Cinta Di Ujung Janji

Cinta Di Ujung Janji
Masih Tantangan


__ADS_3

"Camelia, ini papah nak. " ucap Nugi melalui sambungan video call nya.


Camelia hanya menatap panggilan video tersebut, dan sesekali menoleh ke arah Mamah nya. Tangan nya, memegang layar ponsel milik Hanin.


"Papah nak, say hallo... " Ucap Hanin sambil mengarahkan tangan Camelia untuk melambaikan tangan nya.


"Abang kirim paket buat Camelia, sama kado buat pernikahan Pramudya. "


"Makasih bang, ngomong - ngomong, buat Camelia, Abang kirim apa? "


"Ada beberapa potong baju, mainan, sepatu banyak lah, sekardus besar. Tapi barang aman semua kok, oh iya nanti sore Abang transfer uang buat jajan Camelia. "


"Iya bang, makasih banyak. "


"Hanin."


"Ya bang. "


"Semoga kamu bahagia dengan Yogi. "


"Amin Bang, Abang juga semoga bahagia dengan pendamping hidup yang baru nanti. "


"Amin, tapi Abang belum kepikiran kesana lagi. "


"Ya nggak mungkin kan bakalan, sendiri terus."


"Jujur susah, kalau keluarga Abang masih seperti itu. "


"Ya mau gimana lagi, Abang mungkin satu - satu nya jalan itu, bersikap keras, lebih keras lagi. "


******


Pramudya tengah bersiap - siap , akan melakukan proses akad nikah, rasa dag dig dug yang Pramudya rasakan.


Candra setia di samping nya, bahkan Hanin pun ikut sibuk, sesekali memberikan air minum untuk Pramudya.


"Bang, sudah habis lima gelas loh, jangan minum terus. Kalau nanti, pas ijab kabul tiba - tiba buang air kecil gimana. " Ucap Hanin sambil menggendong Camelia.


"Benar kata adik kamu. " ucap Candra.


Yogi datang, langsung mengambil Camelia dari tangan Hanin, bayi berusia 6 bulan ini langsung nempel, dan seakan Yogi papah kandung nya.


"Bang, tolong tuh lap kening nya. Jadi jelek, ada keringat. " Ucap Yogi.


"Ah.. nih anak, mau nikah kayak bocil. " Ucap Candra memberikan tissue pada Pramudya.


Acara pun di mulai, Winda pun datang bersama Ibu nya. Acara adat, di awal acara di mulai. Kini Pramudya dan Winda berdiri bersebrangan, namun tiba - tiba Camelia rewel. Dengan terpaksa, Hanin membawa nya menjauh.


"Sayang, kenapa sih? Om Pramudya kan mau nikah, masa kamu rewel. " Ucap Hanin sambil menenangkan Camelia.


Saat itu datang seorang pria dengan postur tubuh tinggi, dan masih mengenakan seragam Tentara.


"Acara nya sudah di mulai ya mba? " Tanya pria tersebut, yang usia nya di bawah Hanin dan Yogi.


"Iya, baru saja mulai. " Jawab Hanin.


Pria tersebut melihat, dari pintu saat proses acara adat, dan lebih memilih duduk di kursi dekat pintu pagar Ayu.


"Bang Dicky, masuk. " Ucap salah satu wanita menghampiri nya.


"Iya, disini saja. Nanti kalau sudah selesai, saya masuk. " Ucap nya bernama Dicky.


Dicky memperhatikan Camelia, yang tengah di gendong Hanin. Camelia menatap Dicky, lalu Dicky melambaikan tangan nya. Camelia tersenyum, dan berjingkrak - jingkrak dalam gendongan Hanin.


Hanin menoleh ke arah Dicky, yang sedang mengajak bercanda dengan Camelia.


"Anak nya umur berapa bulan mba? "


"Baru 6 bulan. "

__ADS_1


"Anak pertama? "


"Iya, anak pertama. "


"Cantik ya. "


"Makasih om. " Ucap Hanin.


Lalu Yogi keluar, dan menghampiri Camelia, Yogi langsung mengajak Camelia namun tidak mau.


"Sama Om yuk, ke dalam. Lihat Om Pram, mau ijab kabul. " Ajak Yogi.


Camelia langsung memalingkan wajah nya, dan mengeratkan tangan nya, lantas kembali menangis lagi.


"Sudah Bang, jangan di paksa. Nggak mau dia. "


"Mau tidur mungkin. "


"Nggak, tadi kan sudah tidur. "


"Mamah capek nak, sama Om yuk. "


"Jangan di paksa Bang, nanti tambah kenceng nangis nya. "


"Ya sudah, Abang masuk lagi. "


"Iya."


"Suami nya nya mba. " Ucap Dicky.


"Calon suami. " Ucap Hanin.


"Oh, maaf. "


Hanin hanya membalas dengan tersenyum, sedangkan Camelia kembali rewel, hingga akhirnya menjauh dari gedung.


****


kini Pramudya resmi menjadi suami Winda, terlihat pancaran bahagia kedua nya. Ucapan selamat pun, mereka terima dari para sahabat kedua nya.


Bahkan Pramudya, sejak tadi tidak melihat Hanin dan ponakan nya, hingga Yogi berbisik memberitahukan bahwa ponakannya rewel.


"Yah Camelia, nggak mau lihat om nya bahagia apa. " Celetuk Pramudya.


"Biasa anak kecil, nanti juga kamu merasakan." Ucap Yogi.


"Ade." Ucap Winda pada pria yang mengenakan seragam loreng yang tadi Yogi temui.


"Selamat mba, Bang. " Ucap Dicky.


"Katanya nggak datang, ternyata kamu datang. Kamu bohongin mba. " Ucap Winda.


"Kan, kejutan. " Ucap Dicky.


"Bang, akhirnya jadi kakak ipar saya juga. "


"Iyalah, sekarang kamu jadi adik ipar Abang. "


Hanin lantas naik ke atas panggung pelaminan, Camelia langsung di gendong Pramudya, di ciumi nya hingga Camelia risih.


"Abang." Ucap Hanin kesal.


Hanin dan Dicky saling tersenyum, lantas Camelia di kembali kan lagi pada Hanin.


*****


"Ayah mau langsung tidur, capek dari malam belum tidur. " Ucap Pak Brata langsung masuk kedalam kamar nya.


"Abang mau makan, atau minum kopi? " Tanya Hanin.

__ADS_1


"Abang mau ke bengkel saja, lanjut perbaiki mobil. " Jawab Yogi.


"Besok saja Bang, capek. "


"Abang masih ada waktu 5 hari lagi, dalam 5 hari harus sudah jalan. "


"Nah, terus gimana? jalan nggak? "


"Ya belum, Abang harus beli ini itu dulu. "


"Perkiraan berapa Bang? "


"Ya nggak tahu, kan Abang bukan montir. "


"Kalau tidak berhasil bagaimana? "


"Ya tetap maju lah yank, lagian juga itu Ayah sedang menguji Abang. Bisa atau tidak menjalankan mobil itu lagi. Ayah juga pasti, sudah tahu itu mobil memang nggak akan bisa jalan lagi. Tapi Abang kan, tetap akan berusaha agar jalan kembali. "


"Semoga berhasil ya Bang. "


"Demi kamu, harus bisa. "


*****


"Dia janda? "


"Iya, suami nya Tentara tapi di pecat. " Ucap Winda.


"Kenapa? "


"KDRT sama selingkuh. "


"Sampai di pecat. "


"Karena Bang Pram sama Ayah Brata nggak terima anak nya di siksa, sampai masuk rumah sakit. Untung Camelia selamat. "


"Ya Allah, suami nya gitu banget sih mba. "


"Malah calon suami nya itu, mantan nya. "


"Oh itu mantan nya, saya kira suami nya. "


"Dia itu, sebenarnya yang salah Hanin, kenapa? menduakan Yogi, tapi mungkin saking besar banget cinta nya, kesempatan kedua buat Hanin. "


"Oh.. tapi cantik juga ya Hanin. "


"His.... dia sudah punya calon, lagian umur kamu sama dia itu jauh. "


"Lah saya baru 23 mba, emang dia berapa? "


"Dia kan 26 tahun. "


"Masih dekat beda tiga tahun. "


"Sudah ah, mba mau siapkan makan siang buat Bang Pramudya. "


*****


"Kamu nyerah? " Ucap Pak Brata.


"Nggak Pak, saya sedang pesan onderdil nya." Ucap Yogi.


"Kalau nyerah kamu tinggal bilang saja. "


"Nggak Pak, pasti jalan. Saya yakin, saya pasti bisa. "


"Kalau saya tidak yakin, karena memang ini mobil tidak akan bisa jalan. "


"Bagi saya, apa yang tidak mungkin pasti bisa terjadi. " Ucap Yogi sangat yakin.

__ADS_1


"Baik saya tunggu, kalau sampai waktu , tetap tidak bisa. Kamu di nyatakan tidak berhasil, untuk mendapatkan Hanin. "


__ADS_2