Cinta Di Ujung Janji

Cinta Di Ujung Janji
Melepaskan


__ADS_3

"Bu, kami pamit. " Ucap Yogi pada Ibu Siti.


Ibu Siti tetap diam, dan memalingkan wajah nya, bahkan Yogi meminta agar Hanin tidak mengganggu Ibu nya lagi.


"Tolong ya, sudah. " Ucap Yogi, dan di anggukkan oleh Hanin.


"Bu, mungkin saya akan menikahi Hanin. Maaf, kalau Yogi salah. Maaf kalau Yogi, jadi anak yang tidak berbakti. " Ucap Yogi berjalan ke arah Ibu nya, dan bersujud mencium kedua kaki Ibu Siti.


"Saya minta maaf, dan saya akan menikah dengan Hanin. Yogi, memang anak yang tidak berbakti pada Ibu, tapi dalam setiap sujud, Yogi akan terus mendoakan Ibu. "


Yogi berdiri, dengan mata berkaca - kaca, sedangkan Ibu Siti masih tetap diam dalam angkuh nya.


"Yogi bodoh, memilih wanita yang sudah sakiti Yogi. Tapi Yogi kenapa? pilih dia lagi karena Yogi memberikan kesempatan kedua untuk dia. Dan Ibu lihat, dia sadar akan kesalahan nya. "


"Pergilah, pergi sesuai hati kamu. Kalau kamu, memang mencintai nya, bawa dia pergi, tapi jangan bawa dia kemari lagi. Bila Ibu meninggal nanti, Ibu tidak sudi dia hadir dalam pemakaman Ibu. "


"Bang, jangan Bang. Cinta kita memang tidak akan pernah bisa bersatu, tolong Bang, jangan seperti itu sama Ibu. Kita tidak tahu, besok Abang masih bisa bertemu lagi sama ibu atau tidak. Tolong Bang, jangan lakukan. Jangan menikah dengan saya. "


"Saya akan, melajang seumur hidup. " Ucap Yogi.


"Itu sumpah saya Bu, saya akan melajang seumur hidup. "


"Pergi lah, Ibu tidak mau dengar lagi, ucapan kamu. Dan ibu, tidak memiliki anak seperti kamu. "


"Bang, jangan lakukan Bang. "


"Kita pergi. " Ucap Yogi langsung menarik tangan Hanin, untuk keluar dari rumah nya.


Saat sampai di pintu gerbang, Hanin menghempaskan tangan Yogi, dengan kasar.


"Bang...!!! saya itu, tidak ingin Abang begitu sama ibu. Saya mohon, jangan sakiti hati ibu, hanya karena saya. Saya mohon Bang, cinta kita tidak akan pernah bersatu. Saya yang salah, saya yang mulai awal permasalahan nya. Jadi tolong Bang, jangan sakiti hati ibu."


"Baik, tapi saya tidak akan menikah sama kamu atau sama orang lain. Kalau kamu tidak mau menikah, dan kenapa saya seperti ini. Ibu, tidak mau memaafkan kamu, saya saja maafkan kamu, kenapa Ibu tidak. "


"Karena ibu tidak memiliki cinta sama saya, beda dengan Abang yang memiliki cinta buat saya. Saya mohon Bang, tinggal kan saya. Demi ibu Bang, dia wanita yang melahirkan Abang. "


"Maafkan saya Bang, maafkan saya. " Ucap Hanin kembali dan langsung pergi meninggalkan Yogi di depan rumah nya.


Ibu Siti terisak, melihat semua nya, Yogi putra nya terlihat sangat sedih. Bahkan hanya bisa diam menatap Hanin, yang pergi meninggalkan nya.


Yogi menatap rumah nya, dari luar Yogi melihat Ibu nya sedang menatap diri nya.


"Dia meninggalkan saya, demi ibu. Saya, tidak akan menikah dengan siapa pun. "


*****

__ADS_1


"Ayah, Hanin sudah dapatkan balasan semuanya. Hanin pantas, di perlakuan seperti ini. Hanin pantas, mengorbankan semua nya. Cinta, perasaan, Hanin lepaskan semuanya. "


Hanin memeluk lengan Pak Brata, dengan kedua mata berkaca - kaca. Pak Brata mengusap punggung tangan anak nya.


"Langkah apa yang akan kamu lakukan setelah ini? "


"Saya ingin sendiri Ayah, saya ingin pergi dan meninggal semua kenangan disini. "


"Kalau itu lebih baik, lakukanlah. Ayah hanya bisa berdoa, agar kamu bahagia selalu. Ayah hanya bisa mendukung kamu, dan ingat Ayah tidak ingin kamu terus sendiri. Apa kamu, sampai hari tua akan begini terus? "


*****


"Hanin, sangat di sayangkan kan, kalau kamu resign. " Ucap Lutfi, Direktur perusahaan dimana Hanin bekerja.


"Saya ingin, mencari suasana baru. Bukan berarti saya bosan, saya ingin menenangkan diri, mungkin dengan menyelam sambil minum air, saya manfaatkan ilmu yang di dapat dari sini. " Ucap Hanin.


"Yah mau gimana lagi, jujur saya berat loh, melepaskan kamu. Tapi saya tidak bisa memaksa kamu, untuk tetap bertahan disini. "


"Terima kasih Pak. "


"Ini ada bonus buat kamu, dan pesangon nanti di urus di bagian keuangan. Bonus ini dari saya, lumayan lah buat modal usaha, atau buat apalah nanti ke depan nya. Dan bila kamu, ingin kembali. Pintu perusahaan ini, akan selalu terbuka buat kamu. "


"Terima kasus Pak, sekali lagi terima kasih. "


*****


Dicky kembali menghubungi Hanin, tapi nomer nya masih tidak aktif. Dan mencoba mengirimkan pesan, ternyata centang satu.


"Kemana dia ya? susah banget. "


"Kenapa kamu? " Tanya Winda.


"Nomer Hanin, kok nggak aktif. " Jawab Dicky.


"Kamu jangan cari Hanin lagi, dia nggak ada disini. " Ucap Winda.


"Kemana? kok nggak kasih tahu saya. "


"Jangan kamu kejar Hanin, carilah wanita yang lebih dari dia. "


"Saya mencintai Hanin. "


"Dia tidak mencintai kamu, lupakan dia. Carilah wanita yang bisa membalas cinta kamu. "


Dicky terdiam, sambil menatap ke arah nomer ponsel Hanin.

__ADS_1


"Berapa lama, dia akan pergi? "


"Nggak tahu, bahkan Abang nya juga nggak tahu, Hanin melangkah kan kaki nya kemana."


*****


"Cari Hanin? " Ucap Pak Brata pada Yogi.


"Hanin nya ada? " Tanya Yogi


"Dia, tidak ada disini. " Jawab Pak Brata.


"Pergi kemana? saya akan tunggu. "


"Tidak usah, ditunggu. Hanin tidak akan pulang, dia pergi dari sini. "


"Pergi kemana? "


"Dia ingin menenangkan pikiran nya, dia ingin intropeksi diri. Jangan berharap banyak sama dia, saya sudah tahu permasalahan kamu dan Hanin. Buat apa, kamu perjuangan cinta kamu, bila hanya akan menyakiti hati anak saya. Bukan nya ini lebih baik, lebih baik menjauh. "


"Saya tulus Pak. "


Pak Brata, masuk ke dalam dan kembali lagi dengan membawa secarik kertas.


"Ini pesan dari Hanin, kamu baca. "


Yogi membuka kertas tersebut, dan terdapat tulisan tangan Hanin, yang mencurahkan semua isi hati nya.


... Teruntuk Bang Yogi...


Bang, saat baca surat dari saya, Abang tidak akan lagi bertemu dengan saya.


Abang, maafkan Hanin ya, yang sudah membuat hubungan Abang sama ibu retak. Semua nya karena Hanin, tapi Hanin memilih untuk pergi, melepaskan rasa ini.


Abang, jujur Hanin masih sayang sama Abang, tapi buat apa di pertahankan kalau kasih sayang, seorang Ibu Abang abaikan. Dan memilih jadi anak yang tidak berbakti. Ini salah Hanin, salah saya sejak awal.


Seharusnya, wanita seperti saya, Abang tidak pantas pertahankan. Benar kata ibu, Abang itu bodoh, bila harus terus memperjuangkan, wanita seperti saya.


Biarkan saya pergi, pergi sejauh kaki saya melangkah. Minta maaflah sama ibu, jangan sakiti hati nya.


Salam buat ibu, semoga Allah selalu melindungi Abang dan Ibu. Amin... !!


Terima kasih, untuk cinta yang begitu besar, dan bisa dapat mengenal dan menjadi bagian hidup Abang.


^^^Hanin^^^

__ADS_1


__ADS_2