Cinta Di Ujung Janji

Cinta Di Ujung Janji
Melamarmu


__ADS_3

"Kamu mau ikut nggak? " Tanya Yogi saat akan pulang.


"Tapi Bang, nanti disini toko nya Hanin gimana? " Jawab Hanin kembali bertanya.


"Memang nya, nggak punya karyawan? "


"Nggak Bang, nggak punya karyawan. "


"Ehm.. gimana nanti, masa nggak punya karyawan. Cari karyawan dong, apa nggak bisa gaji nya? "


"Ih.. bisa lah Bang, niat nya kan menetap di sini. "


"Abang mau lamar kamu, dalam waktu dekat. Kapan, kamu siap nya? "


"Abang nya aja, kapan siap nya? "


"Abang sih, terserah sama Ayank, mau nya kapan? "


"Secepatnya."


"Yaudah, kita pulang sama - sama. Nanti Ibu suruh datang lagi, tapi ingat jangan di tolak lagi, kalau di tolak Abang marah. "


"Ih.. ya nggak lah Bang, nyindir terus. "


Yogi menarik tubuh, Hanin kedalam pelukan nya, Hanin mengeratkan pelukan nya hingga Yogi merasakan sangat sesak.


"Sesak Yank. " Ucap Yogi mencoba melepaskan pelukan Hanin.


"Ikut pulang nya. "


"Yaudah cepet an kemasi pakaian nya. "


"Tunggu ya. "


"Iya."


Ponsel Yogi berdering, Pramudya menghubungi nya. Dan Yogi langsung mengangkat, panggilan dari Pramudya.


"Hallo Kakak ipar. " Sapa Yogi dengan nada bahagia.


"Eit.. belum sah. " ucap Pramudya dari seberang.


Hahahaha


"Sebentar lagi otw halal lah. "


"Alhamdulillah, saya ikut senang dengar nya. Akhirnya kamu, mau jadi adik ipar saya juga. "


"Alhamdulillah, perjuangan saya tercapai juga."


"Kapan kamu lamar adik saya? "


"Ini, saya sedang nunggu Hanin berkemas, saya bawa pulang dia. "


"Ok, adik ipar saya tunggu kedatangan kamu."


"Abang, ayok. "


"Pram, kita mau jalan, sampai ketemu disana."


"Ok, hati - hati di jalan. "


Yogi langsung mematikan ponsel nya, dan membantu menarik koper milik Hanin, Sedang kan Hanin, mengunci semua pintu rumah nya.


"Sudah semua? "


"Sudah Bang. "


****


Hanin dan Yogi sudah berada di pesawat, Hanin memilih kursi dekat dengan jendela, hingga bisa melihat pemandangan dari dalam pesawat. Yogi terus, menggenggam tangan Hanin, hingga pesawat sudah mengudara.


"Bang, Hanin mau ke kamar kecil ya. "


"Mau di antar? "


"Nggak usah, Hanin berani kok. " Bisik Hanin.


Hanin lalu bangun, dan berjalan menuju ke arah toilet, dan saat akan ke toilet, Hanin berpapasan dengan Zaenal.


"Hanin."

__ADS_1


"Hi, apa kabar? " sapa Hanin.


"Kabar baik, gimana kabar kamu? "


"Baik, sendiri? "


"Sendiri, sama siapa sih, kamu kan nggak sama saya, kalau sama saya mau saat lamaran, kita sudah jadi suami istri. " Ucap Zaenal, dan Hanin terpaksa tersenyum.


"Kamu sama siapa? "


"Sama tunangan saya. "


"Yang Tentara itu? "


"Iya, yang mana lagi. "


"Kirain ganti. "


"Nggak lah, satu saja belum habis."


"Yank, lama banget sih ke toilet. " Tegur Yogi sambil menatap ke arah Zaenal.


"Saya ke Toilet dulu. " Ucap Hanin.


"Abang tunggu. " Ucap Yogi sambil berdiri di depan pintu.


"Jaga calon istri kamu, jangan sampai saya ambil dia. " Ucap Zaenal langsung pergi.


"Abang mau buang air kecil? " Tanya Hanin saat keluar dari dalam toilet.


"Abang mau buang si Zaenal. " Jawab Yogi langsung pergi mendahului Hanin, dan Hanin mengekori Yogi.


Mereka berdua melewati Zaenal, dan Zaenal tersenyum seakan meledek ke arah Yogi.


"Kalau bukan di dalam pesawat, sudah abang tendang dia. "


"Siapa Bang? "


"Mantan mantu idaman. "


"Siapa sih? "


"Ih, Abang enak saja. "


"Iya kan, mantan calon suami kamu."


"Ih.. nggak lah, siapa lagi yang mantan. Pacaran saja nggak, terima dia juga kagak. "


*****


Kedua nya, turun dari pesawat, Zaenal melewati Yogi dan Hanin. Langsung tangan Hanin, menggandeng Yogi sangat erat.


"Jangan ngajak ribut, sama aja ngajak ribut sama gila nya. "


"Bela."


"Ih.. nggak membela, udah ah.. malas debat terus, hanya gara - gara Zaenal culun. " Ucap Hanin langsung mendahului Yogi.


***


"Makasih Yogi, kamu sudah bawa pulang Hanin. " Ucap Pak Brata.


"Sama - sama Pak, malah saya juga berterima kasih, sudah di restui hubungan saya sama Hanin. "


"Jadi kapan, kamu akan lamar anak saya? "


"Secepatnya, saya nanti kalau sudah sampai Asrama saya hubungi Ibu. "


"Saya tunggu, jangan sampai terlalu lama, Hanin ada yang ambil. "


"Ih Ayah, siapa yang ambil. "


"Siapa tahu, mantan suami kamu itu minta balikan lagi? bukan nya sudah minta, tapi kamu tolak. "


"Ih Ayah. "


"Atau sama Dicky. "


"Ayah, jangan mulai deh. Bang Yogi nanti marah. "


"Nggak akan nak Yogi. "

__ADS_1


"Iya Pak, nggak akan marah. " Ucap Yogi sambil menatap ke arah Hanin.


****


Yogi mencium bibir Hanin, dengan sangat lembut, Hanin mengalungkan kedua tangan nya di leher Yogi.


Mereka berdua melakukan nya, di dalam kamar Hanin, saat Yogi mencuri waktu dari Pak Brata.


"Abang, ih kayak berna****su gitu. "


"Abang kesal sama kamu, yang sok laris. "


"Ih.. kenapa gitu? emang fakta nya saya banyak yang suka Bang, satu mantan suami, dua mantan pacar, tiga orang yang jatuh cinta pada pandangan pertama. "


"Sebentar lagi, sudah abang ikat kamu. Tidak boleh ada pria yang, suka sama kamu selain Abang. "


"Ih.. takut. "


"Awas saja. "


"Ampun."


"Sudah ah, keluar sana. Nanti tahu Ayah, kena marah lagi. "


"Paling marah nya suruh nikah. "


*****


"Kapan jadi nya? " Tanya Pramudya.


"Insya Allah minggu depan, saya akan lamar Hanin, insyaallah tidak akan gagal kali ini. " Jawab Yogi.


"Semoga lancar, sampai hari H. Saya tidak, memilih siapa nanti yang akan menjadi suami adik saya, yang penting jangan sakiti hati adik saya. "


"Saya janji Pram, akan jaga Hanin hingga nafas saya berhenti dan jantung saya tidak akan lagi berdetak. "


"Saya tidak perlu janji tapi bukti. "


"Saya akan buktikan."


****


"Bu cepat dong , waktu nya keburu malam. " Ucap Yogi yang sudah rapih memakai batik, dan celana hitam. Sedang kan Ibu Siti memakai kebaya, dengan rambut di sanggul.


"Sabar dikit kenapa , ini Ibu betulin konde nya dulu. " Ucap Ibu Siti.


"Bu, disana sudah pada kumpul, nggak enak."


"Sabar kenapa Yogi, kamu pasti jadi melamar Hanin. "


"Apa sudah siap? " Tanya Candra.


"Tunggu Bang, Ibu masih dandan. " Jawab Yogi.


"Dari tadi Hanin telepon saya terus, Pramudya juga. " Ucap Candra .


"Sabar Ya Bang, Ibu cepat itu sudah di tunggu."


"Iya bawel banget. "


"Lagian kan Yogi yang mau lamaran, bukan ibu yang mau di lamar. Yang heboh siapa, yang di lamaran siapa. "Ucap Yogi, sedangkan Candra hanya menahan tawa.


Hanin di kediaman nya sedang menunggu Yogi, sedangkan keluarga besar Hanin sudah berkumpul. Hanin berkali-kali menghubungi Yogi, namun tak di angkat.


" Bang, coba hubungi Bang Candra, mereka jalan belum."


"Nggak di angkat dek, mungkin sedang di jalan. "


"Ini sudah molor satu jam Bang. "


"Terakhir hubungi masih di rumah. "


"Ini Bang Yogi, serius nggak sih? "


"Pasti datang, kan sama Bang Candra.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2