
Hanin sampai di pulau Kiara, toko nya tutup. Terlihat, Pak Samsul, orang tua dari karyawan Hanin berdiri, tersenyum menyambut Hanin.
"Pak."
"Mba Hanin. "
"Gimana Pak, kenapa ini? "
"Aduh maaf mba, anak saya tiba - tiba ingin keluar kota. Kerja disana, maaf banget."
"Oh, itu. Yaudah kalau memang itu alasan nya. Mau bagaimana lagi, saya tidak bisa memaksa. "
"Dan ini kunci toko nya, dan untuk yang setoran perhari sudah di transfer katanya. "
"Benar Pak, sudah setiap hari. Saya percaya kok, sama anak bapak. "
"Sekali lagi saya minta maaf. "
"Nggak apa - apa Pak, nggak masalah. "
"Kalau begitu, saya pamit dulu. "
"Ini pak, tolong titip dari saya. Ini ada sedikit bonus buat nya, walau seberapa. "
"Terima kasih, terima kasih banyak. "
"Sama - sama. "
***
Hanin menatap dalam toko nya, sambil berpikir bagaimana membuka toko nya kembali karena kendala siapa yang akan menunggu nya.
Hanin lalu melihat, Kanaya dia adalah salah karyawan resort, yang ada di Pulau Kiara. Hanin lalu memanggilnya.
"Kanaya." panggil Hanin.
"Mba Hanin, ada apa? "
"Kanaya, bisa saya minta tolong? "
"Tolong gimana? "
__ADS_1
"Karyawan saya kan, berhenti. Saya ingin minta tolong, carikan karyawan. "
"Aduh, susah - susah gampang ya. "
"Masalah nya, saya tidak bisa jaga toko ini. Saya kan sudah menikah, dan akan ikut sama suami saya kemana dia tugas. "
"Kenapa tidak di jual saja? "
"Sayang, tadi nya sih suami mau bolak balik, atau saya yang kesana. Mungkin berpikir lagi, seperti nya tidak enak. Jadi harus memiliki orang yang mau, jaga toko saya."
"Kalau itu, besar resiko nya. "
"Besar kenapa? "
"Kepercayaan, seharusnya untung malah buntung. "
"Jadi gimana solusinya? "
"Kenapa tidak di jual saja? "
"Aduh, sayang penghasilan nya. "
"Iya sih, tapi kan harus benar - benar jujur. Banyak loh, kalau mau ngaku jujur, tapi langka buat orang yang benar - benar jujur. "
****
"Abang sih, terserah sama kamu. Kalau kamu, mau disana, siap LDR an. Kalau nggak siap, cari karyawan. Tapi kalau susah, cari yang jujur ya udah jual saja. Tapi Abang, kembali kan lagi sama kamu. "
"Gimana ya Bang, saya pikir - pikir dulu. "
"Terserah kamu saja. "
"Saya pikir - pikir lagi ya. "
"Iya, Abang kasih kamu waktu."
*****
"Kalau dijual, dapat harga tinggi tidak ya? toko sama rumah. Tapi rumah, sayang juga. Tapi siapa yang ngurus? suru orang lagi? "
Hanin merasakan galau, antara di pertahankan dan di jual, namun Hanin memiliki jalan keluar lalu menghubungi suami nya kembali.
__ADS_1
"Ada apa lagi? "
"Bang, kalau jual toko nya saja gimana? "
"Terus, rumah siapa yang mengurus? "
"Kosong atau suruh orang. "
"Terserah kamu Yank, kan itu milik kamu.
" Kalau tetap tidak di jual, rumah bisa buat liburan kita. "
"Nah ide bagus, toko saja yang di jual, dari pada sana sini nggak ada hasil. "
"Iya Bang, yang di katakan Kanaya ada benar nya. "
"Yaudah, Abang serahkan sama kamu. Itu punya kamu, mau di jual berapa saja, terserah."
"Makasih ya Bang, atas saran nya. "
"Abang nggak kasih saran, hanya pendapat. "
"Tapi sama aja Bang. "
"Iya, yaudah Abang mau lanjut piket, kalau ada apa - apa, langsung hubungi Abang. "
"Siap Abang sayang. "
"I love you. "
"I love you too. "
"Assalamu'alaikum."
"Walaikumsalam."
Hanin langsung memasukan ponsel nya, kedalam tas, dan langsung pergi ke suatu tempat.
.
.
__ADS_1
.