Cinta Di Ujung Janji

Cinta Di Ujung Janji
Sebuah Janji


__ADS_3

"Ngapain lagi Bang, mau minta maaf lagi? Kemarin saya cuap - cuap kamu diam saja, malah istri kamu yang bela. " Ucap Hanin yang masih kesal.


Nugi datang ke kantor Hanin, sambil memberikan buku nikah, dan KTP milik nya. Hanin melirik sekilas, dan lanjut fokus ke layar Laptop nya.


"Saya serahkan ke kamu, kalau kamu mau maju. Saya tidak akan persulit kok." Ucap Nugi.


"Ok, kalau itu sudah bulat. "


"Tapi jangan, kamu jauhkan saya dengan anak saya. "


"Bang, mau saja jauhkan. Anak kalau sudah dewasa, pasti akan cari bapak nya. Hubungan kita putus, tapi hubungan antara anak sama bapak nya, tidak akan pernah putus. "


"Terima kasih Hanin, semoga kamu dapat yang lebih baik dari saya. "


"Pasti Bang, saya akan dapat lebih baik dari Abang. "


"Apa kamu, sudah punya pilihan hati, yang sudah kamu tetap kan sebagai Ayah sambung anak kita? "


"Seperti nya, Abang sudah berharap saya untuk menikah lagi ya, Abang pikir saya seperti itu? "


"Ya kali saja, kamu balik lagi sama Yogi, atau ada pria lain. "


"Bang, stop libatkan Bang Yogi dalam urusan rumah tangga kita. Dia dari awal kita buat kan masalah, hingga akhir nya hancur hati dia berkeping - keping. Kalau Abang niat saya dengan Bang Yogi, kenapa tidak dari dulu saja Abang ngalah. "


"Maaf."


"Sudah lah Bang, sudah satu milyar kata Maaf Abang. Saya sudah capek Bang. Capek masalah ini, tidak selesai - selesai. " Ucap Hanin menutup laptop nya.


*****


"Mba tolong cake yang ada topping strawberry nya. " Ucap Hanin sambil menunjuk ke arah kaca etalase.


"Mau minta berapa?" Tanya pelayan.


"Minta dua saja. " Jawab Hanin.


"Mba, kue tart yang kemarin saya pesan sudah jadi?


Hanin menoleh ke arah wanita di samping nya, Hanin mengenali siapa wanita tersebut.


" Sudah mba, ini sudah ada lilin di dalam nya."Ucap pelayan.


"Makasih mba. "


"Sama - sama. "


Astri melihat Hanin tak jauh dari nya, dan Hanin hanya tersenyum sambil mengangguk kan kepala nya.


"Mba ini cake nya. "


"Iya makasih. "


Hanin berjalan keluar, saat sedang menunggu bus di halte. Hanin melihat ada beberapa Tentara di sebuah cafe, mereka bernyanyi selamat ulang tahun. Terlihat juga, Abang nya Hanin dan Yogi. Dimana Yogi meniup lilin tersebut.


Suara notifikasi alarm pengingat, ternyata hari ini adalah hari ulang tahun Yogi. Hanin, lupa untuk menghapus pengingat nya.


*****


"Makasih ya, kamu sudah datang jauh - jauh, kasih kejutan party kecil. " Ucap Yogi.


"Sama - sama Bang. "


"Kamu juga sukses, ajak teman - teman Abang."


"Kalau nggak sukses, bukan Astri namanya."

__ADS_1


"Iya, sekali lagi terima kasih. "


"Bang."


"Iya kenapa? "


"Bapak tanya, kapan Abang datang secara resmi? "


"Abang atur waktu ya, soalnya Abang baru kemarin cuti pulang. "


"Tapi Abang serius kan? "


"Insya Allah, Abang serius. "


"Jangan insya Allah Bang, kayak meragukan. "


"Kalau Allah berkehendak lain, mau gimana? masa Abang protes. Kalah Allah menyatukan kita, suatu saat kita akan bersatu. "


"Saya sayang sama Abang, makan nya saya bela kesini. "


"Makasih sekali lagi, terima kasih kado nya. Jam tangan nya cocok, nih langsung Abang pakai. "


"Mahal itu. "


"Iya Abang percaya kok, ini kan jam yang sudah lama Abang ingin kan."


*****


Hanin memberikan sebuah kado pada Pramudya, kado kecil yang terbungkus kertas kado warna merah.


"Kamu saja, Abang tidak mau. " Ucap Pramudya mengembalikan kado tersebut.


"Bang, nggak mungkin saya kasih sendiri. "Ucap Hanin.


" Lagian , kamu ngapain sih kasih hadiah kado ulang tahun nya. Nggak usah tahu, sudah jangan di kasih. "


"Sok tahu, dia sudah kebeli. Walau hadiah. "


"Abang tahu dari mana? "


"Calon nya kasih. "


"Dia kok tahu? "


"Kan tanya sama Abang. "


Hanin tertunduk diam, sambil memegang erat kotak hadiah tersebut. Pramudya membelai rambut Hanin.


"Nanti Abang kasih, Abang tahu, kamu sudah keluar kan mahal untuk beli ini. Semoga Yogi mau menerima nya. "


"Iya Bang, makasih. "


"Sama - sama. "


*****


"Nih, dari Hanin. " Ucap Pramudya sambil memberikan pada Yogi , hadiah titipan dari Hanin.


"Apa ini? " Tanya Yogi.


"Buka saja. " Jawab Pramudya.


Yogi membuka kado pemberian dari Hanin, dan saat membuka isinya begitu sangat terkejut untuk hadiah nya. Yogi langsung mengembalikan pada Pramudya.


"Maaf, saya tidak bisa. " Ucap Yogi.

__ADS_1


"Terima lah, Hanin tulus kasih kamu."


"Saya sudah tidak ada hubungan apa - apa sama dia, dan saya tidak pantas menerima nya. "


"Terima lah, kamu pakai atau nanti di buang itu urusan kamu. Yang penting kamu Terima, jangan sampai buat kecewa Hanin. "


"Makasih ya, sampai kan sama dia."


"Iya, saya akan sampai kan. "


****


"Bu, ada tamu. " Ucap Salah satu staf perusahaan dimana Hanin bekerja.


"Siapa? " Tanya Hanin, saat berada di ruang produksi.


"Ibu lihat saja sendiri, saya tanya dia hanya bilang suruh ibu, temui dia. " Jawab nya.


Hanin pun lalu berjalan ke luar dan menemui tamu nya yang sedang menunggu di ruang tamu.


"Bang Yogi. "


Yogi tersenyum dan berdiri, lalu Hanin menyuruh nya untuk duduk kembali. Hanin terkejut, saat Yogi mengembalikan kado pemberian dari Hanin.


"Maaf, Abang tidak bisa. "


Hanin tersenyum dengan mata berkaca - kaca, Yogi tahu bagaimana hati Hanin. Yogi terus menatap Hanin, karena Hanin terus menundukkan kepala nya.


"Maafkan Abang. "


"Saya ingat, apa yang Abang ingin kan. Sebelum putus, saya sudah berjanji kalau ada rejeki, saya belikan buat Abang. Itu janji saya, saya tepati walau keadaan sudah berubah. "


"Tapi maaf, untuk saat ini Abang menolak nya. Maafkan Abang, kalau tidak menghargai pemberian dari kamu. Tapi tidak pantas, kalau Abang terima."


Hanin melihat, jam tangan yang sama, dan Hanin baru berani mengangkat kepala nya.


"Itu pemberian dari calon nya Bang Yogi? "


"Iya, ini pemberian nya. "


"Karena itu? "


"Dek, kita bukan seperti dulu lagi. Kamu tahu kan, bagaimana juga, sakit yang kamu buat sampai sekarang rasa sakit nya belum sembuh. Abang tidak mau, status kamu yang sekarang, malah seolah minta kembali. Maafkan Abang dek. "


"Kalau Abang tidak mau terima, buang saja Bang. "


"Baik, kalau kamu yang minta. Abang akan buang, dan sekali lagi Abang minta maaf."


****"


Yogi menatap kado dari Hanin, bahkan kini Yogi berada di pantai . Yogi mengingat sekilas masa lalunya.


Sedang kan Hanin, kini sedang menatap layar laptop nya. Hanin mengingat bagaimana cara Yogi menolak nya.


.


.


..


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2