
Yogi dan Hanin, naik ke atas Mercusuar. Dari atas, Yogi dan Hanin melihat hamparan lautan yang begitu sayang luas. Hanin berteriak sekencang - kencang nya, dan hembusan angin pun menerpa rambut nya. Hingga Yogi, sesekali merapikan anak rambut.
"Abang, bagus ya pemandangan nya. "
"Iya, Abang nggak sia - sia naik sampai puncak."
"Waktu itu, saya tidak sampai puncak, hanya sampai dermaga nya saja. "
"Kenapa? "
"Takut naik kesini sendirian. "
"Ada tempat yang bisa di kunjungi lagi nggak?"
"Nggak ada Bang, ada pulau lagi jauh, 6 jam dari sini. Katanya bagus, karena air laut nya terlihat terumbu karang nya. Tapi sayang jauh.Dan kapal nya, hanya sekali sehari, baru balik lagi besok nya.
" Ada penginapan nya? "
"Ada, disana seperti pulau Kiara. Biasanya, hanya weekend saja, sabtu sama minggu. Hari - hari biasa juga ada, tapi nggak seramai weekend. Makan nya, kapal hanya ada weekend saja. Karena posisi jauh mungkin, 6 jam. "
"Bisa jadi. "
***
"Capek Bang. " Hanin memegang kedua kaki nya setelah keluar dari mercusuar.
"Baru naik turun segitu saja capek. " ucap Yogi langsung memijat kedua kaki Hanin sambil duduk di dermaga.
"Sumpah Bang, capek banget. Makan nya, dulu mau naik mikir dua lagi. Fakta kan, sekarang begini. "
"Terus kenapa, tadi gaya nya ikut naik? "
"Masa Abang sendiri, saya duduk manis di sini. "
"Kalau nggak kuat, bilang dong. "
"Saya nya juga ingin lihat ke atas. "
"Nah itu kapal nya, yuk kita pulang. "
****
"Ini apa yank? " tanya Yogi saat melihat kue yang hampir warna hitam.
"Ini roti goreng cokelat. "
"Kok, warna nya sampe hitam. Meleleh ya cokelat nya? "
"Nggak juga, kan adonan nya di campur. "
Nugi menggigit roti goreng tersebut, dan langsung mengambil tissue membuang gigitan nya.
"Apaan ini? " ucap Yogi.
"Kenapa Bang? "
"Pahit begini. "
"Aduh, maaf Bang. Nggak enak y? "
"Kasih gula nggak sih? "
"Kasih Bang. "
"Gosong ini, bukan karena cokelat. "
Hanin lantas mencoba nya, dan langsung membuang saat rasanya tidak enak. Hanin langsung minum air putih di atas meja, dan membawa kembali satu piring yang masih banyak.
"Kalau nggak bisa buat roti goreng, jangan buat. " tegur Yogi.
"Coba Bang, tadi sambil lihat tutorial nya. "
"Iya, bukti nya ke buang semua."
"Maaf ya. "
Yogi menghampiri Hanin, mengecup kening nya terlihat mata nya berkaca - kaca.
__ADS_1
"Jangan nangis dong, nggak apa - apa orang belajar. Gagal itu wajar, jangan sedih ya. "
"Makasih ya Bang. "
"I love you. "
"I love you too. "
Mereka berdua pun berciuman, Yogi mengusap pelan bibir tipis Hanin. Tangan Hanin, membelai wajah suami nya.
"Kita ke kamar yuk. " ajak Yogi.
"Ngapain? "
"Buat dedek bayi. "
"Mau."
Yogi langsung mengangkat tubuh Hanin, ala koala. Sambil berjalan, bibir mereka saling berciuman.
*****
Yogi melihat ponsel Hanin berdering, nama Nugi tertera. Yogi pun langsung mengangkat nya.
"Hallo." ucap Yogi.
"Yogi."
"Apa kabar kamu? "
"Alhamdulillah baik, kamu sendiri? "
"Alhamdulillah baik. "
"Selamat ya, semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah dan warohmah. "
"Amin, kamu baru selesai kerja atau? "
"Saya lagi di darat, baru turun kemarin. "
"Oh, ada perlu sama Hanin? "
"Boleh, nanti saya kasih ponsel nya ke dia."
Yogi menghampiri Hanin, yang sedang mengecek barang - barang yang habis. Hanin melihat ponsel, yang di serahkan nya, ada nama Nugi.
"Dia mau bicara sama kamu. "
Hanin langsung mengangkat nya, dan bicara di depan Yogi, dan sengaja ponsel nya Hanin loudspeaker.
"Bang, gimana? "
"Apa kabar? "
"Baik Bang, abang baik? "
"Alhamdulillah baik, ini lagi di rumah. Kemarin baru turun, baru minggu depan berlayar lagi."
"Syukurlah kalau baik. "
"Selamat ya, selamat menempuh hidup baru."
"Terima kasih Bang, makasih banyak ya. "
"Semoga kamu sama Yogi, selalu bersama sampai maut memisahkan. "
"Amin, semoga Abang juga ya. Cepat dapat pengganti nya, jodoh yang menerima Abang apa ada nya. "
"Amin, makasih. Salam buat Yogi. "
"Nanti saya sampai kan Bang. "
Pembicaraan mereka berdua berakhir, Hanin memasukan ponsel nya di dalam saku celana nya.
"Nugi sering hubungi kamu? "
"Iya, kita jalin silahturahmi. "
__ADS_1
"Abang nggak marah kok, karena itu bagian dari masa lalu. kamu boleh, berteman sama mantan suami. "
"Makasih Bang, sudah percaya sama saya. "
"Abang percaya kok, kisah itu tidak akan terulang. Dia juga nggak akan berani ambil kamu, kalau pun terjadi langkahi dulu mayat suami nya.
" Iya Bang, mungkin ada jarak. "
*****
Hanin dan Yogi telah kembali, dari bulan madu, sementara kedua nya tinggal di rumah orang tua Hanin.
"Ini oleh - oleh buat Ayah. " ucap Hanin memberikan hiasan sebuah kerang berukuran besar.
"Makasih nak, gimana menyenangkan? "
"Seru banget Yah, ternyata masih ada pemandangan indah, yang belum orang semua tahu. "ucap Yogi.
" Disana memang pemandangan nya, sangat bagus. Ayah terakhir kesana waktu bawa Hanin sama Pramudya masih remaja. Hanin SMP dan Pram SMA.
"Ayah, saya minta ijin sama Ayah. "
"Iya, gimana? "
"Saya akan bawa Hanin dari sini, kami ingin mandiri. "
"Ayah nggak akan melarang kalian, untuk mandiri. Pada hakikatnya, berumah tangga itu tujuan nya, membangun sebuah keluarga kecil, dari kecil hingga besar. Mandiri lah, Ayah tidak akan melarang nya. "
"Terima kasih Yah, terima kasih. "ucap Yogi.
" Sama - sama. "
****
"Nanti sama Abang, tinggal di asrama ya, Abang sudah beresin rumah nya, tinggal masuk saja. "
"Loh Abang nggak pernah cerita? "
"Abang mau kasih kejutan saja. "
"Kita beli perabotan nya nya Bang. "
"Nggak usah, Abang sudah belikan. "
"Kok Abang, sendiri sih yang beli. Kenapa, nggak bicara dulu sama Hanin. "
"Kan kejutan. "
"Ih, apa - apa kejutan. "
"Iya, nanti lusa kita pindah. "
"Bang."
"Iya sayang. "
"Nyesel nggak, nikah sama saya?"
Yogi memegang kedua pundak Hanin, dan menatap kedua mata istri nya secara intens. Hanin yang ditatap nya, langsung menunduk.
"Kata siapa abang menyesal? " Yogi mengangkat dagu Hanin.
"Secara dulu, saya sudah sakiti hati Abang. "
"Kalau menyesal dan terpaksa, Abang sudah menikahi Astri. "
"Makasih Bang, makasih. Abang adalah tipe pria yang pemaaf, penyabar. Makasih untuk semua nya, sudah menjadikan Hanin pelabuhan terakhir untuk Abang. "
"Jangan tinggalkan Abang, kita menua bersama ya, hanya maut yang dapat memisahkan kita. Semoga kelak, kita di surga nanti tetap bersama - sama dengan anak cucu kita. "
"Amin."
"Abang beruntung, memiliki kamu. Sebuah perjuangan besar, untuk mendapatkan kamu. Lika - liku perjalanan cinta kita, memang panjang dan menyakitkan. Tapi akhirnya, Allah menyatukan kita kembali. Dengan takdir yang berbeda, Abang dari dulu itu sayang kamu, karena kekuatan cinta, Abang tetap memilih kamu, untuk di jadikan permaisuri di hati Abang. "
.
.
__ADS_1
.