Cinta Di Ujung Janji

Cinta Di Ujung Janji
Kamu Sakiti


__ADS_3

"Kalau saya bilang, masih suka sama Bang Yogi? apa Abang akan menghabisi dia? "


"Kamu mau bukti? "


"Oh jadi mau berusaha jadi seorang penjahat?"


"Silahkan, kalau kamu mau. Karena yang jelas, anak saya akan bangga dengan pria yang benar - benar menghargai wanita nya. "


Nugi langsung mengunci pintu dan melemparkan kunci nya ke sembarangan arah. Hanin dengan wajah sedikit takut, karena Nugi tiba - tiba berubah wajah nya menjadi menjadi sangar dan seakan ingin menerkam.


"Bang, kamu mau apa? " Tanya Hanin berjalan mundur.


"Sebelum saya habisi Nugi, saya habisi kamu dulu. " Jawab Nugi sambil melepaskan kaos nya dan melemparkan nya dengan sembarang.


"Bang, kamu jangan macam - macam Bang. " Ucap Hanin hingga menabrak sisi tempat tidur, dan terduduk di atas tempat tidur.


"Kita main - main dulu lah, sebelum kamu nanti di tiduri dia, saya kan masih suami kamu. " Ucap Nugi membuka ikat pinggang nya.


"Bang, jangan Bang. "


Nugi langsung menindih tubuh Hanin, dan kedua tangan nya di ikat dengan ikat pinggang nya, Hanin terus meronta dan berteriak namun Nugi membungkam mulut Hanin, dengan Syal yang melingkar di leher nya.


Mmmmpppphh


Nugi membuka paksa pakai Hanin, hingga menyembul kedua bagian dada nya. Nugi dengan kasar meremas dengan tangan nya dan membuka penutup nya.


Tanpa ampun, Nugi menggigit pucuk nya dengan kasar dan meninggal kan jejak di sekitaran nya.


Hanin terus berusaha lepas, dan menggeleng kan kepala nya ke kanan dan kiri, hingga Hanin telah polos tanpa penutup.


Dengan kasar, Nugi menciumi nya . Dan dengan kasar Nugi memompa Hanin, hingga Hanin merasakan nyeri di perut nya. Tanpa belas ampun dan memikirkan janin yang di kandung nya.


Hingga satu jam lebih, Nugi terus menggempur Hanin, hingga Hanin merasakan sakit di perut nya. Lahar panas, pun keluar berkali-kali hingga kedua terbaring lemas.


Aaaaaawwwww


Nugi langsung bangun dan memeriksa kondisi Hanin, yang terus memegang perut nya.


"Yank, kamu nggak apa - apa? "


"Nggak apa - apa nya, kamu hampir hilang kan nyawa anak kita Bang. "


Aaaawwww


Terlihat darah segar keluar dari jalan wanita milih Hanin, Nugi pun panik dan langsung memakai baju nya, dan memakai kan pakaian pada tubuh Hanin.


"Maafkan Papah nak. "


Awwwwww


"Ini gara - gara kamu Bang, kalau sampai terjadi sesuatu saya nggak akan maafkan kamu. "


*****


"Alhamdulillah, masih bisa di selamat kan. Kalau telat sedikit saja, harus segera di angkat. "


Nugi merasakan sangat lega, begitu juga dengan Hanin. Nugi tak henti - henti nya mengusap perut Hanin dan menciumi nya.


"Maaf kan Papah nak. "


"Tapi ibu di rawat ya Pak, soalnya janin nya harus di pantau. Karena, takut terjadi sesuatu." Ucap Dokter kandungan yang memeriksa Hanin.


"Ya Dok, saya serahkan sama dokter yang terbaik. "


*****

__ADS_1


Plaaakkkk


"Kamu mau menghabisi nyawa cucu saya hah...!!! untung masih bisa di selamat kan. Mulai detik ini, kamu tidak boleh dekati anak atau cucu saya. " Bentak Pak Brata.


"Jangan Ayah, saya mohon. Saya ingin rujuk sama anak Ayah, saya salah, saya minta maaf."


"Nggak Bang, kamu sudah keterlaluan, malah kamu ancam akan habisi nyawa Bang Yogi. " Ucap Hanin.


"Apa yang Hanin ucapkan itu benar? " Tanya Pramudya.


"Makan nya, sebelum saya di tiduri oleh Bang Yogi, dia tadi per****sa saya. " Ucap Hanin kembali.


"Kurang ajar kamu Nugi. " Pramudya akan memukul Nugi, tapi di halangi oleh Ayah nya.


"Jangan kamu kotori tangan kamu, kita laporkan saja atas tindakan KDRT. " Ucap Pak Brata.


*****


"Hah.. Hanin di rumah sakit? " Ucap Yogi kaget.


"Iya, gara - gara kamu waktu di rumah makan." Ucap Pramudya.


"Saya!! "


"Nugi, memp*****sa Hanin, dia cemburu. Sampai hampir kehilangan anak dalam kandungan nya. Untung masih bisa di selamat kan. "


"Sekarang kondisi Hanin dan Janin nya bagaimana? "


"Alhamdulillah, sekarang masih dalam perawatan. "


"Saya nggak tahu, kalau Nugi sampai seperti itu. "


"Dia ingin rujuk sama Hanin, tapi adik saya tidak mau. "


"Saya hanya bantu dia saat itu. "


"Jawab jujur. " Ucap Pramudya kembali.


"Jujur rasa itu masih ada, kamu tahu saya itu sangat mencintai Hanin. Tiga tahun cinta saya tulus, tapi dia malah khianati cinta saya. Saya masih mencintai nya, masih sayang tapi banyak rasa kecewanya. "


"Saya tahu itu. "


*****


"Bang Yogi. "


Yogi berjalan mendekati Hanin yang terbaring di tempat tidur, kamar rawat nya.


"Gimana keadaan kamu? "


"Alhamdulillah Bang, sudah baikan. "


"Syukur lah. "


"Abang tahu, dari Bang Pram ya? "


"Iya, dia cerita banyak. "


"Bang Nugi jahat Bang. "


"Abang tahu, kalau sampai terjadi sama anak kamu, Abang hajar dia. "


"Untung nya, dia masih memiliki kewarasan." Ucap Hanin kesal.


Yogi tersenyum, dan Hanin baru melihat lagi, senyum yang telah lama tidak di lihat nya. Mereka pun tak sengaja saling beradu pandang.

__ADS_1


"Ehm.. Bang. "


"Iya."


"Maafkan saya, dan terima kasih. "


"Iya dek, Abang juga minta maaf. "


"Ini hukuman buat saya Bang, hukuman yang telah menyia - nyiakan cinta dari pria seperti Abang. "


"Sudah dek, jangan di bahas lagi. "


"Ehm, kabar pacar Abang gimana? "


"Siapa pacar Abang? "


"Astri."


"Dia, kita bukan pacaran kok. "


"Masa!!! "


"Kita hubungan yang nggak jelas, tapi ibu ingin Abang sama dia. "


"Terus, Abang nya gimana? "


"Nggak tahu dek, Abang masih ingin menata hati. "


"Jangan lama - lama Bang, nggak enak sendiri terus. "


"Jujur dek, hati Abang memang sakit, tapi hati Abang masih belum lepas dari kamu. "


Hanin diam, sambil menatap Yogi begitu juga dengan Yogi yang menatap nya.


"Bang, nggak pantas seorang pria seperti Abang, masih menyimpan rasa pada wanita seperti saya. Begitu banyak luka yang saya buat untuk Abang. "


"Abang tahu, makan nya sekarang Abang sedang menata hati. "


*****


Nugi mendapatkan sanksi, atas pelaporan KDRT. Pramudya yang tidak terima, akan kejadian kemarin merasakan puas Nugi mendapatkan sanksi.


"Tidak ada kata maaf buat kamu, saya sabar karena melihat kamu anak dari ponakan saya, tapi apa kamu sudah menyakiti adik saya dan calon ponakan saya. " Ucap Pramudya marah.


"Maafkan saya, maaf. "


"Tidak ada kata maaf, sudah terlambat. "


Yogi menatap Nugi dari jauh, hanya bisa menghela nafas panjang, dan langsung pergi menjauh.


Ponsel Yogi berdering, terlihat nama ibu nya yang menghubungi nya.


"Assalamu'alaikum bu. "


"Walaikumsalam, nak kamu kapan pulang? "


"Ibu kenapa sih, tanya pulang terus. Anak sedang kerja di suruh pulang terus."


"Orang tua Astri, ingin kamu datang. Ada acara pernikahan adik nya Astri, keluarga besar nya ingin kenal sama kamu. Sekalian acara lamaran, kamu sama Astri. "


Yogi, menggaruk kepala nya yang tidak gatal, sedangkan ibunya terus berbicara agar Yogi pulang.


"Bu, tolong jangan dulu paksa, saya untuk menikah. Tolong Bu, tolong. "


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2