti bisa makan. "

__ADS_1


"Bang Nugi, Abang di pecat? " Ucap Ryan.


"Benar Bang, terus gimana kuliah Karen, dan sekolah nya Ryan. " Ucap Karen.


"Abang akan usahakan, kalian masih tetap kuliah dan sekolah. " Ucap Nugi.


"Benar ya Bang, awas saja kalau kita berdua sampai tidak melanjutkan. " Ancam Ryan.


"Abang janji. "


*****


"Hati - hati. " Ucap Pak Brata memapah Hanin yang baru sampai rumah nya, setelah tiga hari dirawat di rumah sakit.


Hanin duduk, dengan bersandar di kepala ranjang, sedangkan Pak Brata meletakkan tas pakaian milik Hanin di atas meja.


"Kamu mau makan, atau istirahat? "


"Nanti Yah, istirahat dulu. "


"Ya sudah, kalau begitu Ayah keluar kamar dulu. "


"Makasih Yah. "


"Assalamu'alaikum dek. "


"Walaikumsalam, gimana Bang? "


"Kamu sudah pulang? "


"Baru saja sampai. "


"Oh, syukur kalau sudah di rumah. "


"Dek, Abang boleh curhat? "Ucap kembali Yogi.


" Curhat apa Bang? "


"Ibu terus maksa Abang untuk menikah sama Astri, dan minta Abang kesana saat keluarga besar nya kumpul, Abang harus melamar dia."


"Kalau Abang sendiri , gimana suka nggak? "

__ADS_1


"Abang jujur suka sama Astri, dia baik, cantik tapi terlalu agresif. Dia itu seolah hubungan ini, sudah pasti. "


"Seorang perempuan kenapa begitu? karena bagaimana si pria merespon awal nya. "


"Abang memang yang mengawali hubungi dia, Abang coba untuk tidak selalu ingat sama kamu. Hanya untuk tidak merasakan sakit hati, jujur kalau sama Astri sakit hati ini terasa sedikit hilang, tapi ada paksaan begini, Abang jadi ragu. Abang sudah bilang, untuk jalani saja dulu sambil menata hati. "


"Saya hanya bisa, mendoakan yang terbaik buat Abang. Kalau Abang memang suka sama Astri, lamar dia, kalau tidak Abang putus kan jangan sampai disana berharap banyak sama Abang. "


"Tapi ibu dek, Ibu pasti kecewa. "


"Abang akan jalani hubungan, karena terpaksa? dari pada sakit kedua kalinya, lebih baik Abang putus kan saja. "


"Makasih dek, sudah dengerin curhatan Abang. "


"Bang, biar kita tidak lagi seperti dulu. Mau kan, jadi teman buat Hanin, dan saya minta maaf membuat Abang seperti ini. "


"Iya dek, kita nyaman begini. "


******


"Nih minum susu nya, jangan sampai keponakan Abang, kurang gizi nya. " Ucap Pramudya memberikan segelas susu.


"Makasih Bang. " Hanin langsung meminum nya.


"Kamu, masih berhubungan sama Nugi? "


"Nggak Bang, paling nanti kalau anak nya lahir saya kasih tahu. "


"Dia sudah di pecat, seminggu yang lalu. "


"Saya, bayangkan gimana reaksi keluarga nya."


"Memang pria seperti dia, harus di kasih pelajaran. percuma dia nya begitu, keluarga nya begitu. Kecuali Nugi nya tidak seperti itu, kamu mungkin bisa bertahan. "


"Sekarang, saya hanya fokus sama anak Bang, ke depan nya, saya belum memikirkan bagaimana kehidupan saya selanjutnya, hanya fokus sama anak. "


Pak Brata, menatap kedua anak nya. Hati nya begitu sangat sedih, kedua anak nya gagal dalam menjalankan rumah tangga.


"Ayah ingin sekali membantu kalian mencari jodoh, tapi kedua anak Ayah tidak pernah ada yang cocok. Pram, sekali Ayah kenalkan kamu lari. Dan kamu Hanin, Ayah kasih Zaenal kamu juga tidak terlalu suka. Maksud Ayah baik buat kalian, perasaan Ayah sedih nak, kalau saja ibu kalian masih hidup pasti memiliki perasaan yang sama. "


*****

__ADS_1


"Kamu jangan buat Ibu marah, jangan katakan ini karena perempuan kurang ajar itu. " Ucap Ibu Siti marah dari saluran telepon nya.


"Bukan Bu, Hanin tidak ada hubungannya dengan masalah ini. Ini memang, dari hati saya Bu. "


__ADS_2