Cinta Di Ujung Janji

Cinta Di Ujung Janji
Rujuk


__ADS_3

Yogi mengobrol dengan Pram, saat itu Hanin baru pulang kerja. Terlihat wajah nya yang lelah, dengan perut yang sudah sedikit terlihat.


Hanin berjalan lurus, tanpa menegur Abang nya. Yogi paham arti diam nya, mungkin karena Hanin marah padanya.


"Kamu bicara apa sama Hanin? " Tanya Pram.


"Saya tidak bicara apa - apa, hanya mengembalikan kado dari dia saja." Jawab Yogi.


"Kamu seharusnya, hargai adik saya. Dia itu seperti itu, sudah memiliki keniatan, janji dia. Tapi kamu malah kembali kan. "


"Maaf, kalau saya sudah menyakiti nya. Jujur saya nggak pantas, menerima pemberian dari dia. Bagaimana juga nggak pantas, sampai kan maaf saya sama dia.


Sedangkan Hanin keluar dari kamar nya, Yogi masih bisa melihat Hanin berjalan ke sana kemari.


Hanin membawa mangkok dan duduk di depan meja makan. Yogi sesekali melihat Hanin, yang dengan wajah serius nya sambil menatap ponselnya.


" Jujur, kamu masih punya rasa sama adik saya? " Tanya Pramudya.


"Rasa sayang itu ada, tapi banyak sakit nya. " Jawab Yogi.


"Sekarang juga, Nugi tidak kasih sama sekali nafkah. Hanya sesekali tidak tiap bulan, bahkan perceraian juga Hanin yang harus maju, bahkan keluar kan uang juga."


"Dia itu, saya nggak paham jalan pikiran nya.Nggak menyangka saja, ada pria yang tega begitu. "


"Saya hanya berharap, kalau dia menemukan jodoh nya kalau bisa seperti kamu. "


*****


"Bang, perut saya sakit Bang. " Ucap Adela.


"Kamu ceroboh Adela, kenapa bisa jatuh begini sih? " Ucap Nugi marah.


"Saya nggak sengaja Bang, emang nya saya mau jatuh. "


"Makan nya, kalau masuk kamar mandi hati - hati. "


"Awwww Bang, mules Bang. "


"Terus bagaimana?"


"Kita ke Dokter Bang, sakit Bang. "


"Iya, kita kesana. Kalau sampai terjadi sesuatu sama anak saya, kamu saya ceraikan."


"Jangan Bang, jangan. Saya mohon."


"Sudah, cepat kita ke rumah sakit. "


"Saya nggak kuat jalan Bang. "


"Kamu jangan manja, jalan. "


***


"Maaf Pak Bu, anak bapak sama ibu tidak bisa di selamat kan. "


Adela memegang tangan Nugi, namun Nugi langsung melepaskan tangan Adela. Dan pergi meninggalkan ruangan praktek dokter kandungan.


"Bang...!!! "

__ADS_1


*****


"Abang, ngapain kesini? "


"Boleh Abang minta waktu nya? "


Hanin menyuruh suami nya untuk duduk, dan Nugi langsung memegang tangan Hanin dan langsung di tepis nya.


"Cepat kalau mau ngomong. "Ucap Hanin.


" Abang ingin kembali sama kamu. "


"Nggak salah dengar. "


"Nggak, Abang ingin kembali sama kamu."


"Adela, Abang kemana kan dia? "


"Dia ceroboh, dia sudah menghilang kan anak saya. "


"Maksud nya? "


"Keguguran, jatuh di kamar mandi. "


"Inalilahi, terus sekarang gimana? "


"Abang tinggal di rumah sakit. "


"Parah kamu Bang, istri sedang sekarat kamu tinggalkan dan malah kesini minta balikan.Nggak salah, alasan nya apa? "


"Karena kamu mengandung anak saya, dan kamu jaga anak saya dengan baik. "


"Ok, kalau tidak mau. Anak lahir, saya bawa dia. "


"Bang, kamu ini gimana? enak saja main anak lahir kamu bawa. Memangnya kamu mau bawa, anak kita berangkat Dinas, ikut perang, ikut pindah tugas. Kamu pikir, saya akan ijinkan, tidak Bang. Saya tidak akan mau, anak saya di asuh sama kamu. "


*****


"Hah.. serius dek? "


"Iya, dia minta balikan, setelah istri nya keguguran. "


"Wah, parah tuh orang. Emang pikir, adik saya apaan. "


"Tahu nggak Bang, malah dia ancam. Baka ambil anak yang sedang saya kandung. Kurang ajar kan Bang, pria kayak gitu patut di tinggalkan. "


"Jangan mau dek, dia itu benar - benar nggak waras otak nya. Dia itu memang sakit, entah manusia seperti dia itu terbuat dari apa. "


"Jadi nya, saya malas Bang ketemu sama dia.Kalau sudah ceria, enak saya Bang. Nggak di kejar - kejar begini. Capek hati suami kayak dia, nyesel saya Bang. " Ucap Hanin.


"Bagaimana juga dia ayah anak kamu. "


"Iya saya masih sadar, dia ayah dari anak saya. "


*****


"Bang, kapan kesini? " Tanya Astri dari panggilan telepon nya.


"Abang belum ada waktu, maaf ya. " Jawab Yogi.

__ADS_1


"Bang, kita tunangan saja dulu ya. Abang bisa wakil kan sama Ibu dan Paman nya Abang, nggak datang juga nggak apa - apa, asal nanti lewat panggilan video Abang nya. "


"Abang pikir - pikir lagi ya. "


"Abang masih berharap kembali sama mantan? sampai Abang ini tidak langsung mengatakan iya. "


"Maaf Astri, ijinkan Abang menata hati. Luka nya lama untuk sembuh, tolong jangan minta lebih dulu. "


"Gitu ya Bang, ya sudah. "


Tut.....


Yogi melihat dari ponsel nya, Astri memutuskan secara sepihak. Yogi langsung mengusap wajah nya dengan kasar.


"Kenapa? " Tanya Candra.


"Wanita yang di kenalkan oleh ibu saya, minta tunangan Bang. " Jawab Yogi.


"Tapi kamu kan sering komunikasi bahkan sudah bertatap muka. "


"Iya Bang, tapi entah lah. Saya masih belum siap. "


"Kamu pasti nggak percaya. " Ucap Candra dan Yogi menoleh ke arah nya.


"Apa Bang? "


"Tadi saya lihat, Nugi setengah berantem sama Pram. Dengar sedikit, Nugi minta kembali sama adik nya. "


"Dia itu, plin plan banget ya, kemarin minta cerai sekarang minta kembali. "


"Seperti nya, mantan kamu nggak mau rujuk."


"Mungkin Bang. "


"Balikan saja sama kamu, biar sekalian kebakaran jenggot dia. "


"Nggak ada pikiran Bang, saya masih sakit hati."


"Iya sih, tapi nggak ada salah nya kalau kamu buka hati kamu lagi. Ada yang mau, kamu nya tidak mau. Berjalan sambil belajar. "


****


Yogi berpapasan dengan Nugi, tatapan Nugi seperti tidak suka sama Yogi. Hingga Yogi, menyapa nya namun tidak di hiraukan.


"Tuh orang kenapa? aneh. " Ucap Yogi.


"Kenapa dia? " Tanya Yogi pada Pramudya, padahal sudah tahu cerita dari Candra.


"Saya negur dia, kamu sedang apa minta kembali sama adik saya, bahkan mengancam kalau tidak mau rujuk, anak yang di kandung Hanin kalau sudah lahir akan di bawa sama dia. "


"Pram, dia tuh punya cerita apa sih tentang dia? " Tanya Yogi.


"Anak Nugi, yang di kandung istri muda nya. Keguguran, bahkan Nugi menyalahkan Adela, penyebab mereka, harus kehilangan janin nya.


" Nugi itu, otak nya di taruh dimana dia. Dia yang memulai, dia juga yang mengakhiri. " Ucap Yogi.


"Saya nggak menyangka, dan. kasihan sama istri nya. Sudah tahu nggak sengaja malah dirumah sakit di tinggal pergi dan mau di ceraikan. "


.

__ADS_1


.


__ADS_2