Cinta Di Ujung Janji

Cinta Di Ujung Janji
Halal


__ADS_3

Yogi sudah kembali dari rumah sakit, wajah nya begitu tampak bahagia. Namun masih terlihat sangat lemas.


"Bang Yogi, makan rujak lagi yuk? "ajak Mita meledek.


" Nggak mau, besok mau nikah. " ucap Yogi.


"Yah nggak asik. "


"Ini karena gara - gara kamu, tahu. "


"Mira, jangan kamu racuni otak sepupu kamu." Ucap Pak Ali, paman Yogi.


"Rasain kamu. " ucap Yogi, sedangkan Mita menjulurkan lidah pada Yogi.


Ibu Siti mendekati putra nya, lalu duduk di samping Yogi . Tangan Ibu Siti, membelai kepala Yogi, lalu turun memegang tangan putra nya.


"Nak, besok kamu nikah, ibu mau bilang, seperti baru kemarin kalau ibu itu, melahirkan kamu, dan seperti baru kemarin kamu itu lulus pendidikan Tentara. Ibu sudah berhasil, berhasil membesarkan kamu dan mendidik kamu. Dan kamu, besok sudah menjadi imam, imam dalam sebuah keluarga kecil kamu yang akan di bina. "


"Yogi makasih sama Ibu, sudah sampai bisa mengantarkan Yogi hingga menuju pelaminan."


"Iya sayang, ibu doakan semoga kamu, bahagia dunia akhirat. "


"Amin..bu, amin...!!! "


****


Hanin tampak cantik, dengan kebaya pengantin warna putih. Berjalan di karpet warna merah, Hanin bersama Pak Brata menuju ke meja akad nikah.


Dimana Yogi sudah menunggu, dengan menggunakan pakaian pengantin pria, yang sama berwarna putih.


Yogi tersenyum saat Hanin mendekat, kedua nya tampak wajah yang tampak bahagia. Yogi mengulurkan tangan nya, Hanin pun menyambut.


Hanin duduk di samping Yogi, di depan nya sudah ada penghulu yang sedang memeriksa administrasi kedua mempelai.


"Mas Yogi dan mba Hanin, apa sudah siap? " Tanya Pak penghulu.


"Bismillah, kami siap. " Jawab Yogi.


"Alhamdulillah, dan ada sedikit wejangan untuk kedua mempelai dari saya. Pernikahan itu, bukan sebuah permainan, pernikahan itu memiliki tujuan untuk membentuk suatu keluarga, yang sakinah, mawadah dan warohmah. Saling suka Terima, baik dalam keadaan susah, maupun bahagia.Paham dari sini? "


"Paham." ucap Yogi dan Hanin.


"Mas Yogi, sebagai kepala keluarga. Jadilah imam yang bisa, membimbing istri dan anak - anak nanti nya. Dan ingat, janganlah kamu menyakiti hati istri kamu. Karena orang tua istri kamu, membesarkan ny dengan penuh cinta kasih. Dan mengantarkan nya, pada Mas Yogi untuk di sayangi, bukan untuk di sakiti. Paham Mas Yogi? "


"Paham Pak. "

__ADS_1


"Untuk mba Hanin, jadilah seorang istri yang bisa menjaga aib keluarga ketika di luar, jangan lah mengumbar aurat, yang bukan muhrim nya Terimalah penghasilan, berapa pun gaji yang di terima suami. Jangan sayang saat, suami banyak uang, giliran nggak punya uang istri malah marah - marah. Itu dosa, mau menikah sama Mas Yogi, berarti mau menerima kesusahan nya juga. Tidak hanya, mau senang nya saja. Paham mba Hanin? "


"Paham Pak. " Ucap Hanin.


"Sekarang sudah siapa, Mas Yogi untuk ijab kabul? "


"Siap Pak. "


***


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Yogi Indra Lesmana Bin Ar - Rahman, dengan anak saya Hanin Putri Pameswara dengan mas kawin nya berupa uang tunai sebesar 10 juta dan seperangkat alat shalat. Tunai."


"Saya terima nikah nya dan kawin nya Hanin Putri Pameswara binti Brata Kusumo dengan mas kawin tersebut tunai. "


SAH


Alhamdulillah


Wa a'udzubika min syarri haa wa min syarri maa jabaltahaa alaih.


Bagas dan Hanin kini resmi menjadi pasangan suami istri, Hanin mencium punggung tangan Yogi, yang kini resmi menjadi suami nya.


Yogi pun, mengecup kening Hanin. Lalu setelah itu mereka berdua, sungkeman pada orang tua mereka.


"Selamat nak, semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah. " ucap Pak Brata.


"Semoga kalian bahagia selalu, ingat pesan Pak penghulu yang memberikan kalian wejangan. " ucap Ibu Siti pada Hanin dan Yogi.


"Kami akan selalu ingat, wejangan yang tadi Pak penghulu katakan. " ucap Yogi.


Tamu undangan pun mulai memberikan, ucapan selamat. Satu persatu, naik ke atas panggung pelaminan.


"Selamat dek. " ucap Pramudya pada Hanin.


Pramudya memeluk tubuh Hanin, terlihat Hanin kedua mata nya tampak berkaca - kaca.


"Terima kasih Bang. "


"Jaga adik saya, jangan sakiti dia. Cukup yang kemarin Saja, adik saya tersakiti. "


"Saya janji, saya janji akan membahagiakan Hanin. " ucap Yogi.


Dicky bersama Sisil naik ke panggung pelaminan, kedua nya memberikan selamat. Hanin tersenyum pada Dicky, tak lupa memeluk kekasih Dicky.


"Selamat ya. " ucap Dicky, di ikuti ucapan selamat dari Sisil.

__ADS_1


"Terima kasih. " ucap Hanin dan Yogi.


Hanin pun duduk di kursi pelaminan, karena rasa capek terlalu lama berdiri. Yogi pun memijat salah satu kaki Hanin, dengan berjongkok.


"Enak nggak yank? "


"Enak banget Bang. "


"Lepas aja, sepatunya. Capek kan, dari tadi pake high heels. "


"Iya Bang, capek. "


Yogi terus memijat, dan berhenti saat ada tamu undangan datang. Mereka berdua kembali berdiri bersalaman dengan beberapa teman Yogi, dan Hanin yang datang bersamaan.


****


Hanin dan Yogi sampai di kamar hotel, dimana mereka akan menghabiskan satu malam bersama. Dan esok nya, mereka akan pergi ke Pulau Kiara.


Yogi membantu Hanin, membuka Reseleting gaun pengantin, yang di kenakan Hanin. Yogi menurunkan gaun tersebut, hingga terpampang punggung yang putih mulus.


Yogi mengecup kedua pundak nya, hingga Hanin merasakan tubuh nya meremang. Gaun pun kini, jatuh kebawah, dan menyisakan kemben yang menutupi bagian dada Hanin.


Yogi memeluk tubuh Hanin dari belakang, di cium nya tengkuk leher milik Hanin. Sedang kan Hanin, menikmati nya sambil melihat dari depan cermin, jemari Yogi bermain di sekitaran dada nya. Bahkan Hanin, merasakan sesuatu yang mengeras, dan Yogi yang sudah tak sabar langsung membalikkan tubuh Hanin.


Kedua nya, saling berciuman. Tangan Hanin, melepaskan kancing kemeja, yang di kenakan Yogi. Jemari Hanin, bermain di sekitaran dada bidang milik suami nya.


"Abang akan membuat kamu, malam ini melayang bersama. "


"Malam ini, saya serahkan tubuh ini untuk Abang. Karena halal untuk Bang Yogi, begitu juga tubuh Bang Yogi, halal untuk saya. "


Yogi kembali mencium bibir Hanin, dan mengangkat tubuh istri nya ala koala lalu di baringkan di atas tempat tidur.


Yogi bermain, di atas tubuh Hanin. Hingga meninggal kan beberapa jejak warna merah, bahkan kedua nya kini tanpa penghalang, dan kulit mereka saling menyentuh.


Hanin berganti posisi, dirinya berada di atas, bermain di sekitaran bawah. Yogi yang merasakan sensasi, nikmat nya surga dunia hanya bisa memejam kan kedua mata nya.


Terasa tak tahan, Yogo kembali membalikan tubuh Hanin di bawah, dan kini dirinya lah yang memimpin permainan.


Hanin menggigit bibir bawah nya, saat merasakan milik Yogi akan menembus milik nya. Dengan di tuntun tangan Hanin, akhirnya masuk dengan sempurna.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2