Cinta Di Ujung Janji

Cinta Di Ujung Janji
Kecewa Tetap Kecewa


__ADS_3

"Hiks.. hiks.. Abang, hiks.. hiks... kapan Abang pulang? " Tanya Hanin sambil terisak, melalui panggilan telepon nya.


"Abang belum tahu dek, kalau disini sudah membaik kondisi nya, Abang akan pulang. " jawab Pramudya dari seberang.


"Hiks.. hiks.. hiks.. nasib Hanin, begini Bang Hiks.. hiks..., Hanin salah memilih orang Bang."


"Kamu jangan bicara tentang penyesalan , itu sudah jalan kamu pilih, kamu kan sedang hamil. Jangan banyak memikirkan, masalah ini ya. Kasihan calon ponakan Abang, kalau dia ada apa - apa bagaimana. "


"Dia akan lahir, tanpa kasih sayang Papah nya. Bang Nugi , hanya memperhatikan bayi dalam kandungan si pelakor. "


"Calon anak kamu, masih memiliki orang yang sayang sama kamu dan anak kamu di dalam perut. Kamu nggak usah bersedih. "


"Bang, bagaimana saya cerita sama Ayah? "


"Kamu cerita saja, Ayah nggak akan marah sama kamu. Yang jelas, Ayah akan kecewa sama Nugi. Kalau Abang pulang nanti, Abang akan kasih pelajaran sama dia. Dan Abang akan laporkan kasus nya, biar dia tahu rasa."


"Sudah Bang, jangan bawa - bawa masalah nyatanya, cukup diam dan hanya bilang, rumah tangga kita nggak cocok saja. "


"Dek, Nugi menduakan kamu. Bahkan malah sudah punya anak dengan wanita lain, kamu mau diam saja. Sakit tahu hati Abang, dia harus di laporkan. "


"Jangan Bang, kalau sampai di pecat, bagaimana nasib anak nya, dan keluarga nya."


"Kamu masih pedulikan mereka, mereka saja apa nanti akan peduli sama anak kamu."


"Jangan Bang, jangan. Tolong jangan beberkan borok nya. "


"Suatu saat, akan ketahuan. "


Pramudya membalikkan badan nya, Yogi sudah berada tepat di depan mata nya. Yogi menatap ke arah Pramudya sedangkan Pramudya tersenyum padanya.


"Tidak wajib kan, saya menceritakan nya? " Ucap Pramudya.


"Iya, bukan urusan saya lagi. "


"Iya, bukan urusan kamu lagi. " Ucap Pramudya pergi meninggalkan Yogi.


*****


"Saya akan pergi dari sini, hubungan kita selesai. " Ucap Hanin sambil memasukan barang - barang milik nya, dalam satu koper besar.


"Maaf." Ucap Nugi.


"Hanya kata maaf, tapi kata maaf kamu, nggak akan bisa menyembuhkan luka."


"Abang, akan mengembalikan kamu ke Ayah. "


"Nggak perlu, saya bisa pulang sendiri. Dan nanti saya yang akan urus proses perceraian nya. Kamu tenang saja Bang, saya akan menceritakan hal lain, bukan menceritakan aib kamu. Dan ingat, bahagiakan Adela, dan calon anak kalian. Kamu lupa, sama anak yang saya kandung, nggak masalah. Tapi satu hal, saat dia besar akan tahu sendiri bagaimana sifat Papah nya. Dan jangan pernah cari anak kamu, kalau kamu tidak ada tanggung jawab nya. " Hanin langsung menarik koper nya keluar dari dalam kontrakan.

__ADS_1


"Oh iya satu lagi, uang yang saya keluarkan banyak, saya lunas kan. Buat tambah amal baik saya, nanti di akhirat. "


"Hanin, Abang akan lunasi. "


"Nggak perlu Bang, mau kamu lunasi pakai apa? Pakai daun. Makan sendiri saja susah, saya bilang buat tambah amal baik saya, di akhirat. " Ucap Hanin langsung pergi.


Nugi hanya bisa diam, menyesali perbuatannya. Namun dirinya, harus mengambil resiko yang sudah di pikirkan sejak awal.


*****


"Kamu pulang dari sana, harus segera lamaran. Ibu ingin kalian cepat menikah." Ucap Ibu Siti dari seberang.


"Yogi akan pikirkan, kalau sudah sampai sana."


"Jangan banyak di pikirkan, mau kamu pikirkan gimana lagi. Astri itu seorang dokter, dia anak nya baik, nggak banyak tingkah seperti Hanin. Keluarga nya juga jelas, mau kamu sampai kapan? "


"Keluarga Hanin juga jelas bu, hanya saja nggak jodoh. "


"Ibu tidak mau tahu, setelah kamu pulang, ibu tinggu kamu untuk pulang dan melamar Astri."


"Insya Allah. "


"Nggak ada kata insya Allah. "


Tut......


"Kalau ibu tahu, saya masih menata hati saya bu. "


*****


"Kurang ajar dia, Ayah nggak menyangka. " Ucap Pak Brata.


"Maafkan Hanin Yah. "


"Ayah nggak bisa bicara banyak, kamu yang pilih Nugi. Dan kamu tolak pilihan Ayah, dan yang Ayah marah adalah tingkah Nugi memperlakukan kamu. "


"Saya pun sudah memutuskan, untuk berpisah. "


"Bagus, lebih baik cerai. Dari pada kamu pertahankan rumah tangga, yang rumit dan hanya membuat kamu sakit hati. "


"Yah, Ayah nggak akan marah kan? kalau kita sama - sama besarkan anak Hanin? "


"Ya nggak nak, anak yang kamu kandung itu tetap cucu Ayah. Nggak akan Ayah tolak, dia penerus keluarga kita. "


*****


Ceklek

__ADS_1


Hanin membuka pintu, terlihat Adela datang sendirian menemui Hanin. Namun Hanin, dengan segera menutup pintu nya kembali tapi di tahan oleh Adela.


"Tolong, kita bicara baik - baik. "


"Mau di bicarakan baik - baik bagaimana? sudah jelas kan. Nggak ada yang harus di bicarakan lagi. "


"Maaf kalau saya, merebut Bang Nugi. Kita sama - sama mencintai pria yang sama, bukan maksud saya merebutnya dari mba. Bang Nugi yang memilih, misal saya tidak di pilih nya saya ikhlas mba. "


"Ikhlas kalau nggak sampai di nikahin, apa kamu masih ikhlas? "


"Asal dia mau mengaku ini anak nya. "


"Tetap saja di nikahi, anak juga perlu pengakuan. Bodoh banget kamu ini, saya baru nemu perempuan se bodoh kamu. "


"Saya memang bodoh mba, bukan nya mba juga bodoh meninggal pria yang benar - benar sayang sama mba, dan mba yang duakan cinta nya, dan saya juga bodoh mba mencintai dengan tulus dengan pria yang awal nya hanya sebagai pelarian karena dirinya sebagai selingkuhan. "


"Iya, saya duakan cinta nya. Tapi bukan begini akhir dari cerita, dan saya menyesal memilih dia sebagai suami saya. Dan saya menyesal menyerah kan semua nya, pada akhir nya dia memilih kamu. "


"Mba kan, sudah tahu penjelasan nya. "


"Penjelasan yang tidak masuk akal, bagi saya."


"Mba, saya hanya ingin. Hubungan kita tetap baik, ada anak mba yang akan selalu menghubungkan tali silahturahmi."


"Anak kata kamu, dia nggak pernah mengharapkan anak dari saya. Dan hanya mengharapkan anak dari kamu. Dia mau bertanggung jawab, karena sudah terlanjur. Kita lihat saja, tanggung jawab yang seperti apa. " Ucap Hanin langsung menutup pintu nya dengan kencang.


"Mba, saya mohon hubungan kita jangan seperti ini. Bang Nugi juga salah, tapi Mba jangan seperti ini. " Teriak Adela dari luar.


Pak Brata keluar dari kamar nya, mendengar seseorang berbicara dengan nada teriak.


"Siapa dia? "


"Istri muda Bang Nugi. " Ucap Hanin langsung masuk kedalam kamar nya.


Pak Brata pun membukakan pintu, dan menatap Adela secara intens, Adele tersenyum tipis tidak dengan Pak Brata.


"Sudah cukup, kamu bicara sama Hanin? "


"Sudah pak. "


"Kalau sudah, kamu bisa pergi dari sini. "


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2