Cinta Di Ujung Janji

Cinta Di Ujung Janji
Dia Pergi


__ADS_3

"Kamu habis beli susu? " Tanya Pak Brata.


"Iya Ayah. " Jawab Hanin.


"Ayah lihat dari lantai atas, tadi Nugi datang ya? "


"Kalau iya kenapa Yah? "


"Ayah tidak suka, susu itu dari Nugi kan? "


"Iya, terus masalah nya dimana? saya di kasih Ayah tidak. minta sama dia. "


"Lain kali, kamu tolak dia. "


"Yah, anak saya lahir nanti. Bang Nugi akan datang, tolong Ayah jangan halangi, untuk bertemu dengan anak nya. "


"Tapi Ayah tidak mau kamu rujuk. "


"Iya Ayah. "


****


Ibu Siti bersandar di kepala ranjang, Yogi memijat kedua kakinya. Astri menyuntikkan obat di selang infusan nya.


"Kamu lihat Astri, dia ini perhatian sama ibu. Kurang apa coba, sama kamu perhatian juga. Ibu begini itu, karena kamu Yogi. "


Yogi hanya diam, dan terus memijat kedua Kaki nya. Sedangkan Astri lebih pura - pura sibuk.


"Ibu malu sama orang tua Astri, sikap kamu yang kurang ajar sama Astri. "


"Sudah bu, jangan di paksa. Orang Bang Yogi itu cinta mati nya sama Hanin, di paksa juga tetap aja saya tidak bisa masuk kedalam hati nya. "


"Ibu itu lebih cocok ke kamu, mau jadi satu juga, awal nya begitu tetap saja nanti nanti nya juga begitu lagi. "


Yogi hanya diam, dan terus memijat kedua kaki nya. Sedangkan Astri di balik sikap nya dalam hati tertawa puas.


****


"Bang Pram. "


"Kenapa dek? "


"Ada yang inbox saya "Tunjuk Hanin pada Pramudya.


Pramudya melihat pesan masuk di di chat sosial media milik Hanin.


" Siapa dia? "


"Dia kan tanya, kamu adik nya Pramudya ya? "


"Siapa sih? "


"Mana saya tahu, mungkin teman Abang. "


Pramudya membuka profil si pengirim pesan, dan Pramudya kenal dengan wajah wanita di media sosial tersebut.


"Winda."


"Kenal? "


"Dia ganti akun nya. "


"Siapa sih, kepo. "


"Dia ini teman dekat Abang, dia pernah suka sama Abang. Tapi Abang malah pacaran sama Vivian, terus nikah cuman 24 jam. "


"Jodoh yang salah cerita nya. "


"Tapi Abang suka sama Vivian, dia itu teman Vivian, plus teman curhat Abang juga. Saat menikah dia itu nggak tahu pergi kemana, semua akses nya hilang, tidak ada jejak. Malah Abang cari dia, eh ternyata hubungi kamu. "


"Saya japri suruh menghubungi nomer Abang ya? "


"Biar Abang pake akun Abang sendiri. "


"Semoga dia jodoh Abang. "


"Tapi, Ayah bagaimana? "


"Bang, kalau dia cocok buat Abang. Sikat Bang, jangan - jangan kalau dari Ayah model nya kayak si Zaenal. "

__ADS_1


"Kok Zaenal? "


"Iya sok ngatur, mulut nya kayak ibu - ibu suka ghibah. "


Hahahahah


"Bisa aja kamu. "


*****


Yogi turun dari kereta nya, dan berjalan mencari Nugi, namun Yogi tidak menemukan nya. Yogi pun menghampiri salah satu, petugas angkut barang.


"Pak, maaf. "


"Bagaimana Pak? "


"Pak, saya mau tanya. Yang suka angkut barang, namanya Nugi kemana ya? "


"Oh Mas Nugi, Mas Nugi dapat panggilan kerja, dia sudah terbang ke luar negeri kemarin. "


"Ke luar negeri, kemana ya, kerja apa? "


"Katanya, di salah satu kapal pesiar. di negara bagian eropa. "


"Oh iya makasih. "


Yogi pun langsung menelepon Hanin, dan panggilan nya pun langsung di angkat.


"Halo Hanin"


"Ya Bang, kenapa? "


"Kamu tahu kabar Nugi? "


"Tidak Bang, kenapa? "


"Dia kerja di luar negeri, dan baru kemarin berangkat. "


"Kok dia nggak pamit atau hanya sekedar datang dan minta maaf.


" Abang kira kamu sudah tahu. "


"Sudah ya, kamu kan akan cerai sama dia. Jangan dipikirkan. "


"Makasih Bang, informasi nya. "


Sedangkan Hanin mencoba menghubungi suami nya, panggilan berdering tapi tidak di angkat.


"Kamu sedang apa Bang, disana kamu tidak pamit. "


Hanin mencoba menghubungi nya lagi, tapi operator yang menjawab nya. Dan Hanin tidak hilang akal, dia mengirimkan pesan namun tidak terkirim.


"Kamu kok tiba - tiba, nggak angkat telepon nya. Jangan - jangan , kamu sengaja. Ah.. tidak - tidak, jangan berpikir begitu. "


*****


"Yah, Ayah....!!! " Panggil Hanin.


"Ada apa Hanin? " Tanya Pak Brata.


"Yah, perut Hanin sakit. "Jawab Hanin.


" Kamu mau melahirkan nak? "


"Seperti nya Ayah, tolong Yah. "


"Baik - baik, kita ke rumah sakit nak. " Pak Brata memapah putri nya, dan tak lupa tas yang sudah di siapkan untuk membawa perlengkapan pakaian bayi dan Hanin.


Dalam perjalanan, Hanin terus merasakan mulas, beberapa kali menghubungi kakak nya yang tidak di angkat.


"Ayah, Bantu Pram nggak angkat telepon."


"Ya sudah, nanti kalau sampai rumah sakit. Ayah hubungi dia lagi. "


"Ayah, bisa cepat sedikit nggak? Hanin tidak tahan. "


"Sabar ya nak. "


Mobil pun sampai rumah sakit, tepat di pintu IGD Hanin langsung di bantu oleh dua perawat pria untuk berbaring di atas blankar.

__ADS_1


Pak Brata lalu mencoba menghubungi kembali Pramudya, yang masih Dinas.


"Hallo Pram. "


"Ada Yah? "


"Pram, nanti kamu pulang langsung ke rumah sakit. Adik kamu melahirkan. "


"Iya yah, nanti Pram ke rumah sakit. "


Pak Brata langsung berjalan mendekati ruang IGD, dan dokter menghampiri Pak Brata.


"Maaf Pak, Bapak suami nya? " Tanya Dokter yang menangani Hanin.


"Bukan, saya Ayah nya. " Jawab Pak Brata.


"Maaf Pak, suami nya mana ya? "


"Suami nya tidak ada, suami nya di luar negeri. "


"Begini Pak, seperti nya Ibu harus cesar karena posisi bayi itu berubah dia sungsang. Jadi harus tindakan operasi. "


"Nggak apa - apa, yang penting anak dan cucu saya selamat. "


"Kalau begitu, ke bagian administrasi untuk mengurus semua nya dan mentanda tangani surat perjanjian nya. "


"Baik Dok. "


*****


"Hanin tidak cerita, Nugi ke luar negeri? "


"Nggak, dia diam saja."


"Satu minggu yang lalu Nugi berangkat. "


"Saya kira Hanin tahu, ternyata dia pergi saja tanpa bilang. "


"Ya sudah, kamu cepat ke rumah sakit. Lihat ponakan kamu. "


"Saya duluan ya. "


"Iya, hati - hati. "


Pramudya berlari di koridor rumah sakit, tak sengaja dirinya menabrak seorang suster hingga barang yang di bawanya terjatuh berserak.


Praaaaakkk


"Maaf, maaf sus. " Pramudya langsung membantu membereskan nya.


"Nggak apa - apa. " Ucap nya.


"Winda!!! " Ucap Pramudya saat melihat wajah suster tersebut.


"Bang Pram, apa kabar? " Ucap Winda sambil tersenyum.


"Baik, kamu kabar nya gimana? "


"Baik juga seperti Abang, lama bang tidak bertemu. "


"Sama Winda, kamu tugas di rumah sakit ini?"


"Benar Bang, saya pindah kemari. "


"Bisa sering ketemu kita. "


"Ah.. heeee iya Bang. "


"Ehm... boleh minta no ponsel nya? "


"Saya akan chat Abang, karena saya masih ingat nomer Abang. "


"Kenapa kamu tidak coba hubungi Abang. "


"Saya belum siap Bang, baru sekarang saya siap. "


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2