
"Mau ya, kita ke rumah ibu. " Ajak Yogi.
"Saya, takut Ibu tidak menerima saya Bang." Ucap Hanin.
"Kita harus yakin ya, kita sama - sama mengambil hati ibu. "
"Bang saya rasa nanti Bang, saya masih suasana duka. Kepergian Camelia, baru satu bulan. Saya masih belum kepikiran kesana Bang. "
"Iya Abang ngerti, tapi apa salah nya kita minta restu dulu. "
"Saya takut, ibu kecewa Bang. Sangat kecewa, saya masih... "
Cup
Yogi mengecup bibir Hanin, terukir senyuman dari wajah Hanin, dan Yogi kembali mengecup bibir nya lagi.
"Abang ingin serius sama kamu, Abang ingin kita sama - sama membangun suatu rumah tangga, awal yang sulit, kenapa tidak kita hadapi. Kita jangan dulu menyerah, kita kan belum coba. "
Hanin diam, sambil menatap ke wajah Yogi yang sangat dekat, Yogi tersenyum dengan mengusap pelan pipi Hanin.
"Iya Bang, saya mau. "
*****
Hanin mengintip dari balik gorden, terlihat Dicky berada di depan rumah nya. Hanya duduk di atas motor nya, sambil menatap ke arah rumah nya.
"Itu Dicky ngapain sih, duduk di atas motor depan rumah. Masuk tidak, malah dari tadi nggak pergi atau masuk. " Ucap Hanin.
Hanin lalu keluar, karena penasaran seperti sedang menunggu seseorang. Dicky turun dari atas motor nya, dan tersenyum ke arah Hanin.
"Dicky, kok dari tadi kamu, saya lihat masuk nggak, pergi nggak. Lagi nunggu siapa sih? "
"Nunggu kamu, eh.. nggak kok lagi nunggu temen janjian. "
Hanin mengerutkan kening nya, dan menatap curiga ke arah adik dari kakak ipar nya.
"Masuk saja, nggak sopan berdiri di depan rumah orang, kayak sedang jadi mata - mata. "
"Boleh? "
"Ya boleh lah, masa nggak boleh. "
Dicky pun masuk dan duduk di kursi depan teras rumah Hanin, sedangkan Hanin masuk untuk mengambil air minum dan cemilan.
"Nih, sambil nunggu teman kamu. "
"Makasih ya. "
"Teman kamu nya sudah on the way belum?"
"Nggak tahu. "
"Ih, nggak jelas banget sih. "
"Nggak balas. "
"Cewek atau cowok? "
"Kalau cewek kenapa? "
"Ya nggak apa - apa, kalau cowok juga nggak apa - apa bukan urusan saya. "
"Tapi tadi tanya. "
"Nggak boleh tanya. "
"Boleh sih. " Ucap Dicky tersenyum dengan menunjukan lesung di pipi nya.
Hampir setengah jam, Dicky dah Hanin saling diam, tidak ada tanda - tanda teman Dicky datang, Hanin yang menguap karena rasa kantuk dan sejak tadi hanya duduk tanpa mengobrol.
"Teman kamu, gimana jadi nggak? "
"Nggak tahu, nggak jelas. "
"Kamu telepon lah, kamu di PHP gini."
__ADS_1
"Nomer telepon kamu berapa? "
"Saya!! " Hanin menunjuk dirinya sendiri.
"Iya kamu, siapa lagi. "
"Ko nomer saya? "
"Nggak boleh ya minta nomer ponsel nya? "
"Boleh sih, nih kamu catat sendiri." Ucap Hanin sambil menunjukkan ponsel nya, dengan layar yang bertuliskan nomer ponsel Hanin.
"Saya call ya. "
Sebuah panggilan masuk, dan Hanin reject, lalu menyimpan nya. Terlihat Dicky sangat senang, mendapatkan nomer ponsel wanita yang di sukai nya.
"Makasih ya. "
"Iya sama - sama. '
*****
" Kamu yakin, Dicky tadi disini lama? "Ucap Pramudya.
" Yakin Bang, teman nya jahat banget capek - capek nunggu malah nggak datang. " Ucap Hanin.
"Dia bilang, nunggu teman nya. "
"Iya."
Pramudya menahan senyum nya, dan melirik ke arah Winda istri nya yang sedang mengganti chanel saluran televisi.
"Lain kali, kalau ada Dicky nggak usah di temui. Biarin saja, dia itu pria kesepian." Ucap Winda.
"Kok gitu, kan saya sama dia saudara mba."
"Gimana nggak kesepian, nggak ada teman dia makan nya cari teman. "
"Teman hidup. " Celetuk Pramudya.
*****
"Lagi ngapain? " Tanya Dicky dari seberang.
"Lagi santai, kenapa? " Tanya kembali Hanin.
"Mau ngobrol aja, lagi bete. "
"Memang nya kamu lagi apa? "
"Lagi duduk di kantor. "
"Nggak ada kerjaan ya, nganggur. "
"Iya nih, tadi habis keluar ke kantor kecamatan, ini baru saja nyampe. Kamu nggak kerja? "
"Nggak, saya masih cuti. "
"Oh, lama banget. "
"Suka - suka saya dong. "
"Hanin, boleh jujur nggak? "
"Jujur apa? "
"Saya suka sama kamu. "
"Hah.. apa? "
"Saya suka sama kamu. "
"Hahahahaha... eh bocil, akting kamu itu keren banget ya, mau nembak cewek kurang romantis tapinya. " Ucap Hanin terkekeh.
"Saya nggak bohong, saya suka sama kamu."
__ADS_1
"Dicky, bercanda kamu itu nggak lucu. "
"Saya serius, saya suka kamu. Sayang kamu sudah ada yang punya. "
"Kamu suka apa sama saya, saya ini janda bahkan umur saya itu lebih tua dari kamu. kita beda jauh. "
"Nggak masalah, karena cinta tidak memandang fisik atau umur. Mau beda satu tahun, dia tahun, lima tahun bahkan dua puluh tahun kalau cinta, tidak akan memandang nya. "
"Tapi maaf, saya tidak bisa terima kamu. Dan kamu itu, adik ipar abang saya. Jadi di lihat nya, gimana ya berasa kurang sreg aja gitu."
"Kamu sangat mencintai Bang Yogi ya? "
"Iya, saya sangat mencintai nya. "
***
"Dasar, kamu tuh ya Dicky, bikin malu mba saja. " Udah Winda menegur adik nya.
"Malu apa sih mba, orang saya nembak dia."Ucap Dicky.
" Kamu jangan rusak hubungan orang, kamu itu tuh ya, seperti nggak ada perempuan lain saja. Dia itu janda, mending belum punya calon orang sudah punya calon kamu itu gimana sih. "
"Mba, selagi janur kuning belum melengkung, itu sah - sah aja. Kecuali, Hanin itu sudah punya suami. "
"Eh panggil mba, jangan namanya saja. "
"Orang dia yang suruh. "
"Parah ya kamu tuh. "
"Suka - suka saya dong. "
*****
"Pak, saya minta ijin ingin bawa Hanin ke kota kelahiran saya. Tujuan nya, ingin bertemu sama ibu. " Ucap Yogi
"Silahkan, tapi jangan buat anak saya sedih." Ucap Pak Brata.
"Saya tidak akan mengecewakan Pak Brata. "
"Hanin, kamu siap di bawa Yogi? "
"Hanya untuk bertemu saja Yah, untuk menikah saya masih belum bisa. Karena saya, masih suasana duka."
"Iya Ayah paham, tapi Ayah hanya minta. Kamu jangan terlarut dalam kesedihan ya, Ayah ingin kamu tersenyum kembali. "
"Iya Ayah, Hanin akan usahakan. "
"Nanti besok, Abang jemput kamu. Kereta jam 9 kita berangkat. " Ucap Yogi.
*****
"Jadi, adik ipar Pram nembak kamu? "
"Iya Bang, dia nembak saya."
"Terus Yogi tahu? " Tanya Nugi.
"Saya nggak cerita, saya anggap angin saja lah. " Jawab Hanin.
"Cerita lah, jangan sampai suatu saat buat Yogi marah. "
"Justru cerita itu yang buat marah, eh ntar dulu, sekarang Abang punya pacar? "
"Abang sedang dekat sama wanita asal sini, dia sama kerja di kapal sama Abang. "
"Wah dapat bule dong. "
"Belum serius, hanya sekedar dekat saja. Tapi cewek nya, sih sudah kasih lampu hijau. "
"Semoga dia jodoh nya Abang ya. "
"Tapi, nggak tahu lah. Abang nggak akan mungkin akan di negara orang terus. Kalau Abang, boleh balik lagi sama kamu. "
.
__ADS_1
.
.