Cinta Di Ujung Janji

Cinta Di Ujung Janji
Bulan Madu


__ADS_3

Yogi dan Hanin, masih bergulung dalam satu selimut, kulit yang masih menempel tanpa pembatas. Kedua nya masih tertidur pulas.


Hanin bangun, dan merasakan kaku sekujur tubuh nya, bahkan terasa remuk akibat Yogi terus meminta nya lagi.


Terlihat tanda merah, di tubuh Yogi dan dirinya. Hanin tersenyum sambil menatap pria yang kini menjadi suami nya.


Hanin menatap wajah suami nya, bahkan memainkan wajah nya, mulai dari mata, hidung hingga bibir.


"Ayank, jangan ganggu. Masih ngantuk. " ucap Yogi dengan suara khas orang bangun tidur.


"Ayank, bangun. " ucap Hanin sambil menggoyang kan tubuh nya.


"Capek Yank. "


"Mandi dulu cepat, udah shubuh. "


Yogi membuka kedua mata nya yang masih terasa berat, Hanin langsung menciumi wajah suami nya, hingga Yogi langsung sadar.


"Yank, udah ah. Mandi yuk. " ucap Yogi lalu bangun.


"Gendong." Rengek manja Hanin.


"Jalan sendiri. " Yogi langsung turun dari tempat tidur, tanpa sehelai benang.


"Ih.. nggak romantis. " ucap Hanin kesal.


Yogi membalikkan tubuh nya, dan menarik selimut yang menutupi tubuh nya. Hanin dengan wajahnya yang cemberut, membuat Yogi semakin gemas.


"Mandi."


"Gendong."


Akhirnya Yogi mengangkat tubuh Hanin, ala bridal style, dan membawa nya kedalam kamar mandi.


*****


"Yank, kita langsung bandara loh. " ucap Yogi.


"Kok langsung, nggak pulang dulu? "


"Kan sudah ijin, mereka paham kok. "


"Ya udah, disana berapa hari? "


"Satu minggu dong, karyawan nya sudah ada kan? "


"Orang sana saja, ada yang di percaya kok."


"Ok, sekarang kita chek out. Takut nanti tertinggal pesawat. "


Hanin dan Yogi, keluar dari hotel. Saat keluar Yogi dan Hanin berpapasan dengan Adela bersama seorang pria.


"Adela."


"Mba Hanin. "


Kedua nya saling berpelukan, dan kedua pria tersebut bersalaman. Adela menatap ke arah Yogi, Hanin pun sama menatap ke arah pria yang bersama Adela.


"Ini suami saya. " ucap Hanin mengenalkan.


"Oh iya, ini juga suami saya. " ucap Adela.


"Jadi sudah menikah, kapan? "


"Minggu kemarin, kalau kamu? "


"Kemarin."

__ADS_1


"Wah, masih pengantin baru. "


"Adela, maaf ya saya buru - buru, takut ketinggalan pesawat, nanti kalau ketemu lagi kita ngobrol panjang. "


"Iya, hati - hati. "


Didalam taksi, Yogi mengirim kam pesan pada seseorang, sedang kan Hanin sibuk memoles wajah nya.


"Tadi siapa? " tanya Yogi memasukan ponsel nya di jaket nya.


"Mantan istri nya Bang Nugi. " Jawab Hanin.


"Mantan istri nya?"


"Iya kenapa? "


"Bisa akrab ya? padahal dia kan pelakor. "


"Dia sama saja, korban keegoisan Bang Nugi. Ini cara terbaik, untuk meninggal kan pria seperti dia. Dari awal saya, sudah tidak ada masalah sama Adela, bagi saya di ceraikan itu lebih baik. Dari pada mempertahankan rumah tangga, yang hanya sakit hati. Dan sama Adela, sudah berakhir, apa sih yang harus di rebutkan. " ucap Hanin.


"Sekarang kan, sudah jadi istri Abang. "


"Jangan sakiti hati saya Bang, cukup kemarin saja. "


"Abang juga, nggak akan sakiti kamu. Dan janji, jangan pernah tinggal kan Abang. "


Taksi pun sampai di bandara, Yogi dan Hanin langsung menunggu di kursi penunggu penumpang. Setelah konfirmasi tiket pesawat mereka berdua.


"Lapar nggak? "


"Nggak Bang, nanti makan di pesawat saja."


"Tadi makan nya dikit. "


"Abang nya buru - buru, jadi nggak selera sarapan juga. "


"Iya, Abang juga. Tadi nggak sarapan, minum kopi doang. "


****


"Maya, kamu mau nggak, nanti jaga kios saya?"


"Mau banget mba, saya butuh pekerjaan ini."


"Ok, kita bagi hasil, saya percaya sama kamu. Perbulan nanti saya gaji kamu, dan perhari nya kamu ambil 20 persen untuk uang makan kamu. " ucap Hanin pada Maya, warga asli pulau Kiara.


"Terima kasih mba, makasih banget. "


"Sama - sama, semoga kamu kerasan ya. Kalau ada apa - apa, kamu bisa hubungi saya."


"Siap Mba. "


Yogi sedang duduk di teras depan rumah nya, melihat dari jauh, sang istri tengah sibuk melayani pembeli.


Yogi tersenyum bahagia, melihat usaha istri nya yang laku. Dari jauh, Hanin melambaikan tangan nya pada Yogi yang sedang menatap. Yogi pun membalas, lambaian tangan istri nya.


***


"Capek ya? " Tanya Yogi langsung memijat kedua pundak Hanin.


"Capek banget, ini kan long weekend jadi banyak wisatawan yang datang kesini. "


"Abang senang, lihat usaha kamu. Kalau tutup sayang juga ya, omset nya kan lumayan."


"Justru itu Bang, dari pada tutup, sehari bisa masuk satu juta. Lumayan kan, kalau kita tutup sebulan, rugi nya bisa di lihat sendiri."


"Nanti kita sebulan sekali, datang kesini. Kita cek usaha kita, walau ada yang di percaya, namanya juga manusia. "

__ADS_1


"Iya Bang, besok kita kemana?"


"Terserah Ayank saja, mau kemana. Abang kan nggak tahu tempat sini. "


"Mau ke pulau Lawa nggak? "


"Boleh, disana ada apa saja? "


"Ada mercusuar, kita nanti naik ke atas nya. Bisa lihat lautan yang begitu sangat luas. "


"Berapa jam kesana? "


"Dua jam kita naik ferry. "


"Ok, besok pagi - pagi kan?"


"Iya Pagi - pagi, saat matahari terbit. "


*****


Di belakang rumah Hanin, terdapat taman kecil. Yogi dan Hanin barbeque berdua, bahkan sesekali Yogi dan Hanin bernyanyi mengikuti sang penyanyi bernyanyi. Hingga mereka berdua, berjoget dengan gelak tawa kedua nya.


"Abang, daging nya ini matang kan? "


Yogi memeriksa ke empuk an daging nya, dan di coba daging tersebut. Yogi memita Hanin, mengangkat nya. Sedang kan dirinya menaruh satu ekor ikan gurame besar dan satu ekor gurita.


"Bang, lapar nih. Lihat nya sudah tergoda. "


"Makan saja, kalau mau. "


"Awww panas. " ucap Hanin saat mencoba mengambil daging yang berada di atas piring.


"Hati - hati yank, masih panas. Pakai pisau sama garpu. " ucap Yogi memberikan sendok dan pisau pada Hanin.


"Ehm... Bang enak, empuk. Bumbu nya meresap, enak banget. " ucap Hanin.


"Mantap kan? "


"Iya Bang mantap. "


****


Hanin dan Yogi tengah berada, di atas kapal Ferry, kedua nya berdiri ditepi kapal. Yogi memeluk tubuh Hanin, dari belakang sambil menikmati angin laut .


Langit pagi tampak cerah, dengan warna air laut yang biru. Hanin dan Yogi, menikmati pemandangan ikan lumba - lumba, yang menunjukkan aksi nya dilautan.


Tak lupa, Yogi mendokumentasikan nya. Bahkan beberapa gaya Hanin di depan camera, dan beberapa gaya Yogi di depan camera.


"Bang bagus ya?"


"Yang ini jelek, hapus. "


"Jangan ih, cakep tahu."


"Nggak mau, hapus. Nah yang ini bagus, jangan di hapus. " ucap Yogi sambil mengecek hasil photo mereka berdua.


"Bang, itu pulau nya sudah kelihatan. Mercusuar nya kelihatan. "


"Bagus banget Yank, kamu kok tahu sampai kesini? "


"Kan saya pernah kesitu juga Bang. "


"Sama siapa? "


"Sama warga, pulau Kiara lah. "


.

__ADS_1


.


__ADS_2