
Pernikahan Hanin dan Yogi tinggal 2 hari lagi, dimana Hanin tengah sibuk mempersiapkan pernikahan nya.
Terlihat Souvenir untuk para tamu undangan, sudah datang. Terdiri dari 4 kotak souvenir, Hanin pun memeriksa isi nya.
"Gimana, ada yang kurang? " Tanya Winda.
"Nggak mba, pas kok. " Jawab Hanin.
"Masalah kebaya pengantin, untuk akad nikah? gimana sudah ok? "
"Sudah mba. "
"Bunda, jangan capek - capek, nanti kenceng lagi perut nya. " Ucap Pramudya.
"Iya Bang, ini cuman ngecek aja. " Ucap Winda.
"Bang, dekorasi gedung besok ya? "Tanya Hanin.
" Iya dek, besok, sekalian bawa souvenir nya juga. "
"Hanin, ada dari salon katanya mau perawatan tubuh. " Ucap Pak Brata.
"Oh iya Pah. "
"Kamu undang orang salon, ke rumah? " Tanya Winda.
"Iya Mba, kan sudah nggak boleh keluar rumah. " Jawab Hanin.
"Bang, saya perawatan juga ya. " ucap Winda.
"Hmmmm... "ucap Pramudya langsung pergi.
****
Yogi terus membulak balik kan tubuh nya di atas kasur, Yogi bersama ibu nya tinggal di home stay untuk 4 hari ke depan.
"Nih minum obat nya. " ucap Ibu siti memberikan obat sakit perut pada Yogi.
Sedangkan di luar kamar nya, sudah ada keluarga adik dan kakak ibu nya. Yogi minum obat yang di berikan, oleh ibu nya. Hingga terlihat Yogi yang begitu, sangat lemas.
"Ya Allah bu, perut sakit tambah tadi bolak balik ke kamar mandi. " Ucap Yogi.
"Kamu lagi, sudah tahu mau jadi pengantin. Malah kamu, makan rujak pedas banget, di tambah bakso pedas banget. "
"Kan sepupu pada minta traktir bu. "
"Minta traktir, tapi kamu nggak harus makan."
"Gimana nih bu, perutnya sakit. "
"Sudah minum obat kan, tadi yang beli di apotek kamu tunggu reaksi nya. "
"Kalau sampai nggak sebuh sampai hari H gimana bu? masa gagal nikah gara - gara sakit perut. "
"Masa gagal sih, ya nggak gagal. "
"Ah... tuh mules lagi kan. " Ucap Yogi berlari ke toilet.
****
"Abang ini gimana sih? mau nikah nggak ada pantangan nya. " Bentak Hanin.
"Maaf Yank, ini Abang di IGD, sedang habis di periksa sama lagi di infus. "
"Abang ini, nggak bisa jaga tubuh. Kalau sampai di rawat, sampe akad nikah gimana lagi. "
"Ya nggak akan sayang. "
__ADS_1
"Nggak gimana, sakit perut nya sampai di rawat. Abang sampai dehidrasi gitu, bukti nya sekarang masuk IGD, di infus lagi. "
"Sudah dong, jangan marah - marah terus. Tahu calon suami kamu, masuk rumah sakit malah bukan nya prihatin, tapi malah marah - marah. "
"Terus saya, gimana dong Bang? saya nggak boleh ke luar rumah. "
"Cukup bantu doa saja. "
"Semoga cepat sembuh. "
"Sudah gitu saja? "
"Ya terus? "
"Ya perhatian dikit kenapa. "
"Abang sayang, cepat sembuh nya."
"Makasih sayang. "
"I love you. "
"I love you too. "
Hanin menutup ponsel nya, dan berjalan ke arah Pak Brata, lalu duduk di samping nya. Wajah Pak Brata, langsung menoleh ke anak nya dan seakan penuh dengan tanda tanya.
"Kenapa Yogi? "
"Masuk rumah sakit Yah. "
"Kenapa dia? kok bisa. Satu hari lagi mau nikah loh. "
"Gara - gara makan pedas. "
"Astagfirullah, ada - ada saja. "
"Hanin takut gagal Yah, gara - gara pengantin pria di rawat di rumah sakit. "
"Kalau boleh, Hanin ingin jenguk Bang Yogi. "
"Sama Ayah. "
*****
"Aduh Pak Brata, ada saja seperti nya halangan untuk Yogi sama Hanin menikah. Malah dirawat lagi. " Ucap Ibu Siti.
"Besok, Yogi minta pulang. " Ucap Yogi.
"Apa kata dokter, kalau tidak boleh. Terpaksa kalian nikah di sini. " Ucap Ibu Siti.
"Iya, pernikahan tetap berjalan tapi hanya beda tempat nya saja. " Ucap Pak Brata.
"Terus, prosesi pedang pora, gedung yang sudah di sewa bagaimana? nggak bisa di batalkan. "
"Bang, kalau Abang nya seperti ini. Mau gimana lagi, ya terpaksa harus disini. "Ucap Hanin.
" Sekarang pulang, Abang sudah sembuh. " Ucap Yogi langsung bangun.
"Yogi, baru masuk tadi, pasti nggak boleh. Besok saja, lihat perkembangan nya. Siapa tahu besok sembuh. " ucap Pak Brata.
"Ya sudah. " ucap Yogi kembali berbaring.
Seakan mengerti, kedua orang tua pergi meninggalkan kamar rawat Yogi. Hanin duduk merapat ke tubuh Yogi yang sedang, berbaring di atas tempat tidur.
Yogi memegang tangan Hanin, mencium punggung tangan nya, dan Hanin hanya diam menatap calon suami nya yang sedang sakit.
"Maafkan Abang ya? "
__ADS_1
"Iya Bang, namanya juga musibah. "
"Kita dari awal tunangan, ada saja halangan nya. Dari mobil mogok, tapi kita tetap jadi tunangan walau, jam nya mundur. Kebaya pengantin kamu, payet nya rusak. Ini sudah dekat, malah Abang masuk rumah sakit. "
"Semoga, di balik ujian kita ini. Ada hikmah, di belakang cobaan. Semoga, pernikahan kita lancar, dan kita menjadi keluarga yang bahagia. "
"Amin..!!! "
"Abang, harus jaga pola makan nya, jangan sampai di ulang. Kalau sudah begini itu, berarti Abang nggak boleh makan pedas - pedas lagi. "
"Iya sayang, abang nggak akan ulangi lagi kok."
"Janji, jangan sampai masuk rumah sakit lagi. Kalau begini kan, saya sedih Bang mikirin Abang.
" I love you. "
"I love you too. "
****
"Gimana dok? apa saya bisa pulang sekarang? soalnya saya besok mau nikah." ucap Yogi.
"Oh, besok mau nikah. " ucap Dokter Roni, tersenyum.
"Gimana dok? " Tanya Yogi.
"Observasi sampai sore ya. " Jawab dokter.
"Yah dok, jangan sore dong. Sekarang aja, besok saya nikah. "
"Bisa pulang sekarang, dari hasil nya kan sudah terlihat membaik, tapi saya ingin lihat perkembangan kamu sampai sore. "
"Kalau sudah benar - benar membaik, saya boleh pulang kan? "
"Boleh, kan besok momen yang tidak akan pernah, bisa di lupakan seumur hidup. "
"Janji ya dok, sore pulang. " ucap Yogi.
Dokter Roni tersenyum, dan setelah memeriksa Yogi langsung pamit, untuk visit ke kamar rawat selanjutnya.
"Bu, Yogi takut sore nggak bisa pulang. "
"Ya ini resiko kamu, gara - gara makan bakso sama rujak. " ucap Ibu Siti.
"Bu, kalau nggak boleh pulang, Yogi mau pulang saja, nanti Ibu tanda tangan di atas materai sama pihak rumah sakit. "
"Iya, kalau belum boleh, kamu pulang hari ini."
****
"Jadi nunggu sore? " ucap Hanin melalui sambungan telepon nya.
"Iya yank, observasi dulu. "
"Semoga ya Bang, sore pulang. Besok kita bisa, nikah di gedung. "
"Amin yank, do'ain ya yank. "
"Iya Bang, jujur saya kepikiran Abang terus, kalau Abang belum juga keluar dari rumah sakit. "
"Abang juga kepikiran, takut nggak bisa nikah besok. "
"Bisa Bang, tapi mungkin beda tempat akad nikah nya. Mungkin di rumah sakit. " ucap Hanin.
"Ya mau gimana lagi. "
.
__ADS_1
.
.