Cinta Di Ujung Janji

Cinta Di Ujung Janji
Maaf...!!!


__ADS_3

Hanin memutuskan untuk mendatangi Ibu Siti, terlihat Ibu Siti tengah sibuk sedang mengawasi karyawan nya. Hanin duduk di kursi, sambil menatap Ibu Siti.


Ibu Siti tahu, kedatangan Hanin, tapi tak di hiraukan. Dan malah menyibukkan diri, Hanin tetap menunggu hingga sore hari.


Beberapa karyawan, bahkan berbisik membicarakan Hanin, hingga toko sampai mau tutup Hanin tetap berada di dalam nya. Bahkan Ibu Siti, memilih untuk pergi.


"Bu, lebih baik ibu pulang. Seharian, Ibu disini.Dan Ibu Siti pergi begitu saja, Ibu diam saja. " Ucap Sari.


"Nggak apa - apa, mungkin Ibu sedang ada urusan, saya mau menunggu disini. "


"Tapi butik, sudah mau tutup bu. "


"Saya tunggu di luar. " Ucap Hanin, lantas keluar dari butik untuk memilih berdiri di depan butik.


"Sari, apa kita tidak suruh dia masuk kedalam saja? " Ucap Rehana.


"Ibu tadi bilang, jangan suruh masuk. " Ucap Sari.


"Kok begitu, kalau sampai putus kontrak kerja bagaimana?"


"Nggak akan, dia kan bukan pemilik perusahaan hanya manager. "


"Tapi kasihan tahu, dari pagi sampai malam."


"Gimana, kalau kita photo saja. Kirim ke Mas Yogi. "Ucap Sari memberikan ide.


" Ide bagus. " Ucap Rehana.


Tak lama, mobil Ibu Siti tiba, dan Hanin langsung mendekat dan membukakan pintu nya. Namun Ibu Siti, tetap angkuh bahkan langsung menutup pintu rumah nya.


Tok.. tok..


"Bu, Ibu tolong buka kan pintu nya. " Ucap Hanin sambil mengetuk pintu rumah.


Tak ada jawaban, bahkan Hanin tetap berdiri, dengan tubuh yang sudah sangat capek dan lemas, tidak membuat Hanin patah semangat.


"Bu, saya minta maaf. Kalau memang saya ini salah, tapi hargai saya bu. "


Ceklek


Pintu rumah pun terbuka, Ibu Siti melipat kedua tangan nya, di dada bahkan menatap sinis ke arah Hanin.


"Kamu tadi bilang, hargai kamu. Hah.. lantas, kemarin ibu datang kesana, kamu putus kan menolak Yogi di depan saya, apa kamu hargai perasaan saya dan Yogi? mungkin Yogi maafkan kamu, tapi tidak dengan saya. "


"Bu, tolong maafkan saya. Sudah berkali-kali saya minta maaf, tapi ibu tolak. "

__ADS_1


"Jelas di tolak lah, kamu itu tidak mencirikan wanita yang baik, awal saja sudah selingkuh apalagi nanti saat sudah menikah. Kamu bisa saja, pura - pura setia sama anak saya, tapi di belakang pasti berbuat. Dan lagian, saya nggak respect sama kamu, lebih baik kamu pergi. Percuma kamu, minta maaf juga. Saya tidak akan maafkan kamu. "


"Saya akan tetap disini bu, menunggu sampai ibu maafkan saya. "


"Terserah." Ucap Ibu Siti kembali masuk ke dalam rumah nya.


Hanin tetap berdiri di teras rumah Ibu Situ, hingga malam tiga. Angin bertiup sangat kencang, Ibu Siti mengintip dari gorden rumah nya. Terlihat Hanin yang terus berdiri, bahkan terlihat sangat pucat.


"Kamu itu pantas, di kasih pelajaran. " Ucap Ibu Siti menutup kembali gorden jendelanya.


***


Yogi langsung meluncur malam - malam, menggunakan kereta. Dalam perjalanan, kesal dan marah. Yogi terus meminta, anak buah Ibu nya untuk terus mengawasi nya.


Bahkan chat terakhir, Hanin masih berada di rumah nya, saat terlihat waktu sudah menunjukkan pukul 3 pagi.


"Ya Allah Ibu, kenapa tega sama Hanin." Ucap Yogi.


Tubuh Hanin, semakin tidak seimbang. Bahkan sudah merasakan berkunang - kunang.


"Bu, apa ibu tega sama saya. " Ucap Hanin pelan.


Kedua mata Hanin berkunang - kunang bahkan, merasakan sangat pusing. Hingga saat suara Adzan Shubuh, tubuh Hanin roboh.


Bruuughhhhh


Yogi langsung berlari saat beberapa anak buah Ibu Siti, sedang mencoba membangun kan Hanin.


"Ya Allah, Hanin kenapa? " Tanya Yogi.


"Mas, ibu Hanin pingsan. Dia dari kemarin disini, seperti nya lelah dan belum makan sama sekali. " Jawab Obi, salah satu karyawan Ibu nya.


"Bawa Hanin ke kamar saya. " Perintah Yogi.


"Ibu...!!! " Teriak Yogi.


"Ada apa sih? " Ibu Siti langsung menatap tajam ke arah kedua karyawan nya, saat sedang menggotong tubuh Hanin, yang di bawa masuk kedalam kamar Yogi.


"Ibu kenapa? kenapa, lakukan itu sama Hanin. Kenapa, saat dia kesini tulus minta maaf, malah ibu jahat sama dia. "


"Oh, jadi kamu kesini, atas aduan dia, menjelekkan ibu, terus kamu kesini itu hanya untuk memarahi Ibu. Iya kan, benar kan? "


"Bu, Hanin manusia, bukan binatang. Yang Ibu siksa, sampai dia berdiri hanya untuk minta maaf pada Ibu. Bahkan, dari pagi hingga pagi lagi. Ya Allah Ibu, apa tidak kasihan sama dia."


"Nggak, Ibu nggak kasihan. Justru Ibu, kasihan sama kamu. Kenapa, masih saja mengejar wanita seperti Hanin. "

__ADS_1


"Tapi bukan berarti Ibu menyiksa dia bu. "


"Tapi bukan salah Ibu, itu salah dia kenapa berdiri di sini dari kemarin sampai hari ini. Kenapa kamu malah yang marah, sama ibu. Dia dong yang di salahkan. " Ucap Ibu Siti membela.


"Kalau Ibu memang benar, tidak mau maaf kan Hanin. Ijinkan saya, untuk menentukan hidup saya sendiri, dengan pilihan saya sendiri. Dan saya, hanya ingin bilang, saya tetap akan menjalin hubungan dengan Hanin."


"Yogi...!!! "


"Ibu boleh benci saya, setelah Hanin sadar, saya akan pergi dengan Hanin. "


"Kamu di pelet apa sama dia, sampai kamu durhaka sama ibu. "


"Bu, tolong bu. Maafkan Hanin, dia salah sudah menyakiti hati anak ibu. Tapi saya sudah maafkan dia, tolong ibu maafkan. Coba kalau sampai Ayah nya tahu, ibu lakukan ini, pasti akan marah. "


Ibu Siti diam, dan memilih untuk duduk, sedangkan Yogi langsung masuk kedalam kamar nya.


"Setelah sadar, kamu bawa dia. " Ucap lantang Ibu Siti.


Yogi memberikan minyak kayu putih, di sekitaran hidung nya, dan tak lama Hanin pun siuman. Dengan memegang kepala nya yang pusing, Hanin mencoba untuk bangun, tapi tubuh nya terasa sangat lemas.


"Kalau masih pusing, istirahat ya. " Ucap Yogi.


"Abang kok, ada disini? " Ucap Hanin.


Yogi memegang kening Hanin, yang terasa panas, dengan cekatan Yogi mengambil obat dari dalam tas nya.


"Abang selalu sedia obat pusing, kamu minum ya, ini ada pereda demam nya juga. "


"Ibu Bang. "


"Sudah, jangan hiraukan ibu. Kamu sudah minta maaf, kamu sudah berusaha. "


"Saya akan tetap, mencoba mengambil hati nya. "


"Pelan - pelan ya, jangan di paksa. Ibu orang nya keras, kamu sabar ya. Setelah enakan, nanti kita pulang sama - sama. "


"Bang, saya kesini hanya demi minta maaf Bang, tapi Ibu sudah sangat marah sama saya. "


"Abang paham kok, maafkan Ibu ya. "


"Saya yang minta maaf Bang. "


"Iya, Abang tahu. Tolong, sabar ya. "


.

__ADS_1


.


__ADS_2