Cinta Di Ujung Janji

Cinta Di Ujung Janji
Camelia


__ADS_3

Yogi sudah putus asa, mobil yang onderdil nya di ganti semua, masih belum bisa jalan. Sudah 6 hari, tapi belum juga jalan.


Yogi mengusap wajahnya dengan kasar, dan menendang beberapa barang yang ada di depan nya.


"Ya Allah, kenapa tidak berhasil juga. "


Yogi menatap mobil tersebut, hingga anak buah Pak Brata memperhatikan dari jauh. Yogi lalu mencoba kembali, namun masih belum jalan.


Yogi masih berpikir, karena pasti ada sesuatu yang harus di ganti. Yogi pun memeriksa kembali, dan menemukan beberapa yang harus di ganti lagi.


"Mas, tolong service mobil nya. "


Yogi menoleh ke arah seseorang, yang suara seperti sangat dia kenal. Dicky tersenyum sambil melambaikan tangan, di balas juga oleh Yogi.


"Kerja sampingan? " Tanya Dicky.


"Nggak, lagi iseng saja. " Jawab Yogi.


"Bang, ini mobil tua loh. Kalau masih mulus, harga nya mahal. "


"Iya, ini lagi di coba. "


"Milik Abang? "


"Bukan, milik calon mertua. "


"Body nya perlu di permax dikit deh, cat ulang ganti semuanya. "


"Iya, kalau sudah bisa jakan6, ganti body nya di bagusin. "


"Kalau ada uang, saya mau bayarin nih mobil."


"Tapi, kalau jadi nih mobil saya minta sama Pak Brata jangan jual mobilnya. "


"Kalau suka sih, jangan walau harga tinggi. Dapat nya lagi susah. "


"Benar, susah ini. Apalagi tahun 70 an, tua banget. "


"Sudah berapa hari mobil, di perbaiki sama Abang? "


"Baru 6 hari, sudah saya ganti tapi masih mati. Saya periksa lagi, ada beberapa yang harus di ganti lagi. "


"Lama Bang, kalau model mobil nya emang sudah nggak layak banget. "


"Cuti atau gimana?"


"Saya pindah tugas Bang disini. "


"Dimana? "


"Koramil."


"Koramil mana? "


"Kecamatan Panasah."


"Wah, lumayan ya. "


"Dari pada luar pulau Bang, dari sejak lulus pendidikan, baru sekarang dekat sama keluarga. "


"Sudah punya calon? "


"Belum Bang, sempet punya orang jauh tapi nggak jadi. Dia nya nggak mau, di bawa jauh. "


"Itulah, kadang perempuan itu ada yang mau, ada yang tidak mau. Makan nya, sebelum dekat sama perempuan, tanyakan dulu kamu mau, suatu saat kamu akan sering di tinggal jauh, kamu di duakan oleh negara, atau kamu ikut kemana kita nanti di tempat kan. Dan harus ikhlas kalau pulang nanti, hanya tinggal nama. "


"Iya Bang, kenyataan nya, cewek saya nggak mau. Padahal kita pacaran lama, dua tahun. Saat saya lamar malah bilang, maaf saya mundur. "


"Sakit juga. "

__ADS_1


"Iya sakit. "


"Kalau saya di duakan, tapi saya ingin kesempatan kedua. "


"Sama mba Hanin? "


"Iya, anak nya itu anak dari sahabat saya. Mereka diam - diam pacaran di belakang saya. "


"Kenapa Abang balik sama dia? "


"Sebuah pengkhianatan, dan saya pun sama masih memiliki rasa sakit, tapi hati saya masih memiliki rasa. Dan saya pun, kenapa nggak harus coba kesempatan kedua. Akhirnya, kita akan bersatu lagi. "


"Kalau jodoh sih Bang, memang nggak akan lari jauh nya. "


"Iya, bagaimana juga, hujan badai, kalau di takdirkan bersatu ya bersatu lagi. "


*****


"Ayah...!! "


"Ada apa? "


"Camelia, demam. "


Pak Brata memegang kening Camelia, yang begitu terasa panas. Lalu Pak Brata mengambil termometer, dan menunjukkan angka 39 derajat.


"Demam tinggi, kita bawa ke dokter. "


"Iya Ayah. " Hanin langsung menggendong Camelia, dan saat itu Yogi datang.


"Abang, Camelia demam. "


"Abang antar . "


"Ayah, saya sama Bang Yogi saja ya. "


Yogi dengan menggunakan mobil milik Hanin, langsung berangkat menuju ke klinik dokter anak.


Dalam perjalanan, Camelia banyak diam. Bibir nya, terlihat sangat merah. Hanin terus memeluk putri nya, yang hanya terdiam.


"Bang, cepat dong. "


"Iya ini cepat kok. "


Hanin melihat Camelia sudah memejamkan mata nya, Hanin terus mencoba membangun kan Camelia.


"Sayang, bangun nak. "


Yogi menoleh ke arah Camelia, terlihat Camelia diam dengan menutup kedua mata nya. Yogi dengan tangan kiri nya, memegang tangan Camelia.


"Bang, Camelia kok diam. "


Yogi menepikan mobil nya, dan langsung memeriksa denyut nadi Camelia . Yogi menatap Hanin, dan Hanin langsung berkaca - kaca.


"Denyut nya lemah. "


"Bang, cepat Bang...!!! "


*****


Hanin terus menangis, dalam pelukan Yogi. Dokter terus berusaha, menolong Camelia. Balita umur 6 bulan itu, masih tetap diam dalam tidur nya. Alat bantu pernafasan pun, di pasang.


"Camelia, bangun nak. Kamu kenapa sakit, kamu diam saja nak. Apa rewel nya kamu, bukan rewel biasa. Karena kamu tidak menunjukkan rasa sakit, hiks.. hiks.. hiks.. "


"Camelia pasti bangun. "


Pak Brata, Winda dan Pramudya datang dan melihat dari jendela pintu ruang ICU terlihat, dokter sedang menangani Camelia.


"Camelia sakit apa? " Tanya Pak Brata.

__ADS_1


"Dokter belum kasih tahu. " Jawab Hanin.


"Awal gejalanya gimana? " Tanya Winda.


"Panas, dia demam. Mungkin sakit nya nggak di rasa, karena Camelia tidak menunjukkan tanda - tanda sakit. " Jawab kembali Hanin.


"Kamu sudah hubungi Nugi? " Tanya Pramudya.


"Belum Bang, jam segini dia pasti sedang kerja. "


Dokter pun langsung keluar, dan dengan wajah sangat sedih, lalu menghampiri Hanin.


"Bu, yang ikhlas ya. " Ucap Dokter.


"Hiks.. hiks.. hiks.. dia pasti sedang tidur, pasti sedang tidur. "


"Maaf ya bu. "


"Camelia...!!! "


Hanin langsung berlari memeluk tubuh putri nya, semua nya ikut menangis. Gadis kecil yang selalu, menemani hari - hari nya kini tertidur dalam damai.


"Hiks.. hiks.. hiks.. kenapa kamu pergi sayang, kamu itu sedang tidur, bukan meninggal seperti yang di katakan dokter. Kamu pasti sedang mimpi kan nak, mamah akan temani kamu tidur, nanti kita bangun sama- sama seperti biasa, kamu akan bangun langsung menyentuh wajah nya Mamah. "


"Hanin, Camelia sudah nggak ada. " Ucap Yogi.


"Nggak Bang, Camelia sedang tidur. Dokter salah memvonis, saya akan tuntut dokter. "


"Nak, Camelia sudah nggak ada. Kamu rasakan denyut nadi nya, kamu coba pegang lagi. "


"Nggak, Camelia hanya tidur. "


Winda menangis dalam pelukan Pramudya, melihat keponakan kecil nya, yang kini tertidur pulas, yang tidak akan pernah bangun .


Hanin langsung terjatuh lemas, dalam pelukan Yogi dan tak sadarkan diri. Semua nya pun ikut panik, hingga Yogi harus menggendong tubuh Hanin untuk di rebahkan di samping blankar dekat dengan Camelia.


*****


Yogi terus berusaha menghubungi Nugi, pihak keluarga sedang mengurus untuk kepulangan Jenazah Camelia.


"Halo.. Nugi. "


"Yogi, Hanin mana? ini kan ponsel Hanin. "


"Nugi, maaf sebelumnya, saya harus kasih tahu sama kamu kabar yang tidak enak. "


"Hanin kenapa, atau Camelia? "


"Camelia, meninggal dunia barusan. "


"Kamu jangan bercanda Yogi, pasti kamu prank saya kan, agar saya jauh dari Camelia. "


"Saya tidak prank kamu, sekarang saya masih di rumah sakit. Pak Brata sedang mengurus administrasi nya, Hanin pingsan. "


Terdengar Nugi menangis, bahkan Yogi pun mata nya merah, menahan tangis. Tangisan Nugi, semakin terdengar kencang.


"Dia sakit apa Yogi, kenapa sampai meninggal dunia? "


"Awal nya demam tinggi, mungkin Camelia sakit, yang tidak di rasa bahkan setiap hari tidak menunjukkan gejala. Dan Pramudya, sedang menunggu hasil nya dari dokter. "


"Tapi saya, tidak bisa pulang sekarang, karena baru minggu depan Kapal mendarat. "


"Iya nanti saya sampaikan pada Hanin. "


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2