
Dengan perut besar nya, Hanin berjalan ke ruang Produksi. Di kantor cabang, sesekali Hanin mengecek Pabrik dan saat itu ada Ibu Siti yang sedang mengantar kain, dengan beberapa anak buah nya.
"Bu." Sapa Hanin yang ingin bersalaman namun tidak di hiraukan oleh Ibu Siti.
"Maaf Bu, saya mau ke bagian administrasi, untuk penyelesaian pembayaran. " Ibu Siti langsung pergi meninggalkan Hanin.
Hanin hanya diam menatap Ibu dari Yogi, Nikita langsung menghampiri Hanin, dengan perasaan yang sangat sedih.
"Ibu masih dekat sama anak nya? "
"Masih, malah jadi teman curhat. "
"Rasa kecewa pasti akan lama sembuh nya, sifat Bu Siti itu keras. Kalau ibu ingin dekat lagi sama beliau, Ibu harus bisa mendekati nya. Tidak hanya anak nya saja yang ibu bisa dekat lagi, tapi ibu nya juga. "
"Saya ingin memperbaiki semua nya, saya yang salah. '
" Ibu berusaha ya, dekati dia lagi. " Ucap Nikita.
****
Hanin memasuki butik milik Ibu Siti, sambil membawa buah tangan. Hanin duduk di salah satu kursi pengunjung, sambil menunggu Ibu Siti yang sedang melayani pembeli.
Ibu Siti tahu, kedatangan Hanin tapi Ibu Siti tidak memperdulikan nya. Salah satu pegawai Ibu Siti mendekati Hanin.
"Ibu mau ketemu sama ibu Siti? " Tanya Sari.
"Iya mba, tapi ibu nya sedang ada pembeli. " Jawab Hanin.
"Tunggu ya bu, kalau tidak ibu tunggu di rumah nya saja, ada anak nya kok di dalam. "
"Maksud nya, ada Bang Yogi. "
"Benar bu. "
"Nggak perlu ke rumah, disini saja. " Ucap Ibu Siti datang menghampiri dan Sari langsung meninggalkan mereka berdua.
"Ada apa? urusan Pabrik bukan nya sudah selesai. "
"Saya bawakan makanan buat ibu. " Ucap Hanin dengan menaruh paper bag di atas meja di depan nya.
Ibu Siti membuka, terlihat sebuah gurita asam manis dan kentang goreng teri. Ibu Siti menyingkirkan nya, dan Hanin hanya diam menatap perilaku Ibu Siti.
"Saya nggak makan gurita, nggak doyan dan itu kentang goreng teri, saya alergi ikan. "
"Maaf, kirain ibu suka. Saya bisa ganti yang lain nya, kalau ibu mau. "
"Sari.... tolong kamu bagi sama karyawan lain nya, barang kali mau pada makan. "
"Baik bu. "Ucap Sari mengambil nya dan lalu pergi.
" Kalau sudah tidak ada yang di bicarakan, silahkan kamu pergi. "
Hanin tersenyum, dengan sakit hati dan kedua matanya berkaca - kaca. Sedangkan Ibu Siti, tidak mau menatap ke arah nya.
"Bu, saya minta maaf ya. "
__ADS_1
"Sudah begini, kamu minta maaf. Kamu seperti ini, mau mendekati Yogi lagi? maaf ya saya tidak akan mau punya menantu seperti kamu, apalagi bekas pria lain. "
"Saya memang bekas bu, tapi saya sadar akan kesalahan saya. "
"Kamu ingin Yogi, jadi Ayah sambung anak kamu. Jangan harap saya merestui nya, jangan harap anak kamu saya anggap cucu. Cari pria lain, jangan dekati anak saya. "
"Saya tidak memiliki hubungan spesial, yang ada hanya sebatas teman. "
"Teman, tapi lama - lama cinta lama bersemi kembali. "
"Saya paham, kenapa Ibu seperti ini. Memang saya yang mulai, saya sudah mendapatkan hukuman nya bu. Saya juga menyesalinya, saya berusaha untuk memperbaiki nya. "
"Saya maaf kan kamu, tapi jauhi anak saya. Bujuk anak saya , untuk segera melamar Astri. "
Hanin berjalan keluar dari butik Ibu Siti, saat itu Yogi datang dan langsung menghampiri Hanin dengan mata yang memerah.
"Kok disini tidak kasih kabar? " Tanya Yogi langsung turun dari atas motor nya.
"Tadi saya mendadak ingin bertemu sama ibu. " Jawab Hanin.
"Tapi ada kan, tadi sudah ketemu? "
"Sudah Bang, saya pamit Bang. "
"Abang antar. "
"Nggak Bang, saya naik taksi saja. "
"Ini sudah jam 10 malam. " Ucap Yogi sambil melirik ke arah jam tangan nya.
"Abang juga sama, kita satu kereta. "
Hanin tersenyum dan berhentilah taksi yang sudah di pesan oleh Hanin. Yogi melihat taksi sudah berhenti di depan rumah nya.
"Kamu batalkan, Abang yang antar. "
"Nggak Bang, makasih. "
"Yogi.. .!!! " Panggil Ibu Siti.
"Iya bu, sebentar. " Ucap Yogi.
"Masuk nak, Ibu mau bicara sama kamu. "
"Bang, ibu manggil tuh, saya pamit. Assalamu'alaikum. "
"Walaikumsalam."
****
"Ibu bicara apa saja sama Hanin? dia seperti orang habis menangis. "
"Ibu tidak bicara apa - apa, mungkin dia terbawa suasana. "
"Terbawa suasana gimana bu, ibu bilang apa saja? "
__ADS_1
"Dia minta maaf, Ibu bilang kalau kamu mau minta maaf sama ibu, jauhi anak ibu. "
"Ya Allah bu, sudah dong. Hanin juga, menyesali perbuatannya. Ibu jangan begitu dong, Hanin tulus loh. "
"Ingat Yogi, Ibu tidak mau kamu dekat lagi sama Hanin. Dan ibu tidak mau, mempunyai cucu yang bukan di beri dari anak ibu sendiri. Dan ingat, kalau kamu sampai menikah sama Hanin, kamu itu pria yang bodoh. Sudah di sakiti , di bohongi kamu masih mau kembali sama dia. Bodoh kamu itu. "
"Tapi cara ibu jangan seperti itu. "
"Ibu capek, mau tidur. " Ibu Siti bangun dari duduk nya, lalu masuk kedalam kamar nya.
Yogi bangun dari duduk nya, terlihat Sari datang membawa dua piring lauk yang masih utuh.
"Makan enak nih? "
"Tadi Ibu Hanin kesini bawa masakan banyak, ini masih sisa tapi belum di sentuh karena saya bagi. Barang kali Mas Yogi mau makan malam. "
"Makasih ya. "
"Mas, sebenarnya saya lihat. Ini buat ibu, tapi ibu menolak nya karena bilang tidak makan. Tadi saya lihat, Ibu Hanin menangis. Ibu bicara nya kasar, saya aja kalau digituin sakit hati. "
"Ya Allah Ibu, kenapa seperti itu sih. "
*****
Jam 7 pagi, Hanin sudah berada di dalam kereta, di samping nya seorang wanita seumuran dirinya. Tak banyak bicara, hanya saling menebar senyum.
Yogi duduk di kursi seberang Hanin, nanum Hanin tidak mengetahui nya. Yogi mencolek lengan wanita tersebut.
"Mba, bisa tukar kursi? "
"Kenapa Pak? " Tanya Wanita tersebut, sambil menatap Yogi dengan mengenakan seragam loreng nya.
"Dia istri saya. " Jawab Yogi.
Wanita tersebut menoleh ke arah Hanin, sedikit tidak percaya. Dan akhirnya mau bertukar, tempat duduk.
Hanin menoleh, saat Yogi duduk di samping nya. Yogi tersenyum ke arah Hanin, dan Hanin membalas senyuman Yogi.
"Kita bisa satu gerbong ya? " Ucap Hanin.
"Mungkin kita berjodoh. " Ucap Yogi tersenyum.
"Maafkan sikap Ibu tadi malam. "
"Nggak apa - apa Bang. " Ucap Hanin sambil mengusap perut nya, yang sudah memasuki usia 7 bulan.
"Kabar Bapak nya gimana tuh? "
"Nggak tahu Bang, dia nggak pernah hubungi saya lagi. Padahal saya nggak akan ganti nomer, atau memblokir nya. "
Kereta pun mulai jalan, Hanin lebih memilih memejamkan kedua matanya, sedangkan Yogi mendengarkan musik, melalui headset bluetooth nya.
.
.
__ADS_1
.